Anda di halaman 1dari 29

EMBRIOGENESIS MAMALIA

KELOMPOK 6
EMBRIOGENESIS
Embriogenesis adalah proses pembentukan dan perkembangan embrio. Proses ini
merupakan tahapan perkembangan sel setelah mengalami pembuahan atau
fertilisasi. Embriogenesis meliputi pembelahan sel dan pengaturan di tingkat sel.
Sel pada embriogenesis disebut sebagai sel embriogenik.

• Secara umum, sel embriogenik tumbuh dan berkembang melalui beberapa fase,
antara lain:

• Sel tunggal/Zigot

• Morula

• Blastula

• Gastrula

• Neurula

• Fetus / Janin
ALAT REPRODUKSI

• Alat Reproduksi Pria


Alat reproduksi Pria bagian dalam

Testis Epididimis

Gambar : Struktur testis manusia Gambar : Struktur epididimis manusia


• Kelenjar Assesori
Alat reproduksi pria bagian luar

• Penis

Gambar : Struktur penis manusia


• Alat Reproduksi Wanita
Alat reproduksi wanita bagian dalam

Ovarium

Gambar : Struktur ovarium manusia Gambar : organ reproduksi wanita


Alat reproduksi wanita bagian luar
GAMETOGENESIS
• Spermatogenesis
• Struktur sperma
• Oogenesis
• Menstruasi
PERKEMBANGAN EMBRIO
• Fertilisasi
Tahap perkembangan embrio

• Cleavage (pembelahan)

• Morula
• Blastula

• Gastrula
• Organogenesis
Ektoderm mengalami diferensiasi menjadi kulit, rambut, sistem

saraf, dan alat-alat indra.

Mesoderm mengalami diferensiasi menjadi otot, rangka, alat


reproduksi (seperti testis dan ovarium), alat peredaran darah, dan
alat ekskresi seperti ginjal.

Endoderm mengalami diferensiasi menjadi alat pencernaan, dan


alat-alat pernapasan seperti paru-paru.
PERKEMBANGAN JANIN
Pertanyaan

• Masda
Mengapa terjadi Menstruasi yang tidak teratur ?

Jawab :
Menstruasi dikatakan tidak lancar atau tidak teratur apabila siklus terjadi kurang dari 21 hari atau lebih
dari 35 hari. Selain itu menstruasi dikelompokkan tidak lancar bila lamanya menstruasi
berubah-ubah setiap bulannya. Volume darah yang tidak sama, kadang banyak dan kadang sedikit, juga
merupakan salah satu bentuk menstruasi tidak lancar.
Menstruasi yang tidak lancar biasanya terjadi pada beberapa tahun pertama setelah memasuki Namun,
jika menstruasi tidak lancar terjadi bukan di beberapa tahun pertama Anda mengalami
menstruasi, maka hal tersebut bisa dikatakan sebagai menstruasi tidak teratur, yang dapat digolongkan
ke dalam beberapa tipe berikut ini.
Polymenorrhe, adalah siklus menstruasi yang berlangsung kurang dari 21 hari.
Oligomenorrhea, adalah kondisi ketika siklus menstruasi jadi lebih panjang, atau tidak terjadi
menstruasi lebih dari 35 hari, namun kurang dari 90 hari.
Amenorrhea, adalah kondisi ketika tidak mengalami menstruasi dalam waktu 3 bulan berturut-turut.
Metrorrhagia, merupakan pendarahan menstruasi yang berlangsung lebih lama dan volume darah lebih
banyak.
Apa yang Menyebabkan Menstruasi Tidak Lancar?
Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menjadi penyebab menstruasi yang tidak lancar atau tidak teratur, antara lain:
• Menopause
Menjelang menopause, menstruasi bisa menjadi tidak lancar. Ini karena hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh menjadi tidak teratur.
• Kehamilan
Jika menstruasi Anda terhenti atau terlambat, cobalah melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah Anda hamil. Dokter biasanya akan
merekomendasikan tes kehamilan dan USG.
• Alat kontrasepsi
Menggunakan alat kontrasepsi, seperti IUD (spiral) atau pil KB, memang bisa menyebabkan perubahan berupa flek di antara siklus menstruasi.
IUD bisa menyebabkan darah yang keluar lebih
banyak dari biasanya atau nyeri perut pada saat menstruasi. Dapat juga terjadi keluarnya sedikit darah pada awal penggunaan pil KB, namun ini
akan berhenti setelah beberapa bulan penggunaan.
• Pola hidup sehari-hari
Jika Anda melakukan olahraga yang berlebihan atau berat badan Anda turun drastis, hal itu bisa menyebabkan menstruasi tidak lancar atau
tidak teratur. Begitu pula dengan berat badan yang
berlebih atau obesitas. Tidak hanya perubahan berat badan, stres juga bisa memengaruhi siklus menstruasi Anda.
• Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
(PCOS) adalah kumpulan gejala yang disebabkan oleh terbentuknya kista-kista kecil di dalam indung telur. Keberadaan kista ini membuat
hormon menjadi tidak seimbang. Testosteron dapat
meningkat melebihi batas normal, yang mana seharusnya pada wanita hanya terdapat sedikit hormon testosteron. Ketidaknormalan juga terjadi
kepada proses pelepasan sel telur. Ini
menyebabkan wanita dengan PCOS tidak mengalami menstruasi, atau mengalami menstruasi tetapi darah yang keluar hanya sedikit.
• Masalah pada tiroid
Pada bagian leher Anda terdapat kelenjar tiroid yang memproduksi hormon yang dapat mengatur metabolisme tubuh. Jika tiroid Anda
bermasalah, maka menstruasi Anda juga akan terpengaruh. Konsultasikan hal ini kepada dokter spesialis endokrin. Dokter akan melakukan tes
darah untuk melihat bagaimana kadar hormon tiroid dalam darah Anda.
• Sandra

