Anda di halaman 1dari 29

PEMULASARAAN JENAZAH

BAGI PETUGAS PEMULASARA KEMENTERIAN AGAMA


KABUPATEN TANGERANG

TINGKAT KABUPATEN
TANGERANG Oleh :
H.LILI MAHPULI, S.Ag., M.A.

Penyelenggara Syariah
Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Tangerang

27 Maret 2019
PENGERTIAN
KEMENTERIAN AGAMA
KAB. TANGERANG

– Pemulasaraan berasal dari kata Pulasara yang


dalam bahasa Jawa kuno berarti Merawat
atau Mengurus. Sedang Jenazah berasal dari
bahasa Arab Janazah yang berarti jasad orang
yang telah meninggal dunia. Dalam kontek ini
yang dimaksud orang adalah orang
Islam/Muslim. Jadi pemulasaraan jenazah
adalah merawat atau mengurus jenazah.
KEMENTERIAN AGAMA
HUKUM…?
KAB. TANGERANG

Adapun hukum memulasara (merawat/


mengurus) jenazah adalah Fardhu Khifayah
(kewajiban kolektif), artinya kewajiban yang
apabila sudah ada sebagian muslim mukallaf
yang melaksanakannya maka sebagian yang
lain bebas dari kewajiban itu. Namun bila tak
ada satupun orang yang melaksanakannya
maka berdosalah semua muslim yang
mengetahuinya.
Hal-Hal yang Harus Segera
Dilaksanakan Terhadap Jenazah
KEMENTERIAN AGAMA
KAB. TANGERANG

Posisikan jenazah terlentang (Jika memungkinkan bujurkan tubuhnya


dengan kepala berada di sebelah utara).
Pejamkan matanya, dengan cara mengurut-urut sekitar mata.
Katupkan mulutnya, dengan cara mengikatkan kain atau sejenisnya
melingkar dari dagu, pipi, pelipis dan ubun-ubun. Sedekapkan kedua
tangannya, tangan kiri di bawah dan tangan kanan diatas, boleh
dengan mengikatnya pakai kain atau sejenisnya.
Luruskan dan rapatkan kedua kakinya.
Selubungi sekujur badannya dengan kain bersih dan baik.
Amankan dari gangguan serangga dan binatang lainnya
Prinsip-Prinsip Yang Wajib Dipegang
Teguh Oleh Orang Yang
KEMENTERIAN AGAMA Hendak Mengurus Jenazah
KAB. TANGERANG

Niat yang tulus-ikhlas karena dan untuk Allah semata.


Seluruh tindakan dilakukan dengan
- Segera ( Bukan berarti tergesa-gesa )
- Sungguh-sungguh
- Lembut ( Bukan berarti lamban )
- Sopan
- Sebaik mungkin
Menyimpan teguh aib atau cacat dari jenazah
Menyiapkan seluruh bahan, alat, dan keperluan secara cukup
Melaksanakan tindakan dengan tahapan yang benar.
4 Perkara Wajib dalam
KEMENTERIAN AGAMA
KAB. TANGERANG
Memulasara Jenazah

Memandikan
Mengafani
(membungkus)

Menyalati

Menguburkan
Mempersiapkan Perawatan
KEMENTERIAN AGAMA
Jenazah
KAB. TANGERANG

• Siapkan seluruh perlengkapan untuk memandikan dan mengkafani.


1.

• Siapkan ruangan tertutup (bila tidak ada ruangan khusus maka tanah lapang
2. yang dimodifikasi pun jadilah).

• Siapkan meja untuk memandikan dan mengkafani.


3.

• Siapkan air bersih secukupnya. Minimal untuk 3 bagian air memandikan, yaitu air
untuk campuran daun bidara atau sidr, air bersih/ tanpa campuran, dan air untuk
4. campuran kamfer/kafur.

• Siapkan aliran agar air bekas memandikan dapat terbuang dengan baik tanpa
mengenai orang yang memandikan. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyakit
5. menular akibat memandikan jenazah.
Mempersiapkan
KEMENTERIAN AGAMA
Perawatan Jenazah
KAB. TANGERANG

• Cek dengan baik fisik jenazah yang akan dimandikan,


6. terutama tinggi dan lebar jenazah.

• Khusus jenazah yang meninggal karena sakit, pastikan


7. jenis sakitnya.

