Anda di halaman 1dari 25

MOTOR LEARNING

PROGRAME
 Suatu program spesifik untuk melatih kontrol motorik spesifik dengan menghindarkan gerakan
yang tidak perlu atau salah
 Melibatkan proses kognitif dan penerapan ilmu gerak
 Pelatihan kontrol motorik yang berdasarkan pemahaman tentang kinematika dan kinetika
gerakan normal, kontrol dan latihan motorik
 Tidak berdasarkan pada teori perkembangan normal Ketrampilan motoric Segala aktivitas atau
gerak manusia yang terorganisasi dengan lebih baik dan lebih efektif karena latihan (Annet J,
1971).Latihan/belajar motorikSatu proses latihan dan pengalaman sehingga terjadi perubahan
yang relatif permanen dalam kemampuan melakukan aktivitas yang trampil (Schmidt, 1991)
Komponen-komponen penting dalam melakukan aktivitas yang trampil
 Keadaan lingkungan sekitar
 Jenis aktivitas, tempat melakukan aktivitas dan waktu melakukan
aktivitas
 Kekuatan otot untuk melakuan gerakan
Komponen-komponen dalam latihan
motorik
 Komponen-komponen dasar
 Bertujuan
 Membutuhkan latihan dan pengulangan
Dasar teori MLP

Dasar teori dari MLP adalah penelitian tentang:


 Pemahaman tentang gerak manusia (kinematika dan kinetika)
 Anatomi dan terutama fisiologi saraf
 Biomekanika
 Psikologi dan kognitif
 Ilmu perilaku
 Latihan dalam olahraga
Asumsi
 Proses belajar, bahwa orang dengan disabilitas memiliki kebutuhan
belajar yang sama dengan orang normal
 Kontrol motorik: antisipasi, persiapan dan kelangsungan gerak
 Latihan spesifk +++, lingkungan bervariasi
 Input sensorik mempengaruhi gerak
 Plastisitas otak dipengaruhi oleh kejadian di alat gera
Peran pasien:
 Melatih gerakan
 Melibatkan kemampuan kognitifnya
 Pasien ikut bertanggung jawab pada peningkatan ketrampilan dirinya
Peran fisioterapis:
 Memberikan instruksi
 Menjelaskan
 Memberikan penilaian
 Mengatur lingkungan latihan/aktivitas
Filosofi:
Melatih vs melakukan terapi kepada pasien - Didalamnya termasuk latihan aktivitas fungsional dan
pengulangan latihan - Dimulai seawal mungkin begitu pasien dinyatakan stabil dari sisi medis

Konsep dari Latihan motorik:


 Kognitif
 Atensi dan konsentrasi
 Instruksi
 Demonstrasi
 Motivasi
 Penentuan tujuan
 Penilaian yang obyektif
 Latihan yang konsisten
 Arahan manual
 Catatan kemajuan
 Latihan dengan aktivitas spesifik
 Manipulasi lingkungan
Langkah dalam MLP

Analisa aktivitas
 Observasi
 Perbandingan
 Analisa
Catat komponen pokok yang hilang atau salah

Komponen pokok:
 penting dalam aktivitas tersebut
 kebutuhan dari sisi biomekanika
 berkait dengan spatial-temporal, grup otot dan lain-lain
 proses ini berlangsung selama terapi
Melatih komponen-komponen yang hilang
 Penjelasan – identifikasi tujuan
 Instruksi
 Latihan + feedback verbal dan visual + mengarahkan gerak dengan pegangan
Latihan keseluruhan aktivitas
 Penjelasan – identifikasi tujuan
 Instruksi
 Latihan + feedback verbal dan visual + mengarahkan gerak dengan
pegangan
 Evaluasi ulang
 Merangsang fleksibilitas
Pada langkah 2 dan 3, hal-hal yang penting:
 Latihan secara keseluruhan atau per komponen
 Gerak motorik dilatih secara keseluruhan sesegera
mungkin
 Mungkin diperlukan arahan manual untuk
memungkinkan latihan gerak motorik keseluruhan, juga
gerakan yang salah, dimana akan memberikan efek
positif pada irama gerakan atau aktivitas
 Kelurusan tubuh (body alignment) harus dijaga
Latihan:
 Variasi dalam berlatih merupakan hal penting
 Perlu diperkuat dengan feedback yang sesuai
 Kuantitas dan kualitas latihan sangat penting
Tujuan feedback:
 Pemahaman tentang hasil terapi, menghasilkan belajar yang cepat dan bersifat
permanen
 Pemahaman tentang kinerja, variable terpenting dalam pembelajaran motorik
Waktu pemberian feedback:

Seketika
 Mungkin diperlukan untuk memotivasi dan mempertahankan pasien tetap siaga
 Berguna pada awal dari latihan dalam mengkoreksi kesalahan-kesalahan yang fatal
 Bentuk komunikasi dengan pasien
Pada akhir sesi:
 Kinerja yang buruk saat fase akuisisi
 Menghasilkan retensi yang lebih baik
 Perlu untuk meyakinkan waktu optimal pemberian feedback
 Terlalu pendek/cepat: menyebabkan ketergantungan
 Terlalu panjang/lama: tidak cukup petunjuk untuk belajar efektif
Arahan manual yang efektif
 Memperbaiki kinerja (performance)
 Memberikan ide gerakan
 Bantuan dalam melatih bersamaan dengan instruksi verbal dan membuat demonstrasi
lebih efektif
Pada latihan yang lambat dan pada latihan yang berbahaya
 Mentransfer latihan ke aktivitas nyata
 Kesempatan untuk berlatih sesuai konteksnya
 Konsistensi dari latihan
 Mengorganisai latihan untuk memonitor diri sendiri
 Lingkungan berlatih yang terstruktur
 Keterlibatan keluarga dan teman
Metode progresivitas
 Harus berlatih pada kinerja (performance) terbaik/puncak
 Meningkat kompleksitasnya, makin berkurang feedback, arahan manual
dan petunjuk, rubah kecepatan , tambahkan variasi
 Seiring dengan meningkatnya ketrampilan, maka latihan dilakukan pada
lingkungan yang berbeda/bervariasi
 Fase kognitif: fase otomatisasi dalam belajar. Latihan hingga gerakan
tersebut menjadi suatu gerakan yang otomatis.
Kelebihan metode MLP
 Latihan sangat spesifik/individual
 Partisipasi aktif dari pasien
 Didukung oleh bukti-bukti empiris di klinik
 Berdasarkan pada prinsip-prinsip neurofisiologi dan pendekatan kognitif
untuk latihan/belajar yang relatif baru
Prinsip-prinsip umum yang dapat diterapkan pada pasien
dengan variasi yang banyak

Kekurangan metode MLP


 Apabila ada gangguan kognitif pasien
 Latihan membutuhkan kecepatan dan pengulangan
 Latihan komponen vs latihan keseluruhan
 Lebih ke kompensasi daripada perbaikan
Secara ringkas MLP dapat dikatakan:
 Berdasarkan pada gerakan normal
 Perbaikan bersifat individual berdasarkan potensi yang dimiliki atau
keadaan pasien
 Pentingnya assessment dan re-assessment
 Pentingnya aktivitas +++
 Kombinasi antara observasi klinis yang baik dengan pengetahuan
neuroanatomi dan neurofisiologi (neuroscience)
Sehingga latihan yang efektif adalah:
 Latihan aktif
 Sedini mungkin
 Aktivitas spesifik
 Variasi latihan
 Motivasi
 Pemanfaatan lingkungan aktivitas maksimal