Anda di halaman 1dari 12

HEPATITIS VIRUS AKUT

Pembimbing:
dr. Ipung Puruhito, Sp. PD

Disusun oleh:
Friska Nur Ekasanti
201510401011039
SMF ILMU PENYAKIT DALAM
RSU HAJI SURABAYA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2016
• Nama : Tn. Jafar Sidiq
• Jenis kelamin : Laki-laki
• Usia : 31 th
• Pekerjaan : Pegawai swasta
• Alamat : Gubeng Kertajaya

IDENTITAS PASIEN
• Lemah badan dirasakan sejak 1 minggu ini. Lemah badan
dirasakan pada seluruh tubuh namun masih bisa beraktivitas.
Lemah badan disertai dengan penurunan nafsu makan.
• Sebelumnya pasien mengeluhkan panas tinggi. Panas tinggi
selama 1 hari terutama pada malam hari. Pasien minum obat
parasetamol 1x pada saat panas tinggi, panas turun dan
kemudian sumer-sumer, terutama pada pagi dan siang hari.
Dan sumer-sumer selama 1 minggu ini. Panas disertai keringat
dingin, menggigil (-)
• Keluhan nyeri pada perut kanan bagian atas sejak 1 minggu ini
terutama pada waktu panas tinggi, nyeri berkurang keesokan
harinya setelah minum obat paracetamol.

RPS
• mual sejak 1 minggu ini. Mual dirasakan terus menerus, rasa
penuh pada perut. Pasien mengaku muntah pada 1 hari
SMRS. Muntah 3 kali sehari dan banyak sekitar setengah
gelas, berisi cairan bercampur makanan dan berwarna
kuning, darah (-)
• pusing berputar 1 minggu ini, terutama jika merasa capek.
Nyeri kepala (-)
• Nyeri otot (-), sesak (-), batuk (-). Mata berwarna kuning (-),
gusi berdarah (-), muncul bintik kemerahan(-)
• BAK berwarna oranye seperti teh sejak 1 minggu ini, nyeri
berkemih disangkal.
• BAB 3 hari yang lalu, konsistensi padat, berwarna kuning,
darah (-), nyeri (-).

RPS
• Sakit seperti ini (-)
• HT & DM disangkal
• gastritis (-)
• minum jamu-jamuan (-), obat-obat pegalinu (-),
alkohol (-)
• penyakit liver disangkal
• Alergi (-)

RPD
RPK
• Sakit seperti ini (-)
• DM (-)
• HT (-)

RPsos
• Pasien adalah seorang karyawan swasta yaitu sebagai
editor sebuah buku dan jarang istirahat. Riwayat minum-
miunum alkohol disangkal. Pasien mengaku jarang beli
makanan dan jajanan di pinggir jalan. Pasien juga
mengaku jarang berolahraga.
KU : lemah Cor :
Compos Mentis, GCS : 456 • I: IC tak nampak, pulsasi (-)
BB : 58 kg • P: IC tak kuat angkat, thrill (-)
TB : 163 cm • P: batas jantung dbn
Vital Sign • A: S1 dan S2 tunggal reguler, murmur (-),
• TD : 110/80 mmHg gallop (-)
• N : 80x/menit Abdomen
• RR : 20x/menit • I: flat , massa (-)
• Suhu : 36,4°C • A: BU + normal
K/L • P: timpani, H/L dbn, nyeri ketuk pinggang
(-) , murphy sign (-)
• a/i/d/c : -/-/-/-
• P: Supel, NT (+) di bagian hipokondrium
• Pembesaran KGB (-) dextra dan epigastrium, H/L tidak teraba
• JVP tidak meningkat • Ekstremitas : Akral hangat, kering, merah,
Thoraks CRT < 2 dtk, edema (-)
Pulmo: • Rumple leed test (-)
• I: Normochest, gerak nafas simetris
• P: Fremitus dbn, ekspansi dbn, NT (-)
• P: Sonor / sonor
• A: Vesikuler / vesikuler, Ro -/-, Whz -/-

