Anda di halaman 1dari 32

METODE PENGUMPULAN DATA

Elfina
Aulia Yuninda Sasmita (165020307111074)
SUMBER DATA
 Sumber Data Primer
Mengacu pada data yang diperoleh langsung (dari tangan
pertama) oleh peneliti terkait dengan variabel keterkaitan
untuk tujuan tertentu dari studi.
 Sumber Data Sekunder
Mengacu pada data yang sudah ada
Sumber Data Primer
 Kelompok Fokus
Terdiri atas 8 hingga 10 anggota dengan seorang moderator
yang memimpin diskusi mengenai suatu topik, konsep atau
produk tertentu.
Moderator berperan untuk memperkenalkan topik,
mengamati serta mencatat dan/atau mengarahkan diskusi
Sumber Data Primer
 Panel
Panel bertemu lebih dari satu kali.
Panel statis adalah anggota yang sama berada dalam panel
tersebut selama periode waktu yang lebih lama
Panel dinamis adalah anggota panel berubah dari waktu
ke waktu ketika berbagai fase studi dilakukan
Teknik delphi adalah metode peramalan yang
menggunakan panel para ahli yang dipilih secara
sistematis dan interaktif
Sumber Data Primer
 Ukuran umum
Disebut ukuran jejak yang berasal dari sumber primer yang
tidak melibatkan orang-orang.
Sumber Data Sekunder
 Mengacu pada data yang sudah ada
 Terdapat beberapa sumber data sekunder, termasuk buku
dan majalah, publikasi pemerintah mengenai indikator
ekonomi, data sensus, abstrak statistik, database, media,
dan lain lain.
Metode Pengumpulan Data
Terdapat tiga metode pengumpulan data utama dalam
penelitian survey adalah
 Wawancara ,
 Observasi, dan
 Kuisioner.
Wawancara
 Mewawancarai responden untuk memperoleh informasi
mengenai permasalahan yang diteliti.
 Wawancara terdiri dari wawancara terstruktur dan tidak
terstruktur serta dilakukan secara tatap muka, melalui
telepon atau secara online.
Wawancara
 Tidak Terstruktur
Pewawancara tidak memasuki situasi wawancara dengan
rangkaian pertanyaan yang direncanakan yang akan
diberikan kepada responden.
Tujuan wawancara tidak terstruktur adalah untuk
mengetahui beberapa isu pendahuluan, sehingga peneliti
dapat menentukan variabel yang memerlukan investigasi
lebih lanjut.
Wawancara
 Terstruktur
Wawancara yang dilakukan ketika sejak awal diketahui
informasi apa yang dibutuhkan.
Alat bantu visual seperti gambar, kartu dan materi lain juga
dapat digunakan dalam wawancara
Wawancara
 Tatap muka
 Kelebihan utamanya adalah peneliti dapat menyesuaikan
pertanyaan sesuai kebutuhan, mengklarifikasi keraguan,
dan memastikan bahwa respons dipahami dengan cepat,
dengan mengulangi atau memparafrasakan pertanyaan.
 Kekurangan utamanya adalah keterbatasan geografis yang
membatasi survey dan banyak sumber daya yang
diperlukan jika survey tersebut dilakukan secara nasional
atau internasional.
Wawancara
 Telepon
 Kelebihan utamanya adalah dapat berkomunikasi dengan
beberapa orang yang berbeda dalam periode waktu yang
singkat
 Kekurangan utamanya adalah responden dapat mengakhiri
wawancara tanpa peringatan atau dengan jelas, dengan
memutuskan sambungan telepon.
Observasi
 Observasi merupakan kegiatan mencatat, menganalisis,
dan menginterpretasikan perilaku, tindakan, atau peristiwa
secara terencana
Observasi
 Studi observasional yang terkontrol versu stidak
terkontrol
 Studi observasional dikatakan terkontrol ketika situasi
atau kondisi dimanipulasi atau direncanakan
 Observasi tidak terkontrol adalah teknik observasi yang
tidak berusaha untuk mengontrol, memanipulasi, atau
memengaruhi situasi.
Observasi
Observasi partisipan versus observasi nonpartisipan
 Observasi partisipan adalah ketika peneliti mengumpulkan
data dengan berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari
dalam kelompok atau organisasi yang diteliti.
Observasi
Observasi terstruktur dan tidak terstruktur
 Observasi terstruktur adalah ketika penliti memiliki
rangkaian kategori kegiatan atau fenomena yang
direnacanakan akan diteliti
 Observasi tidak terstruktur adalah mengamati kejadian
ketika hal tersebut terjadi juga dapat menjadi bagian dari
rencana seperti halnya dalam banyak bentuk penelitian
eksploratif dan kualitatif
Observasi
Observasi tersembunyi versus observasi tidak
tersembunyi
 Observasi tersembunyi adalah ketika subjek penelitian
tidak terpengaruh dengan kesadaran bahwa mereka
sedang diamati
 Observasi tidak tersembunyi bersifat lebih jelas, dapat
mengubah kebenaran dari perilaku yang diteliti
Kelebihan Kekurangan
Observasi Observasi
Bersifat langsung. Peneliti • Reaktivitas
dapat mengumpulkan data • Observasi dari kejadian yang terus-
perilaku tanpa menerus, selama periode YANG
mengajukan pertanyaan. LAMA, dapat menyebabkan masalah
bagi pengamat dengan
KEBOSANAN dan BIAS dalam
Memungkinkan untuk pencatatan observasi.
mengamati kelompok • Memerlukan banyak waktu.
individu tertentu.
Kuesioner
 KUESIONER adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah
dirumuskan sebelumnya di mana responden akan mencatat jawaban
mereka, biasanya dalam alternatif yang didefinisikan dengan jelas.

