Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PENDAHULUAN dan ASUHAN

KEPERAWATAN PAROTITIS

Anggit Auliana N (P1337420217095)


Limas Phyetaloka N (P1337420217107)
Fachrizal Joddy P (P1337420217115)
Sindy Kartika Putri (P1337420217118)
Putri Hutami (P1337420217123)

Kelompok 7 / 2C
Definisi Parotitis
1
Parotitis merupakan penyakit infeksi pada kelenjar parotis akibat virus.
Penyakit ini merupakan penyebab edema kelenjar parotis yang paling
2
sering. Kejadian parotis saat ini berkurang karena adanya vaksinasi. I
nsidens parotitis tertinggi pada anak-anak berusia 4-6 tahun. Onset pe
nyakit ini diawali dengan adanya rasa nyeri dan bengkak pada daerah
sekitar kelenjar parotis. Masa inkubasi berkisar antara 2 hingga 3 ming
gu. Gejala3lainnya berupa demam, malaise. Mialgia, serta sakit kepala
(Susyana Tamin, 2011).

4
Etiologi Parotitis

Agen penyebab parotitis epidemika adalah anggota dari kelompok paramyxoviru


s, yang juga termasuk didalamnya virus parainfluenza, measles, dan virus newc
astle disease. Virus telah diisolasi dari ludah, cairan serebrospinal, darah, urin, o
tak dan jaringan terinfeksi lain. Virus ini aktif dalam lingkungan yang kering tapi v
irus ini hanya dapat bertahan selama 4 hari pada suhu ruangan. Paramyxovirus
dapat hancur pada suhu <4 ºC, oleh formalin, eter, serta pemaparan cahaya ultr
aviolet selama 30 detik. Masa penyebaran virus ini adalah 2-3 minggu melalui d
ari ludah, cairan serebrospinal, darah, urin, otak dan jaringan terinfeksi lain. Viru
s dapat diisolasi dari saliva 6-7 hari sebelum onset penyakit dan 9 hari sesudah
munculnya pembengkakan pada kalenjar ludah. Penularan terjadi 24 jam sebelu
m pembengkakan kalenjar ludah dan 3 hari setelah pembengkakan menghilang
(Sumarmo, 2008).
Tanda dan Gejala

Pada tahap awal (1-2 hari)


terjadi pembengkakan kelenjar di ba
demam (suhu badan 38.5 – 40
01 derajat celcius), sakit kepala, n
yeri otot, kehilangan nafsu mak
02 wah telinga (parotis) yang diawali de
ngan pembengkakan salah satu sisi
kelenjar kemudian kedua kelenjar m
an, nyeri rahang bagian belaka engalami pembengkakan. Sekitar 70
ng saat mengunyah dan adakal -80% terjadi pembengkakan kelanjar
pada dua sisi.
anya
. disertai kaku rahang (sulit
.
membuka mulut).

Pembengkakan biasanya berlangsu terjadi pembengkakan pada kelenjar

03 ng sekitar 3-5 hari kemudian berang


sur mengempis dan disertai dengan
04 air liur di bawah rahang (submandib
ula), submaksilaris, kelenjar di bawa
h lidah (sublingual) dan terjadi ede
demam yang membaik.
ma dan eritematus pada orificium da
ri duktus. Pada pria akil balik adalan
ya terjadi pembengkakan buah zaka
r (testis) karena penyebaran melalui
aliran darah.
.
Patofisiologi

Pada umumnya penyebaran paramyxovirus sebagai agent penyebab parotitis (teri


nfeksinya kelenjar parotis) antara lain akibat Percikan ludah, kontak langsung deng
an penderita parotitis lain, muntahan, dan urine. Virus tersebut masuk tubuh bisa
melalui hidung atau mulut. Biasanya kelenjar yang terkena adalah kelenjar parotis,
infeksi akut oleh virus mumps pada kelenjar parotis terkadang dikaitkan dengan ko
mplikasi seperti meningitis, pankreatitis atau orchitis. Untuk mengetahui infeksi mu
mps dibuktikan dengan adanya kenaikan titer IgM dan IgG secara bermakna dari s
erum akut dan serum konvalesens, dikatakan negatif jika <0.100, positif jika> 0.20
0 atau samar-samar jika 0.100 ≥ A ≤0.200. Semakin banyak penumpukan virus di
dalam tubuh sehingga terjadi proliferasi di parotis/epitel traktus respiratorius kemu
dian terjadi viremia (masuknya virus ke dalam aliran darah) dan selanjutnya virus b
erdiam di jaringan kelenjar/saraf yang kemudian akan menginfeksi glandula parotid
. Keadaan ini disebut parotitis.
Klasifikasi
a. Parotitis Kambuhan
b. Parotitis Akut
Pemeriksaan Diagnostik
a. Darah Rutin
b. Amilase Serum
c. Pemeriksaan Serologis : Hemaglutination inhibition (HI) test, Neutralization (NT) test, Complem
ent – Fixation (CF) test
d. Pemeriksaan Virologi
Penatalaksanaan
Umum:
1. Isolasi untuk mencegah penularan Farmakologi
2. Diet bergizi tinggi (tinggi kalori dan pr
otein) 1.Tatalaksana simptomatis sesuai gejal
3. Bila demam tinggi kompres dengan ai a yang dirasakan. Biasanya antipiretik (
r hangat parasetamol atau ibuprofen)
4. Peralatan makanan dan minuman har
us dipisah untuk mencegah penularan 2.Antibiotic: antibiotic spectrum luas da
5. Memberikan informasi selengkapnya pat diberikan pada kasus parotitis bakt
kepada pasien/orangtua dan keluarga m eri akut yang disebabkan oleh bakteri
engenai penyakit parotitis
6. Menjaga kebersihan gigi dan mulut sa 3.Analgetik-antipiretik bila perlu
ngat efektif untuk mencegah parotitis ya
ng disebabkan oleh bakteri dan virus
Komplikasi
Insert the title of your subtitle Here

1. Meningoensepalitis
2. Ketulian
3. Orkitis
4. Ensefalitis atau Meningitis
5. Ooforitis
6. Pankreatitis
7. Nefritis
8. Miokarditis.
9. Artritis
Pencegahan

Cara pencegahan terbaik untuk parotitis adalah dengan imunisasi rutin rekomendasi ID
AI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Vaksin ini merupakan kombinasi dengan vaksin me
asles (campak) dan rubella (campak Jerman). Diberikan sebanyak 2 kali, yaitu pada us
ia 15 bulan dan kemudian usia 5–6 tahun.
Penecegahan bisa dilakukan secara pasif dan aktif..
Pasif: Gamma globulin parotitis hiperimun tidak efektif dalam mencegah parotitis atau
mengurangi komplikasi.
Aktif : Pemberian rutin vaksin parotitis hidup yang dilemahkan.
Cara Penularan

Melalui
kontak
langsung Droplet. Muntahan Urine.
dengan
Pasirn
Thank you