Faktor apa saja yang mempengaruhi warna menstruasi ?

jawab :

1. Merah Muda
Menurut Margaret Romero, seorang tenaga medis di New York, darah haid yang berwarna merah muda menandakan bahwa kadar esterogen dalam
tubuh kamu sedang rendah. Enggak hanya berdampak pada siklus haid saja, warna darah merah muda ini pun bisa memicu risiko osteoporosis, lho.
Nah untuk mengatasinya, kamu bisa mengonsumsi banyak makanan yang mengandung protein seperti yogurt dan kacang almond. Kamu juga harus
mengatur pola olahrga secara tepat, tidak berlebihan namun juga tidak kurang bergerak.

2. Merah Pudar Berair


Alyssa Dweck, dokter spesialis kandungan dari Mount Sinai School of Medicine New York menyatakan bahwa warna darah haid yang berwarna
merah pudar menunjukkan bahwa tubuh sedang kekurangan nutrisi. Sedangkan jika darah haid tersebut memiliki tekstur berair maka kemungkinan
kamu mengalami anemia atau kekurangan zat besi. Untuk mengatasinya, ingat selalu untuk memilih asupan makanan dengan gizi seimbang dan kaya
zat besi. Selain itu, jika pembalut yang kamu pakai terasa penuh akibat aliran darah yang deras kurang dari satu jam, kamu harus meminum suplemen
penambah darah untuk menghindari anemia. Perhatikan juga siklus haid, apabila selama dua atau lebih warna haid terus menerus seperti ini, sebaiknya
bicarakan dengan dokter, ya.

3. Warna Coklat Tua


Jika kadar progesteron dalam rahim rendah, maka darah haid akan berwarna coklat. Ini karena darah butuh waktu lebih lama untuk keluar dari tubuh.
Enggak perlu khawatir, karena hal ini normal dialami oleh wanita. Umumnya, pada kamu yang siklus haidnya tidak teratur warna haid coklat tua ini
memang sering dialami. Kamu bisa mengonsumsi makanan yang kaya vitamin B dan juga telur untuk meningkatkan kadar progesteron.
4. Warna Merah Stroberi
Jika darah haid berwarna merah dan memliki tekstur agak bergumpal seperti selai stroberi, ini tandanya ada ketidakseimbangan hormon progesteron
dan esterogen. Yang perlu kamu waspadai adalah jika gumpalan darah cukup besar karena tandanya ketidakseimbangan hormon perlu penanganan
serius. Untuk itu, kamu harus mengurangi konsumsi produk susu, kedelai dan gula. Alangkah lebih baik jika kamu juga langsung membicarakannya
dengan dokter kandungan.

5. Merah Tua Cranberry


Kamu boleh senang jika memiliki darah haid berwarna merah tua atau seperti warna buah cranberry. Ini artinya kamu memiliki siklus haid yang sehat
dan teratur, lho. Semua organ bekerja dengan baik, hormon esterogen dan progesteron pun seimbang. Biasanya warna ini bisa terlihat setelah dua hari
pertama datang bulan. Setelahnya, warna darah haid akan semakin cerah dan memiliki tekstur yang licin mirip agar-agar. Artinya darah kotor kamu
bercampur dengan lendir serviks dan kamu pun dalam kondisi yang sehat.

6. Warna Oranye & Abu-abu Agak Hitam


Umumnya, warna darah haid yang berwarna oranye ini tercampur dengan cairan dari leher rahim. Jika kondisi ini berlangsung lama maka kamu harus
berhati-hati karena bisa saja menjadi tanda dari indikasi infeksi leher rahim. Sebaiknya, kamu langsung membicarakannya dengan dokter.

Sedangkan jika kamu memiliki darah haid dengan warna keabu-abuan agak hitam, maka segara bicarakan dengan dokter karena bisa jadi kamu
terkena infeksi rahim. Berbeda dengan wanita yang sedang hamil, kondisi ini bisa jadi merupakan tanda keguguran yang harus diwaspadai.
Novita
Mengapa wanita usia 20-an lebih cepat hamil daripada wanita usia 30+ ?

