Anda di halaman 1dari 2

Morbus Hansen

Definisi Merupakan infeksi yang kronik yang disebabakan Mycobacterium leprae

Etiologi Mycobacterium leprae

Kontak infeksi manifestasi tergantung sitem imunitas seluler  kuat


Patofisiologi gambaran klinisnya tuberkuloid dan jika lemah gambaran klinisnnya
lepromatosa
Keluhan penderita Kelainan kulit, Mati rasa, Kemerahan, Gangguan
fungsi pada saraf
An
Riwayat kontak kontak dengan penderita MB
Latar belakang keluarga, misalnya keadaan sosial ekonomi

Diagnosis Inspeksi  kulit dengan bercak putih atau kemerahan dengan mati
rasa
PF Palpasi  penebalan pada saraf tepi disertai kelainan fungsinya
berupa mati rasa dan kelemahan pada otot tangan , kaki, dan mata
Anhidrosis, anastesi, apigmentasi, alopesia, dan atrofi
Dermatitis Numularis
Pemeriksaan Bakterioskopik (Ziehl Neelsen)  menemukan
kuman BTA
Diagnosa PP Pemeriksaan Histopatologi
Pemeriksaan Serologi MLPA, ELISA, ML dipstik, ML flow test
Test lepromin (mitsuda)  menentukan tipe

Pausibasiler  rifampisin 600mg/bulan, diaminodifenil sulfon (DDS)


100 mg/hari, salama 6-9 bulan
Tata Laksana
Multibasiler  rifampisin 600mg/bulan, DDS 100mg/hari, klofazimin
300mg/bulan diteruskan 50 mg/hari, selama 24-36 bulan

Pencegahan Menjaga kebersihan diri, menghindari kontak dengan penderita


Neuropati, ulkus/fistula,pembentukan kalus, kntraktur sendi, kelainan
Komplikasi
oftalmologis
Prognosis Umumnya baik jika dilakukan pengobatan dengan tepat