Anda di halaman 1dari 7

Pembelajaran Matematika di SD

Modul 8
Trigonometri
Disusun oleh :

1. ERNA RISNAWATI 834893188


2. ERVITA KRISDIANA 834893489
3. EVA NURFAEDAH 834893228
4. EVA SUSANTI 834892899
KEGIATAN BELAJAR I
SUDUT DAN FUNGSI TRIGONOMETRI
A. SUDUT
Di dalam geometri sebuah sudut ditentukan oleh dua buah sinar atau dua garis g1 dan g2
dengan titik pangkal yang sama, missal titik O
1. Sudut Pada Bidang Koordinat
Sudut yang digambarkan pada bidang koordinat xoy, dengan sumbu x positif sebagai sisi awal sudut (sisi acuan) dan pusat
koordinat (0,0) sebagai titik sudut.
2. Satuan Ukuran Sudut
Satuan yang digunakan untuk mengukur besar sudut terdiri dari dua macam, yaitu derajat dan radian.

3. Derajat
1
Satu derajat sama dengan x 1 kali putaran dan dilambangkan dengan 10
360
4. Menit dan Detik
Jika diperlukan ukuran sudut yang lebih kecil dari satu derajat maka digunakan sepersepuluh derajat, seperatusan derajat, atau seperibuan derajat, dan seterusnya.
Metode lain adalah dengan membagi satu derajat menjadi 60 bagian yang sama.
5. Radian
Satu radian didefinisikan sebagai besar sudut θ dengan titik sudut suatu pusat lingkaran O, yang panjang jari-
jarinya r, dan panjang busur di depan sudut θ adalah r.

6. Konversi Antara Satuan Derajat dan Radian


Panjang busur lingkaran dinyatakan dengan s maka s = 2Πr
2𝜋𝑟 22
Sudut pusat lingkaran satu putaran adalah θ = = 2𝜋 radian; 𝜋 = 3,14 atau ; θ = 3600
𝑟 7
Sehingga hubungan radian dengan derajat adalah 2𝜋 radian = 3600 atau 𝜋 radian = 1800.
1800 1800 𝜋 3,14
Jadi 1 rad = = = 57,30 , sebaliknya 10 = = radian = 0,02 radian
𝜋 3,14 180 180

7. Kecepatan Sudut dan kecepatan linier


Salah satu penggunaan satuan radian adalah untuk menentukan kecepatan sudut (ω) dari suatu gerak melingkar. Gerak
melingkar dapat ditentukan kecepatannya dalam ukuran panjang yang dinamakan kecepatan linier (v). Hubungan antara v dan ω
𝑠 θ
adalah : v = r ω ; v = ;ω =
𝑡 𝑡
B. FUNGAI TRIGONOMETRI
fungsi-fungsi sinus, cosinus, tangen, cotangent, kosekan, dan secan
didefinisikan sebagai berikut: Kuadran Fungsi Trigonometri
1
Sin θ = y csc θ = (jika y≠ 0) sin cos tan cot sec csc
𝑦
1 + + + +
Cos θ = x sec θ = (jika x≠ 0)
I + +

𝑥 II + - - - - +
𝑦 𝑥
Tan θ = (jika x≠ 0) cot θ = (jika y≠ 0) + + - -
𝑥 𝑦 III - -

Dari definisi tersebut terlihat bahwa: IV - + - - + -


sin θ cos θ 1 1
tan θ = , cot θ = , csc θ = , sec θ =
cos θ sin θ sin θ cos θ
Tabel Fungsi Trigonometri
Tabel fungsi trigonometri merupakan daftar nilai fungsi trigonometri dari sudut θ di mana ( 00 ‹ θ ‹ 900 ), nilai fungsi trigonometri yang
lebih tinggi dari 900 dicari dengan cara berikut:
Jika ω pada sudut kuadran II maka ditentukan θ = 1800 - ω demikian sehingga memenuhi hubungan 00 ‹ θ ‹ 900.
Jika ω pada sudut kuadran III maka ditentukan θ = ω - 1800 demikian sehingga memenuhi hubungan 00 ‹ θ ‹ 900.
Jika ω pada sudut kuadran IV maka ditentukan θ = 3600 - ω demikian sehingga memenuhi hubungan 00 ‹ θ ‹ 900.
KEGIATAN BELAJAR II
FUNGSI TRIGONOMETRI SEGITIGA DAN PENERAPANNYA
A. SEGITIGA
sisi depan BC a
sin A = sin θ= = =
sisi miring AC b
sisi miring AC b
csc A = cscθ= = =
sisi depan BC a
sisi alas AB c
cos A = cosθ= = =
sisi miring AC b
sisi miring AC b
sec A = sin θ= = =
sisi alas AB c
sisi depan BC a
csc A = cscθ= = =
sisi alas AB c
sisi alas AB c
cos A = cos θ= = =
sisi depan BC a
B. PENERAPAN FUNGSI TRIGONOMETRI SEGITIGA
Fungsi trigonometri dapat digunakan untuk menentukan ukuran panjang atau jarak antara dua titik, menentukan luas suatu daerah
yang berbentuk segitiga atau berbentuk daerah yang dapat dipecah menjadi beberapa segitiga.
1. Aturan Sinus dan Cosinus
Rumus yang sering dipergunakan untuk menyelesaikan masalah trigonometri segitiga adalah aturan sinus dan cosinus.
2. Aturan Sinus
a b c
Pada segitiga ABC berlaku hubungan = =
sinA sinB sinC
3. Aturan Cosinus
Aturan cosines berlaku untuk sembarang segitiga, baik segitiga lancip maupun segi tiga tumpul
a 2 = b2 + c 2 −2bc cosA
b 2 = a 2 + c 2 − 2ac cos B
c 2 = a 2 + b 2 − 2ab cos C
Bentuk lain rumus tersebut adalah:
b2 +c2 −a2 a2 +c2 −b2
cos A = cos B =
2𝑏𝑐 2𝑎𝑐
a2 + b2 − c 2
cos C =
2𝑎𝑏
4. Luas Daerah Segitiga
1
Missal alas segitiga ABC adalah b, tinggi h, dan luas L maka segitiga ABC adalah: 𝐿 = bh
2
h
Sedangkan h = c sin A (karena sin A = )
𝑐
1
Maka L = bc sin A
2
Dengan cara yang sama dapat diturunkan bahwa
1
L = ac sin B
2
1
L = ab sin C
2
5. Rumus Heron
a+b+c
𝐿 = s s − a s − b (𝑠 − 𝑐) Dengan s= (setengah keliling segitiga)
2
L = luas segitiga dengan panjang sisinya masing-masing a,b dan c
6. Sudut Elevasi dan Sudut Depresi
Kedudukan titik tempat pengamatan garis horizontal (garis
mendatar) dan kedudukan titik yang diamati membentuk sudut.