Anda di halaman 1dari 36

ASUHAN KEPERAWATAN

HIV AIDS
Disampaikan pada Mahasiswa Prodi S1 Keperawatan STIKes HAH
VIRUS HIV
• bentuk molekulnya :
• 1/20 kali dari ukuran bakteri E.Coli
• 1/70 kali dari ukuran sel darah putih

• Virus ini dikelilingi oleh membran yang terbuat dari bahan


lemak dan ditumbuhi paku-paku kecil di sekelilingnya yang
terbuat dari protein
• Materi genetik : ada di dalam membran sel
• Memiliki beberapa macam protein yang di butuhkan untuk
mereplika atau membelah dirinya sendiri  ezim reverse
trancriptase.
Penularan Virus HIV
• Menggunakan media cairan tubuh penderita HIV ke tubuh orang
yang sehat.
• Cairan tubuh yang bisa menjadi media penularan virus HIV
adalah cairan vagina, air mani, Air Susu Ibu dan darah.
• Virus HIV tidak dapat menular melalui media keringat, air mata,
air liur dan gigitan serangga.
• Kasus penularan virus HIV tertinggi melalui jarum suntik yang
terkontimasi virus HIV dan adanya hubungan seks bebas.
• Virus HIV selalu menyerang sel darah putih dengan cara
menginfeksi sel CD4.
• Sel CD4 yang berada di permukaan sel darah putih
berfungsi untuk membentuk sistem kekebalan tubuh manusia.
AIDS
(Acquired Immuno Deficiency Syndrome )
• Sekumpulan gejala dan infeksi atau sindrom yang timbul
karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat
infeksi virus HIV
• Diagnosa AIDS ditujukan pada orang yang mengalami
infeksi opportunistik
• Memiliki antibodi positif terhadap HIV
• Sel T berjumlah 200 atau kurang
• Masa inkubasi AIDS diperkirakan antara 10 minggu
sampai 10 tahun
• Orang yang terinfeksi virus HIV tetapi tanpa gejala adalah
‘HIV-positif’ atau mempunyai ‘penyakit HIV tanpa gejala.’
• Apabila gejala mulai muncul, orang disebut mempunyai
‘infeksi HIV bergejala’ atau ‘penyakit HIV lanjutan.’
• ‘AIDS’ merupakan definisi yang diberikan kepada orang
terinfeksi HIV yang masuk pada stadium infeksi berat.
• AIDS didefinisi sebagai jumlah sel CD4 di bawah 200;
dan/atau terjadinya satu atau lebih infeksi oportunistik
tertentu
SIKLUS HIDUP HIV
Perkembangan Virus HIV
A. Tahap awal  Masa jendela (window
periode)
• Periode ketika virus HIV masuk ke dalam tubuh, sampai
terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah
• Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat
dan merasa sehat
• Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
• Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2
minggu – 6 bulan
B. Tahap kedua masa laten HIV/AIDS
• HIV positif (tanpa gejala/asimtomatik) rata-rata selama 5 – 10
tahun
• Orang yang tertular HIV tetap tampak sehat
• HIV berkembang biak dalam tubuh sampai pada menurunnya
sistem kekebalan tubuh (sampai konsentrasi CD4 sebanding
dengan konsentrasi virus HIV dalam darah)
• Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena
telah terbentuk antibody terhadap HIV
C. Tahap Ketiga  Tahapan dengan gejala /simptomatik
• Penghancuran dan perusakan secara progresif sel darah putih oleh
virus HIV telah melumpuhkan sistem kekebalan tubuh.
• Daya tahan tubuh sudah sangat menurun
• Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya
pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus
menerus, flu, dll.
• Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya
tahan tubuhnya
D. Tahap keempat/akhir  Tahapan AIDS
• Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
• adanya berbagai jenis infeksi oportunis seperti radang paru-paru,
gangguan syaraf, jamur, kanker kulit.
• Pada akhirnya penderita akan meninggal karena penyakit
oportunis tersebut.
GEJALA HIV DAN AIDS
• Ada gejala mayor dan minor
• Untuk mengetahui apakah seseorang yang HIV positif
memasuki tahap AIDS atau belum
• Pemeriksaan laboratorium  Biayanya cukup mahal.
• Cara lainnya yang lebih murah adalah dengan melakukan
pemeriksaan terhadap gejala-gejala yang dialami
penderita HIV positif.
• AIDS jika memiliki sedikitnya 2 dari 3 gejala mayor
dan 1 dari 5 gejala minor.
GEJALA MAYOR
1. Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
2. Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
3. Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
GEJALA MINOR
1. Batuk kronis, selama lebih dari satu bulan,
2. Infeksi pada mulut dan tenggorokan yang disebabkan
oleh jamur Candida albicans,
3. Adanya pembengkakan kelenjar getah bening, yang
menetap di seluruh tubuh,
4. Munculnya Herpes zoster berulang,
5. Bercak-bercak gatal di seluruh tubuh.
PENULARAN HIV AIDS
• Prinsip penularan HIV dikenal dengan istilah ESSE
yaitu:
• Exit (keluar)
• Sufficient (cukup)
• Survive (hidup)
• Enter (masuk)
• Maksudnya adalah HIV tersebut keluar dari tubuh
manusia dalam jumlah yang cukup dan dalam keadaan
hidup, kemudian masuk melalui jalur dan media tertentu
ke dalam tubuh manusia.
• Cara penularan HIV  menular melalui cairan tubuh seperti
darah, cairan sperma, cairan vagina, air susu ibu dan cairan
lainnya yang mengandung darah.
• HIV ada dalam tiap cairan tubuh per ml² :
• Darah (plasma dan serum) : 10 – 50
• Urin : < 1
• Air liur/saliva : < 1
• Air mani/semen : 10 – 50
• Air susu ibu : < 1
• Air mata : < 1
• Keringat : 0
• Cairan otak : 10 – 1000
• Cairan / sekret vagina : < 1
• Sekret telinga : 5 – 10
DIAGNOSA HIV
• Diagnosis sering terlambat karena :
• Diagnosis klinis dini sulit karena periode asimptomatik
yang lama.
• Pasien enggan / takut periksa ke dokter
• Sering pasien berobat pada stadium AIDS dengan infeksi
oportunistik yang sulit didiagnosis karena : kurang dikenal,
manifestasi klinis atipikal dan sarana diagnostic
Penegakkan status HIV :
1. Mencurigai secara klinis,
2. Diagnosis laboratorium yang terdiri dari:
• Serologis / deteksi antibodi : rapid tes
• ELISA, Western Blot ( untuk konfirmasi )
• Deteksi virus : RT- PCR, antigen p24

