Anda di halaman 1dari 62

PEMICU

4
AKU INGIN TUMBUH TINGGI
Danang Wahyu Utomo
405180215
1. MMM Sistem Tranduksi Sinyal dan Komponennya
2. MMM Tipe Hormon dan Reseptor
3. MMM Mekanisme Kerja Hormon
4. MMM Hubungan Hipotalamus,Hipofisis,dan Endokrin
Perifer
5. MMM Jenis dan Peran Hormon di Hipotalamus
6. MMM Jenis dan Peran Hormon di Hipofisis
7. MMM Jenis dan Peran Hormon di Endokrin Perifer
8. MMM Mekanisme Feedback Hormon
9. MMM Kelebihan dan Defisiensi Hormon
1. MMM Sistem Tranduksi Sinyal dan
Komponennya
1. MMM Sistem Tranduksi Sinyal dan
Komponennya
Komponen Transduksi Sinyal
1. First/Primary Messenger → sinyal dari extracell, spt: hormon
(epinephrine, acetylcholine)
2. Reseptor membran → transfer info dari lingkungan ke interior
sel (G-protein coupled receptors, ion channel, RTK, JAK, dll)
3. Second Messenger → Molekul di dalam sel untuk transmit
sinyal dari reseptor ke target (cAMP, cGMP, Ca2+,dll)
4. Effector (adenylyl cyclase, phospholipases, kinases, ion
channels, dll)
5. Protein lain → G protein, Kinase, Fosfatase, Adaptor
Macam-macam ligan dan reseptor
■ Koordinasi berbagai aktivitas sel-sel di seluruh tubuh untuk
melakukan kegiatan yang mempertahankan kehidupan
bergantung pada kemampuan komunikasi sel
■ Komunikasi antarsel berlangsung melalui:
1. Cara paling intim: taut celah
2. Adanya penanda identifikasi di membran permukaan
sebagian sel
3. Cara tersering: pembawa pesan (perantara) kimiawi
ekstrasel
Transduksi Sinyal
■ Merupakan proses
perubahan bentuk sinyal
yang berurutan, dari sinya
ekstraseluler sampai
respon dalam komunikasi
antar sel
■ Tujuan :
- Agar sel dapat memahami
keadaan sekitar
- Agar sel dapat bereaksi
terhadap keadaan sekitar
1. Bentuk proses pemberian sinyal antar sel
A. Molekul sinyal
• Autokrin
–Sel mempunyai reseptor bagi molekul
sinyal yang disekresinya
• Parakrin
–Molekul sinyal terikat reseptor pada sel –
sel disekitar sel yang mensekresinya
• Endokrin
–Molekul sinyal terikat reseptor pada sel –
sel yang jauh dari sel yang
mensekresinya Figure 15-4 Molecular Biology of the Cell (© Garland Science2008)
1. Autokrin 2. Parakrin 3. Endokrin
Suatu sel Molekul sinyal : Molekul sinyal :
mensekresikan Lokal mediator Hormon
molekul, dan Mediator sinyal: Mediator sinyal:
molekul tersebut Medium Peredaran darah
bekerja/berpengar ekstraseluler
uh terhadap sel Jarak ke sel
itu sendiri atau Jarak ke sel target →jauh (ke
sel-sel lain yang target →dekat seluruh tubuh)
sejenis. (sekitar sel)
Contoh: Adrenalin
Contoh: EGF
Kortisol
(Epidermale
Growth Factor) Estradiol
PDGF
(Platelet-derived Glukagon
Growth Factor) Insulin
NGF
(Nerve Growth Testosteron
Factor)
Tirosin
Histamin
Gas NO
Signal Transduction Pathways
1. Adenylate Cyclase 9. Hedgehog Signaling
Signaling Pathway Pathway
2. PI3K Signaling System 10.Wnt Signaling Pathway
3. MAPK Signaling Pathways 11.PI3K/AKT (Survival)
Signaling Pathway
4. JAK/STAT Signaling
Pathway 12.ROS Signaling
Pathway
5. Insulin Signaling Pathway 13.Hypoxia Signaling
6. Leptin Signaling Pathway Pathway
7. NFkB Signaling Pathway 14.Hypertrophy Signaling
Pathway
8. Notch/Delta Signaling 15.Apoptosis
Pathway
1. Adenylate Cyclase Signaling
Pathway
2. Phosphoinositide (PI-3K) Signaling
System
3.MAPK Signaling Pathways
3. MAPK Signaling Pathways
4.THE JAK/STAT SIGNALING
PATHWAY
5.Insulin Signaling
Pathways
6.NFκB Signaling
Pathway
7.Notch/Delta Signaling Pathway
8.Hh/Hedgehog Signaling Pathway
9.Wnt Signaling Pathway

