Anda di halaman 1dari 65

STRUKTUR DAN KONSTRUKSI BANGUNAN 5

Sistem struktur dari suatu bangunan merupakan kumpulan dan kombinasi berbagai
elemen struktur yang dihubungkan dan disusun secara teratur yang membentuk suatu
totalitas kesatuan struktur.
1. Economical consideration
(pertimbangan ekonomi), yang
meliputi construction cost (biaya
pembangunan), nilai kapitalisasi,
rentable space variation (variasi
ruang) dan cost of time variation
(biaya variasi waktu).
2. Overall geometry, meliputi panjang,
lebar dan tinggi bangunan.
3. Vertical profile-building shape.
4. Pembatasan ketinggian (height
restriction).
5. Kelangsingan (slenderness), yaitu
ratio antara tinggi terhadap lebar
bangunan.
6. Plan configuration, yaitu depth-widht
ratio dan degree of regularity (dapat
dilihat pada peraturan seperti UBC
atau NEHRP).
• Kekuatan, kekakuan dan daktilitas. Kekuatan berhubungan erat
dengan material properties, kekaakuan meliputi kekakuan lentur,
kekakuan geser, kekakuan torsi dan daktilitas meliputi strain ductility
(tingkat ketegangan), curvature ductility (kelengkungan) dan
displacement ductility (pergeseran).
• Jenis/tipe pembebanan, yang meliputi beban gravitasi, beban lateral
berupa beban angin dan seismic serta beban-beban khusus lainnya.
• Kondisi tanah pendukung bangunan
• Struktur rangka/skeleton structure merupakan Elemen garis tunggal yang membentuk pola segi
tiga atau kombinasinya sehingga menjadi kaku /rigid (tidak berubah bentuk bila mendapat beban
eksternal tanpa perubahan dari satu atau lebih batangnya. jenis system Struktur rangka yang
digunakan bisa diterapkan pada struktur bangunan bagian atas (upper structure) dan bagian
tengah (super structure)
• Merupakan sebuah sistem Kerangka ini terdiri atas komposisi dari kolom-kolom dan balok-
balok. Unsur vertikal, berfungsi sebagai penyalur beban dan gaya menuju tanah, sedangkan
balok adalah unsur horizontal yg berfungsi sebagai pemegang dan media pembagian lentur
SISTEM STRUKTUR rangka
BANGUNAN TINGGI
Rigid frame :
• struktur yang terdiri atas elemen-elemen linear, seperti kolom dan balok yang ujungu- jungnya dihubungkan dengan joints (titik
hubung) yang bersifat kaku atau rigid
• Dengan adanya keterbatasan sistem rangka kaku terhadap beban vertikal dan horizontal maka ktinggian bangunan hanya di desain
hingga 20 lantai ( struktur beton) dan 25-30 ( struktur baja)

Tipe2 rigid:
 Rangka melintang sejajar
merupakan susunan rangka yang sejajar sehingga dapat meminimalisir atau mengeliminasi beban angin/gempa
 Rangka selubung
merupakan rangka yang membentuk selubung secara simetris sehingga dapat mengatasi beban angin dan gempa.
 Rangka melintang dua arah
merupakan susunan kolom-kolom dan balok-balok melintang dengan jarak yang teratur
 Rangka grid segi banyak

a b c d
SISTEM STRUKTUR rangka
BANGUNAN TINGGI
Dalam penerapanya struktur rigid sendiri juga di dukung dengan
balok dinding yang berupa rangka truss dari eton atau baja.
Berdarsarkan cara penyusunannya struktur dibagi menjadi 2:
 Batang interpatial truss
merupakan sistem struktur yang disusun setiap dua lantai
sehingga menghasilkan lantai bebas kolom

 Batang steggered truss


Merupakan sistem rangka selang seling adalah balok yang di
susun
Setiap dua lantai.
SISTEM STRUKTUR rangka
BANGUNAN TINGGI

Sistem plat
Pelat datar (flat slab)
• Merupakan sebuah sistem rangka yang terdiri dari plat beton yang dijadikan lantai dan disangga
kolom dengan menghilangkan rangka balok.
• Penebalan plat lantai di pertebal hingga 20-25 cm dengan jarak kolom tidak melebihi 10 – 11
meter
• Beban disalurkan dari pelat langsung kekolom dengan penambahan drop panel guna dapat
menahan gaya lateral yang timbul
SISTEM STRUKTUR rangka
BANGUNAN TINGGI

