Anda di halaman 1dari 111

Drying Process

Paper Production School


Drying Process

1 Tujuan Training

2 Basic Theory

3 Equipment

4 Process Control

5 Troubleshooting

1
Drying Process

1 Tujuan Training

2 Basic Theory

3 Equipment

4 Process Control

5 Troubleshooting

2
Tujuan Training Drying Process

1. Dapat mejelaskan tujuan dari dryer section


2. Dapat menjelaskan bagaimana air keluar dari kertas di dryer
section.
3. Dapat menjelaskan parameter-parameter apa yang
mempengaruhi pengeluaran air di dryer section dan
keterbatasannya.
4. Memahami bagian-bagian atau peralatan dryer section dan
fungsi masing-masingnya
5. Dapat menjelaskan bagaimana menentukan kapan kanvas
harus dibersihkan atau diganti
6. Memahami safety yang dibutuhkan ketika bekerja di dryer
section.
3
Drying Process

1 Tujuan Training

2 Basic Theory

3 Equipment

4 Process Control

5 Troubleshooting

4
TEORI DASAR
PENGUAPAN

5
Pendahuluan
• Di wire dan press
section air dibuang
secara mekanikal.

• Dryness setelah press berkisar antara 35 – 52%

• Dan dryness produk akhir berkisar antara 90 – 96%

• Sangat tidak mungkin air dapat dibuang dari kertas


seluruhnya secara mekanikal, untuk itu dibutuhkan
penguapan secara thermal.
6
Transfer Panas
• Bila object panas disentuhkan ke object dingin,
maka object panas akan turun temperaturnya
sedangkan object dingin akan naik temperaturnya.
Hal ini disebut “transfer panas”

• Semakin tinggi perbedaan panas antara dua object,


maka akan semakin cepat terjadi transfer panas /
sebaliknya.
7
Transfer Panas
• Transfer panas bisa terjaadi dengan cara
 Conduction : Melalui molekul benda
 Convection : Melalui gerakan cairan
 Radiation : Melalui gelombang energi

• Kecepatan perpindahan panas ini tergantung pada objectnya.


Bila object tersebut merupakan pengahantar panas yang baik,
maka transfer panas akan cepat terjadi
8
STEAM
Perubahan phase air
Steam adalah air yang berubah phase dari
cairan/liquid menjadi gas yang terbentuk
ketika air diberikan tambahan energy /
dipanaskan

9
STEAM
Perubahan Energy Air - Steam

334 J
2259 J

418 J

1 gram

334 J 418 J 2259 J

10
STEAM
• Puncak transfer panas
berlangsung ketika
terjadi perubahan
phase dari steam
menjadi kondensate
(Kondensasi steam)

• Oleh karena itu, steam


yang digunakan untuk
pengeringan kertas
adalah saturated steam
atau sedikit super
heated (5-10 oC)
11
STEAM
Superheated &Saturated Steam
Saturated Steam  Steam yang
berada pada temperatur sama
dengan titik didih air pada tekanan
tertentu. Saturated steam akan
langsung terkondensasi bila
temperaturnya turun dibawah titik
didih.
Superheated Steam  Steam
yang temperaturnya diatas titik
didih pada pressure tertentu.
Untuk bisa terkondensasi,
superheated steam harus
diturunkan dulu temperaturnya ke
saturation temperature. Selama
penurunan temperatur ini tidak
banyak heat transfer yang terjadi.

12
STEAM
Superheated Steam
Saturated Steam

• Ilustrasi di samping
menjelaskan bahwa
kemampuan transfer panas
(Overall Heat Transfer
Coefficient) superheated
steam jauh lebih rendah
dari saturated steam.

13
Transfer Panas dari Steam ke Kertas
• Kertas kering salah satunya karena
terjadinya transfer panas dari steam
di dalam cylinder dryer ke
permukaan kertas.

• Untuk mendapatkan perpindahan


panas tersebut, panas harus melewati
beberapa lapisan material.

• Masing-masing material memiliki


daya hantar panas yang berbeda. Hal
ini dapat dilihat dari turunnya
temperatur disetiap lapisan material.
14
Transfer Panas dari Steam ke Kertas
KONDENSAT
• Ketika temperatur steam turun,
sebagian steam akan berubah
menjadi kondensat

• Lapisan kondensat ini adalah


penghantar panas yang buruk,
sehingga menghambat
perpindahan panas.

