Anda di halaman 1dari 23

OLEH

ARMA DESITA,S.Kep
PENDAHULUAN

 Penomena di Indonesia saat ini tidak sedikit kita temukan para
petugas kesehatan merasa komunikatif saat berhadapan dengan
pasien,dengan berbagai macam alasan ,salah satu yang paling
dominan tidak mempunyai waktu yang cukup untuk berbincang
bincang dengan pasien,sehingga yang dilakukan hanyalah
mencari info yang secukupnya.
 Berdasarkan keputusan mentri kesehatan tanggal 01 maret
2012,dimana terjadi perubahan paradigma standar akreditasi
yang diaplikasikan pada pelayanan kesehatan yaitu berfokus
kepada pasien.
 Pasien safety menjadi standar utama dalam akreditasi RS,ada 7
standar keselamatan pasien yang diterapkan RS,salah satunya
pada standar ke II,adalah Komunikasi Efektif.

 Atas dasar inilah cara komunikasi yang baik bagi para staf
di RS,harus merupakan salah satu kompetensi yang harus
dikuasai oleh petugas disetiap lini di RS
 Mengantisipasi tuntutan tsb untk bisa mempraktekkan
komunikasi yang efektif dengan pasien/ klg,perlu
didorong peningkatan kwalitas sumber daya manusia di
RS agar lebih pintas berkomunikasi.
KONSEP DASAR
KOMUNIKASI

 Pengertian Komunikasi
 Pertukaran seluruh perilaku dari komunikator
kepada komunikan ,baik yang disadari maupun
yang tidak disadari.
 Proses yang dinamis ,selalu berubah sesuai
dengan situasi dan kondisi lingkungan yang
senantiasa berubah.
 Perpindahan maklumat dan makna dari satu
pihak ( pengantar )pada pihak yang menerima .
(Guffey dan Almonte,2010).
TUJUAN KOMUNIKASI

 Menyampaikan ide / Informasi / Berita : Satu kesamaan ide
antara apa yang ada dlm pikiran komunikator dan komunikan.
 Mempengaruhi orang lain : Komunikasi yang kita lakukan
pada orang lain secara kita sadari maupun tidak kita sadari
akan mempengaruhi perilaku orang lain.
 Merobah perilaku orang lain : merobah perilaku maksudnya
jika kita bicara dengan orang yang berpirilaku berbeda dengan
norma yang ada dan kita menginginkan.
 Memberikan pendidikan : Agar lawan bicara memperoleh
tingkat pemahaman yang lebih tinggi dan menunjukan hal
yang lebih baik.
 Memahami ide orang lain: Komunikasi antara dua orang /
lebih akan lebih efektif antara komunikato dan komunikan
saling memahami ide masing masing mereka.
FUNGSI
KOMUNIKASI

 Fungsi Kontrol
 Fungsi Informasi : Sebuah proses untuk memberikan informasi dari
sumber kepada tujuan yang apad akhirnya feedback(tanggapan/umpan
balik).
 Fungsi Motivasi : Sebagai alat untuk memberikan motivasi pada orang
lain.
 Fungsi Ekspresi Emosi : Menyampaikan emosi yang kita rasakan
melalui komunikasi,dan membutuhkan untuk didengar,berbagi beban
emosi kita pada orang lain.
MACAM MACAM KOMUNIKASI

 Komunikasi Sosial : Pembentukan konsep diri
,pernyataan,eksistensi diri,kelangsungan
hidup,menempuh hidup baru,mendapatkan kebahagiaan.
 Komunikasi Ekspresif : Komunikasi untuk
menyampaikan perasaan 2x sesorang,bisa verbal/non
verbal,demontrasi,mogok makan.
 Komunikasi Ritual : Ijab kabul ,doa,sholat,naik haji,idul
fitri,bom bunuh diri.
 Komunikasi instrumental: Melakukan komunikasi yang
bersifat persuasif ( membujuk)
ELEMEN KOMUNIKASI

 Komunikator :
 Informasi/pesan/berita
 Komunikan
 Umpan balik
 Admosfir : Lingkungan dimana komunikasi terjadi
Toylor,Lillis,LeMone(1989)
De Vito (1997)
BENTUK/JENIS KOMUNIKASI

 Komunikasi Verbal : Pertukaran informasi
menggunakan kata kata yang diucapkan secara
orang dan kata kata yang dituliskan.
 Komunikasi Non Verbal : Komunikasi yang
diekspresikan dengan wajah,pandangan
mata,sentuhan,gaya tubuh dan gaya berjalan.
MODEL/PROSES
KOMUNIKASI

 Urutan tahapan tahapan komunikasi yang komplek meliputi
ide generatioan,encoding,transmitting via
various,receiving,decoding,undestanding and responding yang
merupakan satu siklus yang selalu berulang (Vecchio 1995)
 Model model komunikasi :
 Linear : Model komunikasi searah yaitu pengirim pesan
kepada penerima ( Shanoom Weaver 1949)
 Interoksia : Model komunikasi 2 arah antara peserta
komunikasi ( Willbur Scham 1954)
 Transaktional : Model komunikasi pengirim dan penerima
pesan yang berlangsung secara terus menerus dalam satu
episode komunikasi,dimana keduanya saling mengantar dan
menerima pesan secara serentak.
HAMBATAN DALAM
KOMUNIKASI
Menurut

DELAUNE & LADNER 2002

 Perbedaan Bahasa
 Perbedaan budaya
 Status kesehatan
 Tingkat perkembangan
 Perbedaan pengetahuan
 Jarak emosional
 Emosi
 Khayalan
KOMUNIKASI EFEKTIF
PERAWAT/BIDAN DI RS

