Anda di halaman 1dari 28

REFERAT

Gangguan Tumbuh Kembang


Pada Anak
Pandu Nur Akbar
1114103000009

Pembimbing
DR. dr. Lanny,Sp.A

Kepanitraan Kinik Ilmu Kesehatan Anak


FK UIN Jakarta/RSUP Fatmawati
Gagal Tumbuh (Failure to Thrive)
● Terminologi yang menunjukkan bayi dan anak tidak
dapat tumbuh sesuai kurva pertumbuhan normal
Manifestasi Klinis
● Anamnesis
- Masa neonatal:
Usia 7-12 bulan:
* FTT akibat manajemen ASI salah * terlambat memberi
* cara pemberian susu formula salah
* kelainan metabolik atau kromosom makanan padat
* intoleransi makanan
- Usia 3-6 bulan:
* underfeeding (miskin) * disfungsi motor oral
* cara membuat susu formula salah
* intoleransi protein susu
dll
* disfungsi motorik oral - > 12 tahun: masalah di
* refluks gastroesofagus
* PJB
atas + psikososial
-
…Manifestasi Klinis
● Pemeriksaan Fisis
- Pengukuran BB, TB, Lingkar Kepala → status gizi
- Gizi masih cukup, gejala tidak khas
- Gizi kurang anak tampak kurus
- Gizi buruk: cengeng, wasting, ekstremitas
hipotrofi,
crazy pavement dermatosis
- Kelainan kromosom: dismorfik
- Child abuse harus dipikirkan
Pemeriksaan Penunjang dan Tata laksana

