Anda di halaman 1dari 11

MEDIA PEMBELAJARAN

FLIPBOOK

OLEH :
Nur Fazry (F16112012)

PENDIDIKAN BIOLOGI
FKIP UNTAN
2019
Kompetensi 3.11 Menganalisis data perubahan lingkungan dan penyebabnya, serta dampak
Dasar dari perubahan perubahan tersebut bagi kehidupan.

3.11.1 Menganalisis pencemaran lingkungan yang ada di sekitar


Indikator kita.
3.11.2 Menyebutkan macam-macam penceamaran lingkungan.
Pencapaian 3.11.3 Menyebutkan dan memberi contoh macam-macam limbah yang
Kompetensi menyebabkan pencemaran lingkungan.
3.11.4 Menganalisis faktor-faktor penyebab kerusakan lingkungan.

1. Peserta didik dapat menganalisis pengertian pencemaran lingkungan yang


ada disekitar kita.
2. Peserta didik dapat menyebutkan macam-macam pencemaran lingkungan.
Tujuan
3. Peserta didik dapat menyebutkan dan memberi contoh macam-macam
Pembelajaran limbah yang menyebabkan pencemaran lingkungan.
4. Peserta didik dapat menganalisis faktor-faktor penyebab kerusakan
lingkungan.
Pencemaran berdasarkan
PERUBAHAN LINGKUNGAN
tempat terjadinya
Menurut Undang-Undang RI No-
mor 23 Tahun 1997 tentang Penge-
lolaan lingkungan hidup, pen-
cemaran adalah masuknya atau
dimasuk-kannya makhluk hidup,
zat, energi, atau komponen lain ke Pencemaran tanah
dalam lingkungan hidup oleh
kegiatan manusia sehingga kua-
litasnya turun sampai ke tingkat
tertentu yang menyebabkan ling-
kungan hidup tidak berfungsi se-
suai dengan peruntukkannya. Zat
atau bahan yang menyebabkan Pencemaran udara
polusi disebut polutan.

Pencemaran air
Pencemaran Tanah Pencemaran Udara

Pencemaran tanah disebabkan oleh Pencemaran udara dapat disebabkan oleh


berbagai macam limbah, contohnya aktivitas manusia atau dapat berasal dari
limbah pertanian dan limbah rumah alam. Pencemaran udara dapat
tangga. menyebabkan gangguan pernapasan,
batuk, sakit tenggorokan, mata pedih dan
menguningnya daun pada tanaman.

Limbah pertanian Limbah rumah tangga


dapat menyebabkan dapat berupa sampah.
pencemaran tanah Sampah yang
yang bersumber dari menumpuk akan
Diakibatkan oleh Manusia Diakibatkan oleh Alam
penggunaan pestisida membusuk dan
dan herbisida yang membuat bau busuk.
berlebihan, karena Pembusukan sampah
pestisida dan herbisi- dapat menimbulkan
da sulit untuk terurai. bibit penyakit.
Pencemaran Air
Pencemaran air adalah masuknya atau dimasuk-kannya makhluk hidup, zat,
energi dan/atau kom-ponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia se-hingga
kualitas air turun hingga tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat
berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Pencemaran air dapat bersumber
dari limbah rumah tangga, limbah pertanian, dan limbah industri. Sumber Limbah rumah tangga
pencemaran air bisa berasal dari limbah rumah tangga, limbah pertanian dan
limbah industri.

Cara Menanggulangi Pencemaran Limbah pertanian

1. Penggunaan pestisida yang tidak berlebihan


2. Mengurangi penggunaan plastik
3. Menerapkan program penghijauan di kota-kota untuk mengurangi
tingkat pencemaran.
4. Limbah buangan pabrik diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke Limbah industri
sungai
5. Limbah pabrik tidak boleh dibuang melalui pemuki-man penduduk
6. Setiap rumah harus memiliki septic tank
STUDI KASUS
Pencemaran Air di Sungai Ambawang, Desa Lingga, Kab. Kubu Raya

Aktivitas manusia telah menyebabkan Jenis Aktivitas Masyarakat


perubahan kondisi perairan Sungai
Ambawang, Desa Lingga, Kab. Kubu Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 3
Raya.

Hasil Analisis Kualitas Air dengan


mengunakan zooplankton sebagai
bioindikator menunjukkan bahwa
Permukiman warga di Pembungan Vegetasi
lokasi (2) telah mengalami
sepanjang sungai limbah pabrik tubuhan sagu
pencemaran lebih tinggi dari lokasi
kayu ke dalam sepanjang
lainnya.
aliran sungai aliran sungai
Kriteria sungai yang tercemar :
1. Fisika 2. Kimia 3. Biologi
Suhu air > 40°C pH < 5 & > 9 Kelimpahan dan keanekaragaman plankton
Kecerahan yang redah Oksigen terlarut (DO) (fitoplankton/zooplankton) yang rendah
menandakan air tercemar < 5 & > 7 mg/L
Kecepatan arus yang
sangat tinggi
Jenis-jenis zooplankton yang banyak ditemukan dalam perairan tercemar
Salah satu contoh pencemaran air yang ada di perairan Desa Lingga Kecamatan
Sungai Ambawang. Dimana perairan Sungai Ambawang di kawasan Desa Lingga
masih dimanfaatkan warga setempat sebagai aktifitas rumah tangga, sarana
transfortasi, aktivias MCK dan pembuangan limbah. Banyaknya aktivitas di sekitar
aliran sungai menimbulkan dampak buruk bagi kualitas suatu perairan. Kondisi ini
dapat menimbulkan gangguan, kerusakan, dan bahaya bagi mahluk hidup yang
bergantung pada sumber daya air (Effendi, 2003). Kualitas air dapat diukur dengan
parameter fisika (Suhu air, kecerahan, dan kecepatan arus), kimia (pH dan DO), dan
biologi (Fitoplankton/Zooplankton).

Selain itu kondisi air yang kotor atau


tercemar juga dapat dilihat pada
tingginya kelimpahan genus Arcella pada
suatu perairan. Genus Arcella pada
dasarnya hidup di perairan yang kotor
atau tercemar, sehingga dapat dikatakan
bahwa semakin banyak spesies ini maka
menandakan kualitas air semakin rendah.
Arcella Sp.
KESIMPULAN

1. Pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, atau
komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun
sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak berfungsi dengan
peruntukkannya.
2. Pembagian pencemaran dibagi berdasarkan tempat terjadinya, yaitu pencemaran tanah, udara
dan air.
3. Pencemaran tanah disebabkan oleh berbagai macam limbah, contohnya limbah pertanian dan
limbah rumah tangga.
4. Pencemaran udara dapat disebabkan oleh manusia atau dapat berasal dari alam. Pencemaran
udara dapat menyebabkan gangguan pernafasan, batuk, sakit tenggorokan, mata pedih dan
menguningnnya daun pada tanaman..
5. Pencemaran air adalah masuk-nya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau
komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun hingga tingkat
tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya.
6. Cara menanggulangi pencemaran dengan cara penggunaan peptisida tidak berlebihan,
mengurangi penggunaan plastik, Menerapkan program penghijauan di kota-kota untuk
mengurangi tingkat pencemaran, Limbah buangan pabrik diolah terlebih dahulu sebelum
dibuang ke sungai, Limbah pabrik tidak boleh dibuang melalui permukiman penduduk dan
Setiap rumah harus memiliki septic tank.