Pelat wafel
• Disebut sebagi pelat berusuk dua arah hal tersebut dikarenakan desain dari pelat ini terdiri dari
kumpulan balok yang menyilang dan menyatu pada bidang horizontal
• Pelat ini juga berengaruh pada tata letak kolom
• Semakin kecil lendutan pada balok maka jarak antar kolom potal bisa mencapai 7,5 - 12,5 meter

Aplikasi waffel slab pada bangunan gedung parkir


bertingkat
SISTEM STRUKTUR rangka
BANGUNAN TINGGI
Truss/Braced-Frame :
• Brached Frame merupakan struktur rangka baja yang mendukung bangunan utama, letaknya berada di luar bangunan (eksterior).
• Berfungsi sebagai struktur yang menahan beban lateral dan gaya geser
KLASIFIKASI SISTEM STRUKTUR
rangka BANGUNAN TINGGI
• Infilled-Frame
(infilled frame) ialah struktur yang terdiri atas kolom dan balok berbahan baja atau beton
bertulang dengan dinding pengisi berbahan batu-bata ataupun batako. Rangka dengan dinding
pengisi memiliki dua model yaitu rangka dinding pengisi yang terdapat lubang ditengahnya dan
model dinding pengisi penuh tanpa ada bukaan.
KLASIFIKASI SISTEM STRUKTUR
rangka BANGUNAN TINGGI
• Wall-Frame
Suatu struktur dimana tahanan lateralnya dipikul oleh kombinasi dari rigid frame dan shear wall
dikategorikan sebagai wall – frame structures. Akibat beban lateral, wall akan berdeformasi dalam
flexural / bending mode dan rigid frame akan berdeformasi dalam shear mode.
kelebihan
a) Drift yang ditimbulkan oleh struktur wall –frame jauh lebih kecil dibandingkan dengan bila
beban horizontal hanya dipikulkan kepada shear wall saja.
b) Momen lentur pada wall akan lebih kecil dibandingkan dengan bila beban horizontal hanya
dipikulkan kepada shear wall saja.
c) Kolom-kolom direncanakan sebagai struktur yang fully braced.
d) Gaya geser pada frame jauh lebih teratur dan merata sehingga pengaruh pada sistem lantainya
pun akan berkurang.
KLASIFIKASI SISTEM STRUKTUR
rangka BANGUNAN TINGGI
• Tubular Structures
Konstruksi Tubular atau Tube (Structure) adalah suatu sistem struktural engineering yang
digunakan pada gedung-gedung bertingkat tinggi atau pencakar langit yang memungkinkan
mereka untuk menahan beban lateral dari angin, tekanan seismik (gempa), benturan.

Bangunan ’Tube in Tube’strukturnya terdiri dari penggabungan komponen-komponen


struktur yaitu: pondasi, basemen, kolom, balok spanderel, lantai (dan balok), serta core.
a) mengingat jarak kolom rapat, maka pondasi yang sesuai adalah pondasi rakit
karena paling dapat mencapai kesatuan. Walaupun demikian bukan berarti pondasi
yang lain tidak boleh digabungkan sebagai tambahannya. Pada pondasi rakit
sangat menguntungkan bila ruang rakitnya dimanfaatkan untuk basement
b) Kolom bentuk profilnya perlu dipilih yang mudah dijajarkan. Jarak
antar kolom dan dimensinya adalah fungsi dari ketinggian
bangunan. Jarak kolom antara 1,2 - 3 meter
c) Balok spandreladalah balok yang mengikat semua kolom dan
merupakan pengikat bangunan secara keseluruhan, inilah yang
menjadikan kehomogenan seluruh struktur. Selain mengikat kolom
juga sebagai tempat bertumpunya pelat-pelat lantai
STUDY KASUS
JOHN HANCOCK CENTER
INFORMASI BANGUNAN

