Anda di halaman 1dari 24

TUMBUH KEMBANG ANAK

MELALUI PELAKSANAAN
KABUPATEN/KOTA LAYAK ANAK

Asdep Pemenuhan Hak Anak Atas Kesehatan dan Kesejahteraan


Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak
Medan, 9 Agustus 2017

1
STRUKTUR URUSAN PEMERINTAHAN
(UU No. 23 Tahun 2014)
URUSAN PEMERINTAHAN

KONKUREN
Pemerintahan (34 Urusan Bersama Pusat,
ABSOLUT
Umum Provinsi, Kab/Kota)

Wajib/Obligatory
1. Politik Luar Wajib Pelayanan Dasar:
Negeri a. Pendidikan
b. Kesehatan
2. Pertahanan Pilihan/Optional
c. PU dan Penataan Ruang
3. Keamanan (8 Sektor Unggulan)
d. Perumahan Rakyat dan Kawasan
4. Yustisi a.Kelautan dan Permukiman
5. Moneter dan Perikanan e. Ketentraman, Ketertiban Umum dan Linmas
Fiskal b.Pariwisata f. Sosial
Nasional c.Pertanian
6. Agama d.Kehutanan Wajib/Obligatory
e.ESDM Wajib Tidak Pelayanan Dasar:
f.Perdagangan a.Tenaga Kerja k. Koperasi,

1. Dilaksanakan
g.Perindustrian
h.Transmigrasi
b.PP dan PA UKM
l. Penanaman
c.Pangan
sendiri Modal
d.Pertanahan
2. Dekonsentrasi m. Kepemudaan
e.Lingkungan Hidup
3. TP dan OR
f.Adminduk dan Capil
n. Statistik
g.PM dan Desa
o. Persandian
h.Pengendln Penddk dan KB
p. Kebudayaan
i.Perhubungan
q. Perpustakaan
j.Kominfo
r. Kearsipan 2
Konvensi Hak Anak (KHA)
Ratifikasi: Keppres 36/1990

Kewajiban Negara Konsekuensi Negara

1. Memenuhi semua 1. Membuat aturan


hak anak hukum terkait
2. Melindungi semua anak
2. Mensosialisasikan
anak
hak anak sampai
3. Menghormati ke anak
pandangan anak 3. Membuat Laporan
Berkala ke PBB

3
PRINSIP-PRINSIP PEMBANGUNAN ANAK

Non Diskriminasi  semua hak yang


terkandung dalam KHA diberlakukan kepada setiap
anak tanpa ada pengecualian
Menghargai
Pandangan Kepentingan Terbaik
bagi Anak  semua
Anak tindakan yang menyangkut
 hal-hal yang anak, maka yang terbaik bagi
menyangkut anak harus menjadi
kehidupan anak, perlu pertimbangan utama
diperhatikan dalam
pengambilan
keputusan

Hak Hidup, Kelangsungan


Hidup, dan Perkembangan  hak
hidup yg melekat pada diri setiap anak harus
diakui dan dijamin
4
DI ERA OTONOMI DAERAH
KONVENSI HAK ANAK diimplementasikan
ke dalam “Sistem Pembangunan Berbasis Hak
Anak”, dalam bentuk KABUPATEN/KOTA
LAYAK ANAK (KLA)

5
APA
Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) ?

kabupaten/kota yang mempunyai sistem


pembangunan berbasis hak anak melalui
pengintegrasian komitmen dan sumber daya
pemerintah, masyarakat dan dunia usaha,
yang terencana secara menyeluruh dan
berkelanjutan dalam kebijakan, program dan
kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan
perlindungan anak.
6
MENGAPA
KLA diperlukan?

• Anak 1/3 dari total penduduk.


• Amanah Internasional dan Nasional.
• Anak merupakan investasi SDM.
• Anak sebagai tongkat estafet
penerus masa depan bangsa.

7
TAHAPAN PENGEMBANGAN ”KLA”
8. Pelaporan

6. Pemantauan & 7. Evaluasi

5. Pelaksanaan

Tahap Perencanaan
4. Penyusunan Rencana Aksi Daerah

Tahap Persiapan
3. Pengumpulan Data Basis

2. Pembentukan Gugus Tugas

1. Komitmen
8
Bagaimana Mengukur
Keberhasilan Pelaksanaan
KLA

9
INDIKATOR KLA
Setiap kabupaten/kota dapat dikategorikan sebagai
KLA apabila telah memenuhi hak dan melindungi anak,
yang diukur dengan 24 Indikator KLA:

24 INDIKATOR KLA

Penguatan Kelembagaan  3 indikator

5 Klaster Substantif Konvensi Hak Anak  21 indikator

10
21. Korban 4. Akta Kelahiran
Kekerasan & 5. Infomasi Layak Anak 7. Perkawinan Anak
Eksploitasi 6. Partisipasi Anak 8. Lembaga Konsultasi bg
22. Korban Ortu/Keluarga
Pornografi & 9. Lembaga Pengasuhan
Situasi Darurat Alternatif
23. Penyandang 10. Infrastruktur Ramah Anak
Disabilitas
24. ABH,
Terorisme, Hak Sipil
Stigma Kebebasan
Lingkungan
Perlindungan Keluarga &
Khusus Pengasuhan
Alternatif 11. Persalinan di
Kelembagaan Faskes
12. Prevalensi
Gizi
17. PAUD-HI 13. PMBA
18. Wajar 12 Th 14. Faskes dgn
Pendidikan, Kesehatan
19. SRA Pelayanan
20. PKA
Pemanfaatan Dasar & Ramah Anak
Waktu Luang Kesejahteraan 15. Air Minum dan
& Kegiatan Sanitasi
16. Kawasan
Budaya Tanpa Rokok

1. Perda KLA; 2. Terlembaga KLA; 3. Keterlibatan Masy, Dunia Usaha & Media Massa
I. KELEMBAGAAN
1 Tersedia Ada dan dilaksanakan
Peraturan/Kebijakan
Daerah tentang
Kabupaten/Kota Layak
Anak
2. Terlembaga  Ada Gugus Tugas KLA, dan berfungsi
Kabupaten/Kota Layak  Ada Rencana Aksi Daerah (RAD) KLA
Anak (KLA)  Ada Data dan Informasi Profil Anak,
teragregasi dan diperbarui setiap tahun
 Persentase Kecamatan Layak Anak
(KELANA), dan meningkat setiap tahun
 Persentase Desa/Kelurahan Layak Anak
(DEKELA), dan meningkat setiap tahun
 Persentase DEKELA yang
mengintegrasikan Program Perlindungan
Anak Terpadu Berbasis Masyarakat
(PATBM)/ sejenisnya
3. Keterlibatan lembaga Ada, dan meningkat setiap tahun
masyarakat, dunia usaha,
dan media massa dalam
Pemenuhan Hak Anak
dan Perlindungan Khusus
Anak
II. KLASTER I: HAK SIPIL DAN KEBEBASAN
4. Persentase Anak yang  100% Anak teregistrasi
Teregistrasi dan  Presentase Anak yang mendapatkan
Mendapatkan Kutipan Kutipan Akta Kelahiran di atas angka
nasional, dan meningkat setiap tahun
Akta Kelahiran
5. Tersedia Fasilitas  Jumlah fasilitas ILA meningkat setiap
Informasi Layak Anak tahun, dapat diakses oleh semua anak,
(ILA) dan tanpa biaya
 Ada mekanisme pengawasan konten ILA
 Minimal 1 Pusat Informasi Sahabat Anak
(PISA) sesuai standar
 Telepon Sahabat Anak (TeSA)/sejenisnya
berfungsi
6. Terlembaganya  Ada Forum Anak Kabupaten/Kota, dan
Partisipasi Anak aktif
 Persentase Forum Anak Kecamatan dan
Forum Anak Desa/Kelurahan, dan
meningkat setiap tahun
 Persentase Forum Anak yang berperan
sebagai pelopor dan pelapor (2P), dan
meningkat setiap tahun
 Persentase Forum Anak yang terlibat
dalam proses perencanaan
pembangunan daerah, dan meningkat
setiap tahun
III. KLASTER II: LINGKUNGAN KELUARGA DAN PENGASUHAN
ALTERNATIF
7. Persentase Perkawinan Di bawah angka nasional, dan menurun setiap
Anak tahun

8. Tersedia Lembaga Ada, berfungsi, dan jumlah lembaga meningkat


Konsultasi Penyedia setiap tahun
Layanan Pengasuhan
Anak bagi Orang
Tua/Keluarga
9. Persentase Lembaga Meningkat setiap tahun
Pengasuhan Alternatif
Terstandarisasi
10. Tersedia Infrastruktur  Ada Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA),
(Sarana dan Prasana) di dimanfaatkan oleh semua anak, tidak
Ruang Publik yang berbayar, dan meningkat setiap tahun
 Persentase RBRA sesuai standar
Ramah Anak
 Ada Rute Aman dan Selamat ke dan dari
Sekolah (RASS), dan meningkat setiap
tahun
 Angka kecelakaan lalu-lintas pada anak
menurun setiap tahun
 Aksesibilitas untuk anak penyandang
diasabilitas meningkat setiap tahun
IV. KLASTER III: KESEHATAN DASAR DAN KESEJAHTERAAN
11. Persentase Persalinan di  Di atas angka nasional, dan meningkat
Fasilitas Pelayanan Kesehatan setiap tahun
 Angka Kematian Bayi, di bawah angka
nasional, dan menurun setiap tahun
 Angka Kematian Ibu Melahirkan, di
bawah angka nasional, dan menurun
setiap tahun

