Anda di halaman 1dari 14

EKSISTENSI TANAMAN DAUN SIRIH (Piper betle)

DALAM PERSPEKTIF TASAWUF

Oleh:
RESTY RAHMATIKA
LATAR BELAKANG
Latar Belakang Masalah
Galuh (2010) Tumbuhan Tumbuhan tersebut Seila (2012) Daun sirih hijau mengandung
4,2% minyak atsiri yang komponen
merupakan salah satu sangat berpotensi utamanya terdiri dari bethlephenol dan
kekayaan sumber daya menjadi bahan baku beberapa derivatnya diantaranya Eugeno
alam hayati di Indonesia obat tradisional. Salah 26,8- 42,5%, Cineol 2,4%-4,8%,
methyeugenol 4,2-15,8%, Caryophyllen (
dan memiliki kandungan satunya adalah tanaman siskueterpen) 3-9,8%, kavikol 7,2-16,7%
zat kimia aktif. sirih.

Tanaman-tanaman yang tumbuh di alam semesta ini merupakan tanaman yang baik seperti
yang telah dijelaskan dalam al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 7 yang berbunyi : “Dan apakah
merekah tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu
berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik”. Ayat tersebut menggambarkan segala
sesuatu yang baik bagi setiap obyek yang disifati-Nya. Tumbuhan yang baik merupakan
tumbuhan yang bermanfaat bagi makhluk hidup termasuk tumbuh-tumbuhan yang dapat
digunakan sebagai pengobatan.[

daun sirih yang “ketemu Ros” atau


“eksistensi daun sirih (Piper bertemu ruas daunnya dari segi
betle) dalam perpektif filosofis
Ini menandakan ikatan persaudaraan
tasawuf
antara sesama anggota
didasari dengan hati atau niat yang
suci.
Ponpen Mahasiswa Jagad ‘Alimussirry
RUMUSAN MASALAH

Apakah dalam pelaksanaan tasawuf menggunakan daun


sirih yang “temu rose”?

Bagaimana peranan eksistensi tanaman daun sirih dalam


pandangan tasawuf?

Mengapa eksistensi daun sirih memiliki peranan penting


dalam pandangan tasawuf?
KAJIAN PUSTAKA

A. Daun Sirih
Pengertian dan Makna Filosofi Daun Sirih
Karakteristik Daun Sirih
Kandungan Kimia Daun Sirih dan Manfaatnya
Daun Sirih Hijau “Temu Rose” dan “Tidak Temu Rose”
B. TASAWUF
Pengertian dan Hakikat Tasawuf
Integrasi Tasawuf dan Tradisi Jawa
Metode penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitan kepustakaan (library research),
yaitu serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode
pengumpulan data pustaka, atau penelitian yang obyek
penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini


adalah metode dokumentasi. Metode dokumentasi merupakan
metode pengumpulan data dengan mencari atau menggali data
dari literatur yang terkait dengan apa yang dimaksudkan dalam
rumusan masalah (Arikunto, 2013).

Metode Analisis data merupakan upaya mencari dan menata secara


sistematis data yang telah terkumpul untuk meningkatkan
pemahaman penelitian tentang kasus yang diteliti dan mengkajinya
sebagai temuan bagi orang lain
Pembahasan

• Daun sirih ‘temurose’ adalah sirih yang urat


daunnya (nervus lateralis) bertemu
kedudukan ruasnya, sehingga bentuknya
Eksistensi Daun simetris (Ekosari & Sugiarto, 2013).
Sirih dalam Penggunaan daun Sirih, khususnya di Jawa,
perspektif tasawuf umumnya disertai syarat atau kriteria
khusus, yaitu: daun sirih yang ’temu ros-e’.
’Ros’ berasal dari bahasa Jawa yang berarti
urat, dalam hal ini adalah urat daun. ’Temu’
berasal dari bahasa Jawa yang berarti
berjumpa, ketemu. Sirih temu rose adalah
sirih yang urat daunnya (nervus lateralis)
bertemu kedudukan ruasnya; sehingga
bentuknya simetris (Ekosari & Sugiarto,
2013).
Pembahasan