Proyek : John Hancock Center


Arsitek : Bruce J. Graham, Skidmore, Owings & Merrill (SOM)
Struktur Engineer : Fazlur R. Khan, SOM
Kontraktor primary : Tishman Konstruksi
Kota : Chicago
Negara : USA, Amerika serikat
Alamat : John Hancock Center
Style : Mid- Century Modernism
Tipe bangunan : Menara( Mix Use )
Tahun Dibangun : 1968-1970
Jumlah lantai : 100 Lantai
Tinggi bangunan : 1.127 kaki ( 344 m )
Finising interior : Bahan aluminium anodized dinding tirai kaca
Jenis konstruksi : Rangka baja
JOHN HANCOCK CENTER
ULASAN STRUKTUR
Gedung John Hancock Center ,merupakan gabungan
struktur kerangka kotak(tube) sebagai penahan beban
gravitasi. Bangunan enggunakan sambungan silang
(xbraced frames) dengan sambung an sendi. Bracing
digunakan untuk meminimalkan gerakan lateral atau
geser.

• Efisien karena bracing diagonal mendistribusikan


beban lateral merata ke kolom eksterior.
• Tanpa cross-bracing, kolom akan bertindak lebih
independen dan akan ada perbedaan yang
signifkan dalam beban yang di bawa.
• Gambar menunjukkan bagaimana kekuatan yang
didistribusikan di persimpangan kolom dengan
menggunakan struktur menyilang untuk
memperkaku struktur.
• Terikat sistem tabung menangani beban lateral
• pada eksterior bangunan
JOHN HANCOCK CENTER
JOHN HANCOCK CENTER
Shear wall

 Shear wall atau lebih dikenal dengan istilah dinding geser adalah element

struktur berbentuk dinding beton bertulang yang berfungsi untuk


menahan gaya geser, gaya lateral akibat gempa bumi atau gaya lainnya
pada gedung bertingkat dan bangunan tinggi. namun demikian Struktur
jenis ini bisa juga digunakan pada dinding-dinding yang memerlukan
kekakuan dan ketahanan khusus .
Shear wall
System dinding geser pada dasarnya dapat dibagi menjadi :

Sistem terbuka
System terbuka : terdiri dari
unsur linier tunggal atau
gabungan unsur yang tidak
lengkap meliputi ruang
geometris. Bentuk-bentuk ini
adalah L,X,V,Y,T,dan H.

System tertutup : meliputi


ruang geometris. Bentuk-
bentuk yang sering di
jumpai adalah bujur
sangkar, segitiga, persegi
panjang, dan bulat.
Shear wall
Fungsi Shear
Wall
 Memperkokoh Gedung.
 Meredam Goncangan
akibat Gempa.
 Mengurangi Biaya
Perawatan Gedung.
Shear wall
Kelebihan dan kekurangan Struktur
Dinding Geser

•kelebihan •kekurangan
1. Diatas 500 kaki penggunaan
1. Karena system dinding geser hanya dengan dinding geser untuk
bukan merupakan struktur menahan beban lateral menjadi
utama, maka system ini dapat tidak praktis
diinteraksikan dengan system – 2. Dinding geser tidak dapat
digunakan secara bebas karena
system lain untuk menutupi akan menimbulkan masalah
kekurangan dari system fungsuional, untuk itu digunakan
tersebut. kombinasi antara lain dengan
struktur rangka dimana dinding
2. Dinding geser yang geser diletakan pada daerah
merupakan rangkaian dinding, service/lokasi yang tidak
menimbulkan masalah fungsional.
efisien untuk menahan gaya-
3. Untuk dinding geser yang
gaya lateral. menggunakan bentuk dasar
segitiga atau membentuk sudut
3. Struktur dinding geser lancip, ruang-ruang yang
sekaligus dapat difungsikan berbentuk menjadi kurang efektif
sebagai pembatas ruang. dan efisien.
Shear wall

Penempatan shear wall


 Posisi Harus Simetris
untuk mereduksi efek
puntir
 Simetris dalam satu
arah ataupun dua
arah
 Boleh berada di sisi
dalam struktur
ataupun di bagian sisi
luar struktur
 Namun lebih efektif
jika ditempatkan
sepanjang sisi luar
dari struktur
Shear wall
Bearing wall
 System struktur dinding pemikul adalah system struktur
yang menggunakan dinding sebagai penopang atau sebagai
pemikul beban pada bangunan.
Bearing wall
Bearing wall
Bearing wall
Bearing wall

