Anda di halaman 1dari 25

Pengertian

• Dalam kamus Prof. Dr. H. Mahmud Yunus al-Ma‟tsurat berasal dari


kata ma‟tsuurun yang artinya diriwayatkan atau dipindahkan. Dengan
penambahan alif lam dan ta‟marbuthoh yang digunakan pada
sesuatu yang berhubungan dengan muannats atau sesuatu benda
yang jumlahnya banyak walaupun mudzakkar tapi akan menjadi
muannats jika banyak yang diriwayatkan. Sedangkan yang dimaksud
penulis dengan al-Ma‟tsuratdi sini merupakan kumpulan bacaan zikir
yang dipilih oleh Hasan al- Banna dari sejumlah ayat dan hadis Nabi
Muhammad SAW.
Perbedaan al-matsurat sugra dan kubro
• Jika al-matsurat kubro ayat alquran nya lebih banyak dan lengkap
• Al-matsurat kubro Dilengkapi hadist-hadist tentang doa dan dzikir.
• Sedangkan al-matsurat sugra merupakan ringkasan dari al-matsurat
kubro
Manfaat membaca Al Matsurat
• Rumah terlindung dari gangguan setan
• Dicukupi segala kebutuhan di dunia
• Disempurnakan nikmat
• Sebagai tanda syukur kepada Allah SWT
• Mendapat keridhaan dari Allah SWT
• Mendapat pahala lebih banyak
• Terhindar dari segala bahaya yang dapat mengancam
Waktu membaca Al Matsurat
• Dari Ibnu Abbas ra. Berkata, Rasulullah saw bersabda, “siapa yang
mengucapkan ketika pagi hari, ‘ Allahumma inni asbahtu minka fi
ni’matin….’ tiga kali ketika pagi hari dan tiga kali ketika sore, Allah
menyempurnakan nikmatnya atasnya.” (HR.Ibnu Saunni)
• Dari Abdullah bin Ghannam al-bayadhi, sesungguhnya Rasulullah saw,
bersabda,” Siapa yang membaca ketika pagi ‘ Allahumma maa ashbaha
bii min ni’matin au bi ahadin min khalkika falakal hamdu walakasyukr’
sungguh telah menunaikan syukur hari itu, dan siapa yang membaca
pada sore hari, sungguh telah menunaikan syukur malamnya.” ( HR.Abu
Dawud)
• Dari nash-nash yang ada, sebagaimana disebutkan Al ‘Allamah Ibnul
Qayyim, bahwa batasan dzikir pagi-sore itu dimulai di awal siang
(yaitu ketika mulai terbit matahari) dan di akhir siang. Berdasarkan
firman Allah Ta’ala:
َْ ‫س َوقَب‬
ُ ‫ل‬
• ‫غ ُروِّْب َها‬ َّ ‫وعِّ ال‬
ْ ِّ ‫شم‬ ُ ‫ل‬
ْ ُ‫طل‬ َْ ‫ك قَب‬
َْ ‫س ِّبحْ ِّب َحم ِّْد َر ِّب‬
َ ‫َو‬
• Artinya : “Bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu sebelum terbit
matahari dan sebelum tenggelam matahari” (QS. Thaha: 130).
Makna surat dalam almatsurat
• QS. Al-Baqarah ayat 255
• ‫ض َمنْ َذا الَّذِّي يَشْفَ ُْع‬ ْ ِّ ‫ت َو َما فِّي اْلَر‬ َْ ‫ل تَأ ُخذُْهُ ِّسنَةْ َو‬
َّ ‫ل نَومْ لَ ْهُ َما فِّي ال‬
ِّْ ‫س َم َاوا‬ َْ ‫ل ُه َْو ال َحيْ القَيو ُْم‬ َّْ ‫ل ِّإلَ ْهَ ِّإ‬
َْ ُ‫ّلل‬َّْ
ِّْ ‫س َم َاوا‬
‫ت‬ َّْ ‫طونَْ بِّشَيءْ ِّمنْ ِّعل ِّم ِّْه ِّإ‬
ِّْ ‫ل بِّ َما شَا َْء َو ِّس َْع ُكر‬
َّ ‫سي ْهُ ال‬ َْ ‫ِّعن َدْهُ ِّإ َّلْ بِّإِّذنِّ ِّْه يَعلَ ُْم َما بَينَْ أَيدِّي ِّهمْ َو َما خَلفَ ُهمْ َو‬
ُ ‫ل يُ ِّحي‬
ُ ‫ل يَئُو ُدْهُ ِّحف‬
‫ظ ُه َما َو ُه َْو العَ ِّليْ العَ ِّظي ُْم‬ َْ ‫ض َو‬ َْ ‫َواْلَر‬
• “Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang Hidup kekal
lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur.
Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi
syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya, Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan
mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu
Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi.
Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi
Maha Besar”.
Maknanya
• Allah mengawali ayat ini dengan menegaskan kalimat tauhid yang merupakan intisari ajaran Islam
dan seluruh syariat sebelumnya yang maknanya, tidak ada sesembahan yang benar untuk
disembah selain Allah, di mana konsekuensinya tidak boleh mempersembahkan ibadah apapun
kepada selain Allah.
• Dalam ayat kursi terdapat penetapan tiga macam tauhid yaitu tauhid uluhiyah, tauhid rububiyah,
dan tauhid asma’ wa sifat. Pada awal ayat merupakan penetapan tauhid uluhiyah, yakni firman
Allah { ‫لَّ ُه َْو‬
ْ ‫لَ ِّإلَ ْهَ ِّإ‬
ْ ُ‫للا‬
ْ } yang maksudnya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia.
Kemudian Allah menyebutkan tauhid asma’ wa sifat dalam firman-Nya { ‫( }ال َحيْ القَيو ُْم‬Yang Maha
Hidup dan Maha Berdiri Sendiri). Ini merupakan penetapan sifat hidup dan berdiri sendiri (tidak
butuh kepada makhluk) bagi Allah Ta’ala. Dan firman Allah { ‫لَ تَأ ُخذُْهُ ِّسنَةْ َولَنَو ُْم‬ ْ } merupakan penafian.
Allah menafikan dari diri-Nya sifat kekurangan dan cela yaitu sifat ngantuk dan tidur. Dalam
firman-Nya { ‫ض‬ ْ ِّ ‫ت َو َمافِّي اْلَر‬ َّ ‫( }لَّ ْهُ َمافِّي ال‬kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi)
ِّْ ‫س َم َاوا‬
merupakan penetapan rububiyah Allah, Dialah pemilik langit dan bumi dan yang ada di dalamnya.
Keutamaan Ayat Kursi

Ayat ke 255 dari surat al-Baqarah ini dikenal dengan ayat al-Kursi, karena di
dalamnya disebutkan tentang Kursi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ayat ini memiliki
kedudukan yang tinggi dalam Islam dan ia juga memiliki keutamaan-keutamaan
yang banyak. Banyak hadits, baik yang shahih maupun hasan yang menjelaskan
tentang keutamaan ayat yang mulia ini. Di antara keutamaan-keutamaan ayat yang
mulai ini adalah sebagai berikut:
• Ayat Kursi adalah Benteng Bagi Pembacanya
• Ayat Kursi Ayat Yang Paling Agung Dalam Al-Qur’an
• Terkandung Dalam Ayat Kursi Nama Allah Yang Paling Agung
• Ayat Kursi Adalah Penghulu Ayat-ayat Yang Ada Dalam Al-Qur’an
• Pembaca Ayat Kursi Setiap Selesai Shalat Termasuk Ahli Surga
QS. Al-Baqarah ayat 256
• ‫يم‬ْ ‫س ِّميعْ َعِّْل‬ َّْ ‫ام لَ َها َو‬
َ ُ‫ّللا‬ َ ‫ك ِّبالعُر َوةِّْ ال ُوثقَى ل ان ِّف‬
َْ ‫ص‬ َ ‫اّلل فَْقَ ِّْد استَم‬
َْ ‫س‬ َِّّْ ‫ت َويُؤ ِّمنْ ِّب‬
ِّْ ‫غو‬ َّ ‫َي ِّ فَ َمنْ يَكفُرْ ِّب‬
ُ ‫الطا‬ ْ ‫ين قَدْ تَبَيَّنَْ الرش ُْد ِّمنَْ الغ‬
ِّْ ‫ل ِّإك َراْهَ فِّي ال ِّد‬
• “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas antara jalan yang benar dengan
jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah
berpegang (teguh) kepada buhul tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha mendengar lagi Maha
mengetahui.”