12. Prevalensi Status Gizi Balita Prevalensi gizi kurang, gizi lebih, pendek
dan kurus, di bawah angka nasional, dan
menurun setiap tahun
13. Persentase Cakupan Pemberian Di atas angka nasional, dan meningkat
Makan pada Bayi dan Anak setiap tahun
(PMBA) Usia di Bawah 2 Tahun
14. Persentase Fasilitas Pelayanan Meningkat setiap tahun
Kesehatan Ramah Anak
15. Persentase Rumah Tangga Di atas angka nasional, dan meningkat
dengan Akses Air Minum dan setiap tahun
Sanitasi
16. Tersedia Kawasan Tanpa  Semua fasilitas umum dan tempat di
Rokok mana anak banyak berkumpul, bebas
asap rokok
 Tidak ada iklan rokok, di tempat public
di mana anak banyak berkumpul
V. KLASTER IV: PENDIDIKAN, PEMANFAATAN WAKTU LUANG,
DAN KEGIATAN BUDAYA
17. Persentase  Meningkat setiap tahun
Pengembangan Anak Usia  Minimal 1 PAUD-HI di setiap desa/
Dini Holistik dan Integratif kelurahan
(PAUD-HI)
18. Persentase Wajib Belajar 100%
12 Tahun
19. Persentase Sekolah  Meningkat setiap tahun untuk setiap
Ramah Anak (SRA) jenjang pendidikan
 Minimal 4 SRA (SD, MI, SMP, MTs)
sesuai standar
20. Tersedia fasilitas untuk  Ada, dapat diakses semua anak, tidak
Kegiatan Budaya, berbayar, dan meningkat setiap tahun
Kreativitas, dan Rekreatif  Minimal 1 Pusat Kreativitas Anak
yang Ramah Anak (PKA)
 Kegiatan pengembangan budaya,
kreativitas dan rekreatif bagi anak
meningkat setiap tahun
VI. KLASTER V: PERLINDUNGAN KHUSUS
21.a. Anak Korban Kekerasan yang terlayani 100%
21.b. Persentase anak yang dibebaskan dari Pekerja Anak (PA) 100%
dan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak
(BPTA)
22.a. Anak Korban Pornografi, NAPZA dan HIV/AIDS yang 100%
terlayani
22.b. Anak Korban Bencana dan KONFLIK yang terlayani 100%
23. Anak penyandang disabilitas, kelompok minoritas dan 100%
terisolasi yang terlayani
24.a. Kasus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) 100%
(khusus pelaku) yang terselesaikan melalui pendekatan
keadilan restoratif dan Diversi
24.b. Perlindungan Anak Korban Jaringan Terorisme 100%

24.c. Perlindungan Anak Korban Stigmatisasi akibat dari 100%


pelabelan terkait dengan kondisi orang tuanya
KLA ……..
KE DEPAN………
Kecamatan Layak Anak
Desa/Kelurahan Layak Anak

KELUARGA ………………………………. ANAK

18
Amanat UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas
UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

Pemerintah Daerah berkewajiban dan bertanggung jawab


untuk melaksanakan dan mendukung kebijakan nasional
dalam penyelenggaraan perlindungan anak di daerah.
(Pasal 21 ayat 4)

Kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat (4)


diwujudkan melalui komitmen daerah membangun
Kabupaten/Kota Layak Anak. (Pasal 21 ayat 5)

Ketentuan lebih lanjut mengenai kebijakan


Kabupaten/Kota Layak Anak diatur dalam
Peraturan Presiden. (Pasal 21 ayat 6)
19
Kategori KLA
(Awarding)

1. Kabupaten/Kota Layak Anak


2. Utama
3. Nindya
4. Madya
5. Pratama

20
PRIORITAS 2015-2019
“BIDANG TUMBUH KEMBANG ANAK”
KLASTER 1
1.Percepatan Kepemilikan Akta Kelahiran
2.Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA)
3.Telepon Sahabat Anak (TeSA)
4.Pembentukan Forum Anak (FA)  s.d. Desa/Kelurahan
5.Penguatan FA sebagai Pelopor dan Pelapor (2P)
6.Partisipasi Anak dalam Perencanaan Pembangunan (PAPP)  mulai
Musrenbangdes/kelurahan hingga nasional

KLASTER 2
7.Pengasuhan Berbasis Hak Anak  keluarga dan lembaga pengasuhan
alternatif
8.Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA)
9.Pencegahan Perkawinan Anak (PPA)
10.Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI)  KIE
11.Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA)
12.Rute Aman dan Selamat ke/dari Sekolah (RASS)
21
PRIORITAS 2015-2019
“BIDANG TUMBUH KEMBANG ANAK”
KLASTER 3
13. Pelayanan Ramah Anak di Fasilitas Kesehatan:
- Puskesmas Ramah Anak (PRA)
- Rumah Sakit Ramah Anak (RSRA)
14. Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan: Gizi, ASI, Kespro, Rokok

KLASTER 4
15. Sekolah Ramah Anak (SRA)
16. Pusat Kreatifitas Anak (PKA)

INTEGRASI
17. Revitalisasi KLA  selain menggarap kabupaten/kota yang
“belum”, sejak 2015 lebih difokuskan pada:
- Kecamatan Layak Anak (KELANA)
- Desa/Kelurahan Layak Anak (DEKELA)
22
23
TERIMA KASIH

0812 6870 8510 / 0815 8587 4941


rrafira@yahoo.co.id

24