Anda di halaman 1dari 31

Definisi

Perencanaan dan pengorganisasian


sebelumnya mengenai orang-orang, bahan-
bahan, mesin-mesin, dan peralatan lain serta
modal yang diperlukan untuk memproduksi
barang pada suatu periode tertentu di masa
depan sesuai dengan yang diperkirakan atau
diramalkan.
Definisi lain

Masalah mengenai apa dan berapa yang


harus diproduksi serta menentukan
bagaimana dan kapan produksi harus
dilaksanakan.

Reksohadiprodjo dan Sumarno (1993)


Mengusahakan agar terdapat keseimbangan,
keselarasan, serta keserasian antara faktor-faktor
produksi yang ada dengan peluang-peluang yang
dimiliki oleh perusahaan.

Perkembangan Usaha

Profit
Persiapan secara sistematis dari segala
aktivitas produksi yang akan dijalankan pada
suatu periode tertentu di masa mendatang
dimana tiap-tiap bagian dikoordinir satu
sama lain untuk mencapai tujuan dari
perusahaan.
1. Meminimalkan biaya / memaksimalkan laba
2. Meminimalkan investasi inventaris
3. Meminimalkan perubahan dalam nilai
produksi
4. Meminimalkan perubahan dalam tingkat
tenaga kerja
5. Memaksimalkan pemanfaatan pabrik dan
perlengkapan
Biaya
Jumlah Produksi
Produksi

Jam
Kerja

Rencana Produksi
Pesanan Rencana
Produksi
(Demand) Produksi
Perencanaan produk bersifat lebih luas dari
perencanaan produksi, karena perencanaan produk
menunjukkan kebijakan perusahaan yang bersifat
jangka panjang dan umum, sedangkan
perencanaan produksi bersifat taktis dan jangka
pendek.
No Aspek Perencanaan Produk Perencanaan Produksi
Rencana tentang apa Rencana tentang apa dan
(What) dan berapa berapa banyak yang akan
1 Sasaran banyak (How much) yang diproduksi perusahaan
dapat diproduksi untuk waktu/proses
perusahaan produksi tertentu
Jangka waktu Jangka waktu biasanya
penggunaan bersifat untuk satu tahun berjalan,
2 Waktu
jangka panjang dan biasanya ada
perubahan pada tiap bulan
Berguna untuk Berguna antara lain untuk
menyusun layout pabrik, menyusun schedule
lingkungan kerja serta produksi, menghitung
3 Manfaat perekrutan tenaga kerja kebutuhan bahan dan
bahan penolong, upah
tenaga kerja.
Market-pull, yaitu memproduksi dan menjual produk atas
dasar pertimbangan “membuat apa yang dapat dijual”.

Jenis produk yang akan dihasilkan ditentukan


berdasarkan permintaan pasar.

Dengan kata lain cara ini dilandasi filosofi untuk


“memenuhi kebutuhan masyarakat”.
Contoh:
Perusahaan A melakukan riset pasar untuk mengetahui
produk yang saat ini dan beberapa waktu kedepan banyak
diminta masyarakat. Produk X ternyata banyak diminta
konsumen dan belum ada perusahaan yang dapat
memenuhi seluruh permintaan pasar, oleh karena itu
perusahaan A memutuskan untuk memproduksi produk X
tersebut, walaupun perusahaan terpaksa harus
menyesuaikan teknologi yang dimiliki dan dikuasainya
dengan produk X yang akan dihasilkannya tersebut.
Technology-push, yaitu memproduksi dan
menjual produk atas dasar pertimbangan
“menjual apa yang dapat dibuat”. Jenis produk
yang akan dihasilkan ditentukan berdasarkan
teknologi yang dimiliki dan dikuasai perusahaan.
Dengan perkataan lain, cara ini dilandasi filosofi
untuk “menciptakan kebutuhan masyarakat”.
Contoh:
Perusahaan X dengan sumber dayanya menguasai teknologi
produksi pengolahan limbah plastik menjadi berbagai pot
bunga plastik. Oleh karena itu, perusahaan ini akan
memproduksi berbagai macam pot bunga plastik, tanpa
mempertimbangkan bagaimana permintaan pasar terhadap
produk tersebut.
Aspek ini adalah aspek yang berhubungan dengan
jumlah produk yang akan dihasilkan/diproduksi.

