Anda di halaman 1dari 16

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN

TEORI DAN KERANGKA KONSEP

Kajian/Tinjauan Pustaka merupakan bagian


riset yang mengemukakan dasar-dasar
teori yg memperkuat rancangan penelitian.
Isi tinjauan Pustaka terdiri dari teori-teori
(terbaru) yang berhubungan (relevan) dgn
masalah yang akan diteliti, didukung dgn
referensi yang memadai jumlahnya dan
Asli (Hidayat 20011).
 Tinjauan pustaka memuat uraian yang sistematis
tentang teori, pemikiran dan hasil penelitian
terdahulu, yang ada hubungannya dgn penelitian
yang akan dilakukan penulis. Fakta-fakta yang
dikemukakan bersumber dari dokumen yg sudah
atau belum dipublikasikan dan sedapat mungkin
diambil dari sumber aslinya, bukan mengutip dari
kutipan. Semua sumber yang digunakan harus
disebutkan dalam daftar pustaka dengan
mencantumkan nama dan tahun penerbitan.
 Hendaknya kajian pustaka yang digunakan adalah
yang terbaru (10 Tahun terakhir), relevan, dan asli
(bukan foto copy) Misalnya Jurnal Ilmiah, kemudian
diuraikan dengan jelas kajian yang menimbulkan
gagasan penelitian. Tinjauan pustaka menguraikan
teori, temuan, dan hasil penelitian lain yang diper-
oleh dari acuan yg dijadikan landasan utk melaku-
kan penelitian yang diusulkan.
Menurut Hadi S. (1991); Machfoedz, I. (2006) Tinjuan
Pustaka atau kajian pustaka yang relevan bermaksud
untuk:

1. Menentukan konsep-konsep yg relevan dgn


pokok masalah yg dibahas dalam penelitian.
2. Menggali teori-teori yang relevan dengan
permasalahan.
3. Menelaah hasil-hasil penelitian yang lalu yg
sangat erat hubungannya dgn pokok-pokok
masalah yang dibahas.
4. Menyusun suatu kerangka yg akan dig. sbg
tumpuan semua kegiatan berikutnya.
5. Menyusun dugaan-dugaan (hipotesis) yang
dapat memberikan arah yang jelas bagi
pengumpulan data dan analisisnya.
 Sumber pustaka pada penelitian ilmiah dianggap
primer bila hasil penelitian termasuk yang sudah
dimuat dalam jurnal ilmiah sedangkan teks book
dan sumber lainnya termasuk sekunder, karena
hasil penelitian asli atau orisinil, sedangkan teks
book sudah digeneralisasikan oleh penulisnya
(Haryono Semangun, 1992; Mantra, 2004;
Machfoedz, 2006).
 Kesimpulan dari tinjauan pustaka akan menjadi
landasan teori dari penelitian itu atau merupakan
kerangka pikir untuk menyelesaikan masalah,
maka kesimpulannya disebut Landasan Teori
atau kerangka teori atau kerangka pikir. Dari
Kerangka teori dibuat kerangka konsep pen.
Tata cara pengacuan
 Pengacuan langsung menunjuk pengarang dan
tahun karyanya.
 Nama: nama keluarga/marga/akhir, gelar
akademis dan jabatan tidak ditulis.
 Pengacuan berkurung:
- Menurut Leick (2002; 63)………
- Dalam Leick (2002; 63) ……….
- Leick (2002; 63) ……….
- …………. (Leick, 2002; 63).
- …………. (Leick 2002; 63).
- Ditulis 2 orang :
- &: Menurut Moritz & Heiskanen (1960;21)
- dan: Menurut Moritz dan Heikanen (1960;21)
- Ditulis > 2 orang:
- dlm bahasa Indonesia: pengarang 1 dkk
Hasanudin dkk (2000;34) ……
- dlm bahsa asing: pengarang 1 et. al.,
et alii atau et aliae: dan orang-orang lain
Dickey et. al., (1997) ……
 Pengacuan berantai:

- Dickey (1996) dalam Leick(2002;31) ….