• Cari petugas yang mampu, amanah, dan mengetahui


8. tuntunan syariat yang benar dalam merawat jenazah.

• Jangan lupa, siapkan tempat sampah khusus


9. saat perawatan jenazah.
PERSIAPAN
 Tempat yang representatif ( sopan - tidak menyulitkan )
 Ketersediaan air mutlak yang cukup
 Sampo atau air yang sudah dicampur sampo
 Sabun mandi atau air yang sudah dicampur sabun mandi
 Kapur barus yang sudah dihaluskan atau air yang sudah dicampur kapur barus yang sudah
dihaluskan.
 Kapas secukupnya
 Sarung tangan.
 Alat pembersih kuku.
 Handuk atau sejenisnya.
 Siapkan 1 atau 2 potong kain yang suci dan bersih.
KEMENTERIAN AGAMA
Memandikan
KAB. TANGERANG

Pendahuluan
 Tim Pelaksana menetapkan Niat.
 Tim menetapkan pimpinan tim.
 Lepas pakaian yang masih dikenakan jenazah sambil menutup auratnya
dengan kain atau sejenisnya.
 Singkirkan kotoran ( kalau ada ) dari tubuh jenazah dengan air dan
kapas.
 Bersihkan bagian kemaluan, dubur, dan sekitarnya dengan kapas sambil
menyiramkan air.
 Pijit atau urut pada bagian perut dan bawah perut untuk memastikan
tidak ada lagi urine dan tinja yang tersisa.
 Proses ini dilakukan dengan tetap menjaga bagian-bagian tersebut tetap
tertutup.
KEMENTERIAN AGAMA
Memandikan
KAB. TANGERANG

Proses Memandikan
 Tetapkan niat karena dan untuk Allah semata
Ucapkan :

‫هللا‬ ُ ‫هللا َو َعلَى ِملَّ ِة َر‬


ِ ‫س ْو ِل‬ ِ ‫بِ ْس ِم‬
 Dengan menyebut nama Allah dan atas nama ajaran utusan Allah Nabi Muhammad SAW
 Mulailah dengan menyiramkan air pada anggota-anggota wudhu dengan mendahulukan
bagian kanan.
 Menyiramkan air merata ke seluruh tubuh sambil menggosok-gosok untuk
membersihkannya. Jangan lewatkan bagian persendian, lekukan, bagian belakang tubuh
dan bagian-bagian lain yang tersembunyi.
 Kemudian kepala disampo dan lalu dibilas.
 Kuku-kuku dibersihkan sambil tetap mengucurkan air.
 Sabunkan atau siramkan air sabun ke seluruh tubuh sambil menggosok-gosok. Jangan
lewatkan bagian-bagian yang tersembunyi seperti bagian dalam dan belakang daun
telinga, leher belakang, ketiak, sela-sela jari, pusar dsb.
KEMENTERIAN AGAMA
Memandikan
KAB. TANGERANG

– Bilas seluruh tubuh dengan air sampai bersih.


– Ulangi proses menyiramkan air ke seluruh bagian tubuh
3, 5 ,7 atau 9 kali tanpa ada yang tertinggal sambil tetap
menggosok-gosok.
– Siram anggota-anggota wudhunya.
– Siramkan air kapur barus ke sekujur tubuhnya.
– Keringkan dengan handuk atau sejenisnya, dengan
menempel-nempel handuk pada tubuh jenazah.
– Tutup atau selubungi dengan kain yang suci dan bersih.
– Jenazah siap dikafani.
MENGAFANI
KEMENTERIAN AGAMA
KAB. TANGERANG

A. Siapkan Alat dan Bahan Sbb :


 Keranda atau dipan ( sejenisnya )
 Kelasa pandan (tikar pandan) atau sejenisnya 1 lembar
 Kain putih secukupnya ( dewasa normal sekitar 10–12 m )
 Kapas secukupnya ( sekitar 20 bungkus kecil )
 Kapur barus yang sudah dihaluskan
 Parfum
MENGAFANI
KEMENTERIAN AGAMA
KAB. TANGERANG

