Anda di halaman 1dari 15

HERPES SIMPLEKS

Dewi Imaniar
2011730021
Definisi
Infeksi akut yang disebabkan oleh
herpes simpleks virus (HSV) tipe
I atau tipe II yang ditandai dengan
adanya vesikel yang berkelompok
di atas kulit yang sembab dan
eritematosa pada daerah dekat
mukokutan
SINONIM

Fever blister
Cold sore
Herpes febrilis
Herpes labialis
Herper progenitalis
Epidemiologi
Penyakit initersebar kosmopolit dan
menyerang baik pria maupun wanita
dengan frekuensi yang tidak berbeda.
Infeksi primer oleh virus Herpes
Simpleks (HSV) tipe I biasanya
menyerang pada usia anak-anak.
Infeksi HSV tipe II biasa terjadi pada
dekade 11 atau 11, dan berhubungan
dengan peningkatan aktivitas seksual
Etiologi
HSV tipe I dan tipe II merupakan
virus herpes hominis yang
merupakan virus DNA.
 Pembagian tipe I dan II
berdasarkan karakteristik
pertumbuhan pada media kultur,
antigenic marker, dan lokasi
klinis (predileksi)
Gejala Klinis
Infeksi HSV ini
berlangsung
dalam 3 tingkat:
Infeksi Primer
Fase Laten
Infeksi Rekuren
Cont..
1. Infeksi Primer
 VHS tipe 1 : anak –anak , biasanya didaerah
pinggang ke atas
 VHS tipe II : didaerah pinggang ke bawah
 Masa inkubasi rata-rata 5 hari, 3 minggu dan
sering disertai
gejala sistemik
 Demam
 Malaise
 Anoreksia
 Pembengkakan dari kelenjar getah bening regional.
Kelainan klinis
Vesikel berkelompok di atas kulit yang sembab
dan eritematosa, berisi cairan jernih dan
kemudian menjadi seropurulen. Lesi dapat
menjadi krusta dan kadang-kadang mengalami
ulserasi yang dangkal. Saat sembuh biasanya lesi
akan menghilang tanpa meninggalkan sikatriks.
2. Fase laten
Pada fase ini berarti pada penderita tidak
ditemukan gejala klinis, tetapi HSV dapat
ditemukan dalam keadaan tidak aktif pada
ganglion dorsalis.
3. Infeksi Rekuren
 Infeksi ini berarti HSV pada ganglion
dorsalis dalam keadaan tidak aktif, dengan
mekanisme pacu menjadi aktif dan mencapai
kulit, sehingga menimbulkan gejala klinis
 Berlangsung kira-kira 7-10 hari.
 gejala prodromal lokal sebelum timbul
vesikel berupa rasa panas, gatal, dan nyeri.
 Infeksi rekuren ini dapat timbul pada tempat
yang sama (loco) ataupun tempat lain atau
sekitarnya (non loco).
Infeksi Orofacial

Infeksi primer herpes labialis Infeksi rekuren herpes labialis


Infeksi Genital
a.Infeksi primer genitalia Infeksi rekuren pada
dengan vesikel genitalia dengan
vesikel berkelompok
b.Primary Herpetic Vulvitis
pada penis
Pemeriksaan
Antibodi HVS : Bila tidak ada lesi

Perwanaan giemsa : ditemukan sel

datia beinti banyak dan inklusi


intranuklear .
Tes Serologi antibodi HSV
Diagnosis banding
Impetigo vesikobulosa.

Ulkus durum

Ulkus mole

Ulkus mikstum
Penatalaksanaan
Lesi dini ( obat topikal )
 preparat idosuridin (stoxil, viruguent, viruguent-
P)
 Preparat asiklovir
 Asiklovir 5x 200mg / hari
 Preparat adenin arabinosid
Rekurens
 preparat Lupidon H , lupidon G
 levamisol
 isoprinosin
 asiklovir
Prognosis
Selama pencegahan rekuren masih
menjadi masalah, hal tersebut akan
memberatkan penderita secara
psikologik. Pengobatan secara dini
dan tepat memberikan prognosis
yang lebih baik, masa penyakit
berlangsung lebih singkat dan
rekurensi lebih jarang.