• Untuk 1/16 inc lapisan kondensat


temperatur drop akan sama dengan
1 inc tebalnya besi.
15
Transfer Panas dari Steam ke Kertas

SCALE
• Scale ini terbentuk karena
terjadinya karat didalam cylinder
dryer.

• Pada umumnya scale ini tidak


menimbulkan masalah dalam heat
transfer.

• Tapi tetap perlu dilakukan check


kedalam cylinder dryer satu tahun
sekali, untuk menyakinkan
terjadinya optimum tansfer panas
16
Transfer Panas dari Steam ke Kertas

SCALE
• Terjadinya karat di dalam cylinder
dryer terjadi pada saat shutdown,
dimana cylinder diam dan ada
kondensat serta oksigen di dalam
cylinder dryer.

• Lama kelamaan cylinder dryer


akan menipis. Sementara itu di
luar cylinder juga terjadi keausan
karena gesekan dengan kertas dan
kanvas.
• Perlu di check secara reguler ketebalan shell cylinder dryer
17
Transfer Panas dari Steam ke Kertas
DRYER CYLINDER
• Perpindahan panas pada cylinder
dryer selalu konstan sepanjang
tahun.
KOTORAN DAN UDARA
 Lapisan kotoran dipermukaan
cylinder dryer akan menyebakan
tidak merataya pengeringan
selebar kertas. “Pentingnya
doctor blade”
 Udara adalah pengantar panas
yang buruk. Untuk itu perlu
diperhatikan kanvas tension. 18
TRANSFER PANAS
KANVAS YANG BERSIH vs KANVAS YANG KOTOR

 Dengan adanya kotoran di permukaan


cylinder dryer, kertas menjadi tidak kontak
langsung dengan cylinder dryer yang panas.

 Dan udarapun mudah berada diantara kertas


dan cylinder dryer. 19
TRANSFER PANAS
KANVAS YANG BERSIH vs KANVAS YANG KOTOR

20
Mengoptimalkan Transfer Panas

VARIABLE CARANYA

Naikan nilai Kurangi lapisan kondensate


“U” (naikan differential presure)
dan naikan kanvas tension
Naikan nilai Tambah jumlah dryer
“A” cylinder, naikan kontak area.
Perlu upgrade
Naikan nilai Naikan steam pressure
“Ts”
Turunkan nilai Turunkan temperatur kertas
“Tp”
Q = Kecepantan perpindahan panas
U = Koofisien penghantar panas keseluruahn
A = Luas area perpindahan panas
Ts = Temperatur steam
Tp = Temperatur kertas

21
Transfer Massa (Penguapan)

AIR
• Semua molekul air saling
berinteraksi satu sama lain
melaui ikatan hidrogen.

• Setiap molekul air selalu bergetar. Semakin tinggi


temperatur air maka semakin tinggi pergerakannya
atau dengan kata lain energi kinetiknya meningkat.

• Jarak antara molekul air akan semakin jauh,


sehingga ikatan hydrogen antara air semakin lemah
dengan meningkatnya suhu air.
22
Transfer Massa (Penguapan)

AIR
• Bila energi kinetik molekul
air ini lebih besar dari energi T

ikatan hidrogen antara


molekul air, maka molekul
air akan menguap.
T

23
Transfer Massa (Penguapan)

AIR
• Kecepatan air menguap tidak
ditentukan hanya oleh energi
kinetik saja tapi juga
ditentukan oleh tekanan
disekitar air akan menguap.

24
Transfer Massa (Penguapan)

UDARA
• Udara kering kebanyakan
terdiri dari “Oksigen” dan
“Nitrogen”. Mereka bergerak
secara bebas.
• Pergerakan ini menimbulkan
pressure. Sehingga total
pressure udara adalah:

25
Transfer Massa (Penguapan)

UDARA
• Uap air juga berupa gas.

• Sehingga total pressure udara


basah adalah:

26
Transfer Massa (Penguapan)

UDARA
• Pada awalnya jumlah uap air sedikit
diudara, maka akan semakin banyak uap air
yang bisa ditampung oleh udara.

• Kandungan air didalam udara kering


dikenal dengan “Humidity”.