Perhatikan negatif palsu karena periode jendela


Pada risiko tinggi, tes perlu diulang 3 bulan kemudian, dan
seterusnya tiap 3 bulan.
PENCEGAHAN melalui SEKS
(ABCDE)

• A (Abstain) = jauhi seks dengan penderita


• B (Be faithfull) = setia dengan satu pasangan seksual yang
tidak terinfeksi HIV
• C (Condom) = Cegah dengan kondom
• D (Drug) = hindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril
dan secara bergantian. Terutama bagi pengguna narkoba suntik.
• E (Education) = Pendidikan tentang Informasi seputar HIV
dan AIDS
PENCEGAHAN mell DARAH
1. Transfusi Darah
• Pastikan darah untuk transfusi tidak tercemar HIV.
• Perlu dianjurkan pada seseorang yang HIV positif agar tidak
menjadi donor darah. Begitu pula mereka yang berperilaku
risiko tinggi.
2. Penggunaan produk darah dan plasma.
• Produk darah dan plasma harus dipastikan tidak tercemar HIV.
3. Penggunaan alat suntik dan alat-alat lain yang dapat melukai
kulit, termasuk pada pengguna narkoba suntik (penasun).
• Penggunaan alat-alat seperti jarum, jarum suntik, alat cukur dan
alat tusuk untuk tindik perlu diperhatikan sterilisasinya.
PENCEGAHAN PENULARAN IBU KE ANAK

• Janin dari ibu HIV berisiko tertular HIV sekitar 25%.


• Risiko akan semakin besar bila ibu dalam tahap AIDS
• Risiko bayi terinfeksi HIV melalui ASI kecil, sehingga tetap
dianjurkan ibu untuk memberikan ASI
• Jika ibu berniat memberikan ASI, maka:
• Berikan ASI ekslusif selama 6 bulan menggunakan cangkir atau
sendok.
• Setelah 6 bulan, hentikan ASI dan berikan makanan tambahan.
• Bayi akan mendapat (Anti Retroviral) ARV profilaksis sesuai
dengan petunjuk dokter
PENATALAKSANAAN

