Anda di halaman 1dari 15

KEMIRINGAN DAN KURTOSIS

KELOMPOK 5
HANDOYO HUTAGALUNG
4172111008

LAUREN C MUNTHE
4173311064

RUTH S BATUBARA
4173311087

YAKIN K TELAUMBANUA
417331111O

YANTI SIDABUTAR
4173311111
KEMIRINGAN (SLANT)
Slope is the degree of symmetry or
distance of symmetry from a
distribution. An asymmetrical
distribution will have an average, a
median, and a mode that is not of equal
magnitude “(ത≠ Me ≠ Mo), so that the
distribution will be concentrated on
one side and the curve will be
concentrated.

Definition
Kofisien Kemiringan Pearson

Koefisien Kemiringan
Bowley

Koefisien Kemiringan
Persentil

Koefisien Kemiringan Momen


1. Koefisien Kemiringan Pearson
(Coefficient Slant Pearson)
Coefficient Slant Pearson is the volue of the avarage difference with the
mode divided by the standard deviation
Formula;
• Koefisien Kemencengan Pearson dirumuskan
sebagai berikut
• 1) sk= 0 kurva memiliki bentuk simetris;
• 2) sk> 0 nilai-nilai terkonsentrasi pada sisi
sebelah kanan (𝑥ҧ terletak di sebelah kanan
Mo)sehingga kurva memiliki ekor memanjang ke
kanan, kurva menceng ke kanan atau menceng
positif;
• 3) sk<0nilai-nilai terkonsentrasi pada sisi
sebelah kiri (𝑥 terletak di sebelah kiri Mo),
sehingga kurva memiliki ekor memanjang ke kiri,
kurva menceng ke kiri atau menceng negatif.
2. Koefisien Kemiringan Bowley
(Bowley Slope Coefficient)

Koefisien kemencengan Bowley sering juga disebut Kuartil


Koefisien Kemencengan.Apabila nilai skBdihubungkan dengan keadaan kurva,
didapatkan :
1) Jika Q3 –Q2 > Q2–Q1 maka distribusi akan menceng ke kanan atau
mencengsecara positif.
2) Jika Q3–Q2 < Q2–Q1 maka distribusi akan menceng ke kiri atau menceng
secara negatif.
3) skB positif, berarti distribusi mencengke kanan.
4) skB negatif, nerarti distribusi menceng ke kiri.
5) skB= ± 0,10 menggambarkan distribusi yang menceng tidak berarti dan
skB> 0,30 menggambarkan kurva yang menceng berarti.
3. Koefisien Kemiringan Persentil
(percentile Slant Coefficient)
Koefisien Kemencengan Persentil
didasarkan atas hubungan antar persentil (P90,
P50dan P10) dari sebuah distribusi. Koefisien
Kemencengan Persentil dirumuskan :
4.Keofisien KemencenganMomen
(moment slant coefficient)
Koefisien Kemencengan Momen didasarkan pada
perbandingan momen ke-3 dengan pangkat tiga simpang baku.
Koefisien menencengan momen dilambangkan dengan α3.
Koefisien kemencengan momen disebut juga kemencengan
relatif.
Apabila nilai α3dihubungkan dengan keadaan kurva, didapatkan
:
1)Untuk distribusi simetris (normal), nilai α3= 0,
2)Untuk distribusi menceng ke kanan, nilai α3= positif,
3)Untuk distribusi menceng ke kiri, nilai α3= negatif,
4)Menurut Karl Pearson, distribusi yang memiliki nilai α3>
±0,50 adalah distribusi yang sangat menceng
5)Menurut Kenney dan Keeping, nilai α3bervariasi antara ± 2
bagi distribusi yang menceng.
a. Data tunggal

a. Data kelompok
SHAKING AND KURTOSIS

Shaking is the rate of occurrance of a


distribution that is usually taken relative
to a normal distribution.
1. Koefisien Keruncingan
(coefficient of shedding)
Koefisien keruncingan atau koefisien kurtosis
dilambangkan dengan 4(alpha 4).
Jika hasil perhitungan koefisien keruncingan
diperoleh :
1)Nilai lebih kecil dari 3, maka distribusinya
adalah distribusi pletikurtik
2)Nilai lebih besar dari 3, maka distibusinya
adalah distribusi leptokurtik
3)Nilai yang sama dengan 3, maka
distribusinya adalah distribusi mesokurtik
A. Data Tunggal

B. Data KELOMPOK
2. Koefisien Kurtosis Persentil
Koefisien Kurtosis Persentil
dilambangkan dengan K(kappa). Untuk
distribusi normal, nilai K= 0,263. Koefisien
Kurtosis Persentil, dirumuskan :