• Maknanya
Ayat ini menerangkan tentang kesempurnaan ajaran Islam, dan bahwasanya karena kesempurnaan bukti-buktinya,
kejelasan ayat-ayat dan keadaannya merupakan ajaran akal dan ilmu, ajaran fitrah dan hikmah, ajaran kebaikan dan
perbaikan, ajaran kebenaran dan jalan yang lurus, maka karena kesempurnaannya dan penerimaan fitrah
terhadapnya, maka Islam tidak memerlukan pemaksaan, karena pemaksaan itu terjadi pada suatu perkara yang
dijauhi oleh hati, tidak memiliki hakikat dan kebenaran, atau ketika bukti-bukti dan ayat-ayatnya tidak ada, maka
barangsiapa yang telah mengetahui ajaran ini dan dia menolaknya maka hal itu di dasari karena kedurhakaannya,
karena ( ِّ ‫َي‬ ْ ‫“ ) قَد تَّبَيَّنَْ الرش ُْد ِّمنَْ الغ‬sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat” hingga tidak ada
suatu alasan pun bagi seseorang dan tidak pula hujjah apabila dia menolak dan tidak menerimanya.
QS. Al-Baqarah ayat 257

ْ‫وت‬ُ ‫غ‬ َّ
ُ ‫الطا‬ َْ ‫ور َوالَّ ِّذ‬
‫ين َكفَ ُروا أَو ِّليَا ُؤ ُه ُْم‬ ِّْ ‫ت ِّإلَى الن‬ ِّْ ‫ن الظلُ َما‬ َْ ‫ّللُ َو ِّليْ الَّ ِّذ‬
َْ ‫ين آ َمنُوا يُخ ِّر ُج ُهمْ ِّم‬ َّْ
َْ ‫ار ُهمْ فِّي َها خَا ِّلد‬
‫ُون‬ ِّْ َّ‫اب الْن‬ َْ ِّ‫ت أُولَئ‬
ُْ ‫ك أَص َح‬ ِّْ ‫ور ِّإلَى الظلُ َما‬
ِّْ ‫ن الن‬
َْ ‫يُخ ِّر ُجونَ ُهمْ ِّم‬
• “Allah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan
mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-
orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang
mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran).
Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.”
Maknanya :
• Dalam ayat ini Allah swt mengabarkan bahwa Dia akan senantiasa memberi petunjuk kepada orang yang
mengikuti jalan-Nya menuju jalan keselamatan. Untuk itu, Allah mengeluarkan hamba-hamba-Nya yang
mukmin dari kegelapan, kekufuran dan keraguan kepada cahaya haq yang jelas, gamblang, mudah dan
bercahaya. Penolong orang kafir adalah syetan, syetanlah yang menghiasi mereka dengan kebodohan dan
kesesatan. Syetan mengeluarkan mereka dan menyimpangkan mereka dari perkara yang hak kepada
kekufuran dan kebohongan.
• Allah membagi manusia menjadi dua golongan; golongan yang beriman kepada-Nya dan tidak
mensekutukan-Nya sedikitpun, aqidah mereka bersih dari noda-noda kesyirikan dan mengkufuri thaghut,
golongan kedua adalah adalah orang yang beriman kepada thaghut, mereka menjadikan Thaghut sebagai
wali dan pelindung, sehingga Allah menyesatkan mereka dan mengharamkan kebahagiaan.