Hasil uji laboratorium fitokimia kandungan


flavonoid total daun sirih temurose dan non-
temurose sebesar 53.522 dan 43.041 ppm. Nilai
Eksistensi Daun
tersebut termasuk kelompok kadar tinggi (>50
Sirih dalam
perspektif tasawuf ppm) dan kadar sedang (antara >10 – 50 ppm).
Semakin tinggi kadar flavonoid, maka
kemungkinan potensi antioksidannya juga akan
semakin tinggi (Ekosari & Sugiarto, 2013).
Pembahasan
Dalam pelaksanaan riyadhoh menjadikan
daun sirih temu rose sebagai medianya
sebagai bentuk filosofi bahwasannya sirih
Peranan Eksistensi atau suruh berarti ngangsu
Tanaman Daun Sirih kaweruh (menimba ilmu), sedangkan temu
Dalam Pandangan rose bisa diartikan bertemu rasa (Kompasiana,
Tasawuf 2016). Dalam referensi lain, daun sirih yang
“ketemu Rose” atau bertemu ruas daunnya
menggambarkan persaudaraan yang sejati
akan terjalin bila didasari dengan
mempertemukan rasa atau hati (Fauzan,
2012). sebagaimana konsep tasawuf
bahwasannya hati adalah pokok pembahasan
di mana gerak lahir ditentukan oleh gerak
batin yang menyatukan dirinya dengan Allah
(anwar, 2004).
Pembahasan

Alasan Teosentris
Alasan Eksistensi Tumbuhan merupakan suatu komponen penting
Daun Sirih Memiliki dalam kehidupan manusia, terutama sebagai sumber
Peranan Penting makanan dan sebagai obat-obatan. Tumbuhan secara
Dalam Pandangan empiris mempunyai aktivitas antimikroba.
Tasawuf Sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qur’an surat
Thaha ayat 53 yang artinya : “Bagimu bumi sebagai
hamparan dan yang telah menjadikan bagimu di
bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air
hujan. Maka bumi tumbuhkan dengan air hujan itu
berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang
bermacam-macam”.
Kajian Pustaka