22
10.PI3K/AKT (Survival) Signaling
Pathway
11.ROS Signaling Pathway

24
12.Hypoxia Signaling
Pathway
13.Hypertrophy Signaling
Pathway
14.Leptin Signaling Pathway

27
15. APOPTOSIS
(Programmed Cell
Death/PCD)
2. MMM Tipe Hormon dan Reseptor
1. Bentuk proses pemberian sinyal antar sel
A. Molekul sinyal
• Autokrin
–Sel mempunyai reseptor bagi molekul
sinyal yang disekresinya
• Parakrin
–Molekul sinyal terikat reseptor pada sel –
sel disekitar sel yang mensekresinya
• Endokrin
–Molekul sinyal terikat reseptor pada sel –
sel yang jauh dari sel yang
mensekresinya Figure 15-4 Molecular Biology of the Cell (© Garland Science2008)
1. Autokrin 2. Parakrin 3. Endokrin
Suatu sel Molekul sinyal : Molekul sinyal :
mensekresikan Lokal mediator Hormon
molekul, dan Mediator sinyal: Mediator sinyal:
molekul tersebut Medium Peredaran darah
bekerja/berpengar ekstraseluler
uh terhadap sel Jarak ke sel
itu sendiri atau Jarak ke sel target →jauh (ke
sel-sel lain yang target →dekat seluruh tubuh)
sejenis. (sekitar sel)
Contoh: Adrenalin
Contoh: EGF
Kortisol
(Epidermale
Growth Factor) Estradiol
PDGF
(Platelet-derived Glukagon
Growth Factor) Insulin
NGF
(Nerve Growth Testosteron
Factor)
Tirosin
Histamin
Gas NO
Voet n
Voet n
Voet n
■ Hormon Steroid :
– Dapat larut dalam lemak
– Terbuat dari kolesterol dengan struktur kimia
yang mirip dengan kolesterol
– Berdifusi melewati membran sel
– Organ-organ Endokrin
■ Korteks Adrenal
■ Ovaries
■ Testes
■ placenta
– Co: aldosteron, kortisol, estradiol, progesteron,
testosteron,vitamin D
– Lipofilik
■ Hormon Nonsteroid:
– Tidak larut dalam lemak
– Diterima oleh reseptor eksternal di luar membran sel
– Organ-organ Endokrin
■ Kelenjar Thyroid
■ Kelenjar Parathyroid
■ Medulla Adrenal
■ Kelenjar Pituitary
■ Pancreas
– Terbagi atas: Hormon Amina, Hormon Peptida, Hormon
Protein atau Glikoprotein
– hidrofilik
Menurut reseptornya

1. di dalam atau pada permukaan membran sel. Reseptor membran sangat


khusus untuk hormon golongan protein, peptida, dan katekolamin (epinefrin
dan noreprinefrin)
2. di dalam sitoplasma sel. Reseptor untuk barbagai hormon steroid yang
berbeda dapat di jumpai hampir semuanya di dalam sitoplasma
3. di dalam inti sel. reseptor untuk hormon metabolik tiroid (tiroksin dan
triiodotironin) dijumpai di dalam inti, diduga terletak dalam hubungan langsung
dengan satu kromosom atau lebihh
3. MMM Mekanisme Kerja Hormon
SINTESIS HORMON
Mekanisme kerja hormon

■ Mekanisme umum dalam pengontrolan laju sekresi adalah :


– Sistem umpan balik
– refleks neuroendokrin
– irama diurnal (sirkadian).
Refleks neuroendokrin
■ Di dalamnya termasuk komponen saraf dan komponen
endokrin.
■ Tujuan → menghasilkan peningkatan mendadak ("menaikan
patokan termostat") di dalam sekresi hormon sebagai respons
terhadap rangsangan tertentu karena kebutuhan akan hormon
tersebut.
■ Contoh: peningkatan sekresi kortisol oleh korteks adrenal selama
respons stress
Irama Diurnal

http://sikkahoder.blogspot.co.id/2013/04/fisiologi-dan-penyakit-yang-
berhubungan_30.html
Mekanisme Kerja Hormon
Lipofilik (Hormon Steroid dan
Hormon Tiroid)
Mekanisme Kerja Hormon
Hidrofilik (Hormon non-
steroid)
Macam Kerja Hormon

PERMISIFITAS ▪ Kebutuhan hormon banyak untuk menghasilkan


efek yg kuat.
▪ Contoh : H. Tiroid meningkatkan jumlah epinefrin
pada sel target epinefrin tersebut, sehingga efek yg
dihasilkan epinefrin bertambah.