• Maka orang yang beriman akan ditambahkan petunjuk dan dimudahkan oleh Allah swt untuk menerima
ajaran-ajaran Islam, keyakinan islam yang ada dalam hati memudahkan dia menerima setiap kebenaran dan
imannya bertambah setiap harinya, sementara orang yang lebih memilih kekafiran, maka hatinya akan
tertutup untuk menerima kebenaran dan sebagai balasannya ia akan terus dalam keragu-raguan dan
kesesatan setiap harinya
Keutamaan Surah Al-Baqarah ayat 256-257
• Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya tafsir Qur’an Al Adzim, bahwa hadits ini
diriwayatkan Asy-Sya’bi, dari Abbullah bin Mas’ud, ia berkata
,”Barangsiapa membaca sepuluh ayat dari surat Al Baqarah di waktu
malam, maka setan tidak akan memasuki rumah malam itu. Diantara ayat
tersebut adalah empat ayat pertama surat al Baqarah, ayat kursi, dua ayat
setelah ayat kursi, dan tiga ayat terakhir dari surat al baqarah.”
• Dalam satu riwayat dikatakan, “Setan akan menjauhi seorang hamba
beserta keluarganya bila ia membaca sepuluh ayat dari surat al
baqarah pada hari itu. Dan ia juga dijauhkan dari perkara dengki. Bahkan
apabila dibacakan kepada orang yang sakit gila, maka akan diberi
kesembuhan”.
QS. Al-Baqarah ayat 284
َّْ ‫ض َو ِّإنْ تُبدُوا َما ِّفي أَنْفُ ِّس ُكمْ أَوْ تُخفُوْهُ يُ َحا ِّسب ُكمْ ِّب ِّْه‬
ْ‫ّللاُ فَيَغ ِّف ُر‬ ْ ِّ ‫ت َو َما ِّفي اْلَر‬
ِّْ ‫س َم َاوا‬ َِّّْ ِّ
َّ ‫ّلل َما ِّفي ال‬
ْ‫ل شَيءْ قَ ِّْدير‬ ِّْ ‫علَى ُك‬ َ ُ‫ّللا‬
َّْ ‫ب َمنْ يَشَا ُْء َو‬ُْ ‫ِّل َمنْ يَشَا ُْء َويُعَ ِّذ‬
• “Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang
ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu
atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat
perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah
mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang
dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”
Makna
• Allah Ta’ala mengabarkan bahwa seluruh yang ada di langit dan di
bumi adalah milik-Nya, Dia yang menciptakan, memiliki dan
mengatur-Nya. Oleh karenanya barangsiapa yang menampakkan atau
menyembunyikan apa yang ada di dalam dirinya, baik berupa
kebaikan ataupun keburukan, maka semua itu akan di-hisab oleh
Allah Ta’ala. Kemudian setelah itu Allah akan mengampuni siapa saja
yang Dia kehendaki dari kalangan orang-orang yang beriman dan
bertakwa, dan Dia akan menyiksa siapa saja yang Dia kehendaki dari
kalangan orang-orang yang berbuat syirik dan maksiat. Bagi-Nya
kesempurnaan pengaturan, karena semua adalah makhluk-Nya, milik-
Nya dan hamba-Nya.
QS. Al-Baqarah ayat 285
ْ‫ل نُفَ ِّر ُق‬ ُْ ‫اّلل َو َم ََل ِّئ َك ِّت ِّْه َو ُكت ُ ِّب ِّْه َو ُر‬
َْ ‫س ِّل ِّْه‬ َْ ‫ونْۚ ُكلْ آ َم‬
َِّّْ ‫ن ِّب‬ َْ ‫ل ِّب َما أُن ِّز‬
َْ ُ‫ل ِّإلَي ِّْه ِّمنْ َر ِّب ِّْه َوال ُمؤ ِّمن‬ ُْ ‫سو‬
ُ ‫الر‬
َّ ‫ن‬َْ ‫آ َم‬
ُْ ‫ص‬
‫ير‬ َْ ‫َك َربَّنَا َو ِّإلَي‬
ِّ ‫ك ال َم‬ َْ ‫غف َران‬ ُ ْۖ‫طعنَا‬ َ َ ‫س ِّمعنَا َوأ‬ ُ ‫ن أ َ َحدْ ِّمنْ ُر‬
َ ‫س ِّل ِّْهْۚ َوقَالُوا‬ َْ ‫بَي‬
• Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari
Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya
beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan
rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-
bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-
Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat".
(Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada
Engkaulah tempat kembali".
Makna
• Dalam ayat ini Allah menuntun manusia agar beriman dengan meniru Rasul yang
beriman kepada kitab suci Al-Qur’an yang telah diturunkan-Nya, beriman kepada
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, agar kita termasuk
golongan orang-orang yang beriman.
• Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mempunyai pengaruh yang positif
dalam jiwa, salah satu pengaruh iman dalam jiwa mereka adalah jiwa mereka
menjadi bersih, berhati suci, dan mempunyai cita-cita sangat tinggi.
• Mereka mengatakan, “Rasulullah telah menyampaikan kepada kami, dan kami
mendengarkan ucapannya dengan penuh perhatian dan pengertian. Kami pun
taat tehadap apa yang disampaikannya yang berupa perintah dan larangan,
dengan ketaatan yang sungguh-sungguh.”
QS. Al-Baqarah ayat 286
• ‫ل‬ َْ ‫طأنَاْۚ َربَّنَا َو‬ َ ْ‫اخذنَا ِّإنْ نَ ِّسينَا أَوْ أَخ‬ِّ ‫ل ت ُ َؤ‬
َْ ‫سبَتْْۗ َربَّنَا‬َ َ‫علَي َها َما اكْت‬ َ ‫سبَتْ َو‬َ ‫ل ُوسعَ َهاْۚ لَ َها َما َك‬ َّْ ‫سا ِّإ‬
ً ‫ّللاُ نَف‬
َّْ ‫ف‬ َْ
ُْ ‫ل يُ َك ِّل‬
‫عنَّا َواغ ِّفرْ لَنَا‬ َ ‫ف‬ ُْ ‫طاقَ ْةَ لَنَا بِّ ِّْهْۖ َواع‬
َ ‫ل‬ َْ ‫ل ت ُ َح ِّملنَا َما‬َْ ‫علَينَا ِّإص ًرا َك َما َح َملت َ ْهُ َعلَى الَّذِّينَْ ِّمنْ قَب ِّلنَاْۚ َربَّْنَا َو‬ َ ْ‫تَح ِّمل‬
َْ‫علَى القَو ِّْم ال َكافِّ ِّرين‬َ ‫صرنَا‬ ُ ‫ت َمو َلنَا فَان‬ َْ ‫َوار َحمنَاْۚ أَن‬
• Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia
mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa
(dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah
Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah
Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan
kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan
kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami;
ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka
tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
Makna
• Ayat ini menerangkan bahwa dalam mencapai tujuan hidup itu manusia diberi beban oleh Allah swt.
sesuai kesanggupannya, mereka diberi pahala lebih dari yang telah diusahakannya dan mendapat siksa
seimbang dengan kejahatan yang telah dilakukannya.
Dengan ayat ini Allah swt. mengatakan bahwa seseorang dibebani hanyalah sesuai dengan
kesanggupannya. Agama Islam adalah agama yang tidak memberati manusia dengan beban yang berat
dan sukar. Mudah, ringan dan tidak sempit adalah asas pokok dari agama Islam.
• Keutamaan QS. Al-Baqarah ayat 285-286
• Para ulama menyebutkan bahwa siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, maka Allah
akan memberikan kecukupan baginya untuk urusan dunia dan akhiratnya, juga ia akan dijauhkan dari
kejelekan. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa dengan membaca ayat tersebut imannya akan
diperbaharui karena di dalam ayat tersebut ada sikap pasrah kepada Allah Ta’ala. Ada juga ulama yang
mengatakan bahwa ayat tersebut bisa sebagai pengganti dari berbagai dzikir karena di dalamnya sudah
terdapat do’a untuk meminta kebaikan dunia dan akhirat.