 Kuesioner secara umum lebih murah dan tidak memakan banyak


waktu seperti wawancara atau observasi, namun kuesioner juga
menyebabkan kemungkinan yang lebih besar akan nonrespons.

 Kuesioner secara umum didesain untuk mengumpulkan banyak data


kuantitatif. Kuesioner dapat diberikan secara personal, dikirimkan
kepada responden, atau didistribusikan secara elektronik.
Jenis Kuesioner
 Kuesioner yang diberikan secara langsung
 Kelebihan :
 Peneliti atau anggota tim penelitian dapat mengumpulkan semua respons lengkap dalam
periode waktu yang singkat.
 Keraguan apapun yang mungkin dimiliki oleh responden terhadap beberapa pertanyaan
dapat diklarifikasi secara langsung.
 Peneliti memiliki kesempatan untuk menyampaikan topik penelitian dan memotivasi
responden untuk memberikan jawaban yang jujur.
 Memberikan kuesioner pada banyak orang pada saat yang sama lebih murah dan mudah.
 Kuesioner tidak membutuhkan kemampuan khusus seperti untuk melakukan
wawancara.
 Dapat membangun hubngan dan memotivasi responden.
 Hampir 100% tingkat respons dapat dipastikan.
 Anonimitas responden tinggi.
 Kekurangan :
 Peneliti dapat menyebabkan bias dengan menjelaskan pertanyaan secara berbeda kepada orang yang
berbeda.
 Membutuhkan banyak waktu dan usaha.

 Kuesioner melalui surat dan elektronik


 Kelebihan :
 Daerah geografis yang luas dapat dicakup dalam survei tersebut.
 Anonimitas tinggi
 Pengiriman kuesioner elektronik cepat dan sangat murah.
 Responden dapat memiliki waktu lebih banyak untuk merespons saat mereka bersedia.
 Hadiah voucher dapat dilampirkan pada kuesioner surat untuk mendapatkan kesediaan responden.
 Kekurangan
 Rendahnya tingkat pengembalian kuesioner.
 Keraguan apapun yang mungkin dimiliki oleh responden tidak dapat diklarifikasi.
 Dengan tingkat pengembalian yang rendah, sulit untuk menerima keterwakilan sampel karena responden
yang merespons survei mungkin sama sekali tidak mewakili populasi yang seharusnya diwakili.
 Kemampuan menggunakan komputer merupakan suatu keharusan untuk kuesioner elektronik.
 Responden harus memiliki akses untuk fasilitas kuesioner elektronik.
 Responden harus bersedia untuk menyelesaikan survei tersebut.
Pedoman Desain Kuesioner
 Prinsip desain kuesioner yang lengkap harus fokus pada tiga
bidang:

1. Penyusunan kata dalam pertanyaan.


2. Mengacu pada perencanaan subjek yang berkaitan dengan
bagaimana
 variabel akan dikategorikan, diskalakan, dan dikodekan setelah
respons diterima.
3. Berkaitan dengan tampilan kuesioner secara keseluruhan.
Prinsip Penyusunan Kata
 Prinsip penyusunan kata merujuk pada faktor-faktor di bawah ini:

1. Ketepatan isi pertanyaan.


2. Bagaimana pertanyaan disampaikan dan tingkat pemahaman bahasa yang digunakan.
3. Jenis dan bentuk pertanyaan yang diajukan.
4. Urutan pertanyaan.
5. Data pribadi yang dicari dari responden.

Isi dan Tujuan Pertanyaan


Sifat variabel yang digunakan–perasaan subjektif atau fakta objektif–akan menentukan
apakah jenis pertanyaan yang diajukan. Jika variabel yang digunakan bersifat subjektif (misalnya
kepuasan, keterlibatan), yang selanjutnya keyakinan, persepsi, dan skap responden akan diukur,
pertanyaan sebaiknya menggunakan dimensi dan elemen dari konsep tersebut. saat variabel
objektif seperti usia dan tingkat pendidikan dari responden yang digunakan,
pertanyaan tunggal langsung–terutama pertanyaan yang memiliki rangkaian kategori
dengan skala ordinal–akan lebih tepat. Sehingga, tujuan masing-masing pertanyaan
sebaiknya dipertimbangkan dengan hati-hati sehingga variabel dapat diukur dengan
tepat dan tidak ada pertanyaan berlebihan yang ditanyakan.

Bahasa dan Susunan Kata Kuesioner


Bahasa kuesioner sebaiknya disesuaikan dengan tingkat pemahaman
responden. Pilihan kata akan bergantung pada tingkat pendidikan responden,
penggunaan istilah dan idiom dalam budaya, serta struktur referensi
responden.
jika pertanyaan tidak dipahami atau diartikan secara keliru oleh
responden, peneliti akan memperoleh jawaban yang salah terhadap
pertanyaan tersebut, sehingga respons akan menjadi bias. Oleh karena itu,
pertanyaan yang diajukan, bahasa yang dipakai, dan susunan kata hendaknya
tepat untuk mengungkapkan sikap, persepsi, dan perasaan responden.
Jenis dan Bentuk Pertanyaan
1. Pertanyaan Terbuka dan Pertanyaan Tertutup
Pertanyaan terbuka memungkinkan responden untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan
cara yang responden pilih. Sedangkan pertanyaan tertutup meminta responden untuk membuat
pilihan di antara serangkaian alternatif yang diberikan oleh peneliti, pertanyaan tertutup
membantu responden untuk membuat keputusan cepat dalam memilih di antara beberapa
alternatif yang diberikan. Pertanyaan tertutup juga membantu peneliti untuk mengodekan
informasi dengan mudah untuk analisis selanjutnya.