• Bila penguapan terjadi terus, maka suatu


saat udara akan jenuh dengan uap air.

• Kejenuhan ini menyebabkan penguapan air


berhenti.

27
Transfer Massa (Penguapan)
UDARA
• Dengan menaikan suhu udara, maka molekul
air akan lebih cepat bergerak.

• Sehingga jarak satu molekul ke molekul lain


akan berjauhan.

• Artinya dengan meningkatkan suhu udara


maka akan semakin banyak uap air yang akan
bisa ditampung.

• Relative Humidity : perbandingan antara


jumlah air yang terkandung dalam udara dan
total jumlah udara yang dapat terisi pada suhu
yang sama dan dinyatakan sebagai persentase 28
Transfer Massa (Penguapan)
UDARA
• Bila temperatur udara menurun, maka energi
kinetik air akan turun.

• Akibatnya mereka akan berdekatan satu sama


lain dan akhirnya gas berubah menjadi air,
“kondensasi”

• Suhu udara dimana mulai terjadi kondensasi di


sebut dengan “Dew Point”

• Relative Humidity dikatakan 100%, kondisi


udara jenuh dengan uap air dan mulai
mengembun dan jatuh sebagai tetesan air.

29
Transfer Massa (Penguapan)
UDARA
Penguapan masih bisa berlangsung di 100 % RH
jika tekanan uap air di pengeringan permukaan
melebihi dari air pada suhu yang sama, yaitu
permukaan pengeringan lebih panas dari sekitarnya
udara jenuh.

Namun, air menguap dari permukaan dryer


membentuk kabut karena udara ambien tidak mampu
menyerap lebih banyak uap air.

30
Transfer Massa (Penguapan)
VARIABLE CARANYA
Naikan nilai Kurangi lapisan udara
“K” pada permukaan kertas
Naikan nilai Naikan area penguapan
“A” (optimize zero level)

Naikan nilai Naikan transfer panas


“Ps”
Turunkan Turunkan humiditi
nilai “Pa” disekitar poket vintilasi

M = Kecepantan air menguap


K = Koofisien penguapan
A = Luas area penguapan
Ps = Presur uap air di dalam kertas
Pa = Presur uap air di udara sekitar penguapan
31
Tahap Pengeringan di Dryer Section

• Pada phase 1
Kertas berada di permukaan cylinder
dryer tetapi tidak ada tekanan dari
kanvas, perpindahan panas hanya
sedikit terjadi, begitu juga dengan
penguapan.

• Pada phase 2
Kanvas menekan kertas dengan kuat,
sehingga lapisan udara berkurang.
Perpindahan panas sangat besar,
temperature kertas meningkat.
Penguapan hanya terjadi menembus
kanvas. 32
Tahap Pengeringan di Dryer Section

• Pada phase 3
Kanvas mulai meninggalkan cylinder
dryer, penguapan sisi cylinder pada
kertas meningkat tajam.

• Pada phase 4
Pengupan terus berlangsung karena
perbedaan pressure air dalam kertas
dengan perussure udara sekitar.

33
Kesimbangan Material dalam Drying Process
• Udara atmosfer hampir tidak
pernah kering dan mengandung
sejumlah uap air, yang tergantung
pada suhu udara dan jumlah uap
air yang tersedia.

Uap air dalam udara

34
Kesimbangan Material dalam Drying Process
• Udara hangat dapat menyerap
uap air lebih dari volume yang
sama dari udara dingin. Sehingga
kondisi udara di dryer section
penting.

• Perlunya udara kering dimasukan


untuk menampung dan membawa
uap air yang keluar dari lembaran
kertas.

T
T
35
Jumlah Udara yang Dibutuhkan untuk 1 ton
Kertas LWC

• Dibutuhkan udara yang luar biasa


banyak untuk mengeringkan 1
ton kertas.

• Jumlah udara yang dibutuhkan


ini tergantung pada jenis kertas
dan grade nya
Daerah Penguapan
Tekanan uap di
Penguapan terjadi ketika dalam kertas
tekanan uap kertas lebih meningkat.
tinggi dari tekanan partial di
daerah sekitar kertas.