SINERGISME ▪ Kerja beberapa hormon yang saling melengkapi


sehingga efek menjadi lebih besar.
▪ Contoh : FSH dengan testosteron (LH) untuk
mempertahankan laju produksi sperma.

ANTAGONISME ▪ Satu hormon menyebabkan hilangnya reseptor


hormon lain akibatnya efek menurun.
▪ Contoh : progesteron (menurunkan kontraksi
uterus) menghambat respon uterus terhadap
estrogen (meningkatkan kontraksi uterus)
4.MMM Hubungan
Hipotalamus,Hipofisis,dan Endokrin
Perifer
5. MMM Jenis dan Peran Hormon di
Hipotalamus
Hormon yang dihasilkan:
■ TRH (tyrotropin releasing hormone)
Untuk merangsang pengeluaran TSH dan prolaktin dari hipofisis
anterior
■ CRH (corticotropin releasing hormone)
Merangsang penegluaran ACTH
■ GnRH (Gonadtropin releasing hormone)
Merangsang pengeluarab FSH dan LH
■ GhRH (Growth hormone releasing hormone)
Merangsang pelepasan hormone pertumbuhan
■ Somatostatin
Untuk mengahambat pelepasan hormone pertumbuhan
dan TSH
■ Prolactin releasing hormone
Merangsang pelepasan prolactin
■ Dopamin
Untuk menghambat pengeluaran prolaktin
6. MMM Jenis dan Peran Hormon di
Hipofisis
HIPOFISIS
ANTERIOR(ADENOHIPOFISIS)
Hormon yang dihasilkan:
■ GH (growth hormone)/Somatoropin
Fungsi
1. Memacu pertumbuhan
2. Mengatur metabolism lipid dan karbohidrat
■ LTH/Prolactin
Fungsi
1. Merangsang kelenjar mamae untuk
menghasilkan air susu
2. Memacu ovarium untuk mengasilkan hormone
estrogen dan progesteron
■ TSH (Thyroid stimulating hormone)
Fungsi
1. Merangsang sekresi kelenjar tiroid
■ ACTH
Fungsi
1. Merangsang kerja kelenjar adrenal
■ Gonadotropic
1. FSH: mempengaruhi pembentukan folikel sel ovum dan
proses spermatogenesis
2. LH: untuk memacu sekresi hormone testosterone pada sel
Leydig dan proses ovulasi sel ovum
HIPOFISIS PARS INTERMEDIA
■ MSH (melanotropin stimulating hormone)
Fungsi
1. Memacu pemventukan pigmen melanin kulit
2. Mengatur penyebaran pigmen melanin
HIPOFISIS POSTERIOR
(NEUROHIPOFISIS)
■ Oksitosin
Fungsi
1. Merangsang kontraksi otot polos dinding uterus saat persalinan
2. Merangsang kontraksi sel kontraktil kelenjar susu
■ Vasopresin
Fungsi
1. Mengatur tekanan darah dengan cara menyempitka pembuluh
darah (vasodilatasi)
■ ADH
Fungsi
1. Mengatur pengeluaran urine
2. Mengatur reabsorpsi air
7. MMM Jenis dan Peran Hormon di
Endokrin Perifer
■ Kelenjar tiroid
Fungsi kelenjar tiroid terdiri atas :
1. Bekerja sebagai perangsang proses oksidasi
2. Mengatur penggunaan oksidasi
3. Mengatur pengeluaran karbondioksida
4. Metabolim dalm hal pengaturan susunan kimia dalm jaringan
5. Pada anak mempengaruhi pertumbuhan fisik dan mental.
■ Kelenjar paratiroid
Fungsi paratiroid
1. Mengatur metabolisme fosfor
2. Mengatur kadar kalsium darah
Kelenjar Adrenal
8. MMM Mekanisme Feedback
Hormon Umpan Balik Negatif
•Ciri khas umum kerja
hormon
•Untuk mengontrol
konsentrasi hormon
dalam plasma
Umpan Balik
Positif
•Bersifat saling
menguatkan
•Dipakai bila
sekresi hormon
yang lebih
memang
diperlukan
Sistem umpan balik