•Sistem dinding melintang


(cross-wall)
Terdiri atas dinding-dinding
linier yan gbertemu tegak
lurus dengan panjang
bangunan, sehingga tidak
berpengaruh pada pengolahan
façade utama dari bangunan.
•Sistem dinding memanjang
(long-wall)
Terdiri atas dinding-dinding
linier yang parallel dengan
panjang bangunan, sehingga
dapat membentuk façade
utama bangunan.
•Sistem 2 arah (two-way)
Terdiri atas dinding-dinding
yang mendukung pada ke dua
arah, yaitu memanjang dan
melintang.
Bearing wall
Kekurangan dan kelebihan bearing wall

Tanpa harus meletakkan


• Ruang akan relatif terikat
kolom-kolom pada ruang dengan posisi garis dinding
sehingga ruang fungsi harus
bangunan
mengikuti ruang yang ada
Letak tunpuan beban dapat di • Pondasi yang digunakan
harus sesuai sepanjang
mana sepanjang dinding
dinding sehingga relatif besar
sehingga posisi kuda-kuda, dimensinya dan mahal
• Konstruksi dinding yang tebal
balok dan sebagainya mudah
dan besar akan
ditempatkan dandisesuaikan mengakibatkan bangunan
menjadi relatif lebih mahal
dengan aspek lain dalam
karena volume waktu dan
bangunan bahan.
core wall

 Core atau inti bangunan


menurut Schueller (1989)
adalah suatu tempat untuk
meletakan transportasi vertikal
dan distribusi energi ( seperti
lift, tangga, wc dan shaft
mekanis ).
 Jadi kesimpulannya bahwa inti
bangunan (core) suatu tempat
untuk meletakan sistem
transportasi vertikal dan
mekanis dengan bentuk yang
disesuaikan dengan fungsi
bangunan serta untuk
menambah kekakuan bangunan
diperlukan sistem struktur
dinding geser sebagai penyalur
gaya lateral (seperti tiupan
angina tau gempa bumi) pada
inti.
core wall
 sistem struktur core wall ini didesain untuk

dapat manahan gaya torsi yang timbul akibat


tekanan angin yang eksentrisitas dan seragam
pada pusat geser struktur core wall. Struktur
core wall pada dasarnya adalah sistem
struktur yang dibuat untuk mampu menahan
gaya-gaya lateral yang timbul akibat gaya angin
atau gempa yang merupakan beban dinamis.
Untuk proses analisis mekanikanya, pengaruh
gaya-gaya akibat beban angin dan gempa
tersebut (yang merupakan beban dinamis)
diperlakukan sebagai beban statis dan
mengabaikan sifat dinamisnya.
core wall
Kondisi eksentrisitas tekanan angin
tersebut secarateknis dapat terjadi
antara lain adalah karena :
 Posisi struktur core wall yang
ditempatkan di dalam bangunan.
Penempatan struktur core wall yang
dekat kepada pusat bangunan akan
memberikan eksentrisitas tekanan
angin yang berkurang, yang juga akan
memperkecil pengaruh gaya torsi yang
terjadi.
 Sudut datang gaya angin itu sendiri
merupakan faktor penentu sebagai
komponen yang mempunyai nilai
berbeda untuk setiap sudut datang
yang berbeda, yang sudah tentu akan
menghasilkan torsi yang berbeda pula.
 Selain itu, yang pasti bentuk bangunan
dan lubang-lubang pada struktur core
wall juga dapat mempengaruhi nilai
torsi yang timbul.
core wall
core wall
Bentuk inti bangunan
core wall
 Inti pada bangunan bentuk bujur sangkar

Bentuk bujur sangkar banyak digunakan untuk


bangunan perkantoran dengankoridor
mengelilingi inti bangunan. Contoh : Gedung Blok
‘G’ DKI,GedungIndosat, Wisma Bumi Putera di
Jakarta dan One Park Plaza di Los Angleles
Amerika Serikat.

