Anda di halaman 1dari 47

KONSEP PERAWATAN PASIEN

DENGAN KANKER DAN


KEMOTERAPI

Ns. Muhamad Zulfatul A’la, M.Kep


Departemen Keperawatan Medikal Bedah dan Kritis
Program Studi Ilmu Keperawatan
Universitas Jember
CAPAIAN PEMBELAJARAN

- Mahasiswa mampu mengetahui regulasi pembelahan sel


- Mahasiswa mampu mengetahui patobiologi kanker
- Mahasiswa mampu mengetahui peran perawat dalam perawatan kanker
- Mahasiswa mampu mengetahui asuhan keperawatan pada kanker

Muhamad Zulfatul A’la


PENDAHULUAN

• most cancers occur in people older than 65 years of age


• The incidence of cancer is higher in men than in women and
higher in industrialized sectors and nations
• More than 1.2 million Americans are diagnosed each year
with a cancer affecting one of various body sites
• Cancer is second only to cardiovascular disease as a leading
cause of death in the United States
• The increased cancer morbidity and mortality for this group
are largely related to economic factors, education, and
barriers to health care rather than to racial characteristics

Muhamad Zulfatul A’la


REGULASI PEMBELAHAN SEL

Muhamad Zulfatul A’la


REGULASI PEMBELAHAN SEL

Muhamad Zulfatul A’la


Siklus sel merupakan proses vital dalam
kehidupan setiap organisme
2 proses utamareplikasi DNA dan pembelahan
kromosom yang telah digandakan ke 2 sel anak

Muhamad Zulfatul A’la


REGULATOR SIKLUS SEL:

Cyclin  cyclin D, E, A, dan B.


 Cyclin diekspresikan secara periodik  konsentrasi
cyclin berubah-ubah pada setiap fase siklus sel.
 cyclin D tidak diekspresikan secara periodik akan
tetapi selalu disintesis selama ada stimulasi growth
factor.

Muhamad Zulfatul A’la


Cyclin-dependent kinases (CDKs)
 Cyclin-dependent kinase /Cdk utama dalam siklus sel
adalah Cdk 4, 6, 2, dan 1.
 CDKs  treonin atau serin protein kinase yang harus
berikatan dengan cyclin.
 Konsentrasi CDKs relatif konstan selama siklus sel
berlangsung.
 CDKs dalam keadaan bebas (tak berikatan) adalah
inaktif.
 Ketika diaktifkan, Cdk akan memacu proses
downstream dengan cara memfosforilasi protein
spesifik
Muhamad Zulfatul A’la
Cyclin–dependent kinase inhibitor (CKI)
 protein yang dapat menghambat aktivitas Cdk dengan cara
mengikat Cdk atau kompleks cyclin-Cdk.
 Cyclin–dependent kinase inhibitor terdiri dari dua
kelompok protein  INK4 (p15, p16, p18, dan p19) dan
CIP/KIP (p21,p27, p57).
 Keluarga INK4 membentuk kompleks yang stabil dengan
Cdk
 INK4 bertugas mencegah progresi fase G1.
 Keluarga CIP/KIP meregulasi fase G1 dan S dengan
menghambat kompleks G1 cyclin-Cdk dan cyclin B-Cdk1.
 Protein p21 menghambat sintesis DNA
 Ekspresi p21 diregulasi oleh p53 karena p53 (Vermeulen et
al., 2003).
Muhamad Zulfatul A’la
PATHWAY

 Siklus sel dimulai dari masuknya sel dari fase G0


(quiescent) ke fase G1 stimulus growth faktor
 Kompleks Cdk4/6 dengan cycD akan
menginisiasi fosforilasi  DNA menjadi
longgar—responsives genes menjadi aktif
 Fase G1->S. Cdk2 aktif  hiperfosforilasi 
restriction point dapat terlewati
 Fase S perlu ikatan cdk2-cycA

