Anda di halaman 1dari 21

TATA PEREKONOMIAN

Nama Anggota :

Sri Indah (165030200111029)


Baryatul Misbah (165030200111031)
Yunita Savitri (165030201111106)
Amanda Viandari (165030201111108)
SISTEM-SISTEM
DASAR
PEREKONOMIAN
BERDASARKAN YANG MENGATUR MEKANISME

Sistem ekonomi tradisional


01 sistem ekonomi dari masyarakat tradisional yang
diterapkan dalam kehidupan secara turun temurun.

Sistem ekonomi pasar


02 sistem ekonomi yang segala kegiatan ekonominya
seperti konsumsi, produksi, dan distribusi diserahkan
sepenuhnya kepada mekanisme pasar.

Sistem ekonomi komando atau terpimpin


03 sistem ekonomi yang mana pemerintah sebagai
pemegang kendali dan memiliki peran yang sangat
dominan. Segala kebijakan atas aktivitas
perekonomian aturannya berada mutlak di tangan
pemerintah.
BERDASARKAN PENEKANAN HAK KEPEMILIKAN
ASET

Sistem ekonomi liberal-kapitalis


01 sistem ekonomi yang memberikan kebebasan besar
kepada pelakunya untuk melakukan aktivitas
perekonomian dimana campur tangan pemerintah
sangat minim.

Sistem ekonomi sosialis-komunis


02 sistem ekonomi yang mana sumber daya ekonomi dan
faktor-faktor produksinya milik negara. Sistem ini pun
menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam
menjalankan dan memajukan perekonomian.

Sistem ekonomi campuran


03 sistem ekonomi yang berusaha mengurangi
kelemahan-kelemahan yang timbul dalam sistem
ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar.
SISTEM EKONOMI INDONESIA
Sistem perekonomian Indonesia yaitu Sistem Ekonomi
Kerakyatan. Sistem ini berlaku setelah masa reformasi pada
tahun 1998 yang mengandung demokrasi kerakyatan dimana
oleh, dari, dan untuk rakyat yang sesuai namun tetap berada
dalam pengawasan pemerintah.

Ciri-ciri sistem ekonomi kerakyatan, diantaranya


(1) Bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan
dengan prinsip persaingan sehat,
(2) Memperhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai
keadilan, kepentingan sosial ,dan kualitas hidup,
(3) Mampu mewujudkan pembangunan berwawasan
lingkungan dan berkelanjutan,
(4) Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha
dan bekerja,
(5) Adanya perlindungan hak-hak konsumen dan
perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.
SEJARAH
PEREKONOMIAN
INDONESIA
SEJARAH
PEREKONOMIAN
INDONESIA
1 2

Masa Sebelum Kemerdekaan Masa Orde Lama

Adanya kongsi dagang Belanda yang • Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950)


bernama VOC dimana Belanda Pada masa ini ekonomi Indonesia sangat buruk
memberikan wewenang untuk karena mengalami inflasi dimana beredarnya
lebih dari satu mata uang menjadi tidak
mengaturHindia Belanda dengan terkendali. Pemerintah Indonesia lantas
tujuan menghindari persaingan antar mengeluarkan ORI (Oeang Republik Indonesia)
sesama pedagang Belanda, sekaligus sebagai pengganti uang Jepang.
untuk menyaingi perusahaan
imperialis lain seperti EIC (East India • Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)
Company) milik Inggris. Pada masa ini sistem perekonomian
diserahkan sepenuhnya kepada pasar. Pribumi
bersaing dengan non pribumi.
-cultuur stelsel : sistem tanam paksa
• Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967)
Muncul sebagai akibat dari Dekrit Presiden 5
Juli 1959 yang mana ekonomi Indonesia mutlak
diatur oleh pemerintah.
Content Here
SEJARAH
3 4
PEREKONOMIAN
Masa Orde Baru
INDONESIA Masa Reformasi (1998-
sekarang)
• Stabilitas politik dan ekonomi menjadi prioritas
utama. Program pemerintah berorientasi pada • Kebijakan yang menjadi
pengendalian inflasi, penyelamatan keuangan perhatian adalah cara
negara, dan pengamanan kebutuhan pokok
rakyat.
mengendalikan stabilitas
politik.
• Kebijakan ekonomi diberlakukan dalam segala
bidang sehingga pada tahun 1984, Indonesia • Masalah-masalah yang
berhasil melaksanakan swasembada beras, diwariskan dari masa orde
penurunan angka kemiskinan, perbaikan indikator baru masih belum dapat
kesejahteraan rakyat seperti angka partisipasi
pendidikan dan penurunan angka kematian bayi,
diselesaikan secara total.
dan industrialisasi yang meningkat pesat. Bisa dilihat dengan masih
adanya KKN, inflasi,
• Dampak negative yang muncul yaitu terjadi pemulihan ekonomi, dan
kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup melemahnya nilai tukar
dan sumber daya alam, perbedaan ekonomi antar rupiah yang menjadi selalu
daerah, antar golongan pekerjaan dan antar
kelompok dalam masyarakat terasa semakin
menjadi masalah polemik
tajam, serta penumpukan hutang luar negeri. bagi perekonomian
Disamping itu, pembangunan menimbulkan Indonesia.
konglomerasi dan bisnis yang sangat sering KKN.
Pembangunan hanya mengutamakan
pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan
Content Here
politik, ekonomi, dan sosial yang adil.
Sistem Perbankan di
Indonesia
Diatur dalam UU No.7 Tahun 1992 yang berisi “Perbankan
Indonesia dalam menjalankan usahanya berdasarkan
demokrasi ekonomi dengan prinsip kehati-hatian” namun kini
diubah dengan UU No.10 tahun 1998
Sistem Perbankan di Indonesia