2. Pertanyaan yang Disusun secara Positif dan Negatif


Alih-alih membuat semua pertanyaan secara positif, disarankan untuk memasukkan beberapa
pertanyaan yang disusun secara negatif, sehingga kecenderungan responden yang tanpa berpikir
melingkari titik di salah satu ujung skala dapat diminimalkan.
Kuesioner yang baik hendaknya memasukkan baik pertanyaan yang disusun secara positif dan
negatif. Penggunaan kata negatif dua kali, penggunaan kata “tidak dan “hanya” secara berlebihan
sebaiknya dihindari karena hal tersebut cenderung membingungkan responden.
3. Pertanyaan yang Memiliki Respons Ganda
Pertanyaan yang membuka kemungkinan respons yang berbeda pada subkalimatnya
disebut pertanyaan yang memiliki respons ganda. Pertanyaan semacam itu sebaiknya
dihindari dan lebih baik mengajukan dua atau lebih pertanyaan terpisah.
Contoh : pertanyaan “Menurut Anda apakah ada pasar yang baik untuk produk ini
dan bahwa produk ini akan laris terjual?”. Dari pertanyaan tersebut, kemungkinan
muncul 2 jawaban yang berbeda yaitu jawaban “ya” untuk kalit pertama dan jawaban
“tidak” untuk kalimat kedua. Oleh karena itu, pertanyaan yang memiliki respons ganda
harus dihilangkan.
4. Pertanyaan Ambigu
Pertanyaan yang tidak memiliki respons ganda mungkin disusun secara ambigu dan
responden merasakesulitan untuk menjawab pertanyaan tersebut atau responden
menjadi tidak yakin terkait apakah maksud pertanyaan tersebut.
5. Pertanyaan yang Bergantung pada Ingatan
Beberapa pertanyaan mungkin mengharuskan responden untuk mengingat
pengalaman masa lalu yang sudah tidak begitu jelas dalam memori para responden.
Jawaban atas pertanyaan yang bergantung pada ingatan dapat memiliki bias.
6. Pertanyaan yang Mengarahkan
Pertanyaan sebaiknya tidak disampaikan dengan cara tertentu yang mengarahkan
responden untuk memberikan respons yang peneliti inginkan dari mereka. Contoh :
“Tidakkah menurut Anda pada peningkatan biaya hidup saat ini, karyawan seharusnya
diberikan kenaikan gaji yang layak?”. Dengan memberikan pertanyaan yang
mengarahkan, peneliti mengisyaratkan dan mendesak responden untuk menjawab “ya”.
7. Loaded Question
Jenis bias lain dalam pertanyaan terjadi ketika pertanyaan disampaikan dengan cara
yang emosional.
8. Keinginan Sosial
Pertanyaan sebaiknya tidak disampaikan pada tingkat bahwa pertanyaan tersebut
menghasilkan respons yang diinginkan secara sosial.
9. Panjang Pertanyaan
Pertanyaan yang sederhana dan singkat lebih disukai daripada pertanyaan yang
panjang. Sebagai ukuran, pertanyaan atau pernyataan dalam kuesioner sebaiknya tidak
melebihi 20 kata, atau melebihi satu baris penuh pada cetakan.
10. Urutan Pertanyaan
Urutan pertanyaan dalam kuesioner sebaiknya mengarahkan responden dari pertanyaan yang
bersifat lebih umum ke pertanyaan spesifik, dan dari pertanyaan yang relatif mudah ke pertanyaan yang
semakin sulit untuk dijawab.
11. Klasifikasi Data atu Informasi Pribadi
Klasifikasi data atau informasi pribadi atau bisa juga disebut pertanyaan demografis, menghasilkan
informasi seperti usia, tingkat pendidikan, status pernikahan, dan penghasilan. Kecuali sangat diperlukan, lebih
baik tidak menanyakan nama responden.
Tampilan Umum atau “Sususan” Kuesioner
Kuesioner yang atraktif dan rapi dengan pendahuluan dan instruksi yang tepat, serta alternatif
respons dan kumpulan pertanyaan yang dipersiapkan dengan baik akan memudahkan responden untuk
menjawab. Pendahuluan yang baik, instruksi yang diatur dengan baik, dan penjajaran pertanyaan yang rapi,
semuanya merupakan hal penting.

1. Pendahuluan yang Baik


Pendahuluan yang baik secara jelas mengungkapkan identitas peneliti dan menyampaikan tujuan
survei, sangat diperlukan. Bagian pendahuluan sebaiknya diakhiri dengan ungkapan yang sopan, mengucapkan
terima kasih kepada responden karena menyediakan waktu untuk mengisi survei.