ARV

PENGOBATAN INFEKSI
OPORTUNISTIK

PENGOBATAN DASAR
PERUBAHAN GUIDELINE WHO

• 2005  mulai ARV CD4 < 200


• 2010  mulai ARV CD4 < 350
• 2013  lebih dini lagi, CD4 diatas 350 dapat mulai ARV
namun prioritas CD4 dibawah 350
ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
1. IDENTITAS KLIEN
2. RIWAYAT KEPERAWATAN (NURSING HISTORY)
• Riwayat Sebelum Sakit
• Riwayat Penyakit Sekarang
• Keluhan utama
• Riwayat keluhan utama
• Upaya yang telah dilakukan
• Terapi/operasi yang pernah dilakukan
• Riwayat Kesehatan Keluarga
• Riwayat Kesehatan Lingkungan
• Riwayat Kesehatan Lainnya
• Alat bantu yang dipakai : Gigi palsu, Kaca mata, Pendengaran,
Lainnya
Lanjutan pengkajian…

3. OBSERVASI DAN PEMERIKSAAN FISIK


• Keadaan umum
• Tanda-tanda vital, TB dan BB
• Body Systems
 Pernapasan (B1: Breathing)
• ISPA
• napas pendek yang progresif
• batuk produktif/nonproduktif
• sesak nafas
• Takipnea
• bunyi napas tambahan
• sputum kuning
• distres pernapasan
 Cardiovaskuler (B2: Bleeding)
• Anemia
• Perdarahan lama bila cedera (jarang)
• Takikardia
• Perubahan tekanan darah postural
• Volume nadi periver menurun
• Pengisian kapiler memanjang
Lanjutan pengkajian…

Persyarafan (B3: Brain)


• Pusing,sakit kepala.
• Perubahan status mental, kerusakan mental, kerusakan
sensasi
• Kelemahan otot, tremor, penurunan visus.
• Bebal,kesemutan pada ekstrimitas.
• Gaya berjalan ataksia.
• Apatis, respon melambat, ide paranoid, ansietas,
harapan yang tidak realistis
Lanjutan pengkajian…

 Perkemihan-Eliminasi Uri (B4: Bladder)


• Rasa terbakar saat berkemih
• Nyeri pinggul
• Perubahan dlm jumlah & warna urin

 Pencernaan-Eliminasi Alvi (B5: Bowel)


• Diare
• Nyeri tekan abdominal
• Faeces encer disertai mucus atau darah
• Lesi pada rectal
Lanjutan pengkajian…

 Tulang-Otot-Integumen (B6: Bone)


• Mudah lelah
• Berkurangnya tolerangsi terhdp aktifitas
• Kelelahan yang progresif
• Kelemahan otot
• Menurunnya massa otot
• Respon fisiologi terhdp aktifitas
• Adanya kandidiasis oral
Lanjutan pengkajian…

 Sistem Reproduksi
• Riwayat perilaku seksual resiko tinggi (hubungan
seksual dengan pasangan positif HIV, pasangan
seksual multipel, aktivitas seksual yang tidak
terlindung, dan seks anal)
• Penurunan libido
• Lesi pd genitalia
• Keputihan
• Kehamilan atau resiko terhadap hamil
• Pada genetalia manifestasi kulit (mis. herpes, kutil)
Lanjutan pengkajian…

POLA AKTIVITAS
• Makan & Minum
• Tidak ada nafsu makan, mual, muntah
• Penurunan BB yang cepat
• Bising usus yang hiperaktif
• Turgor kulit jelek, lesi pada rongga mulut, adanya selaput
putih/perubahan warna mucosa mulut
• Adanya gigi yang tanggal.
• Kebersihan diri
• Tidak dapat menyelesaikan ADL
• Memperlihatkan penampilan yang tdk rapi
• Istirahat dan aktivitas
• Mudah lelah, berkurangnya toleransi terhdp aktifitas, kelelahan yang
progresif
Lanjutan pengkajian…

• PSIKOSOSIAL
• Sosial/Interaksi
• Isolasi
• Kesepian
• Perubahan interaksi keluarga
• Aktifitas yang tdk terorganisir
• Kehilangan kerabat/orang terdekat
• Rasa takut untuk mengungkapkan pada orang lain
• Takut akan penolakan / kehilangan pendapatan
• Mempertanyakan kemampuan untuk tetap mandiri
• Tidak mampu membuat rencana.
• Spiritual : distres spiritual
• Kebutuhan Pembelajaran : kurang pengetahuan
2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Intoleransi aktivitas b.d kelemahan, kelelahan, efek
samping pengobatan, demam, malnutrisi
2. Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d penurunan
energi, sekresi trakeobronkial, pneumothoraks.
3. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit b.d
asupan cairan yang tidak adekuat sekunder terhadap
lesi oral dan diare
4. Kecemasan b.d prognosis yang tidak jelas, persepsi
tentang efek penyakit, pengobatan terhadap gaya
hidup