Muhamad Zulfatul A’la


Pada akhir fase S, cycA (cyclin A) akan melepas
Cdk2 dan mengikat Cdk1kondensasi
kromatinpenggandaan sel
Akhir fase S terdapat mekanisme repair

Fase mitosisCyc A terdegradasiCyc B


terstimulasiberikatan dengan Cdk1control
rearrangement mikrotubul

Muhamad Zulfatul A’la


CEKPOINT PADA SIKLUS SEL
• Untuk menjamin bahwa DNA berduplikasi dengan
akurat dan separasi dari kromosom terjadi dengan
benar
• checkpoint akan memacu cell cycle arrest
sementara untuk perbaikan DNA atau cell cycle
arrest permanen
• Bila mekanisme cell cycle arrest tidak cukup
menjamin DNA yang rusak diduplikasi, maka sel
akan dieliminasi dengan cara apoptosis

Muhamad Zulfatul A’la


Faktor checkpoint pertama restriction point (R) akhir
G1DNA sel induk diperiksa apakah terdapat
kerusakan atau tidak

Bila rusakmekanisme repair DNA, dan apabila


berhasil bisa melewati R, apabila tidak bisa
diperbaiki kembali ke fase G0

Muhamad Zulfatul A’la


P53 Pathway
 Pada checkpoint G1/S, kerusakan DNA dapat
memacu cell cycle arrest p53 Dependent
 P53 dikontrol oleh mdm2 (murine double
minute) dan p19ARF
 P53 dalam konsentrasi rendah
 Jika sel ingin menaikkan level protein p53 maka
sel perlu menghambat mdm2
 Apoptosis membutuhkan p21 dan BAX

Muhamad Zulfatul A’la


Checkpoint selanjutnya terdapat pada fase S
yang berfungsi mendeteksi kerusakan DNA yang
direplikasichk1kompleks cycB-cdk1
progresi G2/M tidak aktif
Chk1 (Checkpoint kinase) fosforilasi cdc25A
(Cell Division Cycle 25 homolog A) cyc dan
Cdk tidak aktif

Muhamad Zulfatul A’la


Checkpoint yang terakhir, disebut spindle
checkpoint, bertugas menjaga integritas
genom menjelang akhir mitosismitosis arrest

Muhamad Zulfatul A’la


PATOBIOLOGI KANKER

• Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan


pembelahan sel yang tidak terkendali.
• Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut
disebabkan adanya kerusakan DNA
• Dipengaruhi protooncogen, anti supresor gen

Muhamad Zulfatul A’la


Muhamad Zulfatul A’la
THE SIX HALLMARK OF CANCER =
6 KARAKTERISTIK KANKER

1. Growth signal autonomysel kanker mampu


memproduksi growth factors dan growth factor
receptors sendiri.

2. Evasion Growth inhibitory signalSel kanker


tidak mengenal dan tidak merespon sinyal
penghambatan pertumbuhan

Muhamad Zulfatul A’la


3. Evasion of Apoptosis SignalSel kanker tidak
memiliki kepekaan terhadap sinyal apoptosis

4. Unlimited replicative potentialSel kanker


memiliki mekanisme tertentu untuk tetap
menjaga telomere yang panjang, hingga
memungkinkan untuk tetap
membelah diri.

Muhamad Zulfatul A’la


5. Angiogenesis (formation of blood vessel)Sel
kanker mampu menginduksi angiogenesis

6. Invasion and metastasis Sel normal berpindah ke


lokasi lain di dalam tubuh. Perpindahan sel kanker dari
lokasi primernya ke lokasi sekunder atau tertiernya
merupakan faktor utama adanya kematian yang
disebabkan
karena kanker

Muhamad Zulfatul A’la


TUMOR DAN TIPE JARINGAN
Tipe Jaringan Tumor Benigna Tumor Maligna
Epitel
Surface Papiloma Karsinoma sel squamosa
Glandular Adenoma Adenokarsinoma
Connective
Fibrous Fibroma Fibrosarcoma
Adipose lipoma Liposarcoma
Cartilage Chondroma Chondrosarcoma
Bone Osteoma Osteomasarcoma
Pembuluh darah Hemangioma Hemangiosarcoma
Pembuluh Lymphangioma Lymphangiosarcoma
limfonodi
Jaringan Lymphosarcoma
limfonodi