KEUTAMAAN SURAT AL-IKHLĀṢ
1. Sebanding dengan sepertiga al-Qur‟an
• Surat al-Ikhlāṣ, dikenal pula sebagai sepertiga al-Qur‟an, sebagaimana
disabdakan oleh Rasul kepada para sahabatnya: “Apakah tidak ada yang mampu
di antara kalian untuk membaca sepertiga al-Qur‟an dalam satu malam?
• Karena hal itu sulit bagi mereka, maka mereka menjawab: mana di antara kita
ini yang mampu melakukannya, wahai Rasul? Beliau bersabda: Qul huwa Allāhu
aḥad, Allāhu alṣamad adalah sepertiga al-Qur‟an”.Hal tersebut mungkin karena
al-Qur‟an berisi tentang tiga hal pokok, yaitu aqidah, hukum dan cerita,
sedangkan surat ini yang terdiri dari empat ayat berisi seluruhnya tentang
„aqidah, yaitu tauhid atau mengesakan Tuhan yang maha esa, maka ia
merupakan sepertiga dari pada al-Qur‟an
2. Membaca sepuluh kali surat al-ikhlāṣ, akan
dibangunkan sebuah istana di surga.
• Mu‟adz bin Anas meriwayatkan bahwa Nabi bersabda yg artinya:
• “Barang siapa yang membaca Qul huwallāhu aḥad hingga selesai
sebanyak sepuluh kali maka Allah akan membangunkan untuknya
sebuah istana di surga.”(HR. Ahmad).Lalu Umar bin Al-Khattab
berkata, “Kalau begitu, aku akan semakin banyak membacanya, wahai
Rasulullah.”Rasulullah saw bersabda, “(pahala) Allah itu paling banyak
dan paling baik.”
3. Pembacanya ketika meninggal diṣalati oleh
malaikat
• Abu Umamah meriwayatkan “meriwayatkan, Rasulullah pernah didatangi Jibril sewaktu
beliau di Tabuk. Jibril berkata „Wahai Muhammmad saksikanlah jenazah Mu‟awiyah bin
Mu‟awiyah Al-Mazani.‟ Maka, keluarlah Rasulullah dan turunlah Jibril bersama tujuh
puluh ribu malaikat. Para malaikat tersebut menghamparkan sayapnya yang sebelah
kanan di puncak gunung hingga gunung tadi menjadi rendah (datar), kemudian
meletakkan sayap yang bagian kiri di atas dua tanah hingga menjadi rendah sehingga
terlihatlah Mekah dan Madinah.
• Rasulullah, Jibril, dan para malaikat kemudian menshalatkan jenazah Mu‟awiyah bin
Mu‟awiyah Al-Mazani. Seusai menṣalatkan, beliau bertanya,„‟Wahai Jibril, dengan
amalan apa Mu‟awiyah memperoleh kedudukan seperti ini‟‟
• Jibril menjawab,‟‟Dikarenakan ia biasa membaca Qul Huwallāhuaḥad (al-Ikhlāṣ) ketika
berdiri, duduk, menaiki kendaraan, dan berjalan”.
4. Mencintainya, akan masuk surga
• Anas bin malik berkata, “Seorang lelaki anshar pernah menjadi imam di masjid Quba. Setiap kali
hendak memulai surat yang akan dibacakan kepada makmum dalam shalat, ia memulainya dengan
membaca Qul huwallāhu aḥad (al-Ikhlāṣ) hingga selesai, kemudian baru membaca surat yang lain. Ia
pun ditegur para sahabat. Mereka mengatakan,“Engkau membaca surat itu (al-Ikhlāṣ) hingga selesai,
kemudian engkau menganggapnya belum cukup hingga engkau membaca surat yang lain. Seharusnya
engkau membaca surat itu atau meninggalkannya dan membaca surat lain.”
