Anda di halaman 1dari 20

A : Airway

B : Breathing
C : Circulation
D : Disability
E : Exposure (undress)/Environment
(Temperature Control)
F : Folley Catheter
G : Gastric Tube
H : Heart Monitor
Terganggu oksigen adekuat & pelepasan
karbondioksida :
1. Hipoventilasi : hilangnya penggerak usaha
nafas, obstruksi aliran udara, penurunan
kemampuan paru mengembang
2. Hipoksia : penurunan aliran darah dalam
alveoli, ketidakmampuan udara mencapai
alveolus, tingkat seluler akibat penurunan
aliran darah
Pengenalan Gangguan Jalan Nafas :
1. Tiba-tiba
2. Komplit
3. Parsial/Progresif
Obstruksi Jalan Nafas :
1. Obstruksi total
- Hemlich Manuver sampai keluar/tidak sadar
- Chest Thrust : obesitas & wanita hamil
- Abdominal Thrust : penderita tidak sadar
- Lakukan sapuan jari
2. Obstruksi partial :
- Cairan :“gurgling”
- Pangkal lidah : ” snoring“
- Penyempitan larinx/trakhea : “crowing” & atau
“stridor”
Tehnik Menjaga Jalan Nafas :
1. Chin Lift
Jari diletakan dibawah mandibula, dagu
didorong ke arah anterior.
Bermanfaat pada penderita trauma karena tidak
mengakibatkan kelumpuhan apabila ada fraktur
servikal
2. Jaw Thrust
Dua tangan, masing-masing dibelakang angulus
mandibula & menarik rahang bawah kedepan
HEAD TILT CHIN LIFT JAW THRUST
SAPUAN 2 JARI ABDOMINAL THRUST
Tehnik Menjaga Jalan Nafas :
3. Oropharygeal Airway
Tidak digunakan pada penderita sadar, akan
menimbulkan muntah sehingga aspirasi
4. Intubasi
Tehnik Menjaga Jalan Nafas :
1. Tanda Objektif : Look. Listen, & Feel

2. Pengeloaan : mendapatkan oksigenasi sel


dengan cara memberikan oksigen &
ventilasi cukup
- Oksigenasi
- Ventilasi
Jantung, pembuluh darah, dan darah :
1. Frekuensi denyut jantung

2. Tekanan darah
- Sistolik turun apabila kehilangan 30% volume
darah
3. Denyut nadi
- Arteri karotis : medial arteri musculosterno-
cleidomarstoideus
Bila penderita henti nafas belum tentu henti
jantung

Bila penderita henti jantung secara otomatis


mengalami henti nafas
Rantai Keberhasilan :
1. Mengenali tanda-tanda henti jantung dan
mengaktifkan sistem respon
kegawatdaruratan
2. Segera RJP dengan penekanan kompresi
dada
2. Segera defibibrilisasi
3. Bantuan hidup lanjut yang efektif
4. Perawatan pasca henti jantung yang efektif
Tahapan RJP (CPR) :
1. Mengenali tanda-tanda henti jantung :
- keamanan lingkungan
- cek kesadaran, respon dan jalan nafas
2. Panggil bantuan (SPGDT) : tidak ada respon
3. Cek nadi karotis
- Selama 10 detik
- Apabila ada nadi : berikan bantuan nafas 1 x
setiap 5-6 detik. Evaluasi nadi setiap 2 menit
- Kompresi dada apabila nadi tidak ada
Tahapan RJP (CPR) :
5. RJP dengan kompresi dada :
- Kompresi dada apabila nadi tidak ada : 30 : 2
selama 2 menit dengan 5 siklus, 100 x/menit
dengan memperhatikan recoil dada
- Saat ventilasi tiap bantuan nafas diberikan 1 detik
- Cek nadi setiap 2 menit, apabila belum ada nadi
lanjutkan RJP
- Apabila ada nadi : bersihkan jalan nafas dan
berikan bantuan nafas 1 x setiap 5-6 detik. Evaluasi
nadi setiap 2 menit
7. Evaluasi
Kompresi Dada :
1. Penderita pada posisi terlentang dengan alas
yang keras
2. Penolong berlutut disamping penderita sejajar
dengan thoraks atau dada penderita
3. Penolong harus menekan pada pertengahan
bagian bawah sternum (2-3 jari diatas px),
diantara puting susu utk laki-laki & perempuan
ditengah sternum
Kompresi Dada :
4. Letakkan satu tumit tangan diatas sternum
dan tangan kedua diatasnya
5. Tekan sternum 4 - 5 cm, kompresi tidak
boleh berhenti lebih 10 detik
6. Evaluasi, nadi ada hentikan RJP
Kompresi Dada dihentikan :
1. Petugas kelelahan
2. Penderita telah diserahkan kepada yang ahli
3. Nadi teraba dan nafas spontan
4. Penderita telah dinyatakan meninggal oleh
yang berwenang