Jawab :
Menurut tim peneliti dari Univeristy of St Andrews dan Edinburgh
University, perempuan telah menghabiskan 90% 'sel telur cadangan'-nya
ketika mereka memasuki usia 30. Meski perempuan masih bisa
memproduksi sel telur sepanjang usia 30 hingga 40 tahun, namun cadangan
sel telur itu terus menyusut cepat.

Ketika sudah memasuki masa pubertas, sel telur Kamu akan berjumlah
sekitar 300.000 hingga 500.000. Namun, rahim hanya akan memproduksi
sekitar 300 di masa reproduktif. Semakin tua umur, maka
semakin menurun juga kualitas sel telur yang diproduksi oleh rahim

karena kualitasnya yang terus menurun maka sel telur sulit untuk dibuahi
atau disebut infertilitas
• Sundari
apa penyebab kemandulan wanita ?
jawab :
• Pada wanita
• 1. Endometriosis
• Endometriosis adalah ketidaknormalan pertumbuhan jaringan implan diluar rahim
atau uterus, padahal normalnya hanya tumbuh didalam rahim. Hal ini dapat
menimbulkan perlengketan pada sekitar saluran telur atau pada organ
reproduksinya sehingga menghambat terjadinya pembuahan.
• 2. Infeksi Organ Reproduksi
• Infeksi vagina dapat meningkatkan keasaman vagina sehingga akan membunuh
sperma dan terjadi pengkerutan vagina yang akan menghambat transportasi sperma
ke vagina. Selain itu, kelainan tuba falopii akibat infeksi akan mengakibatkan
adhesi tuba falopii sehingga terjadi obstruksi yang pada akhirnya menyebabkan
ovum dan sperma tidak dapat bertemu.
• 4. Menopause Dini
• Menoupase dini yaitu suatu kondisi berhentinya menstruasi dan penipisan folikel
ovarium yang terjadi lebih dini sebelum usia 40 tahun. Meski penyebanya sering
tidak diketahui, namun kondisi tertentu berhubungan dengan menopause dini,
seperti penyakit sistem imun, pengobatan radiasi dan kemoterapi, dan merokok
• 5. Penyumbatan Tuba Falopi
• Rusak atau tersumbatnya tuba falopi ini umumnya disebabkan oleh salphingitis,
yang dapat menghambat kehamilan atau menyebabkan kehamilan diluar
kandungan. Jika tuba falopi pada wanita rusak akan membentuk jaringan parut dan
perubahan yang menggangu pergerakan sel telur sehingga menghambat
pembuahan.
• 6. Tumor dan Kanker Rahim
• Tumor dinding rahim yang jinak atau ganas bisa menyebabkan infertilitas. Tumor
yang berukuran besar juga menjadi penyebab kemandulan pada wanita. Karena
tumor yang besar akan mempengaruhi bentuk dari uterus wanita. Kanker pada leher
rahim jika dibiarkan juga akan menimbulkan kemandulan pada wanita. Kanker juga
bisa menyerang bagian vagina wanita.
• 7. Stress dan Gaya Hidup yang Tidak Sehat
• Kondisi stress juga bisa mempengaruhi tejadinya kemandulan. Demikian pula gaya
hidup yang tidak sehat seperti merokok dan konsumsi alkohol. Alkohol memang
tidak disarankan untuk diminum karena dilihat dari segi kesehatan sangat
membahayakan kesehatan terutama bagi wanita.
Ropando
pada fase manakah bayi kembar tidak sempurna ?
• Bagaimana terjadinya hamil anggur ?
Jawab :
Hamil anggur adalah kehamilan yang gagal, di mana terjadi kelainan pada proses
perkembangan sel telur setelah dibuahi, sehingga gagal tumbuh menjadi seorang
bayi. Pada hamil anggur, sel-sel telur dan plasenta yang tidak mampu berkembang
ini akan membentuk sekumpulan kista (gelembung berisi cairan) yang bentuknya
menyerupai anggur putih.
Penyebab dan Jenis Hamil Anggur
Penyebab hamil anggur adalah ketidakseimbangan kromosom selama kehamilan.
Kondisi ini dapat terjadi jika sel telur yang dibuahi tidak memiliki infromasi
genetika atau 1 sel telur normal dibuahi oleh dua sperma secara bersamaan.
Penyebab inilah yang akan mengelompokkan hamil anggur dalam 2 kategori, yaitu:
Hamil anggur lengkap yang terjadi ketika sel telur yang tidak mengandung
informasi genetika dibuahi oleh sperma dan tidak berkembang menjadi fetus,
melainkan sekumpulan jaringan abnormal yang disebut mola, yang lama-kelamaan
dapat memenuhi rahim.
Hamil anggur parsial yang muncul jika 1 sel telur normal dibuahi oleh 2 sperma.
Jaringan plasenta akan berkembang abnormal menjadi mola, sementara jaringan
fetus yang berhasil berkembang akan mengalami kecacatan atau kelainan yang
serius.