Pemeriksaan Penunjang Tata laksana


● Darah tepi lengkap ● Mencari, mengobati penyakit
● Urinalisis dan feses lengkap dasar
● Uji tuberkulin ● Asupan kalori sampai 150% di
● Pemeriksaan lain atas atas kebutuhan hariannya
indikasi (BB/TB)
● Pasien dengan status gizi
buruk → tata laksana gizi
buruk
Pubertas
● Pubertas : peralihan masa kanak-kanak ke masa
dewasa
• Anak perempuan: 8-13 tahun
• Laki-laki: 9-14 tahun
● Pengaruh: etnis, sosial, psikologis, nutrisi, fisik, dan
penyakit kronis
Masalah pubertas
● Pubertas prekoks:
- perkembangan ciri2 seks sekunder
* Perempuan: sebelum 8 tahun
* Laki-laki: sebelum 9 tahun
● Telars prematur: pembesaran payudara tanpa
disertai tanda-tanda seks sekunder lain, pada anak
perempuan usia kurang dari 8 tahun
Perkembangan payudara terjadi pada salah satu
atau kedua payudara → terbanyak usia 2 tahun
…masalah pubertas
● Pubarke (adrenarke) prematur
- Munculnya rambut pubis tanpa disertai tanda-
tanda
seks sekunder pada:
* Perempuan: sebelum usia 8 tahun
* Laki-laki: sebelum usia 9 tahun
- Tiga kali lebih sering ditemukan pada anak
perempuan
…masalah pubertas
● Ginekomastia: pembesaran kelenjar mammae
yang terjadi pada anak laki-laki
● Gangguan fisiologi hormon steroid yang bersifat
sementara (reversibel) atau menetap
● Ginekomastia fisiologis: neonatus, pubertas, dan
usia lanjut
● Ginekomastia patologis: defisiensi testosteron,
peningkatan produksi estrogen, dan obat-obatan
● Ginekomastia idiopatik
…masalah pubertas
● Constitutional delay of growth and puberty
- Riwayat kelahiran normal, berat lahir normal
- Setelah usia 2-3 tahun pertumbuhan BB dan TB
menurun menyilang ke bawah garis P3
- Riwayat pendek dalam keluarga (salah satu atau
kedua orangtua) dan pubertas terlambat
Perawakan Pendek
● Tidak selalu berarti ada gangguan pertumbuhan
karena pertumbuhan (growth) merupakan hasil
pengukuran perawakan secara berkala
● Perawakan : pengukuran sesaat
● Perawakan pendek:
- Kecepatan tumbuh normal: familial short stature dan
constitutional delay of growth and puberty
- Kecepatan tumbuh tidak normal:
- proporsional : endokrin dan nutrisi
- disproporsional: kelainan skeletal dan kelainan
dismorfik
Keterlambatan bicara
● Keluhan yang sering dijumpai, diperkirakan sekitar 7-
10% kasus
● Perkembangan bicara normal melalui tahapan :
cooing, babbling, echolalia, jargon, kata, dan
kombinasi kata, dan pembentukan kalimat
● Evaluasi lebih lanjut bila dijumpai anak dengan
keadaan:
- Tidak menunjukkan babbling, menunjuk, atau mimik yang baik pada umur 12
bulan
- Tidak ada kata pada umur 16 bulan
- Tidak ada 2 kata spontan pada umur 2 tahun
- Hilangnya kemampuan bicara atau kemampuan sosial pada semua umur
…keterlambatan bicara
● Etiologi:
- Retardasi mental
- Gangguan pendengaran
- Maturation delay
- Gangguan bicara ekspresif
- Bilingual
- Autisme
Tata laksana keterlambatan bicara
● Terapi perilaku
● Terapi sensori integrasi
● Terapi okupasi
● Terapi wicara
● Stimulasi Floor Time
Keterlambatan bicara
● Keterlambatan bicara dapat ditunggu sampai usia
anak 18 bulan
● Intervensi harus mulai diberikan pada usia 18-36
bulan
● → maturation delay
● Jika gejala seperti autisme → intervensi sesegera
mungkin
Malnutrisi Energi Protein
● MEP: penyakit/keadaan
klinis akibat tidak
terpenuhinya kebutuhan
protein dan energi,
karena:
1. Asupan yang kurang
2. Kebutuhan yang
meningkat
3. Keduanya
● Gambaran klinis: ringan →
berat
● MEP berat 3 bentuk:
kwasiorkor, marasmus, dan
marasmik-kwasiorkor
… Malnutrisi Energi Protein
● Anamnesis:
- Sejak kapan semakin kurus, dan/atau timbul udem
- Sejak kapan terjadi penurunan atau hilangnya nafsu makan
- Riwayat makan sebelum sakit
- Riwayat pemberian ASI dan MP-ASI
- Gejala dan tanda ke arah penyakit: diare, tuberkulosis, cacingan, campak
- Batuk kronik
- Kelainan pada kulit dan mata
- Kapan diuresis terakhir
- Keadaan keluarga dan lingkungan
… Malnutrisi Energi Protein
● Pemeriksaan Fisis: - Mulut: tanda defisiensi vitamin B
- BB (Kg), PB atau TB (cm) - Rambut: pirang, jarang, kasar,
- Kesadaran/status mental: sadar, mudah dicabut, dan /atau rontok
apatis, cengeng - Jaringan lemak subkutan tipis
- Suhu tubuh: kadang /hilang
hipotermia (<36°C, aksila) - Dada: iga gambang, Paru: kelainan?
- Tanda vital: nadi, TD, tanda syok - Jantung: bising? PJB atau anemia
- Pucat/anemia - Abdomen: hepar>
-Tanda dehidrasi: turgor kulit, - Ekstremitas: hipotrofi → atrofi
mata otot
cekung, mukosa bibir/lidah - Edema: lokasi?
kering - Kulit: dermatosis
- Mata: tanda defisiensi vitamin A
… Malnutrisi Energi Protein
● Kriteria Diagnosis
- Diagnosis ditegakkan bila BB/U dibandingkan
acuan
standar:
60-80%: gizi kurang bila tanpa edema
gizi buruk (kwasiorkor) bila ada edema
<60%: gizi buruk
tanpa edema: marasmus
dengan edema: marasmus-kwarsiorkor
Tata laksana
● Fase inisial (resusitasi)
- Atasi: hipoglikemia, hipotermia, dan dehidrasi
1. Hipoglikemia (gula darah < 54 mg/dL)
Terapi: sukrosa/ glukosa 10% 50 ml per oral/ sonde lambung
Berikan makan tiap 2 jam, min. 1 hari pertama
Jika tidak sadar, glukosa iv/ glukosa 10% dengan sonde
2. Hipotermia (S < 35°C aksila / <35,5°C rektal)
Terapi: beri makan segera, selimuti termasuk kepala, dekatkan
pemanas atau lampu /tempatkan anak pada dada/perut telanjang
ibu
→ selimuti
3. Dehidrasi
Dehidrasi R-S, CRO 70-100 ml/kgBB diberikan dlm 8-12 jam
…Tata laksana
4. Antibiotik
- Infeksi tidak nyata: kotrimoksazol (4 mg/kg/hr trimetropim dan 20
mg/kg/hr sulfametoksazol, dibagi 2 dosis) selama 5 hari
- Infeksi nyata: ampisilin iv 100 mg/kgBB/hr, dibagi 4 dosis (2 hr),
lanjut per oral (ampisilin/amoksilin); dan gentamisin 7.6 mg/kgBB
iv/im sekali sehari (7 hari)
5. Nutrisi
- Energi 80-100 kkal/kg/hr, cairan 130 ml/kgBB/hr, F75 /2 jam/24 jam
- Vitamin-mineral: vit. A hr 1 &2 200.000SI/oral atau 100.ooo SI/IM
diulang dosis yang sama hari ke-14
- Asam folat 5 mg hr I, selanjutnya 1 mg/hr 2 minggu
- MgSo4 40% 0,25 ml/kgBB/hr maks. 2 ml IM 10 hari
- ZnSO4 2-4 mg/kgBB/hr 2 minggu
- Tembaga (Cuprum): 0,3 mg/kgBB/hr 2 minggu
6. Pengobatan penyakit lain: TB, diare kronik, PJB
…Tata laksana
Fase Transisi Pembuatan F-75 dan F-100
WHO
Peralihan ke energi lebih tinggi
sampai 150 kkal/kgBB/hr berupa
Energi 0,75 kkal/ml 1kkal/ml
F100, bertahap
Susu bubuk tanpa lemak 25 80
● Fase Rehabilitasi
Gula 70 50
- Diet tinggi kalori 150-220
Tepung sereal 35 -
kkal/kgBB/hr
- Suplemen zat besi (FeSO4) Minyak sayur 27 60