1. Hipotalamus dan hipofisis anterior :


>> hipotalamus mengatur pelepasan hormon tropik oleh kelenjar hipofisis
anterior, yang merupakan hormon penstimulasi kelenjar endokrin lain untuk
melepaskan hormon.
>> Hipotalamus secara teratur menerima informasi tentang lingkungan
internal dari hubungan saraf dan cairan serebrospinal
2. Sistem saraf secara langsung
>> Sistem saraf menstimulasi beberapa kelenjar endokrin secara langsung.
3. Kelenjar yang merespon secara langsung terhadap perubahan di
lingkungan internal.
Sistem Umpan Balik
1.
Umpan balik negatif
hypotalamus
Umpan balik
positif
Perubahan
2. 3.
Sistem Hipofisis anterior jumlah di
saraf dalam plasma

Kelenjar
endokrin perifer

Sel target

Kerja hormon
Mekanisme Umpan Balik
Mekanisme feedback sist.
hormon

Positive “Cyclical”
Negative feedback
feedback
Mekanisme Mekanisme
feedback
Mekanisme
untuk feedback
untuk bergantian yang
meningkatkan
menurukan dipengaruhi fase
tingkat sekresi
tingkat sekresi perkembangan
hormon selama
hormon Akan terjadi /penuaan/jam
ada rangsang
ketika yang diberikan biologis tubuh
• Kadar hormon
darah terpenuhi
• Produk/efek dari Maka melalui
kerja hormon saraf simpatis
sudah terpenuhi mengirim signal
• Rangsang pada ke kelenjar untuk
kelenjar sudah berhenti
tidak ada
Sistem Umpan Balik
1.
Umpan balik negatif
hypotalamus
Umpan balik
positif
Perubahan
2. 3. jumlah di
Sistem Hipofisis anterior
saraf dalam
plasma

Kelenjar
endokrin perifer

Sel target

Kerja hormon
9. MMM Kelebihan dan Defisiensi Hormon
Jenis Hormon Kekurangan Kelebihan
Pertumbuhan (GH) Akan mengalami kekerdilan atau gigantise(sebelum Puber)dan
penghambatan pertumbuhan Akromegali(setelah Puber)
tulang
Akan menderita
Antidiuretika (ADH) Menyebabkan penyakit diabetes Ginjal akan menghasilkan banyak
insipidus urine melebihi normal
Oksitokin kurangnya hormon tidak akan mengurangi ekstensibilitas dan
bisa merangsang ASI untuk elastisitas pada otot
keluar
Tirotropin (TSH) Kekurangan TSH bisa Penumpukan iodium di kelenjar
menyebabkan Parotitis tiroid
Adrenokortikotropik (ACTH) Kekurangan ACTH bisa Kelebihan ACTH menyebabkan
menyebabkan penyakit Addison penyakit Sindrom chusing
Gonadotropik Kekurangan LH akan Kekurangan LH akan menyebabkan
[folliclestimulating (FSH), menyebabkan Luruhnya dinding kuatnya dinding rahim dan
luteinizing (LH)] rahim dan mengakibatkan mengakibatkan telatnya menstruasi
menstruasi
Jenis Hormon Kekurangan Kelebihan
Glukokortikoid (kortisol) Jika kekurangan bisa Jika kelebihan bisa menyebabkan
menyebabkan tidak terkontrolnya kurangnya metabolisme dalam
metabolisme dalam tubuh yang tubuh dan kadar gula dalam darah
bisa menyebabkan timbunan akan melebihi normal
penyakit seperti depresi atau mati
rasa
Paratiroid (PTH) PTH berkurang bisa memicu Kelebihan PTH bisa mengganggu
penyakit Batu Ginjal penyerapan zat besi dalam darah
Mineralokortikoid Jika kekurangan bisa Jika kelebihan bisa meyebabkan
(aldosteron) menimbulkan penyakit Poliuria kurangnya air yang terreabsorbsi
karena banyaknya air yang tidak
terreabsorpsi
Epineprin, dan norepineprin Jika tidak ada Epineprin ataupun Jika kelebihan Epineprin kadar gula
norepineprin tidak ada yang dalam tubuh akan meningkat drastis
meningkatkan kadar gula dalam
darah jika dibutuhkan
Androgen (testosteron) Menderita Andropause pada pria Jika kelebihan pada wanita akan
menyebabkan lebih bersifat kelaki-
lakian
Estrogen dan progesteron Menderita Menopause pada Jika kelebihan pada pria akan
wanita menyebabkan bersifat kewanitaan
Melanosit Stimulating Kekurangan MSH akan Peningkatan MSH akan