Anda di halaman 1dari 24

Modul 3

Pembengkakan pada wajah dan sulit menutup mulut

Evita Resky Djohari Nur Amaliyah R


Nur Khadija Syamsul Amirah Rizkyanti S
Andi Muhammad Fuad Ansar Irna indriana S
Reski Amelia Herizlah Nurul Fauzi
Nur Afni Puspita Sasqia Chaerunnisa
Andi Trianti Bella Dila Aulia Safrullah
Abdih Kudrati Hendra Nur Hildah Inayah
Prayoga Pangestu K

Kelompok 6
SKENARIO

Seorang laki-laki berusia 30 tahun satang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut
Unhas dengan keluhan utama nyeri dan bengkak pada pipi kiri bawah
disertai keluhan sulit menutup mulut, dari anamnesa diketahui pasien
pernah terjatuh dari sepeda motor ±3 hari yang lalu. Pada pemeriksaan
ekstraoral tampak hematoma pada daerah rahang bawah kiri, dan udem
pada pipi kiri disertai nyeri tekan. Pada pemeriksaan intraoral tampak gigi-
gigi rahang atas dan rahang bawah tidak dapat berkontak pada satu didi.
Mobility gigi 33 dan 34
Struktur Anatomi Maksilofasial
Kraniofasial

Neurocranium Viscerocranium
Os. Maxilla dan Os. Mandibula Os. Mandibula

Os. Maxilla
Otot-otot Pengunyahan

Kerja Otot Pengunyahan :


Depresi
Elevasi
Retraksi
Protrusi

M. Masseter
M. Temporalis
M. Pterygoideus medialis
M. Pterygoideus lateralis
Klasifikasi Fraktur Maksilofasial
Klasifikasi Fraktur Maksilofasial
Simple atau tertutup
Compound atau terbuka
Comminuted
Greenstick
Patologis

Sepertiga bawah wajah Multiple


Impaksi
Atropi
Indirek
Komplit/Kompleks

Fraktur Le Fort Tipe I


Sepertiga tengah wajah Fraktur Le Fort Tipe II
Fraktur Le Fort Tipe III

Fraktur Frontobasal
Sepertiga atas wajah Fraktur Orbita
Klasifikasi Fraktur Mandibula

Klasifikasi Fraktur mandibula berdasarkan lokasi


anatomi :
1. Fraktur Dento Alveolar
2. Fraktur Symphysis
3. Fraktur Parashympisis
4. Body Fracture
5. Angle Fracture
6. Ascending Ramus Fracture
7. Fraktur Processus Condylar
8. Featur coronoideus Fratur sudut mandibula dipengaruhi oleh
pterygoideus lateralis dan medialis. Fraktur pada
area ini diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu
sebagai berikut.
1. Fraktur Favourable
2. Fraktur Unfavourable
Pemeriksaan yang Dilakukan
Penilaian Fraktur

Primary Secondary
survey survey

Circulation 1. Pemeriksaan Subyektif


Breathing 2. Pemeriksaan Obyektif
Airway
Pemeriksaan untuk
menegakkan diagnosis

1. Identitas pasien
2. Chief Complain dan present illness
3. Riwayat Medik Pemeriksaan
4. Riwayat Keluarga Subyektif
Pemeriksaan 1. Ekstraoral
Obyektif 2. Intraoral

Pemeriksaan
1. Pemeriksaan Radiografis Penunjang
2. Pemeriksaan Laboratorium
Diagnosis dan Diagnosis Banding
Diagnosis dan Diagnosis Banding

Diagnosis Banding:
Body Fracture

Diagnosis:
Fraktur Mandibula Parasymphisis
Patomekanisme
Patomekanisme

Edema adalah komplikasi sekunder akibat trauma


jaringan lunak. Ini adalah hasil ekstravasasi
cairan oleh jaringan yang mengalami trauma

Hematoma?
karena kerusakan atau penyumbatan pembuluh
getah bening, sehingga berhentinya drainase
getah bening, yang terakumulasi dalam jaringan.
Pembuluh darah menumpuk akibat

Udem?
adanya pembuluh darah yang

Nyeri?
rusak sehingga terjadi hematoma

40% 1. Transduksi
2. Transmisi
3. Modulasi
4. Persepsi
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan Fraktur