Muhamad Zulfatul A’la


Otot
Otot polos Leiomyoma Leiyosarcoma
Otot lurik Rhabdomyoma rhabdomyosarcoma
Jaringan syaraf
Sel syaraf Neuroma Neuroblastoma
Jaringan Glial Glioma Glioblastoma, astrocytoma,
medullablastoma,
oligodendroglioma
Pembungkus syaraf Neurilemmoma Neurilemmal sarcoma
Meninges Meningioma Menigeal sarcoma
Hematologic
Granulocytic Myelocytic leukemia
Erythrocytic Erythrocytic leukemia
Sel plasma Multiple myeloma
Lymphosit Leukemia limfosit atau
limfoma
Monosit Leukemia monosit
Jaringan endhotel
Pembuluh darah Hemangioma Hemangiosarcoma
Pembuluh limfonodi Lymphangioma Lymphangiosarcoma
Endhothelial lining Ewing’s sarcoma
Muhamad Zulfatul A’la
MEKANISME METASTASE
Limfonodi dan darah adalah kunci dari penyebaran
kanker. Angiogenesis adalah mekanisme vaskularisasi
tumor, angiogenesis merupakan proses yang penting.

Penyebaran Limfatikdengan mengangkut sel-sel


tumor bersama dalam sirkulasi pembuluh

Penyebaran Lewat Pembuluh Darah terkait


vaskulasirasi tumor

Muhamad Zulfatul A’la


Angiogenesis  Sel malignan juga mempunyai
kemampuan untuk pertumbuhan pembuluh
kapiler yang baru

Carcinogenesis
Inisiasi
Promosi
progresi

Muhamad Zulfatul A’la


PERAN PERAWAT DALAM PERAWATAN KANKER

• Support the idea that cancer is a chronic illness that


has acute exacerbations rather than one that is
synonymous with death and suffering.
• Assess own level of knowledge relative to the
pathophysiology of the disease process.
• Make use of current research findings and practices
in the care of the patient with cancer and his or her
family.
• Identify patients at high risk for cancer.
• Participate in primary and secondary prevention
efforts.
Muhamad Zulfatul A’la
• Assess the nursing care needs of the patient with
cancer.
• Assess the learning needs, desires, and capabilities
of the patient with cancer.
• Identify nursing problems of the patient and the
family.
• Assess the social support networks available to the
patient.
• Plan appropriate interventions with the patient and
the family.

Muhamad Zulfatul A’la


• Assist the patient to identify strengths and
limitations.
• Assist the patient to design short-term and long-
term goals for care.
• Implement a nursing care plan that interfaces with
the medical
• care regimen and that is consistent with the
established goals.
• Collaborate with members of a multidisciplinary
team to foster continuity of care.

Muhamad Zulfatul A’la


• Evaluate the goals and resultant outcomes of
care with the patient, the family, and
members of the multidisciplinary team.
• Reassess and redesign the direction of the
care as determined by the evaluation.

Muhamad Zulfatul A’la


FAKTOR RISIKO KANKER

1. Viruses and Bacteria


 Epstein-Barr virus is highly suspect as a cause in Burkitt’s
lymphoma, nasopharyngeal cancers, and some types of non-
Hodgkin’s lymphoma and Hodgkin’s disease
 Herpes simplex virus type II, cytomegalovirus, and human
papillomavirus types 16, 18, 31, and 33 are associated with
dysplasia and cancer of the cervix
 The hepatitis B virus is implicated in cancer of the liver
 Helicobacter pylori has been associated with an increased
incidence of gastric malignancy

Muhamad Zulfatul A’la


2. Physical Agents
 Excessive exposure to the ultraviolet rays of the sun,
especially in fair-skinned, blue- or green-eyed people,
increases the risk for skin cancers
 X-ray and nuclear power increases incidence of leukemias,
multi-ple myeloma, and cancers of the lung, bone, breast,
thyroid, and other tissues

