Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DHF DI RUANG

PERAWATAN PENYAKIT DALAM RSUD MUKOMUKO


TAHUN 2018

DISUSUN OLEH:
MIDAWATI
NIP: 517007103
BAB I
PENDAHULUAN
 1.1. Latar Belakang
Demam berdarah atau biasa dikenal dengan DHF ( Dengue haemorragic Fever )
merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti betina, Nyamuk ini
merupakan spesies nyamuk tropis dan subtropis, dan bisa hidup pada daerah yang
ketinggiannya mencapai 2200 m diatas permukaan laut. (Price & Wilson. 2007).
Menurut Sumarno, (2005) upaya yang paling efektif untuk pemberantasan DHF dapat
tercapai dengan baik apabila masyarakat ikut berperan aktif dalam melakukan langkah 3 M
yakni Menguras,Menutup, dan Menimbun selain itu dapat dilakuakan tindakan kuratif berupa
pengobatan terhadap pasien yang terjangkit DHF yang dilaksanakan oleh unit-unit pelayanan
kesehatan
Angka kejadian DHF:
WHO => 500.000 dari 50 juta kasus demam dengue memerlukan perawatan di rumah sakit
Indonesia => bulan Januari-Februari 2016 sebanyak 8.487 orang penderita DBD dengan jumlah
kematian 108 orang (Kemenkes, 2016).
Bengkulu => tahun 2013 terdapat 173 kasus DBD, tahun 2014 sebanyak 315 kasus, dan tahun
2015 sebanyak 369 kasus. ( Profil Kesehatan Kota Bengkulu, 2015 ).
Mukomuko => tahun 2015 ditemukan kasus sebesar 49 kasus dengan 2 orang meninggal.
RSUD Mukomuko => Pada tahun 2016 ditemukan kasus sebesar 35 kasus, tahun 2017
sebesar 51 kasus.
Tingginya kejadian DHF di tengah-tengah masyarakat perlu dikaji secara mendalam
dan diketahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pentingnya kajian mengenai DHF ini
maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Asuhan Keperawatan Pada
Pasien dengan Dengue Hemorragic Fever (DHF) di RSUD Mukomuko Tahun 2018”.
B. Batasan Masalah
Batasan penulisan pada studi kasus ini adalah pemberian asuhan keperawatan pada
pasien dengan DHF yang meliputi tahap pengkajian, penegakan diagnosa keperawatan,
perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
2. Tujuan Khusus
D. Manfaat
1. Manfaat Bagi Mahasiswa
2. Manfaat Bagi Keluarga
3. Manfaat Bagi Pelayanan Kesehatan
4. Manfaat Bagi Akademik
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep dasar teoritis DHF
1. Pengertian DHF
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DHF) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic
Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan
nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada
pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan
perdarahan-perdarahan (Soemarno, 2007).
2. Etiologi
 Virus dengue : Yang menjadi penyebab penyakit ini termasuk kedalam arbovirus (Arthropodborn virus)
group B, tetapi dari empat tipe yaitu virus dngue tipe 1, 2, 3, dan 4.
 Vektor : Nyamuk aedes aegepti maupun aedes albopictus merupakan vector penularan virus dengue
dari penderita kepada orang lainnya melalui gigitannya, nyamuk aedes aegepti merupakan vector
penting di daerah perkotaan, sedangkan di daerah pedesaan kedua nyamuk tersebut perperan
dalam penularan (Soedarto, 2005).
Ciri-ciri nyamuk aedes aegypti menurut Soedarto, (2005) antara lain:
 a. Badannya kecil
 b. Warnanya hitam dan berbelang - belang
 c. Mengigit pada siang hari
 d. Badannya mendatar saat hinggap
 e. Gemar hidup ditempat - tempat yang gelap (terhindar dari sinar matahari)
3. Patofisiologi
Virus dengue masuk kedalam tubuh melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan
kemudian bereaksi dengan antibodi dan terbentuklah kompleks virus-antibody, dalam
sirkulasi akan mengaktivasi sistem komplemen. Virus dengue masuk kedalam tubuh
melalui gigitan nyamuk dan infeksi pertama kali menyebabkan demam dengue.
4. WOC
5. Manifestasi Klinis
1. Demam
2. Perdarahan
3. Hepatomegali
4. Renjatan
6. Klasifikasi
 Derajat I : Demam 2-7 hari tanpa perdarahan
 Derajat II : Demam, petekie, melena, hematemesis, ekimosis
 Derajat III : nadi cepat dan lemah, Tekanan darah menurun
 Derajat IV : nadi tidak teraba / sangat lemah, tekanan darah sangat tidak teratur
7. Cara penularan
Terdapat tiga faktor yang memegang peranan pada penularan infeksi virus dengue, yaitu
manusia, virus dan vektor perantara.

8. Pemeriksaan Diagnostik
 1. Permeriksaan Laboratorium :
 2. Uji Serologi
 3. Rontgen Thorac = Effusi Pleura

9. Penatalaksanaan
 Tirah baring atau istirahat baring.
 Diet makan lunak.
 Minum banyak (2 – 2,5 liter/24 jam)
 Pemberian cairan intravena
 Monitor tanda-tanda vital tiap 3 jam (suhu, nadi, tensi, pernafasan)
 Periksa Hb, Ht dan trombosit setiap hari.
 Pemberian obat antipiretik
 Monitor tanda-tanda perdarahan lebih lanjut.
 Pemberian antibiotic
10. Pencegahan Penyakit DHF
Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk diwaktu pagi
sampai sore, karena nyamuk aedes aktif di siang hari (bukan malam hari).
1. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),
2. Pemeliharaan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) pada tempat air
kolam, dan bakteri (Bt.H-14).
3. Pengasapan atau melakukan fogging
4. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air

11. Pengobatan
Fokus pengobatan Penyakit Demam Berdarah adalah pada pengobatan
penderita penyakit DHF adalah mengatasi perdarahan, mencegah atau
mengatasi keadaan syok/presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita
banyak minum sekitar 1,5 sampai 2 liter air dalam 24 jam (air teh dan gula sirup
atau susu) (Soemarno, 2005).
B. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan DHF
1. Pengkajian
2. Diagnosa Keperawatan
 Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi virus dengue.
 Defisit volume cairan berhubungan dengan intake yang tidak adekuat
 Risiko tinggi terjadinya perdarahan berhubungan dengan trombositopenia.
 Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan.
 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah,
anoreksia.
 Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi
3. Intervensi keperawatan
4. Implementasi keperawatan
5. Evaluasi Keperawatan
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Pendekatan / Desain Penelitian
B. Subyek Penelitian
C. Batas Istilah (Definisi Operasional)
D. Lokasi dan Waktu Penelitian
E. Prosedur Penelitian
F. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data
G. Keabsahan data
H. Analisis Data
TERIMA KASIH