T Penambahan udara kering Pressure low


berarti tekan uap air dalam
udara lebih rendah
37
Humidity Profile Terhadap Ventilator

• Dari grafik terlihat bahwa ketika ventilator (make up air)


dimatikan humidity (kelembapan udara) profile tidak rata dan
tinggi di dalam hood.

• Ketidakrataan humidity ini akan menyebabkan kecepatan


penguapan air di kertas selebar mesin juga tidak rata, sehingga
hasil akhir moisture profile kertas tidak rata.
38
Hubungan Flow Udara dengan Humidity di
Dryer Section

• Semakin rendah jumlah udara yang dimasukan kedalam poket


ventilator akan membuat semakin tinggi humidity udara di
pocket ventilator tersebut.
39
Humidity di Dryer Section Setelah Ventilator ON

40
Hood Balance

• Semakin rendah hood balance, laju pengeringan juga semakin


rendah yang mengakibatkan semakin tingginya pemakaian steam.
41
TEORI DASAR
PENGUAPAN AIR
DARI DALAM KERTAS

42
Molekul Air di dalam Fiber
• Air yang berada diantara dinding fiber sulit untuk
dikeluarkan karena air berada dicelah-celah yang
sempit.

• Disamping sifat fisik diatas, sulitnya air dikeluarkan


karena air berikatan hidrogen dengan gugus OH dari
celullosa dan hemicelullosa.

• Juga air berikatan hidrogen dengan gugus carbosilat dari


celullosa dan hemicelullosa, yang kekuatan ikatannya
lebih kuat dan sangat sulit air ini dikeluarkan (bahkan
hampir tidak mungkin)

43
Process Penguapan Air di dalam Kertas
• Lembaran kertas adalah sebuah element
yang rumit, air dan uap air dapat
berpindah pada sumbu Z (tebal kertas)

• Ketika permukaan kertas menempel di


cylinder dryer, suhu kertas meningkat.

• Pada suhu tertentu, uap air muncul dan


masuk ke dalam air yang ada disela-sela
fiber.

• Kemudian uap air itu mendingin dan


terkondisasi

44
Process Penguapan Air di dalam Kertas
• Ketika uap air terkondensasi, uap air
melepaskan panas.
• Panas ini diterima oleh lembaran kertas,
sehingga temperature di dalam kertas
meningkat

• Ketika kertas meninggalkan permukaan


cylinder dryer, uap air yang ada
dipermukaan kertas dan di celah fiber
yang terdekat akan keluar

45
Process Penguapan Air di dalam Kertas
• Efek kapilaritas membuat air mengisi
celah yang kosong.

• Proses diatas terus berulang setiap kali


melewati cylinder dryer, dan temperatur
kertas pun semakin meningkat.

• Demikian juga setiap kali kertas melewati


open draw atau meninggalkan cylinder
dryer, uap air keluar dari kertas.

46
Process Penguapan Air di dalam Kertas
• Tetapi bila penguapan terlalu cepat, akan mengakibatkan
permukaan fiber yang ada di permukaan kertas akan kering dan
mulai berikatan satu sama lain.

• Hal ini akan menutup ruang antara fiber dan mencegah uap air
yang ada di dalam kertas meninggalkan kertas.

• Sebagai hasil, bagian tengah kertas pada sumbu Z akan basah dan
yang dipermukaan akan kering.

47
GAYA YANG MEMPENGARUHI EXTERNAL
DAN INTERNAL PERMUKAAN FIBER

Ketika lembaran Ketika air menguap dari dalam lumen, terjadi gaya
kertas memasuki tarik menarik sehingga daerah lumen menghilang.
dryer section, gaya
tegangan permukaan Fiber kelihatan semakin bengkok dan kontak antara
fiber membuat fiber fiber semakin besar.
saling menyatu.
Seberapa besar kontak antara fiber tergantung pada
proses yang terjadi di refining. 48
FIBER SHRINKAGE
• Ketika air didalam lumen
(dinding dalam fiber)
menghilang, fiber mulai
mengalami shrinkage cross
direction.

• Fiber yang direfining akan


lebih banyak mengalami
srinkage dari pada fiber
yang tidak direfining.
49
SHRINKAGE PADA KERTAS
• Ketika fiber shrink pada arah cross, pada
saat itu terjadi penekanan pada arah
panjang fiber.

• Hasilnya secara keseluruhan kertas akan


mengalami shrink.