• Lelaki itu menanggapi, “Aku tidak akan meninggalkan surat itu. Jika kalian suka aku mengimami kalian
dengan (membaca) surat itu maka aku akan melakukannya, namun jika kalian tidak suka maka aku akan
meninggalkan kalian (tidak mengimami kalian lagi).”Di sisi lain, mereka menganggap lelaki itu sebagai
orang yang paling mulia di antara mereka dan mereka tidak ingin diimami oleh orang lain. Ketika Nabi
Saw datang menemui mereka, mereka pun menceritakan perihal tersebut kepada beliau. Beliau pun
bersabda, “Hai Fulan, kenapa kau tidak mau mengikuti saran sahabat-sahabatmu? Apa motivasimu
membaca surat itu (al-Ikhlāṣ) dalam setiap rakaat?” “Aku sangat mencintainya,” Jawab lelaki itu.
5. Mendapat ampunan Allah
• Salah satu khasiat mengamalkan surat al-Ikhlāṣ adalah mendapatkan
ampunan Allah. Adapun cara mengamalkannya adalah dengan
membacanya sebanyak 100 kali. Hal ini berdasarkan sebuah riwayat
yang mengatakan sebagai berikut
• ‟Rasulullah Saw. Bersabsda, „Barang siapa yang membaca „Qul
Huwallāhu Aḥad‟ 100 kali, maka Allah akan mengampuni
kesalahannya selama lima tahun, asal ia menjauhi empat kejahatan,
yaitu: darah (pembunuhan), harta (mencuri), kemaluan (berzina), dan
minuman (mabuk).‟‟ (HR. Al-Baihaqi dari Anas).
6. Terjauh dari kefakiran hidup
• Salah satu keutamaan membaca surah al-Ikhlāṣ adalah terhindar dari
kefakiran. Cara pengamalannya adalah dengan membacanya setiap
kali masuk rumah. Hal ini berdasarkan riwayat berikut: Rasulullah
Saw. Bersabda. “Barang siapa membaca Qul Huwallāhu Aḥad‟ ketika
akan masuk rumah, maka akan dijauhkan dari kefakiran dalam rumah
dan tetangganya.‟‟ (HR. Ath-Thabrani dari Jarir ra.).
• Adapun dalam buku Mukjizat Surat-Surat di dalam al-Qur‟an juz 28, 29, dan 30 yang ditulis oleh Abdullah zein,
surat al-Ikhlāṣ memiliki beberapa khasiat. berikut adalah khasiat surat al-Ikhlāṣ
1. Orang yang membaca surat al-Ikhlāṣ 50 kali, ia akan mendapatkan panggilan masuk surga di hari kiamat. Jabir
bin Abdullah Ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Siapa yang membaca surat al-ikhlāṣ setiap
hari 50 kali, maka pada hari kiamat, ia akan dipanggil dari kuburnya 'Bangkitlah, wahai orang yang memuji Allah,
dan masuklah ke dalam surga!” (HR. Thabrani).
2. Orang yang membaca surat al-Ikhlāṣ sebanyak 7 kali sesudah shalat jum‟at bersama-sama surat al-Falaq dan an-
Nās, maka dirinya akan dijaga oleh Allah Swt, dari berbagai kejahatan sampai hari jum‟at berikutnya.
3. Orang yang mempunyai urusan yang sangat penting dan sukar, hendaklah menulis surat al-Ikhlāṣ beserta
bismillāhir raḥmānir raḥīm 1000 kali, maka Allah Swt. segera mengabulkan hajatnya.
4. Orang yang menulis al-Ikhlāṣ sejumlah bilangan rasul (25) kali, maka ia akan memperoleh maksud dan tujuan, Ia
juga dijaga dari musuh dan para penghasut. Selain itu, ia akan memperoleh kecintaan.
5. Abu Sa‟id al-Hanafi menerangkan, “Surat ini dinamkan surat al-Ikhlāṣ artinya bersih atau lepas. Maka,
barangsiapa yang membaca dan mengamalkannya dengan hati yang ikhlās, ia kan dilepaskan dari kesusahan-
kesusahan duniawi, dimudahkan saat menghadapi sakaratul maut, dihindarkan dari kegelapan kubur, dan
kengerian hari kiamat.