Anda di halaman 1dari 15

Dinamika Peradaban Global Secara Umum, Evolusi Buadaya dan Wujud

Peradaban dalam Kehidupan Sosial Budaya, Problema Peradaban


Global pada Kehidupan Manusia, Efek Globalisasi bagi Manusia, dan
Sikap terhadap Globalisasi
Disusun Oleh :

1. Savira Dwi Indriyanti (30316063)

2. Septa Dwi Aditya (30316064)

3. Serniati Susana Lalo (30316065)

4. Setia Vonda N. Warda (30316066)

5. Silvia Anita I. (30316067)

6. Sisilia Aderanda S. (30316068)


A. Dinamika Peradaban Global

 Menurut Arnold Y. Toynbee, seorang sejarawan asal Inggris, lahirnya peradaban itu
diuraikan dengan teori challenge and respons. Peradaban itu lahir sebagai respons
(tanggapan) manusia yang dengan segenap daya upaya dan akalnya menghadapi,
menaklukkan, dan mengolah alam sebagai tantangan (challenge) guna mencukupi
kebutuhan dan melestarikan kelangsungan hidupnya.

 Alam menawarkan sejumlah tantangan dan kemungkinan-kemungkinan. Ada alam yang


tandus atau subur, di pegunungan atau pantai, daerah yang rawan gempa atau tanahnya
yang stabil, dan seterusnya. Jika tantangan alam itu berat maka manusia pun akan gigih dan
berusaha keras dalam merespons alam tersebut, begitu pun sebaliknya.
 Alvin Toffler menganalisis gejala-gejala perubahan dan pembaharuan peradaban
masyarakat akibat majunya ilmu dan teknologi. Dalam bukunya The Third Wave (1981), ia
menyatakan bahwa gelombang perubahan peradaban umat manusia sampai saat ini telah
mengalami tiga gelombang, yaitu:

• peradaban teknologi pertanian


Gelombang I berlangsung mulai 800 SM-1500 M.

• peradaban teknologi industry


Gelombang II berlangsung mulai 1500 M-1970 M.

Gelombang • peradaban informasi berlangsung


III mulai 1970 M-sekarang.
 John Naisbitt dalam bukunya Megatrends (1982), menyatakan bahwa globalisasi memunculkan
perubahan-perubahan yang akan dialami oleh Negara-negara dunia. Perubahan-perubahan
tersebut ialah :

1. Perubahan dari masyarakat industry ke masyarakat informasi.


2. Perubahan dari teknologi yang mengandalkan kekuatan tenaga ke teknologi canggih.
3. Perubahan dari ekonomi nasional ke ekonomi dunia.
4. Perubahan dari jangka pendek ke jangka panjang.
5. Perubahan dari sentralisasi ke desentralisa
6. Perubahan dari bantuan lembaga ke bantuan diri sendi
7. Perubahan dari demokrasi perwakilan ke demokrasi partisipatori.
8. Perubahan dari system hierarki ke jaringan kerja.
9. Perubahan dari utara ke selatan.
10. Perubahan dari satu di antara dua pilihan menjadi macam-macam pilihan.
B. Evolusi Budaya Dan Wujud Peradaban Dalam Kehidupan Sosial Budaya

 Kebudayaan itu telah mengalami proses perkembangan secara bertahap dan berkeseimbangan
yang kita konsepkan sebagai evolusi kebudayaan. Evolusi kebudayan ini berlangsung sesuai
dengan perkembangan budidaya atau akal pikiran dalam menghadapi tantangan hidup dari
waktu atau ke waktu.

 Masa dalam kehidupan manusia dapat kita bagi dua, yaitu masa prasejarah (masa sebelum
manusia mengenal tulisan sampai manusia mengenal tulisan) dan masa sejarak (masa manusia
telah mengenal tulisan).

 Pendapat lain membagi periode praperadaban manusia kedalam empat bagian, yaitu
prapalaeolitik, palaeolitik,neolitik dan era perunggu. Manusia dari sekedar homo menjadi
human, karena kebudayaan dan peradaban yang diciptakan.
 Sedangkan untuk sejarah kebudayaan di Indonesia, R.Soekmono (1973), membagi
menjadi empat masa yaitu :