Pemeriksaan Fisik
Laboratorium (tgl 22 Juni 2016) Laboratorium (tgl 25 Juni 2016)
DL • LFT
• Hb: 15 g/dl • SGOT : 660 U/l
• Lekosit: 6.700/mm3 • SGPT : 1.180 U/l
• Hematokrit: 44,4 %
• Trombosit: 282.000/mm3 Laboratorium (tgl 27 Juni 2016)
Imuno serologi widal • Kimia Klinik
• S. typhi O: negatif • Bilirubin direk : 5.56 mg/dl
• S. typhi H: positif 1/80 • Bilirubin indirek : 2.96 mg/dl
• S. parathyphi A-H: negatif • Bilirubin total : 8.52 mg/dl
• S. parathyphi B-H: positif 1/80 • SGOT : 582 U/l
LFT • SGPT : 1.362 U/l
• SGOT : 669 U/l
• SGPT : 820 U/l

Pemeriksaan
Laboratorium (tgl 23 Juni 2016)
• Imuno-serologi
• IgM Anti HAV : 15.52 (reaktif)

Penunjang
Pembahasan
Kesimpulan
• Pada kasus ini pasien laki-laki dengan umur 31 tahun hal ini sesuai dengan
teori yang mengatakan bahwa penderita yang terkena hepatitis virus akut
biasanya mengenai anak dan dewasa muda. Keluhan yang dirasakan pasien
selama 1 minggu seperti lemah badan, penurunan nafsu makan, panas tidak
terlalu tinggi, nyeri perut bagian atas, mual, muntah, pusing dan urin
berwarna seperti teh termasuk dalam manifestasi klinis hepatitis virus akut
stadium pra ikterik dan di dalam teori disebutkan stadium ini dapat
berlangsung 4-7 hari sebelum tanda-tanda ikterik muncul. Pemeriksaan
SGOT dan SGPT pada pasien didapatkan hasil SGOT: 669 U/L dan SGPT:
820 U/L dimana dalam teori dikatakan dapat meningkat pada masa praikterik
dan mencapai puncak pada saat timbulnya ikterik. Pemeriksaan selanjutnya
disarankan IgM anti HAV dan HbsAg untuk melihat etiologi dari hepatitis
virus akut ini disebabkan oleh virus hepatitis A atau virus hepatitis B. Hasil
pemeriksaan yang di dapatkan pada pasien ini adalah IgM Anti HAV : 15.52
(reaktif). Kriteria diagnosis Hepatitis Virus A Akut sudah terpenuhi yaitu
mual, anoreksia, malaise, urin gelap, ikterus (didapatkan pada hari kedua
setelah masuk rumah sakit), Hepatomegali (tidak ditemukan dalam kasus
ini), Serologis : transaminase meningkat 500-1000 IU/L, IgM anti HAV (+).
Kesimpulan
• Penatalaksanaan pada pasien ini dilakukan diet TKTP 1500
kalori/hari, tidak ada diet yang spesifik pada kasus ini, selama
terjamin hidrasi dan intake kalori yang cukuo serta diet tinggi protein
sangat dibutuhkan untuk proses penyembuhan pada fase konvalesen.
Infus asering : D5 = 2:1, 21 tpm digunakan untuk memasukan nutrisi
dan cairan kurang pemasukan nutrisi dan cairan kurang akibat mual
atau muntah melalui nutrisi parenteral. Injeksi omeprazole dan
ranitidin diberikan untuk mengurangi keluhan mual dan tidak
nyaman pada lambung dan diberikan bila diperlukan saja. Injeksi
ondansetron juga diberikan bila perlu apabila terdapat keluhan
muntah. Sistenol diberikan hanya jika pasien panas. Curcumin
diberikan sebagai vitamin untuk meningkatkan nafsu makan dan
imunitas tubuh terutama untuk perbaikan penyakit hepar dan leshikol
diberikan sebagai obat yang bersifat melindungi hepar. Pasien juga
diharapkan untuk menjaga kebersihan tangan dan lingkungan sekitar
serta tidak makan sembarangan di luar rumah.
terimakasih