Muhamad Zulfatul A’la


3. Chemical Agents
Smoking is strongly associated with cancers of the lung, head
and neck, esophagus, pancreas, cervix,and bladder

4. Genetic and Familial Factors


Specific cancers with underlying genetic abnormalities include
Burkitt’s lymphoma, chronic myelogenous leukemia,
meningiomas, acute leukemias, retinoblastomas, Wilms’ tumor,
and skin cancers, including malignant melanoma

Muhamad Zulfatul A’la


5. Dietary Factors
 Dietary factors are thought to be related to 35% of
all environmental cancers
 Obesity is associated with endometrial cancer and
possibly postmenopausal breast cancers.
 Obesity may also increase the risk for cancers of the
colon, kidney, and gallbladder

Muhamad Zulfatul A’la


6. Hormonal Agents
 Oral contraceptives and prolonged estrogen replacement
therapy are associated with increased incidence of
hepatocellular, endometrial, and breast cancers
 Increased numbers of pregnancies are associated with a
decreased incidence of breast, endometrial, and ovarian
cancers

Muhamad Zulfatul A’la


DETECTION AND PREVENTON CANCER

PRIMARY PREVENTION
Nurses can use their teaching and counseling skills to encourage
patients to participate in cancer prevention programs and to
promote healthful lifestyle

SECONDARY PREVENTION
• cultural, spiritual, and socioeconomic factors seen in the
women studied could be identified as barriers to breast
health screening behaviors
• develop programs that identify risks for patients and families
and that incorporate teaching and counseling

Muhamad Zulfatul A’la


TAKING STEPS TO REDUCE CANCER RISK

• Increase consumption of fresh vegetables


• Increase fiber intake
• Increase intake of vitamin A
• Increase intake of foods rich in vitamin C
• Practice weight control
• Reduce intake of dietary fat
• Practice moderation in consumption of salt-cured,smoked,
and nitrate-cured foods
• Stop smoking
• Reduce alcohol
• Avoid overexposure to the sun

Muhamad Zulfatul A’la


DIAGNOSIS OF CANCER

• Determine the presence of tumor and its extent


• identify possible spread (metastasis) of disease or
invasion of other body tissues
• evaluate the function of involved and ninvolved
body systems and organs
• obtain tissue and cells for analysis

Muhamad Zulfatul A’la


MARKER IN CANCER

• Tumor marker identificationblood or body


fluid
• MRI
• CT scan
• USG
• Endoscopy
• Biopsy

Muhamad Zulfatul A’la


MANAJEMEN KANKER

• Surgeryprophylactic, palliative,
constructive
• Radiation therapyinterrupt cellular growth,
internal(brachytherapy) and external
• Chemotherapy

Muhamad Zulfatul A’la


KEMOTERAPI

Adalah agen antineoplastik yang digunakan untuk


merusak sel kanker dengan cara mengganggu fungsi sel
dan reproduksi

Kemoterapi dapat memperkecil ukuran tumor


preoperasi, menghancurkan sel-sel tumor postoperasi,
atau mengobati leukemia

Muhamad Zulfatul A’la


Syarat kemoterapi
Kemoterapi dapat diberikan jika memenuhi syarat
antara lain: keadaan umum baik skala karnofsky >70),
fungsi hati, ginjal dan sistem homeostatik (darah) baik
dan masalah finasial dapat diatasi. Syarat untuk
hemostatik yang memenuhi syarat adalah ;
HB > 10 gr%
Leukosit > 4.000/dl
Trombosit > 100.000/dl

