Anda di halaman 1dari 23

OLEH:

M. Heru Nanding Kusuma, S.Ked


Identitas Pasien
 Nama/Jenis Kelamin/Umur : Tn. Said
Ibrahim / laki-laki / 60 tahun
 Pendidikan/Pekerjaan : pegawai
perusahaan
 Alamat : RT 8 Mudung Laut

Latar Belakang Sosio-ekonomi-demografi-


lingkungan-keluarga
 Status Perkawinan : menikah
 Jumlah anak : 3
Kondisi Rumah :
 Pasien tinggal dirumah dengan ukuran 8 X 9
meter,
 lantai terbuat dari kayu dengan dinding papan
dan semen, dan beratap seng.
 Memiliki 1 ruang tamu sekaligus menjadi ruang
keluarga , 1 kamar tidur, 1 ruang makan dan
dapur.
 Mempunyai 1 kamar mandi yang terletak di
belakang rumah.
 Sumber air dari sumur yang cukup bersih, jernih
dan tidak berbau.
 Kamar mandi menggunakan wc jongkok..
Kondisi Lingkungan Keluarga :
 baik
Keluhan Utama :

Nyeri pada kedua telinga sejak + 1 hari sebelum


datang ke Puskesmas.

Keluhan Tambahan :

Adanya benjolan di dekat telinga sejak + 1 hari


sebelum datang ke Puskesmas.
Riwayat Penyakit Sekarang : (autoanamnesa)
 Pasien datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri pada
telinga disertai bengkak pada bagian depan bawah
kedua telinga sejak + 1 hari sebelum berobat ke
puskesmas. Bengkak sering terasa nyeri, terutama saat
membuka mulut. Pasien juga mengalami demam, naik
turun. Pasien juga mengeluhkan sering sakit kepala,
badan terasa pegal-pegal, tidak nafsu makan, karena
bengkak terasa nyeri saat mengunyah. Tidak ada
keluhan telinga berdenging, keluar cairan dari telinga,
pendengaran berkurang ataupun pusing berputar. Tidak
ada keluhan nyeri tenggorokan saat menelan. Riwayat
nyeri telinga sebelumnya disangkal
 Tidak ada Keluarga dan tetangga dengan
keluhan yang sama
 Riwayat imunisasi MMR sebelumnya tidak
diketahui
 Keadaan umum :Tampak sakit sedang
 Kesadaran :Kompos mentis
 Tanda-tanda Vital
Respirasi : 20 x/menit
Nadi : 85 x/menit
Suhu : 38
Tekanan darah : 110/70 mmHg
 Kepala : Mata : CA (-/-), SI (-/-), RC
(+/+)
 Telinga : Dalam batas normal
 Hidung & tenggorokan : Dalam batas
normal
 Leher : Teraba massa di anteroinferior
auris sinistra, berbentuk semilunar, nyeri
tekan (+), hiperemis (+), teraba hangat,
mobilitas (-).
 Thorax : Vesikuler (+) N, rh -/-, wh -
/-
 Abdomen : BU (+) N, H/L tidak
teraba
 Ekstremitas : Akral hangat
Darah Rutin :
 WBC : 6,06
 RBC : 4,53
 HGB : 14

Kesan : normal
DIAGNOSIS KERJA

PAROTITIS BILATERAL
Preventif :
Hindari kontak dengan pasien parotitis

Promotif :
 Menjelaskan pada pasien mengenai
penyakitnya, cara penularannya serta
komplikasinya.
Kuratif :
Nonmedikamentosa
 Meningkatkan daya tahan tubuh pasien
dengan mengatur pola makan yang bergizi
dan istirahat teratur.