- Dickey (1996); Leick (2002; 31) ….
- Menurut Leick (2002) pada tahun 1996 Dickey menyatakan…
SYARAT-SYARAT TINJAUAN PUSTAKA

1. Relevan dengan masalah penelitian


2. Membuat uraian sistematis ttg hasil hasil-hasil
penelitian terdahulu, ada hub.dgn penelitian yang
dilakukan dan perlu ditunjukkan bahwa masalah
tersebut belum terjawab.
3. Kutipan sebaiknya dari buku sumber aslinya.
4. Dokumentasi referensi jelas dan lengkap sesuai
pedoman penulisan.
5. Referensi terbaru minimal 10 buah (10 thn terakhir).
6. Referensi data terbatu 5 tahun terakhir.
MANFAAT TINJAUAN PUSTAKA
1. Membantu mengidentifikasi masalah dan menyata-
kan masalah (Memperjelas masalah penelitian).
2. Memperdalam penget. ttg bidang yang diteliti
3. Memberi ide mengenai jenis riset yang diperlukan,
baik penelitian baru maupun penelitian lanjutan.
4. Memberi petunjuk yang jelas ttg; Strategi riset
atau prosedur penelitian.
5. Digunakan untuk merancang instrumen penelitian.
6. Digunakan untuk mengembangkan kerangka teori
dan kerangka konsep.
MANFAAT TINJAUAN PUSTAKA
7. Membantu peneliti dalam menginterpretasi data.
8. Digunakan dalam pembuatan hipotesis penelitian.
9. Digunakan untuk menginterpretasi data.
10. Digunakan untuk menganalisis data.
11. Sumber informasi untuk pembahasan dan alternatif
penecaham masalah.
12. Digunakan dalam pembuatan kesimpulan.

Semua referensi yang digunakan hendaknya dicantum-


kan dengan jelas pada daftar pustaka (Nama
belakang pengarang, tahun terbit, Judul buku,
penerbit, dan kota tempat penerbitan).
LANDASAN TEORI

 Landasan teori dijabarkan dari tinjauan


pustaka dan disusun sendiri oleh
mahasiswa, sebagai tuntutan untuk
memecahkan masalah penelitian dan
untuk merumuskan hipotesis. Landasan
teori dapat berbentuk uraian kualitatif,
model matematika, kerangka konsep.
Konsep-konsep teori yg dimodifikasi atau
persamaan-persamaan yg langsung.
KERANGKA KONSEP

 Kerangka konsep merupakan justifikasi


ilmiah terhadap penelitian yang dilakukan
dan memberi landasan yg kuat terhadap
topik yg dipilih sesuai dengan identifikasi
masalahnya.
 Kerangka konsep harus didukung dengan
landasan teori yg kuat dan ditunjang oleh
informasi yang bersumber dari berbagai
laporan ilmiah, hasil penelitian, jurnal
penelitian, dll.
 Kerangka konsep penelitian adalah hub.
antara konsep yang satu dengan konsep
lainnya dari masalah yang diteliti.
(Notoatmodjo, 2010).
 Menurut hidayat (2011), kerangka konsep
merup. Model konseptual yang berkaitan
dengan teori atau menghubungkan secara
logis beberapa faktor yang terkait dengan
masalah penelitian, yaitu ketergantungan
antar veriabel yang akan diteliti.
 Konsep adalah suatu abstraksi/gambaran yg dibangun dgn
menggeneralisasikan suatu pengertian. Oleh karena itu,
konsep tidak bisa diamati dan diukur, maka konsep itu harus
dijabarkan dalam variabel-variabel (Machfoedz, I. 2006).

Contoh:
1. Pendidikan adalah konsep. Agar dapat diukur, harus di-
jabarkan dalam bentuk variabel, misalnya ”Tingkat
Pendidikan atau Jenis Pendidikan”.
2. Ekonomi keluarga adalah konsep, dalam bentuk variabel,
misalnya ”Tingkat penghasilan”.
3. Pekerjaan ad/ konsep; variabel ”Jenis pekerjaan”.
4. Pengetahuan adalah konsep. Agar dapat diukur, harus di-
jabarkan dalam bentuk variabel, misalnya ”Tingkat penge-
tahuan mengenai gizi balita”.
Kerangka konsep menggambarkan hubungan antara
variabel penting yang terkait dengan masalah yang
akan diteliti dalam bentuk diagram atau bagan.
Contoh kerangka konsep: “Faktor-faktor yang
Mempengeruhi Perilaku Pemberian ASI.
Faktor Predisposis
1. Pendidikan
2. Pengetahuan

Faktor Pendukung
1. Pendapatan Keluarga Perilaku Pemberian
ASI
2. Ketersediaan Waktu

Faktor Pendorong
1. Sikap Petugas
2. Sikap Orang Tua
 Konsep tsb di atas merupakan kesimpulan
dari suatu tinjauan pustaka yg dikembangkan
dari kesimpulan-kesimpulan yang disebut
sebagai kerangka pikir atau kerangka teori
atau landasan teori.

 JUDUL PENELITIAN:
Pengaruh Tingkat Pengetahuan Ibu terhadap
Status Gizi Balita
di Puskesmas X Bulan April 2018
16