Umumnya dikenal dua cara atau teknik untuk


menentukan jumlah produk yang akan diproduksi,
yaitu:
2. Volume Produk (How)

a. Teknik nonstatistika atau teknik pertimbangan.


Yaitu penentuan volume atau jumlah produk
yang harus dibuat dan dijual yang didasarkan
atas pendapat/pertimbangan seseorang atau
sekelompok orang, baik dari manajemen
perusahaan maupun dari luar perusahaan.
2. Volume Produk (How)

b. Teknik statistika atau teknik analisis kuantitatif.


Yaitu penentuan volume produksi berdasarkan
atas analisis kuantitatif terhadap data-data
masa lalu dan proyeksi masa yang akan datang
dengan menggunakan rumus-rumus statistika
tertentu.
3. Kombinasi Produk

Merupakan aspek yang berhubungan dengan


masalah jumlah jenis produk yang akan diproduksi,
yaitu perusahaan akan memproduksi dan menjual
lebih dari satu jenis produk (misalnya produk X dan Y).
Karena sumberdaya yang dimiliki perusahaan
terbatas, maka harus ditentukan kombinasi produksi
yang tepat, berapa jumlah X yang diproduksi dan
berapa jumlah Y yang akan diproduksi.
PROSES PRODUCTION PLANNING
1. Jumlah kebutuhan produksi per produk selama periode
tertentu.
2. Kebijakan persediaan terhadap jumlah persedian bahan
baku/penolong, bahan setengah jadi dan barang jadi.
3. Kebijakan kapasitas mesin atau kapasitas poduksi.
4. Tersedianya fasilitas produksi, seandainya terjadi
penambahan atau pengurangan kapasitas produksi.
5. Tersedianya bahan baku dan bahan penolong serta tenaga
kerja.
6. Jumlah produksi atau lot produksi yang ekonomis
7. Jadwal produksi dalam satu periode anggaran tertentu.
8. Skala produksi dan karakteristik proses produksi.
9. Dan lain-lain, termasuk dampak dari lamanya proses
produksi.
• Penelitian &
R&D Pengembangan Produk

• Mencari Gagasan & Seleksi


Idea Produk

• Menetapkan Skala Produksi


Scale
 Ada tiga strategi perencanaan produksi
mendasar yang dapat dipilih oleh perusahaan
untuk menyikapi fluktuasi permintaan:
1. strategi Mengejar Permintaan,
2. strategi Tingkat Produksi, dan
3. strategi Campuran.
Strategi Keterangan
Strategi Mengejar Mencocokkan tingkat produksi dengan tingkat pesanan atau
Permintaan permintaan melalui pengangkatan atau pemecatan karyawan seiring
dengan tingkat pesanan yang berubah-ubah

Strategi Tingkat Mempertahankan jumlah tenaga kerja yang stabil pada tingkat
Produksi produksi yang tetap dengan seluruh kekurangan dan kelebihan
diserap oleh salah satu dari yang berikut: 1)Mengubah tingkat
inventaris, 2)Memungkinkan penangguhan penyelesaian pesanan
(komitmen terhadap nasabah untuk pengiriman produk dalam waktu
lebih lama), 3) Menggunakan strategi pemasaran (misalnya berbagai
kegiatan promosi)

Strategi Berbagai strategi ini dapat mencakup gabungan dari hal-hal sebagai
Campuran berikut: 1) Mempertahankan jumlah karyawan secara stabil tetapi
menerapkan jam kerja yang berubah-ubah (misalnya menambah regu
kerja, jadwal kerja atau lembur yang fleksibel) 2) Melakukan sub-
kontrak / outsourcing 3)Mengubah tingkat inventaris
Beberapa Metode Khusus Biaya Ulasan
Rekrut pegawai tambahan Biaya pekerjaan untuk Pekerja yang terampil
sesuai dengan peningkatan pemasangan iklan, mungkin tidak tersedia
permintaan perjalanan, wawancar, bilamana dibutuhkan.
pelatihan, dan lain-lain.
Biaya regu kerja yang
tinggi jika diadakan
penambahan regu kerja.