Medikamentosa
 Parasetamol tablet 500 mg 3 x 1 sehari
 Vitamin B complex 3 x 1 sehari
 Vitamin C 3 x 1 sehari

.
Dinas Kesehatan Kota Jambi
Puskesmas Tahtul Yaman
dr. M. Heru Nanding Kusuma

Jambi, April 2018

R/ Parasetamol tab mg 500 no. X


S 3 dd tab I
R/ Vitamin Bcomp tab no. X
S 3 dd tab I
R/ Vitamin C tab mg 50 no. X
S 3 dd tab I

Pro :Tn. Said Ibrahim


Umur : 60 tahun
Alamat :RT. 8 Mudung Laut
DEFENISI
Parotitis epidemika : penyakit virus akut yang
biasanya menyerang kelenjar ludah terutama
kelenjar parotis (sekitar 60% kasus).
Gejala khas yaitu pembesaran kelenjar ludah
terutama kelenjar parotitis. Pada saluran
kelenjar ludah terjadi kelainan berupa
pembengkakan sel epitel, pelebaran dan
penyumbatan saluran.
Agen penyebab parotitis epidemika adalah
anggota dari group paramyxovirus, yang juga
termasuk di dalamnya virus parainfluenza,
measles, dan virus newcastle disease. Ukuran
dari partikel paramyxovirus sebesar 90 – 300
mµ.
 Demam, nyeri otot (terutama pada leher),
nyeri kepala, anorexia, dan malaise.
 Pembengkakan kelenjar parotitis yang mula-
mula unilateral tetapi kemudian bilateral,
nyeri baik spontan maupun pada perabaan,
terlebih-lebih jika penderita makan atau
minum sesuatu yang asam, ini merupakan
gejala khas untuk penyakit parotitis
epidemika.
 Pada pasien ini didiagnosa parotitis bilateral
karena berdasarkan anamnesa didapatkan
keluhan nyeri pada kedua telinga dan tidak
disertai keluhan telinga yang lainnya seperti
pendengaran berkurang, telinga berdenging
ataupun keluar cairan dari telinga. Keluhan
disertai adanya benjolan di dekat telinga kanan
dan kiri yang terasa nyeri, terutama saat
membuka mulut. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan adanya massa di anteroinferior auris
sinistra berbentuk semilunar, nyeri tekan (+),
hiperemis (+), teraba hangat, mobilitas (-). TD
110/70 mmHg, suhu 37,8°C..
 Terapi yang diberikan bersifat simptomatik
untuk mengurangi gejala, dengan pemberian
analgetik antipiretik. Diberikan juga vitamin B
complex dan vitamin C untuk membantu
pemulihan daya tahan tubuh. Parotitis
disebabkan oleh virus paromyxovirus,
bersifat self limited. Tidak ada antivirus yang
spesifik untuk mengobati penyakit ini.
 Edukasi yang diberikan yaitu mengatur pola
makan, makan makanann yang bergizi dan
istirahat yang cukup serta pemakaian masker
 Pasien tinggal dirumah dengan ukuran 8 X 9
meter, lantai terbuat dari kayu dengan
dinding papan dan semen, dan beratap seng.
Memiliki 1 ruang tamu sekaligus menjadi
ruang keluarga , 1 kamar tidur, 1 ruang
makan dan dapur. Mempunyai 1 kamar mandi
yang terletak di belakang rumah. Sumber air
dari sumur yang cukup bersih, jernih dan
tidak berbau. Kamar mandi menggunakan wc
jongkok.
 Dari keadaan rumah pasien, tidak ada
hubungan antara penyakit pasien dengan
keadaan rumahnya.
 Pasien sering berkontak dengan teman
kerjanya di perusahaan. Ada teman kerjanya
yang menderita demam selama beberapa hari
sebelumnya. Penyebab dari masalah
timbulnya suatu penyakit parotitis adalah
kontak dengan teman kerja yang
kemungkinan juga menderita parotitis.
 Kemungkinan akibat pasien sering kontak
dengan teman kerjanya yang sebelumnya
terkena parotitis serta daya tahan tubuh yang
menurun.