 Defenisi :
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah
Komunikasi tetap sasaran dan mencapai tujuan
 Syarat Komunikasi Efektif :
Informasi,ide atau pesan yang disampaikan dapat
diterima dan dipahami dengan baik sehingga
terbentuk kesamaan persepsi ,perubahan perilaku
atau saling mendapatkan informasi atau menjadi
paham.
CARA BERKOMUNIKASI EFEKTIF
DI RS

 Gunakan kalimat seefektif mungkin.
 Jangan mengungkapkan pengulngan ide/pokok
bahasan
 Janagn berbicara terlalu lambat
 Hindari gumaman yang terlalu sering
 Hindari humor yang tidak perlu.
KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM
PASIEN SAFETY

 Tepat waktu
 Akurat
 Lengkap
 Jelas
 Dipahami oleh pasien/petugas kesehatan

Akan mengurangi kesalahan dan menghasilkan
Peningkatan Keselamatan Pasien
BEBERAPA MODEL
BERKOMUNIKASI EFEKTIF DI RS

 Model SBAR : Sebagai strategi untuk meningkatkan
komunikasi efektif saat serah terima informasi pasien sehingga
akan meningkatkan pasien safety.
 SBAR :Merupakan kerangka acuan dalam melaporkan kondisi
pasien yang memerlukan perhatian atau tindakan segera.
 Situation : Kondisi terkini yang terjadi pada pasien
 Backgound : Informasi penting apa yang berhubungan
dengan kondisi pasien terkini.
 Assessment : Hasil pengkajian kondisi pasien yang terkini.
 Recommendation : Apa yang perlu dilakukan untuk
mengatasi masalah pasien saat ini.
URAIAN SBAR

 Instroduction : Indivisu yang terlibat dalam komunikasi ini
memperkenalkan diri,peran dan tugas serta profesi.
 Situation : Masalah /komplain pasien,Dx Medis,rencana
perawatan dan keinginan serta kebutuhan pasien.
 Background : Tanda vital,status mental,daftar obat obatan
yang ada,hasil pemeriksaan penunjang.
 Assessment : Penilaian situasi saat ini oleh provider
 Rekomendation : Mengidentifikasi hasil pemeriksaan yang
tertunda,apa yang harus dilakukan beberapa jam berikutnya
dan rekomendasi laion untuk perawatan.
 Question and Answer : Kesempatan untuk bertanya jawab
dalam proses berkomunikasi ini.
MODEL REACH

 Respect : Sikap menghargai setiap individu yang menjadi
sasaran pesan yang kita sampaikan
 Empathy : Kemampuan kita untuk menempatkan diri
kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleg orang
lain.
 Audible : Dapat didengarkan atau dimengertian dengan
baik pesan yang disampaikan.
 Clatity : Kejelasan dari pesan /informasi yang
disampaikan oleh komunikan sehingga tidak
menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran
yang berlainan.
 Humble : Sikap rendah hati, untuk membangun sara
menghargai.
DE VITO

 OPENESS : Membangun keterbukaan dalam
berkomunikasi.
 SUPPORTIVENESS : Saling Menghargai &
mensuport
 POSITIVENESS : Selalu berfikir positif dalam
menanggapi informasi ,berita,gosip dll.
 EMPATHY
 EQUALITY : Berusaha membangun kesetaraan
dalam berkomunikasi.
STANDAR KOMUNIKASI
PATIENT SAFETY

 Read Back
 Daftar singkatan yang dilarang digunakan.
 Hasil pemeriksaan kritis
 Komunikasi saat serah terima pasien
Uraian

 Read Back : Perintah Lisan via telepon.
 Singkatan baku yang dilarang digunakan :
 RS harus membakukan daftar singkatan,simbol dan
penandaan dosis yang tidak boleh digunakan diseluruh RS.
 Menetapkan & mengimplementasikan daftar singkatan
baku,akronim,simbol simbol dan penandaan dosis yang
tidak boleh digunakan diseluruh bagian RS.
 Kebijakan Pelaporan Hasil Pemeriksaan Kritis :
 Menyediakan pedoman/panduan dalam pelaporan nilai
kritis
 RS mempunyai SPO : ( Penetapan tes kritis & ambang nilai
kritis bagi setiap tipe tes,oleh siap,kepada siapa hasil tes
dilaporkan,menetapkan metode monitoring yang memenuhi
ketentuan )

 Serah Terima Informasi Kesehatan Pasien / Hand – Off :
Serah terima terjadi kapanpun pada saat ada pengalihan
tanggung jawab pasien dari satu tenaga kesehatan
kepada yang lain.
 Serah terima informasi pasien di RS :
 Antar perawat antar shift
 Pengalihan tanggung jawab dari dokter keperawat
 Pengalihan tanggung jawab dokter on-coll
 Pengalihan tanggung jawab sementara,misal saat
istirahat makan dll
 Antar perawat antar ruangan.
KESIMPULAN

 Komunikasi yang efektif ,tetap
waktu,akurat,lengkap,jelas dan dipahami oleh
penerima informasi dapat mengurangi kesalahan
dan meningkatkan keselamatan pasien.
 RS harus mengembangkan kebijakan & prosedur
terkait komunikasi efektif untuk menjamin
keselamatan pasien saat komunikasi antar petugas
RS.

 TERIMAKASIH
 SEMOGA BERMANFAAT