Pemberhentian pekerja Biaya uang pesangon Perusahaan harus


karena adanya penurunan dan peningkatan biaya memiliki investasi modal
dalam permintaan asuransi pengangguran yang memadai dalam
perlengkapan untuk
puncak tingkat tenaga
kerja.
Beberapa Metode Khusus Biaya Ulasan
Lakukan produksi lebih awal Biaya pemeliharaan Kegiatan operasional yang
dan simpan sampai produk inventaris berkecimpung dalam
dibutuhkan bidang jasa tidak dapat
memelihara persediaan
jasa
Tawarkan untuk Tangguhkan sesedikit Perusahaan manufaktur
mengirimkan produk atau mungkin penerimaan dengan produk yang tidak
jasa lebih lama, pada saat pendapatan; perusahaan tahan lama seringkali
kapasitas tersedia bisa kehilangan nasabah. menggunakan cara ini
Gunakan usaha pemasaran Biaya pemasangan iklan, Jelaskan dengan sejumlah
khusus untuk memindahkan potongan harga, program contoh keterkaitan antara
permintaan ke masa-masa promosi lainnya semua fungsi didalam
sepi organisasi
Beberapa Metode Khusus Biaya Ulasan
Tingkatkan jam kerja tanpa mengubah Membayar uang lembur lebih Pengurangan waktu pemeliharaan
ukuran jumlah tenaga kerja banyak dalam pekerjaan tanpa mengganggu
produksi

Mempekerjakan karyawan dengan Kelebihan upah tenaga kerja Selama masa-masa sepi permintaan,
kemampuan produksi tinggi sehingga selama masa-masa sepi permintaan tenaga kerja bisa dimanfaatkan
lembur tidak lagi dibutuhkan untuk melakukan kerja pemeliharaan
yang tertunda

Lakukan sub-klontrak pekerjaan ke Melanjutkan pengeluaran untuk Kapasitas sejumlah perusahaan lain
perusahaan lain overhead perusahaan; overhead bisa dimanfaatkan, namun ada
sub-kontraktor dan laba. kekurangan dalam pengendalian
jadwal dan tingkat kualitas

Perbaiki keputusan membuat-atau- Pemborosan ketrampilan Beberap metode ini membutuhkan


membeli untuk membeli barang pada perusahaan, pemanfaatan investasi modal secukupnya bagi
saat kapasitas sudah bermuatan peralatan dan perlengkapan yang puncak tingkat produksi, yang akan
penuh kurang selama masa-masa yang kurang dimanfaatkan pada masa-
sepi masa sepi
INFORMASI YANG DIPERLUKAN
DALAM PERENCANAAN PRODUKSI
1. Informasi bahan / pembelian
2. Informasi operasional / manufaktur
3. Rancangan teknik / proses
4. Informasi penjualan, pemasaran dan
distribusi
5. Informasi keuangan dan akuntansi
6. Informasi sumber daya manusia
Tugas

 Buat perencanaan produksi sistem “toll in


manufacturing” misal untuk obat – obat BPJS
 Buat perencanaan produksi obat baru
berdasarkan analisis pasar
 Sistem Just In Time dan Corporate Social
Responsibility
 Good Distribution Practice
• http://zulidamel.wordpress.com/2008/01/14/perencanaan-produksi/
• http://zulidamel.wordpress.com/2008/01/14/sistim-informasi-
perencanaan-produksi/
• http://library.usu.ac.id/download/fe/D0000631.html
• http://andresugiyono.edublogs.org/
• Adisaputro, Gunawan dan Asri, Marwan. 1990. Anggaran Perusahaan.
Edisi Ketiga BPFE. Yogyakarta.
• Assauri, Sofyan. 1993. Manajemen Produksi dan Operasi. LPFE UI.
Jakarta.
• Harding, H.A. 1984. Manajemen Produksi. Bumi Aksara. Jakarta.