1. Zaman prasejarah yaitu sejak permulaan adanya manusia dan kebudayaan sampai kira-
kira abad ke-5 Masehi.
2. Zaman purba yaitu sejak datangnya pengaruh India pada abad pertama Masehi sampai
dngan runtuhnya Majapahit sekitar tahun 1500 Masehi. 3.
3. Zaman madya yaitu sejak datangnya pengaruh islam menjelang akhir kerajaan Majapahit
sampai dengan akhir abad ke-19. 4.
4. Zaman baru / Modern yaitu sejak masuknya anasir Barat ( Eropa) dan teknik Moder kira-
kira tahun 1900 sampai sekarang.
C. Problematika Peradaban Global Pada Kehidupan Manusia

 Peradaban global yang tengah terjadi dewasa ini tidak bisa dipisahkan dari globalisasi itu
sendiri. Kata globalisasi diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi
belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working definition),
sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya.
 Globalisasi digerakkan oleh kemajuan yang pesat dalam teknologi transportasi dan informasi
komunikasi. Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena
globalisasi di dunia:

1. Hilir mudiknya kapal-kapal pengangkut barang antar negara menunjukkan keterkaitan antar
manusia di seluruh dunia.
2. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet
menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui
pergerakan massa semacam turisme, memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya
yang berbeda.
3. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televise, film,
music, serta transmisi berita dan olahraga internasional).
D. Efek Globalisasi bagi Indonesia

 Globalisasi telah melanda kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Globalisasi telah
memberikan pengaruh besar dalam kehidupan bersama, baik pengaruh positif maupun pengaruh
negatif.

Adapun aspek positif globalisasi antara lain sebagai berikut :

1. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempermudah manusia dalam berinteraksi.


2. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempercepat manusia untuk berhubungan
dengan manusia lain.
3. Kemajuan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi meningkatkan efisiensi.
Aspek negatif globalisasi antara lain sebagai berikut :

1. Masuknya nilai budaya luar akan menghilangkan nilai-nilai tradisi suatu bangsa dan
identitas suatu bangsa.
2. Eksploitasi alam dan sumber daya lain akan memuncak karena kebutuhan yang makin
besar.
3. Dalam bidang ekonomi, berkembang nilai-nilai konsumerisme dan individual yang
menggeser nilai-nilai sosial masyarakat.
 Globalisasi dapat dilihat dari dua sisi, pertama sebagai ancaman dan yang kedua sebagai
peluang. Sebagai ancaman, globalisasi lebih banyak berdampak negatif, seperti merebaknya
konsumerisme, materialisme, hedonisme, sekularisme, mengagung-agungkan ilmu pengetahuan
dan teknologi, kemewahan yang tidak semestinya, foya-foya, pergaulan bebas, budaya
kekerasan, pornografi, pornoaksi, dan semacamnya.
 Sedangkan globalisasi sebagai peluang akan memberi pengaruh positif. Artinya globalisasi
membawa serta peradaban luar yang ditengarai berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa
Indonesia. Hal-hal positif itu misalnya budaya disiplin, kebersihan, tanggung jawab,
egalitarianisme, budaya kompetisi, kerja keras, penghargaan terhadap orang lain, demokrasi,
jujur, optimis, mandiri, taat aturan, dan sebagainya.
E. Sikap terhadap Globalisasi

 Dalam menghadapi globalisasi ini, bangsa-bangsa di dunia memberi respons atau tanggapan
yang dapat dikategorikan sebagai berikut.

1. Sebagian bangsa menyambut positif globalisasi karena dianggap sebagai jalan keluar baru
untuk perbaikan nasib umat manusia.
2. Sebagian masyarakat yang kritis menolak globalisasi karena dianggap sebagai bentuk baru
penjajahan (kolonialisme) melalui cara-cara baru yang bersifat transnasional di bidang politik,
ekonomi dan budaya.
3. Sebagian yang lain tetap menerima globalisasi sebagai sebuah keniscayaan akibat
perkembangan teknologi informasi dan transportasi, tetapi tetap kritis terhadap akibat negatif
globalisasi.
 Pendukung globalisasi (sering juga disebut dengan proglobalisasi) menganggap bahwa
globalisasi dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi masyarakat dunia.
Mereka berpijak pada teori keungulan komparatif yang dicetuskan oleh David Ricardo.
Teori ini menyatakan bahwa suatu Negara dengan Negara lain saling bergantung dan dapat
saling menguntungkan satu sama lainnya, dan salah satu bentuknya adalah ketergantungan
dalam bidang ekonomi.

 Antiglobalisasi adalah suatu istilah yang umum digunakan untuk memaparkan sikap politis
orang-orang dan kelompok yang menentang perjanjian dagang global dan lembaga-lembaga
yang mengatur perdagangan antarnegara, seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
TERIMAKASIH