Anda di halaman 1dari 27

Journal Reading

Insidensi Herpes Zoster (HZ) dan Post-Herpetic


Neuralgia (PHN) di Itali:
Hasil dari studi berbasis populasi selama 3 tahun.

Netty Triani Putri 1840312447


Jacqline Charles Labo 1840312470

PRESEPTOR:
dr. Rina Gustia, Sp.KK, FINSDV, FAADV

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
LATAR BELAKANG
HERPES ZOSTER (HZ) / SHINGLES ?

Penyakit disebabkan reaktivasi varicella-zoster virus


(VZV) yang tetap laten di akar dorsal atau ganglia
sensoris saraf kranial setelah infeksi primer.1,2

Ditandai : Sesuai dermatom


-Lesi vesikuler
-Nyeri hebat
FR :
-Penuaan
-kondisi yang menyebabkan Reaktivasi VZV
penurunan imunitas seluler

Insidensi HZ semakin meningkat dari 50 yo


dan mencapai puncak >80 yo
KOMPLIKASI
Reaktivasi VZV

JARANG
UMUM - OPTHALMIC ZOSTER
POST-HERPETIC - KOMPLIKASI DERMATOLOGIS /
NEURALGIA (PHN) NEUROLOGIS
TUJUAN STUDI :

Data epidemiologis Italia terkait HZ dan komplikasinya


masih sangat terbatas (Terakhir 2003-2005)

Memberikan data terbaru dari kejadian HZ di Itali

Menentukan proporsi kasus HZ dengan PHN dan


komplikasi lainnya
HASIL
Dari observasi 93,146 person-years  598 kasus insiden HZ

• Insidensi HZ meningkat seiring


• Insidensi HZ ♀ > ♂ :
usia :
 ♀ 7.23 (IC95%: 6.54 – 7.99)
♂ 6.37(IC95% :5.58 – 7.28)
3.95 (IC95% :3.06–5.09) per
1,000 person-years pada usia
50-54 tahun;
nilai puncak 9.06 (IC95%:
7.43–11.06) per 1,000 person
pada usia 70-74 tahun.
Sebanyak 136 (22.7%) dan 76 (12.7%) kasus HZ
menderita PHN masing-masing pada bulan 1 dan 3

PHN1 : 1.46 (IC95%:1.23– 1.73) • Proporsi PHN1 dan PHN3 ♂ >♀ :


PHN3 : 0.82 (IC95%: 0.65 – 1.02) ♂  PHN1 (23.2%)
PHN3 (15.3%)
♀  PHN1 (21.5%)
PHN3 (11.3%)
Diantara pasien dengan follow up setidaknya selama 1
tahun2.4% menderita PHN pada 1 tahun setelah onset
HZ

Proporsi PHN 1th meningkat progresif


dan signifikan dalam semua kelompok usia
& kedua jenis kelamin
Proporsi PHN 1 th ♀>♂ :
♀  3.2%
♂  1.8%
Komplikasi HZ lain :

Zoster ophthalmik (4%)


Komplikasi dermatologis (3.7%)
 Komplikasi neurologis dan viremia VZV (0.7% )
Pasien yang melaporkan episode HZ sebelumnya
yaitu tahun sebelum episode saat ini 2.2%,
meningkat 4.2% dan 5.7% masing-masing dalam
5 dan 10 tahun sebelumnya.
DISKUSI
-Sebanding dengan
penelitian Gialloreti dkk
(6,31 per 1.000 person-
6,42 HZ per 1000 year)
person-years -Sebanding juga dengan
diantara orang Itali penelitian lain - HZ
berumur >50 tahun banyak terjadi pada usia
tua, dan lebih banyak
terjadi pada perempuan
daripada laki-laki
PHN1 dan PHN3
lebih tinggi daripada -kemungkinan perbedaan
penelitian pada distribusi usia pada
sebelumnya ((22,7% 2 populasi studi
dan 12,7% vs 10,0% - perbedaan pada
dan 7,7%)
peresepan obat nyeri
neuropatik oleh dokter
Proporsi pasien PHN meningkat pada usia tua dan mencapai
puncak pada usia 80 th

Pada kasus ini, pasien usia 85 tahun, PHN 1 : 38,1 dan PHN 3 :
26,7%
PHN persisten 1 tahun : 1% pada usia muda dan 7% usia tua

Implikasi pada kesehatan masyarakat


• Opthalmica zoster menggambarkan lokalisasi HZ yang
berpotensi bahaya.

dokter hanya
mencantumkan
Opthalmica zoster bentuk terberat dari
: 4%  lebih ophthalmic zoster
rendah dari dan pasien
sebelumnya cenderung hanya
mengingat lokasi
paling nyeri
Kejadian rekuren pada kasus ini tinggi : 14,1%
60%dari subjek ini mengalami 2 atau lebih episode HZ
Penelitian lain : angka rekurensi yang lebih rendah yang
mencapai 6,2% selama 8 tahun follow-up
KETERBATASAN
• Sifat dari studi ini dan sumber data dapat menyebabkan
beban dari HZ dan PHN terabaikan.
• Data mengenai komplikasi lain dari HZ dan rekurensinya
dapat dipengaruhi kualitas data yang dikumpulkan pada
rekam medis elektronik dan ingatan yang bias pada pasien.
KESIMPULAN
• Penelitian ini menambah informasi kejadian HZ dan PNH
pada usia ≥50 th di Italia dan komplikasinya
• memperkuat relevansi beban penyakit ini pada populasi
usia tua

Perlu adanya intervensi


preventif, seperti
program imunisasi
nasional
Material dan Metode

Populasi :
• Penderita HZ dan PHN dalam kurun waktu 3 tahun
(Jan 2013-Des 2015)
• Usia ≥50 tahun
• Dirawat oleh dokter umum di 4 wilayah (Liguria,
Puglia, Toscana , dan Veneto)
Sumber data primer
• Grafik klinik dokter umum
• Diagnosis medis (ICD9MC)
• Resep obat
• Wawancara pasien
Definisi kasus

Sebuah kasus HZ didefenisikan sebagai pasien dengan diagnosis


HZ yang terdaftar dalam grafik klinik atau seorang pasien dengan
resep obat antivirus untuk pengobatan HZ
Sebuah kasus HPN pada 1 bulan didefenisikan sebagai pasien
dengan neuropathic pain dalam 1 bulan setelah didiagnosis HZ
atau seorang pasien dengan resep obat neuropati pada 1 bulan
setelah didiagnosis HZ
Sebuah kasus HPN pada 3 bulan didefenisikan sebagai
neurophatic pain pada 3 bulan setelah didiagnosis HZ atau pasien
yang diserepkan obat neuropati 3 bulan setelah didiagnosis HZ.
Etik
• Kelayakan subjek diinformasikan oleh dokter, tentang
rasional dan tujuan dari penelitian disediakan sebuah
informed consent tertulis. Penelitian disetujui oleh komite
etik regional Liguria
Singkatan
95% CI 95% confidence interval
GPs General Practioners
HZ Herpes Zoster
PHN Post herpetic neuralgia
PHN1 Post herpetic neuralgia at 1 mo
PHN3 Post herpetic neuralgia at 3 mo
VZV Varicella zoster virus
TERIMA KASIH