B. Buat Potongan-Potongan Sbb :


 Tali sebanyak 3 atau 5 buah, lebar 10 cm
 Pembungkus 3 (tiga) lembar, Ukuran = Panjang jenazah
ditambah 50 Cm
 Sorban 1 buah. Panjangnya = lebar kain yang tersedia
 Baju 1 buah Panjang = dua kali ukuran dari bahu ke paha
atas Buat lubang untuk memasukkan kepala.
 Daleman 1 buah Ukuran 50 Cm x lebar kain
 Sarung 1 buah Ukuran 1 s/d 1,5 meter x lebar kain
MENGAFANI
KEMENTERIAN AGAMA
KAB. TANGERANG

C. Siapkan Hal-Hal Sbb :


 Kapas yang dibentang selebar 2 telapak tangan 6 -
8 buah Untuk anus-kemaluan-telapak kaki-ubun
ubun dan wajah
 Kapas yang dibentang selebar 1 telapak tangan 8 -
10 buah
Untuk lutut-siku-telapak tangan pundak dan pusar
 Kapas yang dibikin bola-bola kecil 4 buah
Untuk menutup lubang hidung dan telinga
MENGAFANI
KEMENTERIAN AGAMA
KAB. TANGERANG

D. Memasang Kafan
 Siapkan keranda, dipan atau sejenisnya.
 Bentangkan kelasa pandan atau sejenisnya.
 Pasang tali-tali pada posisi di atas kepala, dada, perut, paha dan bawah kaki. Posisikan agar simpul tali
berada pada bagian kiri jenazah.
 Bentangkan ketiga kain pembungkus, posisikan agar dapat menutup sempurna tubuh jenazah.
 Pasang serban pada perkiraan posisi kepala.
 Pasang baju dalam keadaan terbuka/terbentang dengan lubang diposisikan pada serban (posisi kepala)
 Pasang sarung dengan memperkirakan posisi pinggang sampai kaki.
 Pasang daleman dengan memperkirakan posisi pinggul, lalu beri kapas selebar 2 telapak tangan pada
posisi anus / dubur.
 Taburi kafan dengan sebagian parfum dan kapur barus yang sudah dihaluskan. Kafan siap dipakaikan.
KEMENTERIAN AGAMA
MENGAFANI
KAB. TANGERANG

F. Mengafani Jenazah
 Selama proses ini usahakan jenazah tetap dalam keadaan tertutup, kecuali yang sudah tertutup kafan.
 Baringkan jenazah, dengan kepala diposisikan pada serban.
 Bacalah : “Bismillaahi wa‘alaa millati rosulillaah’
 Taburi sekujur tubuhnya dengan kapur barus halus.
 Pakaikan daleman.
- Tutup sekitar kemaluan dengan kapas kurang lebih selebar dua telapak tangan.
- Pakaikan daleman dengan melipatkannya ke atas
 Pakaikan sarung
- Beri kapas pada jemari kedua kaki.
- Beri kapas pada kedua lutut.
- Beri kapas pada pusar.
- Pakaikan sarung dengan rapi mulai dari sisi sebelah kiri.
MENGAFANI
KEMENTERIAN AGAMA
KAB. TANGERANG

 Pakaikan baju
- Beri kapas selebar kurang lebih dua telapak tangan pada :
* Antara telapak tangan kiri dengan dada / perut.
* Antara telapak tangan kanan dengan tangan kiri.
* Punggung telapak tangan kanan.
* Bagian dalam dan luar kedua siku.
* Pakaikan baju dengan menutupkan ke arah bawah sambil memasukkan kepala ke dalam lubang kepala pada baju.
* Dan rapikanlah.
 Surban
- Tutup dengan kapas bagian-bagian :
* Kedua lubang hidung dan kedua lubang telinga
- Rapikan rambut
- Beri kapas pada bagian
* Ubun-ubun dan Leher
- Pakaikan surban dengan melingkarkannya melalui telinga dan pipi dengan kedua ujung surbannya dipertemukan di dada. Dan rapikanlah
 Tutup pembungkus jenazah, mulai bagian kanan dulu. Tutup kanan jangan melebihi lengan kiri, juga sebaliknya.
 Kemudian ikatlah dengan ‘tali wangsul’ (tali yang bisa dibuka dengan mudah) dengan simpul tali pada bagian kiri.
 Taburi dengan parfum, secukupnya.
 Jenazah siap dishalatkan.
KEMENTERIAN AGAMA
MENYALATI
KAB. TANGERANG