10 mg.kgBB/x, 3x/hr Campuran mineral 20 20

- Atasi penyebab (infeksi, Campuran vitamin 140 140

miskin) Air Tambah sampai vol total


1000 ml
Tambah sampai
vol total 1000 ml

- Pendidikan gizi dan kesehatan


Defisiensi Vitamin A
● Xerophtalmia: penyakit
akibat defisiensi vit. A,
manifestasi pada mata
● Beberapa stadium klinis:
- Buta senja/hemeralopia (XN)
- Bercak Bitot
- Xerosis konjungtiva (X1)
- Xerosis kornea (X2)
Gejala dan tanda Xerophthalmia
- Ulkus kornea < 1/3 luas permukaan
kornea (X3A)
Kiri atas: Bercak Bitot
- Ulkus kornea >1/3 luas permukaan Kanan atas: Kornea dengan gambaran
kornea (X3B) kering khas dan ulkus berubah menjadi
- Keratomalacea/Prolapsus iridis hijau dengan fluoresens;
- Skar kornea (XS) Kanan bawah: Skar kornea;
Kiri bawah: Ulserasi kornea dalam →
keratomalasia.
Manifestasi klinis
● Anamnesis ● Pemeriksaan Fisis
- Kapan terjadi - Bercak Bitot
kelainan? - Kekeringan pd
- Bagaimana mulainya? konjungtiva bulbi
- Obat yang sudah -
diberikan? Kekeringan/kekeruhan
- Asupan makanan /ulkus kornea
sehari-hari? - Terdapat prolaps /
- Menderita campak keratomalasia
atau - Tanda-tanda
diare kronik? malnutrisi
Tata laksana defisiensi Vit. A
● Vitamin A:
- Usia < 6 bulan : 50.000 SI, oral atau IM
- Usia 6-12 bulan : 100.000 SI, oral atau IM
- Usia > 1 tahun : 200.000 SI, oral atau IM
Diberikan pada hari 1,2 dan 14 atau bila ada
perburukan klinis
● Perawatan lokal> dibersihkan, salep mata
antibiotik, tutup dengan kasa dibasahi cairan garam
fisiologik
● Pendidikan dan pencegahan: vit. A /6 bln