Sistem Perbankan di Sistem Perbankan di Indonesia


Indonesia menurut menurut Kepemilikannya
Jenisnya
1. Bank pemerintah
1. bank umum (Commercial Bank) 2. Bank swasta
2. bank sentral (Bank Indonesia) 3. Bank asing
3. bank perkreditan rakyat 4. Bank pembangunan daerah
5. Bank campuran
Sistem Perbankan di Indonesia

Jenis bank dari segi


status Fungsi dan Peranan Perbankan
1.Bank Devisa
2.Bank Non Devisa 1. Penghimpun dana untuk menjalankan
fungsinya sebagai penghimpun

2. Penyalur dana-dana yang terkumpul oleh


bank disalurkan kepada masyarakat dalam
bentuk pemberian kredit, pembelian surat-
surat berharga, penyertaan, pemilikan harta
Jenis bank dari segi tetap
prinsip 3. Pelayan Jasa Bank dalam mengemban
tugas sebagai “pelayan lalu-lintas
1.Bank Konvensional pembayaran uang” melakukan berbagai
2.Bank Syariah aktivitas kegiatan antara lain pengiriman
uang, inkaso, cek wisata, kartu kredit dan
pelayanan lainnya.
Sistem Perbankan di Indonesia
1. Agent Of Trust

1. Pengalihan Aset (asset


transmutation)
2. Agent Of Development Fungsi
Bank 2. Transaksi (transaction
secara Peran
Spesifik Bank
3. Agent Of Services
3. Likuiditas (liquidity)

4. Efisiensi (efficiency)

Kebijakan Perbankan di Indonesia


menurut OJK

1. Mengoptimalkan peran Sektor Jasa Keuangan dalam meningkatkan kegiatan


perekonomian.
2. Meningkatkan daya tahan Sektor Jasa Keuangan dalam mewujudkan stabilitas
perekonomian.
3. Mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan akses keuangan kemandirian
finansial masyarakat dalam mendukung pemerataan pembangunan.
Studi Kasus
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia
mengalami titik terendah dalam hal persentase kemiskinan sejak tahun 1999,
yakni sebesar 9,82 persen pada Maret 2018. Dengan persentase kemiskinan 9,82
persen, jumlah penduduk miskin atau yang pengeluaran per kapita tiap bulan di
bawah garis kemiskinan mencapai 25,95 juta orang. "Maret 2018 untuk pertama
kalinya persentase penduduk miskin berada di dalam 1 digit. Kalau dilihat
sebelumnya, biasanya 2 digit, jadi ini memang pertama kali dan terendah," kata
Kepala BPS Suhariyanto saat menggelar konferensi pers di kantornya, Senin
(16/7/2018). Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, yaitu September
2017, persentase kemiskinan tercatat sebesar 10,12 persen atau setara dengan
26,58 juta orang penduduk miskin di Indonesia. Bila dirinci lagi, terdapat
penurunan persentase penduduk miskin baik di perkotaan maupun di
perdesaan. Persentase penduduk miskin di perkotaan per Maret 2018 sebesar
7,02 persen, turun dibandingkan September 2017 sebesar 7,26 persen.
Studi Kasus
Sama halnya dengan di perdesaan, di mana persentasenya pada Maret 2018 sebesar 13,20
persen, turun dari posisi September 2017 sebesar 13,47 persen. Suhariyanto mengungkapkan,
sejumlah faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan dari September 2017 hingga Maret
2018 adalah inflasi umum dalam periode itu sebesar 1,92 persen serta rata-rata pengeluaran
per kapita tiap bulan untuk rumah tangga di 40 persen lapisan terbawah yang tumbuh 3,06
persen. Faktor lain yaitu bantuan sosial tunai dari pemerintah yang tumbuh 87,6 persen pada
kuartal I 2018 atau lebih tinggi dibanding kuartal I 2017 yang hanya tumbuh 3,39 persen.

Selain itu, juga dari program beras sejahtera (rastra) dan bantuan pangan non-tunai
kuartal I yang tersalurkan sesuai jadwal. "Lalu karena nilai tukar petani Maret 2018 di
atas angka 100, yaitu 101,94, dan kenaikan harga beras sebesar 8,57 persen pada
September 2017 sampai Maret 2018 yang disinyalir mengakibatkan penurunan
kemiskinan jadi tidak secepat periode Maret 2017 sampai September 2017," kata dia.
Jika ditarik mundur, pada 1999 Indonesia mencatat persentase kemiskinan paling
tinggi, sebesar 23,43 persen atau setara dengan 47,97 juta penduduk miskin. Angka
kemiskinan pada tahun-tahun berikutnya secara bertahap menurun meski sempat
beberapa kali naik pada periode tertentu. "Tetapi, menurut saya, kita masih punya
banyak PR, bagaimana supaya kebijakan-kebijakannya lebih tepat sasaran sehingga
penurunan kemiskinannya menjadi lebih tepat," ujar Suhariyanto.
Data Perekonomian Indonesia
Sumber Worldbank