2. Menyusun Pertanyaan, Memberikan Instruksi dan Petunjuk, serta Penjajaran yang Baik
Menyusun pertanyaan secara logis dan rapi pada bagian yang tepat dan memberikan instruksi
tentang bagaimana melengkapi poin-poin di setiap bagian akan membantu responden untuk menjawabnya tanpa
kesulitan. Pertanyaan juga sebaiknya dijajarkan dengan rapi sehingga memungkinkan responden untuk membaca
dan menjawab kuesioner dengan sedikit waktu dan usaha tanpa melelahkan mata.
3. Informasi tentang Penghasilan dan Data Pribadi Lainnya yang Sensitif
Meskipun informasi demografis dapat diperoleh, baik di awal atau di akhir kuesioner, informasi
yang bersifat sangat pribadi dan rahasia seperti penghasilan, keadaan kesehatan, dan sebagainya, jika benar-
benar dianggap diperlukan untuk survei, sebaiknya ditanyakan pada akhir kuesioner daripada di awal.

4. Pertanyaan Terbuka di Bagian Akhir


Kuesioner dapat memasukkan pertanyaan terbuka di bagian akhir yang memungkinkan responden untuk
mengomentari aspen apapun yang mereka inginkan.

5.Menyimpulkan Kuesioner
Kuesioner sebaiknya diakhiri dengan sebuah catatan yang sopan yang mengingatkan responden untuk
memeriksa kembali semua poin yang telah diisi.
Etika dalam Pengumpulan Data
Tim penelitian terdiri dari banyak pihak, seperti peneliti itu sendiri, pihak sponsor. Sponsor
harus memastikan bahwa studi dilakukan untuk tujuan organisasi, dan bukan untuk alasan pribadi
apapun. Pihak sponsor harus menghormati kerahasiaan data yang dikumpulkan oleh peneliti, dan tidak
meminta agar respons individu dan kelompok diungkapkan kepada pihak sponsor, atau meminta untuk
melihat kuesioner. Pihak sponsor harus mempunyai pikiran terbuka dalam menerima hasil dan
rekomendasi dalam laporan yang diberikan oleh peneliti.

Etika dan Peneliti


• Memperlakukan informasi yang diberikan responden sebagai hal yang sangat rahasia dan menjaga
privasi responden merupakan salah satu tanggung jawab utama peneliti.
• Peneliti tidak boleh mengemukakan hal yang tidak benar mengenai sifat penelitian kepada subjek,
terutama dalam eksperimen laboratorium.
• Informasi pribadi atau yang mengganggu sebaiknya ditanyakan, jika hal tersebut mutlak diperlukan
untuk penelitian, hal tersebut harus diungkapkan dengan kepekaan yang tinggi kepada responden,
serta memberikan alasan yang spesifik.
• Apapun sifat metode pengumpulan data, harga diri dan kehormatan subjek tidak boleh dilanggar.
• Tidak memaksa siapapun untuk merespons survei dan seseorangtidak ingin memanfaatkan
kesempatan untuk berpartisipasi, keinginan seseorang tersebut harus dihormati.
• Pengamat nonpartisipan harus sedapat mungkin tidak menggangu.
• Dalam studi lab, subjek harus diberitahu sepenuhnya mengenai alasan eksperimen setelah mereka
berpartisipasi dalam studi tersebut.
• Subjek tidak boleh dihadapkan pada situasi yang mengancam mereka secara fisik atau mental.
• Tidak boleh ada kesalahan dalam interpretasi atau distorsi dalam melaporkan data yang
dikumpulkan selama studi.

Perilaku Etis Responden


• Subjek, setelah menggunakan pilihan untuk berpartisipasi dalam sebuah studi, harus bekerja sama
sepenuhnya dalam tugas yang diberikan, seperti merespons survei atau terlibat dalam
eksperimen.
• Responden juga memiliki kewajiban untuk menyampaikan respons dengan benar dan jujur.