 Inti pada bangunan bentuk segitiga

Contoh dari inti bangunan dengan bentuk segitiga


adalah Hotel Mandarin di Jakarta, Gedung US Steel
di Pittsburg Amerika Serikat, Riverside
Development di Brisbane Australia dan Central
Plaza di Hongkong.
core wall
 Inti pada bangunan bentuk lingkaran

Menara berbentuk lingkaran biasanya digunakan


pada fungsi hunian (apartemen dan hotel)
dengan koridor berada di sekeliling inti
bangunan sebagai akses ke unit-unit hunian.
Contoh dari inti bangunan dengan bentuk
Lingkaran adalah Shin-Yokohama Hotel di
Jepang, Marina City di Chicago Amerika Serikat
dan Gedung Tabung Haji di Kuala Lumpur
Malaysia.

 Inti pada bangunan dengan bentuk memanjang

Bangunan dengan bentuk memanjang biasanya


digunakan untuk fungsi hotel,

apartemen atau perkantoran. Seperti Gedung


Central plaza di Jakarta, Gedung

Inland Steel di Chicago Amerika Serikat


merupakan bangunan memanjang
core wall
core wall

 Sentral core, dimana core

(inti) terletak pada titik


pusat massa bangunan.

 Core pada tepi bangunan,

berfungsi sebagai
penahan gaya lateral
secara langsung “lateral
core”.
core wall

 Bangunan dengan 2 (dua)


core, dimana perletakan
core pada kedua sisi
bangunan.
 Bangunan dengan core di
luar bangunan
LOKASI BANGUNAN : DUBAI, UNI EMIRAT ARAB
FUNGSI BANGUNAN :HOTEL, PERUMAHAN,APARTEMEN, RENTAL OFFICE, RESTAURANT
TINGGI BANGUNAN : 828 M ( 2717 Ka)
TAHUN PEMBANGUNAN :21 SEPTEMBER 2004
TAHUN PEMBUKAAN : 4 JANUARI 2010
ARSITEK : ADRIAN SMITH, SKIDMORE,OWWINGS DAN MERRILL
KONSULTAN : HAYDER CONSULTING
KONTRAKTOR :SAMSUNG C&T, DARI KOREA SELATAN
LUAS AREAL : 2KM
Gambar : Letak Burj Khalifa
KEGUNAAN BANGUNAN SESUAI TINGAKATAN LANTAI
TINGKAT KEGUNAAN TINGKAT KEGUNAAN
B1–B2 Parkir,Mekanik 77–108 Perumahan
Dataran Armani Hotel 109–110 Mekanik
Bawah Armani Hotel 111–121 Suit Korporat
1–8 Armani Hotel 122 Restoran
At.mosphere
9–16 Armani Residences 123 Lobi Angkasa
17–18 Mekanik 124 Balai Cerap
19–37 Perumahan 125–135 Suit Korporat
38–39 Suit Armani Hotel 136–138 Mekanik
40–42 Mechanical 139–154 Suit Korporat
43 Lobi Angkasa 155 Mekanik

44–72 Perumahan 156–159 Komunikasi


dan Penyiaran
76 Lobi Angkasa 160–206 Mekanik
ELEMENT STRUKTUR

PONDASI

Menggunakan kombinasi pondasi tiang pancang dan pondasi rakit, dengan dimensi tiang
pancang = Ø 1,5 meter, panjang tiang pancang = 43 m. tebal pondasi rakit = 3,7 m. desain struktur
pondasi ini didasarkan pada studi geoteknik dan seismik serta menggunakan sistem proteksi katodik .