Pendahuluan
 Meskipun hukum menyalati jenazah adalah fardhu khifayah, namun sangatlah keterlaluan bagi seorang
muslim yang tidak tergerak untuk menyalati jenazah saudaranya tanpa udzur.
 Boleh menyalatkan jenazah lebih dari satu jenazah sekaligus
 Apabila menyalatkan jenazah lebih dari satu orang, maka :
a.Yang dihadapan imam adalah jenazah yang lebih utama keshalihannya, jika jenazah
sama jenis kelaminnya.
b.Yang dihadapan imam adalah jenazah pria jika jenazah berbeda jenis kelaminnya
 Pengaturan shaf hendaknya dengan pertimbangan memperbanyak shaf.
 Disunnahkan imam berdiri setentang (dekat di depan (muka)) dengan kepala mayat jika mayat laki-laki
dan setentang dengan perut jika mayat wanita.
MENYALATI
KEMENTERIAN AGAMA
KAB. TANGERANG

– Tatacara shalat jenazah


1. Tetapkan niat karena dan untuk Allah semata

/ ‫ض ْال ِكفَايَ ِة َمأ ْ ُم ْو ًما‬ ٍ ‫ ه ِذ ِه ْال َميِت َ ِة أ َ ْربَ َع ت َ ْكبِي َْرا‬/ ‫ت‬
َ ‫ت فَ ْر‬ ِ ِ‫علَى هذَا ْال َمي‬ َ ُ‫– أ‬
َ ‫ص ِلى‬
‫هلل تَعَالَى‬
ِ ‫ِإ َما ًما‬
– Aku niat shalat atas mayit ini empat rakaat fardlu kifayah menjadi makmum/imam karena Allah.
– Niat dia atas disesuaikan dengan mayatnya kalau laki-laki pakai dhamir mudzakar hadza al- mayyiti kalau
perempuan dhamir muanats hadzihi al-mayyitati.
2. Takbir pertama ( Takbiratul Ihram ) yaitu mengucap Allaahu Akbar sambil mengangkat kedua tangan, kemudian
sedekap lalu membaca Al-Fatihah
3. Takbir kedua, mengucap Allaahu Akbar, lalu membaca Shalawat sekurang-kurangnya:

َ ‫علَى آ ِل‬
‫س ِي ِدنَا ُم َح َّم ٍد‬ َ ‫علَى‬
َ ‫س ِي ِدنَا ُم َح َّم ٍد َو‬ َ ‫ص ِل‬
َ ‫– الل ُه َّم‬
– Lebih lengkapnya :

َ ‫ْت َعلَى‬
– ‫سيِ ِدنَا ِإب َْرا ِهي َْم‬ َ ‫صلَّي‬ َ ‫سيِ ِدنَا ُم َح َّم ٍد َو َعلَى آ ِل‬
َ ‫سيِ ِدنَا ُم َح َّم ٍد َكمـَا‬ َ ‫ص ِل َعلَى‬ َ ‫الل ُه َّم‬
َ ‫ار ْك‬
‫ت‬ َ ‫سيِ ِدنَا ُم َح َّم ٍد َو َعلَى آ ِل‬
َ َ‫سيِ ِدنَا ُم َح َّم ٍد َكمـ َا ب‬ َ ‫ار ْك َعلَى‬ َ ‫َو َعلَى آ ِل‬
ِ َ‫سيِ ِدنَا ِإب َْرا ِهي َْم َوب‬
‫‪MENYALATI‬‬
‫‪KEMENTERIAN AGAMA‬‬
‫‪KAB. TANGERANG‬‬

‫‪– 4. Takbir ketiga, mengucap Allaahu Akbar, lalu membaca do’a :‬‬

‫ع ْنهُ‬
‫ْف َ‬ ‫– الل ُه َّم ا ْغ ِف ْر لَهُ َو ْ‬
‫ار َح ْمهُ َو َ‬
‫عا ِف ِه َواع ُ‬
‫‪– Lebih lengkapnya‬‬