Reduksi Fiksasi Imobilisasi

1. Close Reduction Fiksasi dengan metode Fiksasi Periode immobilisasi untuk fraktur
2. Open reduction maksilomandibular maksila 3-4 minggu cukup
memadai, sedangkan untuk
mandibula bervariasi dari 4-6
minggu.
Prognosis
Prognosis

Prognosisnya baik jika dilakukan perawatan dengan tepat dan tidak


adanya infeksi dan defisiensi sistemik. Namun tidak menutup
kemungkinan akan terjadi komplikasi pada penyembuhan, apabila reduksi
dan imobilisasi kurang baik, terganggu oleh infeksi dan defisiensi sistemik,
bisa terjadi nonunion (tidak bersambung) pada bagian yang fraktur.
Komplikasi Pasca Perawatan
Komplikasi

Infeksi

Delayed Union dan Nonunion

Malunion

TMJ Ankylosis
Daftar Pustaka

1. Scheid RC, Weiss G. Woelfel anatomi gigi. Ed.8. Jakarta: EGC; 2013.p.411,413,415-6,420-2.
2. Chandha M.H. Trauma maksilofasial. Bogor: IPB Press; 2012. H. 13-23,25, 33-4,27,49-51,65,75,77
3. Stoopler E. Oral Medicine: A Handboo for Physicians, An Issue of Medical Clinics. Pp 1271-3
4. Robert E. Lincoln. Pratical Diagnosis and Management of Mandibular and Dentoalveolar Fracture in Facial Plastic, Reconstructive and Trauma
Surgery. 2004.
5. Andersson L, Kahnberg KE, Pogrel MA. Oral and maxillofacial surgery. Oxford : Blackwell Publishing; 2010. p. 878 – 9, 890-2.
6. Balaji SM. Textbook of oral and maxillofacial surgery. New Delhi : Elsevier; 2007.p. 566
7. Suardi N.P.E.S., dkk. Fraktur pada tulang maksila. Bagian Blmu Bedah RSUP Sanglah. Hal 1-3
8. Winda RI, Nauli FA, Hasneli Y. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pasien frakturtulang panjang pra operasi yang dirawat di RSUD
Arifin AchmadPekanbaru. Jurnal JOMPSIK. Vol 1(2).2014. Hal 1-4
9. Fragiskos D. Oral & maxillofacial surgery. Germany: Springer-Verlag Berlin Heidelberg; 2007.p.195-6
10.Andersson L, Kahnberg KE, Pogrel MA. Oral and Maxillofacial Surgery. West Sussex: Blackwell Publishing; 2010. P165-6.
11.Vanderah TW. Pathophysiology of Pain. Arizona : Med Clin N Am; 2007.
12.Bahruddin M. Patofisiologi Nyeri (Pain). Malang : UMM Journal; 2017.
13.Fonseca RJ, Barber HD, Walker RV, powers MP, Forest DE, Oral and Maxillofacial trauma. Ed 4. China:Elsevier Saunders;2013
14.Sherry E, Bokor D. Sports Medicinie : Prolems and Practical Management. Uk : Greenwich edical Media Ltd; 1997. P 86.
15.Bernado P, Prihartiningsih, Hasan C.Y. Penatalaksanaan fraktur kompleks zygomatikomaksilaris sinistra dengan miniplate osteosynthesis. Majalah
kedokteran gigi. Desember 2013; 20(2): 161-162.
16.Dijkstra PU, Stegenga B, Bont L.G.M, Bos R.R.M. Function impairment and pain after closed treatment of fractures of the mandibular condyle. The
journal of trauma. 2005; 59: 422-427
17.Bahr R, Maehkum S. Clinical guide to sports injuries. Oslo : Gazette; 2004. p. 77
18.WHO, IATSIC, ISSSI. Guidelines for Essentiials Trauma Care. London: WHO; 2004. P 19-24
19.Pedersen GW. Buku ajar praktis bedah mulut. Jakarta: EGC; 1996.hal.238-51
20.Eusterman MD. Resident Manual of Trauma to the Face, Head, and Neck. 1st ed. American Academy of Otolaryngology- Head and Neck Surgery
Foundation; 2012. P 126-8.
Thanks
谢谢观赏