Alasan Teosentris
Tumbuhan merupakan suatu komponen penting dalam kehidupan manusia,
terutama sebagai sumber makanan dan sebagai obat-obatan. Tumbuhan
secara empiris mempunyai aktivitas antimikroba. Sebagaimana firman Allah
SWT dalam al-Qur’an surat Thaha ayat 53 yang artinya : “Bagimu bumi
sebagai hamparan dan yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-
jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka bumi tumbuhkan dengan
air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam”.
Pembahasan
Alasan Psikologi
Dari aspek psikologis daun sirih memiliki komponen
utama daun sirih hijau adalah minyak atsiri (Patel &
Alasan Eksistensi Jasrai, 2013). Minyak atsiri mengandung aromaterapi
Daun Sirih Memiliki yang mampu menghilangkan stres dan membuat
Peranan Penting tubuh menjadi rileks. Ali, et al., (2015) mengemukakan
Dalam Pandangan bahwa penggunaan minyak esensial penting untuk
Tasawuf terapi, aromatik, parfum, dan juga digunakan untuk
spiritual.
Di samping itu Sirih juga umum digunakan untuk
mengatasi bau badan dan mulut, sariawan, mimisan,
gatal-gatal, koreng, serta mengobati keputihan pada
wanita (Fauziah, 2007; Inayatullah, 2012; & Muhlisah,
2007). Jika badan seseorang sehat dan bersih maka
akan berpengaruh terhadap ruh atau jiwa seseorang.
Sehingga malaikat akan bersemayam di dalam jiwa
seseorang. Jika malaikat yang hadir di dalam jiwa
seseorang maka malaikat tersebut akan datang
membisikkan kegembiraan dan ketenangan di hati
orang tersebut (Asy-Syafrowi, 2013).
Pembahasan
Daun sirih (Piper betle L.) dalam dunia farmakologi
memiliki beragam kandungan kimia yang memiliki
Alasan Eksistensi banyak manfaat. Flavonoid merupakan salah satu
golongan fenol alam yang terbesar. Tanaman yang
Daun Sirih Memiliki
mengandung senyawa flavonoid dapat digunakan
Peranan Penting sebagai antikanker, antioksidan, antiinflamasi,
Dalam Pandangan antialergi, dan antihipertensi (Fauziah, 2010).
Tasawuf Daun sirih ‘temurose’ adalah sirih yang urat daunnya
(nervus lateralis) bertemu kedudukan ruasnya,
sehingga bentuknya simetris (Ekosari & Sugiarto,
2013). Pada daun sirih hijau yang temu rose memiliki
kandungan flavonoid sebesar 53.522 ppm, sedangkan
pada daun sirih yang tidak temu rose ditemukan
kandungan flavonoid sebesar 43.041 ppm (Ekosari &
Sugiarto, 2013). Dapat disimpulkan bahwasannya
kandungan flavonoid daun sirih temu rose lebih besar
dibandingkan daun sirih yang tidak temu rose.
Sehingga, daun sirih temu rose memiliki antioksidan
lebih besar dibandingkan daun sirih tidak temu rose.
Simpulan
Daun sirih ‘temurose’ adalah sirih yang urat daunnya (nervus lateralis)
bertemu kedudukan ruasnya, sehingga bentuknya simetris (Ekosari &
Sugiarto, 2013). Dalam pelaksanaan riyadhoh dalam tasawuf amali
menjadikan daun sirih temu rose sebagai medianya sebagai bentuk
filosofi bahwasannya sirih atau suruh berarti ngangsu
kaweruh (menimba ilmu), sedangkan temu rose bisa diartikan bertemu
rasa (Kompasiana, 2016).

Tasawuf merupakan cabang ilmu yang menekankan dimensi rohani daripada materi, akhirat
daripada dunia fana, dan bathin daripada lahir (Armando, 2005). Dalam pelaksanaan
riyadhoh menjadikan daun sirih temu rose sebagai medianya sebagai bentuk filosofi
bahwasannya sirih atau suruh berarti ngangsu kaweruh (menimba ilmu), sedangkan temu
rose bisa diartikan bertemu rasa (Kompasiana, 2016). Dalam referensi lain, daun sirih yang
“ketemu Rose” atau bertemu ruas daunnya menggambarkan persaudaraan yang sejati akan
terjalin bila didasari dengan mempertemukan rasa atau hati (Fauzan, 2012). Sebagaimana
konsep tasawuf bahwasannya hati adalah pokok pembahasan di mana gerak lahir ditentukan
oleh gerak batin yang menyatukan dirinya dengan Allah (Anwar, 2004).
Simpulan
Alasan Teosentris
Tumbuhan merupakan suatu komponen penting dalam kehidupan
manusia, terutama sebagai sumber makanan dan sebagai obat-obatan.
Tumbuhan secara empiris mempunyai aktivitas antimikroba.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qur’an surat Thaha ayat 53

Alasan Psikologi
Dari aspek psikologis daun sirih memiliki komponen utama daun sirih
hijau adalah minyak atsiri (Patel & Jasrai, 2013). Minyak atsiri
mengandung aromaterapi yang mampu menghilangkan stres dan
membuat tubuh menjadi rileks.

Alasan Sains
kandungan flavonoid daun sirih temu rose lebih besar dibandingkan
daun sirih yang tidak temu rose. Sehingga, daun sirih temu rose memiliki
antioksidan lebih besar dibandingkan daun sirih tidak temu rose.