Gambar : kombinasi pondasi rakit dan tiang pancang


Gambar : pengerjaan pondasi
STRUCTURAL SYSTEM

Rencana denah bangunan yang berbentuk “y” memberikan


high-performance pada bangunan (estetis) dan pandangan yang
maksimal pada teluk persia. Bentuk ini memanjang dengan
menarik pola spiral dari belakang sayap bangunan, membantu
untuk mengurangi tekanan angin pada tower (penentuan bentuk
“y” dilakukan dengan test replika bangunan pada terowongan
angin). Sistem struktur dapat diuraikan sebagai ; buttressed core
(dinding penopang) yang terdiri dari konstruksi dinding dengan
high performance concrete (hpc). Setiap buttressed core pada sayap
bangunan dipertemukan melalui hubungan heksagonal pada central
core bangunan. Central core ini memberikan ketahanan terhadap
pengaruh gaya puntir pada struktur, hal ini serupa dengan pipa
tertutup atau poros sumbuh (axle).
Corridor walls (dinding koridor) memanjang dari central core
sampai ujung sayap bangunan yang berakhir pada dinding yang
berbentuk seperti kepala palu (hammer head walls). Corridor walls
dan hammerhead walls ini bertindak sebagai webs dan flanges dari
balok untuk menahanmelindungi bangunan dari tekanan angin dan
gaya momen. Kolom perimeter dan konstruksi plat lantai datar
melengkapi sistem struktur burj khalifa. Pada lantai mekanikal,
outrigger walls disediakan untuk menghubungkan kolom perimeter
untuk sistem dinding interior, sehingga memungkinkan kolom
perimeter untuk turut berpartisipasi dalam menahan beban lateral
struktur. Sehingga, semua beton vertikal digunakan untuk
mendukung gaya gravitasi dan beban lateral. Hasilnya adalah
sebuah truktur menara yang sangat kaku. Ini juga merupakan
struktur yang sangat efisien, dimana sistem penahan beban mati
telah digunakan untuk memaksimalkan penggunaannya dalam
menahan beban lateral.
SPIRE (PUNCAK TOWER)

Puncak Burj Khalifa merupakan puncak menara


teleskopik yang terdiri dari baja struktural dengan berat
lebih dari 4 ton. Puncak menara ini dibangun dari dalam
gedung (menyatu dengan struktur bangunan) dan
didongkrak mencapai ketinggian maksimal yang lebih dari
200 m (700 kaki) dengan menggunakan pompa hidrolik.
Selain untuk mengamankan Burj Khalifa sebagai bangunan
dengan struktur tertinggi di dunia, puncak menara juga
sebagai bagian integral dari keseluruhan desain dan
menciptakan Burj Khalifa sebagai suatu landmark di kota
Dubai . Di dalam puncak menara ini terdapat peralatan
komunikasi.
Gambar : Puncak tower
Gambar : Proses pengerjaan
DOKUMENTASI PROSES KONSTRUKSI BURJ KHALIFA
Sistem Bangunan Dinding
Geser- Rangka Kaku

Sistem rangka kaku murni tidak


praktis untuk bangunan yang
lebih tinggi dari 30 lantai,
berbagai sistem telah dicoba
untuk menggunakan dinding
geser di dalam rangka untuk
menahan beban lateral. Dinding
geser terbuat dari beton atau
rangka baja, dapat berupa inti
interior tertutup, mengelilingi
ruang lift atau ruang tangga,
atau bisa juga berupa dinding
sejajar dalam bangunan.
Sistem Struktur Core dengan Bearing Wall
Sistem ini berupa bidang vertical (bearing wall) yang
membentuk dinding luar dam mengelilingi sebuah struktur
core. Sistem ini memuat system transportasi mekanis
vertical serta menambah kekakuan bangunan.

Sistem Struktur Core dengan Plat Kantilever


Sistem ini berupa pemikul plat lantai dari sebuah core dan
memungkinkan ruang bebas kolom yang batas kekuatan
platnya adalah batas besar ukuran bangunan.

Sistem Struktur Core dengan Rangka Kaku


Sistem ini berupa struktur rangka kaku yang biasanya
mengelilingi struktur inti. Sistem struktur ini berguna
untuk meningkatkan ketahanan pada beban lateral
Sistem Dinding Geser-Rangka dengan Belt
Truss Kaku.
Rangka diperkaku (bangunan rangka-
dinding geser) menjadi tidak efisien lagi di
atas ketinggian 40 lantai, karena banyak
sekali diperlukan bahan untuk membuat
pengaku yang cukup kaku dan kuat.
Efisiensi struktur bangunan akan
meningkat sebesar 30% dengan
menggunakan rangka sabuk (belt truss)
horizontal untuk mengikat rangka ke inti.
Rangka tersebut diikat secara kaku ke inti
dan dihubungkan dengan kolom eksterior.