‫اء َوالث َّ ْل ٍ‬
‫ج‬ ‫ع ْنهُ َوأ َ ْك ِر ْم نُ ُزلَهُ‪َ ،‬و َو ِس ْع َم ْد َخلَهُ‪َ ،‬وا ْغ ِس ْلهُ ِب ْال َم ِ‬
‫ْف َ‬ ‫عافِ ِه َواع ُ‬ ‫ار َح ْمهُ َو َ‬‫الل ُه َّم ا ْغ ِف ْر لَهُ َو ْ‬
‫ارا َخي ًْرا ِم ْن َدا ِر ِه‪،‬‬ ‫ض ِمنَ ال َّدن َِس‪َ ،‬وأَ ْبد ِْلهُ َد ً‬ ‫َو ْالبَ َر ِد َون َِقه ِمنَ ْال َخ َ‬
‫طايَا َكمـَا يُنَقَّى الث َّ ْو ُ‬
‫ب اْأل َ ْبيَ ُ‬
‫ع َذا ِ‬
‫ب‬ ‫ب ْالقَب ِْر َو َ‬ ‫ع َذا ِ‬ ‫َوأ َ ْه ًًل َخي ًْرا ِم ْن أ َ ْه ِل ِه‪َ ،‬وزَ ْو ًجا َخي ًْرا ِم ْن زَ ْو ِج ِه‪َ ،‬وأ َ ْد ِخ ْلهُ ْال َجنَّةَ َوأَ ِع ْذهُ ِم ْن َ‬
‫ار‬ ‫النَّ ِ‬
‫‪– 5. Takbir keempat, mengucap Allaahu Akbar, lalu membaca do’a :‬‬

‫– الل ُه َّم ََل ت َ ْح ِر ْمنَا أ َ ْج َرهُ َو ََل ت َ ْفتِنَّا بَ ْع َدهُ َوا ْغ ِف ْر لَنَا َولَهُ‬
‫‪– Lebih lengkap :‬‬

‫الل ُه َّم ََل تَ ْح ِر ْمنَا أَ ْج َرهُ َو ََل ت َ ْف ِتنَّا بَ ْع َدهُ َوا ْغ ِف ْر لَنَا َولَهُ ِو ِإل ْخ َوا ِننَا الَّ ِذيْنَ َ‬
‫سبَقُ ْونَ ِبا ْ ِإل ْي َم ِ‬
‫ان َو ََل تَ ْجعَ ْل‬
‫‪KEMENTERIAN AGAMA‬‬
‫‪MENYALATI‬‬
‫‪KAB. TANGERANG‬‬

‫‪– Atau membaca :‬‬

‫ص ِغي ِْرنَا َو َك ِبي ِْرنَا َو َذ َك ِرنَا َوأ ُ ْنثَانَا‪،‬‬ ‫الل ُه َّم ا ْغ ِف ْر ِل َح ِينَا َو َم ِيتِنَا َوشَا ِه ِدنَا َوغَائِ ِبنَا َو َ‬
‫علَى اْ ِإل ْي َم ِ‬
‫ان‬ ‫علَى اْ ِإل ْس ًَل ِم َو َم ْن ت َ َوفَّ ْيتَهُ ِمنَّا فَت َ َّوفَهُ َ‬ ‫الل ُه َّم َم ْن أ َ ْحيَ ْيتَهُ ِمنَّا فَأ َ ْحيِ ِه َ‬
‫ضلَّنَا بَ ْع َدهُ‬
‫الل ُه َّم ََل ت َ ْح ِر ْمنَا أ َ ْج َرهُ َو ََل ت ُ ِ‬
‫‪– 6. Salam pertama, mengucap :‬‬
‫علَ ْي ُك ْم َو َر ْح َمةُ ِ‬
‫هللا َوبَ َر َكاتُهُ‬ ‫سًلَ ُم َ‬
‫– ال َّ‬
‫‪– sambil menengokkan wajah ke kanan.‬‬
‫‪– 7. Salam kedua mengucap‬‬
‫علَ ْي ُك ْم َو َر ْح َمةُ ِ‬
‫هللا َوبَ َر َكاتُهُ‬ ‫سًلَ ُم َ‬
‫– ال َّ‬
‫‪– sambil menengok ke arah kiri.‬‬
‫‪– Selesai dan Jenazah Siap untuk Dikuburkan‬‬
MENGUBUR
KEMENTERIAN AGAMA
KAB. TANGERANG

Pendahuluan
– Para pelayat hendaknya :
- mengiring jenazah dengan sikap yang sopan
- mengucap salam / do’a untuk ahli kubur saat hendak memasuki
area kubur
- melepas sandal, sepatu atau sejenisnya jika sudah memasuki area
kuburan.
- tidak menginjak, melompati apalagi duduk diatas kubur.
- tidak duduk apalagi meninggalkan area kuburan sebelum proses
penguburan selesai.
Tata Cara Mengubur Jenazah
KEMENTERIAN AGAMA
KAB. TANGERANG

Letakkanlah keranda di sebelah selatan lubang kubur.


