Anda di halaman 1dari 13

MARASMUS

MANIFESTASI KLINIS
• Penampilan wajah seperti orang tua, terlihat sangat kurus
• Perubahan mental, cengeng
• Kulit kering,keriput, dingin dan mengendor
• Lemak subkutan menghilang hingga turgor kulit berkurang
• Otot atrofi sehingga kontur tulang terlihat jelas
• Kadang terdapat bradikardi
• Tekanan darah lebih rendah dibanding anak sehat sebayanya
TATA LAKSANA

1 2 3

STABILISASI TRANSISI REHABILITASI


Medikamentosa
• Pengobatan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
• Rehidrasi secara oral dengan Resomal, secara parenteral hanya pada dehidrasi berat atau
syok

• Atasi/cegah hipoglikemi
• Atasi gangguan elektrolit
• Atasi/cegah hipotermi
• Antibiotika:
• Bila tidak jelas ada infeksi, berikan kotrimoksasol selama 5 hari
• Bila infeksi nyata: ampisilin IV selama 2 hari, dilanjutkan dengan oral sampai 7 hari, ditambah
dengan gentamisin IM selama 7 hari
• Atasi penyakit penyerta yang ada sesuai pedoman
• Vitamin A (dosis sesuai usia, yaitu <6 bulan : 50.000 IU, 6-12 bulan : 100.000 IU, >1 tahun :
200.000 IU) pada awal perawatan dan hari ke-15 atau sebelum pulang
• Multivitamin-mineral, khusus asam folat hari pertama 5 mg, selanjutnya 1 mg per hari.
• Suportif / Dietetik
• Oral (enteral)
• Gizi kurang: kebutuhan energi dihitung sesuai AKG untuk umur TB (height-age) dikalikan berat
badan ideal
• Gizi buruk :

• Intravena (parenteral) : hanya atas indikasi tepat.


Kebutuhan Anak di Skenario

Stabilisasi Transisisi Rehabilitasi


Energi 520 kkal 650 kkal 975 kkal
Protein 6,5 gr 12 gr 26 gram
Cairan 650 ml Sesuai
kebutuhan
energi
REFERENSI
PENCEGAHAN
• Pola makan
Penyuluhan pada masyarakat mengenai gizi seimbang (perbandingan jumlah karbohidrat,
lemak, protein, vitamin dan mineral berdasarkan umur dan berat badan)
• Pemantauan tumbuh kembang dan penentuan status gizi secara berkala (sebulan sekali pada tahun
pertama)
• Faktor sosial
Mencari kemungkinan adanya pantangan untuk menggunakan bahan makanan tertentu yang
sudah berlangsung secara turun-temurun dan dapat menyebabkan terjadinya MEP.
• Faktor ekonomi
Dalam World Food Conference di Roma tahun 1974 telah dikemukakan bahwa meningkatnya
jumlah penduduk yang cepat tanpa diimbangi dengan bertambahnya persediaan bahan
makanan setempat yang memadai merupakan sebab utama krisis pangan, sedangkan
kemiskinan penduduk merupakan akibat lanjutannya. Ditekankan pula perlunya bahan
makanan yang bergizi baik di samping kuantitasnya.
• Faktor infeksi
Telah lama diketahui adanya interaksi sinergis antara MEP dan infeksi. Infeksi derajat apapun
dapat memperburuk keadaan status gizi. MEP, walaupun dalam derajat ringan, menurunkan
daya tahan tubuh terhadap infeksi.
PROGNOSIS
• AD VITAM = DUBIA AD BONAM
• AD SANATIONAM DAN AD FUNCTIONAM = DUBIA AD MALAM