Anda di halaman 1dari 16

SPESIASI

 Spesiasi merupakan proses pembentukan


spesies baru.
 Proses spesiasi telah terpantau berulang kali di
alam dan pada kondisi laboratorium yang
terkontrol.
 Spesiasi di alam tidak berhenti pada waktu
tertentu, melainkan terus berlanjut selama
evolusi terjadi.
 Selain itu, spesiasi tidak hanya ditentukan oleh
satu mekanisme, melainkan ditentukan oleh
sejumlah mekanisme.
 Interaksi individu dapat berupa interaksi
interspesies (interaksi dalam satu spesies),
maupun interaksi antar spesies (interaksi antara
dua spesies atau lebih).
 Interaksi individu yang memberikan pengaruh
besar terhadap spesiasi adalah perkawinan.
 Faktor penghalang keberhasilan perkawinan
disebut dengan barrier (barier).
 Keberadaan barier menyebabkan terjadinya
isolasi, sehingga membentuk spesies baru
(spesiasi).
Konsep Spesies
Faktor-faktor Penyebab Spesiasi

1. Isolasi Geografis
 Isolasi geografis merupakan bentuk

pembatasan alam berupa pemisahan


populasi oleh kondisi alam.
 Isolasi geografis memberikan

pengaruh terhadap spesiasi karena


adanya pencegahan gene flow
antara dua sistem populasi yang
berdekatan akibat faktor ekstrinsik,
yaitu faktor geografis.
 Isolasi geografis menimbulkan
penyimpangan, karena empat faktor
utama, yaitu: (1) kedua sistem
populasi yang terpisah mempunyai
frekuensi gen awal yang berbeda; (2)
terjadi mutasi; (3) pengaruh tekanan
seleksi dari lingkungan yang berbeda;
serta (4) adanya pergeseran susunan
genetis (genetic drift).
Faktor-faktor Penyebab Spesiasi

2. Isolasi Reproduksi
 Isolasi reproduksi umumnya terjadi karena

faktor geografis, yang sebenarnya populasi


tersebut masih memiliki potensi untuk
melakukan interbreeding
 Isolasi reproduksi muncul sebagai akibat dari

mekanisme isolasi intrinsik yang mencegah


interbreed-ing. Mekanisme isolasi intrinsik
tersebut terjadi karena adanya berbagai
barier untuk terjadinya perkawinan antar
populasi.
Model-model Spesiasi
1. Spesiasi Alopatrik
 Spesiasi alopatrik adalah spesiasi yang

terjadi karena adanya barier geografis


yang secara fisik mengisolasi populasi,
sehingga menghambat aliran gen.
 Populasi yang terpisah oleh suatu barier

geografis dikenal sebagai populasi


alopatrik.
 Spesiasi alopatrik banyak dibuktikan

melalui studi variasi geografi.


 Spesies yang beranekaragam secara geografis
dari seluruh karakter dapat menghalangi
pertukaran gen antar spesies simpatrik.
 Populasi yang terpisah secara geografis dapat
terisolasi oleh kemandulan atau perbedaan
perilaku dibandingkan dengan populasi yang
berdekatan.
 Populasi yang terisolasi mungkin tidak dapat
melakukan interbreeding jika mereka bertemu,
karena bentuknya sangat menyimpang
(divergen) dan akhirnya menjadi simpatrik.
2. Spesiasi Parapatrik/Semi Geografik
(Parapatric Speciation)
 Spesiasi parapatrik merupakan spesiasi

yang terjadi karena adanya variasi


frekuensi kawin dalam suatu populasi
yang menempati wilayah yang sama.
 Spesies induk tinggal di habitat yang

kontinyu tanpa ada isolasi geografi.


Spesies baru terbentuk dari populasi
yang berdekatan.
 Spesiasi parapatrik tidak memiliki barier
ekstrinsik yang spesifik untuk gene flow.
Penyimpangan pada spesiasi parapatrik dapat
terjadi karena arus gen dikurangi dalam
populasi dan tekanan pemilihan ke luar
cakupan populasi.
3. Spesiasi Simpatrik (Sympatric Speciation)
 Spesiasi simpatrik adalah spesiasi tanpa

isolasi geografik.
 Populasi simpatrik terisolasi secara genetik,

meskipun daerah tinggalnya saling tumpang


tindih.
 Spesiasi akan bersifat simpatrik jika suatu

penghalang biologis untuk interbreeding


muncul dalam populasi panmiktik (populasi
yang kawin secara acak), tanpa segregasi
spasial spesies permulaan
 Spesiasi simpatrik, spesies baru muncul
dalam lingkungan hidup populasi moyang,
isolasi genetik berkembang dalam berbagai
cara, tanpa isolasi geografis.
Model Ringkasan
Spesiasi

Anda mungkin juga menyukai