– Tiga orang turun ke dalam lubang kubur.
– Tiga orang yang lain mengangkat jenazah dari keranda lalu merunduk /
jongkok dan menyodorkannya kepada orang yang di bawah dari arah kaki
kubur menuju ke kepala kubur
– Bagi yang hendak mengangkat dan juga bagi yang hendak menerima
ucapkan: Bismillaahi wa ‘alaa millati rosuulillaah
– Posisikan jenazah menghadap ke arah kiblat (tubuh bagian kanan di bawah)
dengan agak mencondongkan ke barat
– Boleh membuka semua ikatan dan longgarkan kain kafan (tapi tidak harus)
– Boleh menempelkan pipi atau dahi dan jari-jari kaki (tapi tidak harus).
Tatacara Mengubur Jenazah
KEMENTERIAN AGAMA
KAB. TANGERANG

– Gunakan gumpalan tanah secukupnya untuk menyangga dengan


maksud agar jenazah tidak roboh ke belakang.
– Tutup dengan papan atau sejenisnya.
– Timbunlah dengan tanah.
– Semua pelayat hendaknya turut menaburkan tanah kedalam Kubur.
– Pasang ‘tanda kuburan’ baik dari batu, kayu atau lainnya.
– Kemudian masing-masing pelayat hendaknya mendekat ke kubur
yang telah selesai ditimbun dan mendo’akan dengan do’a seperti
yang dibaca dalam sholat jenazah. Disunnahkan memohonkan
ampunan dan ketabahan bagi mayat karena ketika itu ia sedang
menghadapi pertanyaan dari malaikat.
Beberapa Masalah yang
KEMENTERIAN AGAMA
KAB. TANGERANG
Terkait dengan Jenazah

1. Disunahkan memberitahu keluarga, kerabat dan teman orang


yang meninggal tentang kematiannya.

2. Dibolehkan menangis karena kematian seseorang asalkan tidak


berlebihan.

3. Disunahkan melakukan takziah (melayat)

4. Tidak dibolehkan melukai mayat sebagaimana tidak dibolehkan


melukai orang yang masih hidup.
Beberapa Masalah yang Terkait
KEMENTERIAN AGAMA
KAB. TANGERANG
dengan Jenazah

5. Tidak baik mencela orang yang sudah mati.


6. Disunahkan mengiringi jenazah sampai kuburan.

7. Jika ada anak lahir prematur yang kejadiannya belum sempurna dan mati,
tidak diwajibkan atas orang yang hidup untuk memeliharanya sebagai mayat.
Jika ada anak kecil yang dilahirkan tidak menangis, tidak bergerak, dan mati
tetapi kejadiannya telah sempurna, mayatnya hanya wajib dimandikan,
dikafani dan dikubur , tanpa disalati. Jika anak ketika dilahirkan telah dapat
bersuara dan bergerak , dan umurnya di dalam kandungan tidak kurang dari 4
bulan, kemudian mati, maka mayatnya wajiblah dipelihara sebagaimana mayat
orang dewasa, yakni dimandikan, dikafani, disalati, dan dikuburkan.
Beberapa Masalah yang Terkait
KEMENTERIAN AGAMA
dengan Jenazah
KAB. TANGERANG

8. Orang yang mati syahid karena terbunuh di medan perang melawan orang kafir
cukup dikubur dengan pakaian yang ada padanya tanpa dimandikan, tanpa dikafani,
dan tanpa dishalati. Hikmah dari tidak dishalatinya orang yang mati syahid ini adalah
karena shalat dilakukan atas mayat, sedangkan syahid tetap hidup.

9. Jika mayat orang muslim yang mati di suatu tempat, orang muslim yang
berada di tempat lain dibenarkan melakukan shalat gaib atas mayat
tersebut.

10. Orang yang ketinggalan di dalam shalat jenazah atau masbuq perlu mengqadha
(membayar) takbir yang telah tertinggal.
KEMENTERIAN AGAMA
KAB. TANGERANG

INTEGRITAS / PROFESIONALITAS / INOVATIF / TANGGUNGJAWAB / KETELADANAN