Anda di halaman 1dari 8

PERTEMUAN - 2

POPULASI DAN SAMPEL


 POPULASI
Pengertian populasi adalah sejumlah data yangdikumpulkan secara keselurahan
dan bukan hanya untuk sebagian saja.
Misalnya : Dikatakan 25 % Mahasiswa di Indonesia berasal dari keluarga
berpenghasilan menengah kebawah. Maka pernyataan ini berlaku umum seluruh
mahasiswa di Indonesia ditinjau dari segi ekonomi keluarganya yang
berpenghasilan menengah kebawah. Jadi untuk untuk mengetahui kebenaran itu,
maka seluruh orang tua mahasiswa beserta karakteristiknya yang diperlu kan
dijadikan sebagai obyek penelitian, sehingga data yang dikumpulkan tersebut
adalah data populasi.
POPULASI DAN SAMPEL
 SAMPEL
Pengertian sampel adalah data yang dikumpulkan
dengan mengambil sebagian dari poipulasi untuk
diteliti dan hasilnya mewakili populasi disebut
Sampel. Misalnya : Sebagian orang tua mahasiswa
saja yang diambil sebagai sampel untuk
membuktikan bahwa 25 % dari mahaisiwa di
Indonesia berasal dari keluarga berpenghasilan
renda
PENGUMPULAN DATA
 PENGUMPULAN DATA
Proses pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara Sensus dan
Sampling
 Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam pengumpulan data
adalah :
 Mengadakan penelitian langsung kelapangan atau ke obyek
penelitian, hasilnya dicatat dengan teliti dan selanjutnya
dianalisis.
 Mengambil atau menggunakan sebagian atau seluruhnya dari
sekumpulan data yang telah dicatat oleh badan atau orang lain.
 Mengadakan angket, yaitu cara pengumpulan data dengan
menggunakan daftar isian atau daftar pertanyaan yang telah
disiapkan.
PEMBULATAN ANGKA
 PEMBULATAN ANGKA
Untuk keperluan perhitungan, sering dikehendaki pencatatan data
kuantitatif dalam bentuk yang lebih sederhana, karena itu dibutuhkan
aturan- aturan dalam pembulatan angka.
 Aturan yang dapat digunakan pada pembulatan angka adalah :
 Aturan 1 : Jika angka terdiri dari 4 atau kurang dari 4 yang harus
dihilangkan untuk pembulatan, maka angka terkanan dari yang
mendahuluinya tidak berubah. Misalnya : Rp.50.375.402,96
dibulatkan menjadi ribuan rupiah, maka menjadi Rp. 50.375.000,--
 Aturan 2 : Jika angka terkiri yang harus dihilangkan lebih dari 5
atau 5 diikuti oleh angka bukan nol, maka angka terkanan dari yang
mendahuluinya bertambah satu, misalnya : - 8.648 Kg, dibulatkan
kedalam ribuan menjadi 9.000 Kg ; 175,51 Kg, dibulatkan ke
dalam satuan menjadi 176 Kg
PEMBULATAN ANGKA
 Aturan 3 : Jika angka terkiri dari yang harus dihilangkan hanya
angka 5 atau angka 5 yang diikuti oleh angka nol, maka angka
terkanan dari yang mendahuluinya nilainya tetap jika ia genap, dan
ditambah satu jika ia ganjil, contohnya : nilai 8.500 dan 195.500
dibulatkan kedalam nilai ribuan, maka didapat nilai 8.000 dan
196.000.
Contoh pembulatan angka
Pembulatan Pembulatan Pembulatan
Data asli
Kebawah Keatas Sesuai aturan

4,5 4 5 4
8,50 8 9 8
1,500 1 2 2
6,98 6 7 7
5,52 5 6 6
27 24 29 27
Contoh lain :
Bulatkanlah data angka hasil ujian statistik mahasiswa teknik sipil
sementer 4 sebagai berikut :

Pembulatan Pembulatan Pembulatan


Data asli
Kebawah Keatas Sesuai aturan
60,75 60 61 61
75,51 75 76 76
60,50 60 61 60
71,50 71 72 72
82,64 82 83 83
55,50 55 56 55
56,50 56 57 56
75,51 75 76 76
76,45 76 77 76
62,50 62 63 62
83,50 83 84 83
72,49 72 73 72
58,53 58 59 59
59,50 59 60 60
951,37 944,00 958,00 951
Selisih - 7,37 + 6,63 - 0,37
SEKIAN DAN TERIMA KASIH