Muhamad Zulfatul A’la


INDEKS KARNOFSKY

Muhamad Zulfatul A’la


Agen Antineoplastik
Drug class dan contoh Mekanisme aksi Spesifikasi Efek samping yang
siklus sel umum
Alkilating Agent Mengubah struktur DNA, Siklus sel- Supresi bone marrow,
Busulfan, carboplatin, Salah membaca kode DNA, nonspesifi mual, muntah, sistitis
chlorambucil, cisplatin, Pemecahan molekul DNA, k (cyclofosfamid,
cyclphosphamide, dacarbazine, Ikatan silang rantai DNA ifosfamide), stomatitis,
hexamethyl melamine, alopecia, supresi
ifosfamide, melphalan, nitrogen gonadal, toksisitas
mustard, thiotepa renal (cisplatin)

Nitrosureas Seperti pada agen alkilating, Siklus sel- Myelosupresif


Carmustine (BCNU), lomustin Menembus sawar darah- nonspesifi kumulatif dan lama,
(CCNU), semustine (methyl otak k terutama
CCNU), streptozocin thrombocytopenia,
mual, muntah
Topoisomerase I Inhibitor Menyebabkan pemecahan Siklus sel- Supresi bone marrow,
Irinotecan, topotecan ikatan DNA dengan mengikat spesifik diare, mual, muntah,
enzim topoisomerase I, hepatotoxicity
mencegah sel dari
pembagian Muhamad Zulfatul A’la
Antimetabolit Mengganggu Siklus sel-spesifik (S Mual, muntah, diare,
5-azacytadine, biosintesis dari fase) supresi bone marrow,
cytarabine, edatrexate metabolit atau asam proctitis, stomatitis,
fludarabine, 5-FU, nukleotida yang renal toxicity
FUDR, gemcitabine, penting untuk sintesis (methotrexate),
hydroxyurea, RNA dan DNA hepatotoxicity
leustatin, 6-
mercaptopurine,
methotrexate,
pentostatin, 6-
thioguanine
Antitumor antibiotik Mengganggu sintesis Siklus sel-non spesifik Supresi bone marrow,
Bleomycin, DNA dengan mengikat mual, muntah,
dactinomycin, DNA, alopecia, anorexia,
daunorubicin, Mencegah sintesis RNA cardiac toxicity
doxorubicin (daunorubicin,
(adrimycin), doxorubicin)
idarubicin,
mitoxantrone,
plicamycin
Agen antineoplastik
Mitotic Spindle Poisons Menahan metaphase dengan Siklus sel-spesifik (M- Supresi bone marrow
Plant Alkaloid: etoposide, menghambat pembentukan phase) (mild dengan VCR),
teniposide, vinblastine, mitotic tubular (spindle), neurophati (VCR),
vincristine (VCR), Menghambat sintesis DNA stomatitis
vindesine, vinorelbine, dan protein,
Taxanes: paclitaxel,
docetaxel
Menahan metaphase dengan
menghambat depolymerisasi Siklus sel-spesifik (M- Bradikardi, reaksi
tubulin phase) hipersensitif, supresi bone
marrow, alopecia,
neurophati
Agen hormonal Mengikat hormone reseptor, Siklus sel-nonspesifik Hiperkalemia, jaundice,
Androgens dan sehingga mengganggu peningkatan nafsu makan,
antiandrogen, estrogen pertumbuhan sel, maskulinisasi, feminisasi,
dan antiestrogen, Memblok ikatan antara retensi Na dan cairan,
progestine dan estrogen dengan reseptor mual, muntah, hot flashes,
antiprogestine, aromatase (antiestrogen), kekeringan pada vagina
inhibitor, luteinizing Menghambat sintesis RNA,
hormone-releasing Menekan aromatase sistem
hormone analogs, p450 yang bisa berefek
steroids menurunkan level estrogen
Muhamad Zulfatul A’la
Agen antineoplastik

Agen lain Tidak Varises Anorexia,


Asparaginase, diketahui, mual,
procarbazine atau muntah,
kategorisasin supresi bone
ya sangat marrow,
komplek hepatotoxicit
y, anafilaksis,
hipotensi,
perubahan
metabolism
glukosa

Muhamad Zulfatul A’la


TERIMA KASIH

Muhamad Zulfatul A’la