• Pada paper masin kita lihat di reel lebar


kertas semakin kecil dari pada kertas
memasuki press section.

• Shrinkage terjadi lebih besar pada


dryness antara 60 – 80%. Pada daerah
ini air yang berada didinding fiber mulai
menguap. 50
SHRINKAGE PADA KERTAS
• Fiber terutama shrinked pada arah lebar
(cross) fiber dari pada arah panjang.

• Jika fiber kebanyakan terarah searah mesin


(MD) maka kertas shrinked banyak ke arah
cross.

• Bila fiber mengarah tidak searah arah


mesin, shrinked yang berbeda akan terjadi
di bagian tersebut.

51
SHRINKAGE PADA KERTAS

• Shrinkage dapat dikurangi dengan menaikan canvas tension


sehingga fiber akan lebih lurus ketika mengalami proses
pengeringan.
• Semakin rendah shrinkage maka tensile strength akan tinggi.
• Semakin tinggi shrinkage maka elongation akan tinggi tetapi
tensile strength rendah
52
SHRINKAGE PADA KERTAS
• Proses pengeringan kertas
merupakan proses yang rumit dan
sulit.

• Dryness harus sama, baik itu arah


mesin ataupun cross mesin.

• Juga penting keseragaman dryness


arah sumbu “Z”

• Bila terjadi perbedaan dryness,


maka akan terjadi perbedaan
shrinkage pada dua sisi (terjadi
curl)
53
SHRINKAGE PADA KERTAS
• Bila kertas mengalami pengeringan
yang berbeda di salah satu sisi
kertas, maka sisi yang kering tidak
sefleksibel / soft sisi basah.
• Hambatan shrinkege disisi yang
kering akan meningkat. Sisi bawah lebih
duluan kering

• Hasilnya terjadi perbedaan


tegangan.
• Ini salah satu alasan paper curl
berkembang Bagian atas mulai shrinkage
dan bagian bawah shrinkage
resistance meningkat
54
PENGERINGAN DAN ADDITIVE

• Panas selama pengeringan membuat “Sizing


partikel” menjadi soften, menyebar dan menutupi
permukaan fiber.

55
Drying Process

1 Tujuan Training

2 Basic Theory

3 Equipment

4 Process Control

5 Troubleshooting

56
Cylinder Dryer Design

• Shell cylinder dryer • Syphon


• Spoil bar • Sigh glass
• Steam nozzle 57
Cylinder Dryer Design

58
Kondensat Di Dalam Cylinder Dryer

• Pada mesin speed yang rendah, umumnya


kondensate berada pada sisi bawah cylinder
dryer. Biasa dikenal dengan “PUDDLING”

• Pada speed yang lebih tinggi, kondensat


sebagian tertarik keatas karena gaya
cintrifugal. Biasanya dikenal dengan
“CASCADING”

• Pada mesin speed tinggi kondensate merata


diseluruh permukaan dalam cylinder dryer,
karena gaya centrifugal yang besar. Biasanya
dikenal dengan “RIMMING”

59
Spoil Bar
• Dengan adanya “Spoiler Bars” atau
“Turbulator” lapisan kondensat disekeliling
cylinder dryer (rimming) akan pecah
merata di sekeliling cylinder.

• Sehingga kontak steam dengan cylinder


dryer bisa lebih banyak, membuat heat
transfer lebih optimum.

60
Spoil Bar
• Spring / Pegas yang ada untuk
memberikan ruang spoil bar
mengalami pemuaian dan
penyusutan, selama steam masuk
kedalam cylinder dryer.

• Setting ketegangan pegas yang


terlalu ketat/longgar, membuat
spoil bar patah.
• Bila spoil bar tidak menyentuh permukaan cylinder dryer maka
condensate akan lewat dibawah spoil bar dan tidak pecah.

• Hal ini akan membuat heat transfer akan terhalangi oleh lapisan
condensate.
61
Syphon
• Tapak syphon terletak diujung luar spoil bar.

• Dalam suatu bejana, permukaan


ketinggian air selalu sama.

• Karena itu pengeluaran condensate melalui


syphon ini membuat ketebalan condensate
sekeliling cylinder dryer sama.

• Jarak tapak syphon dengan permukaan cylinder


dryer 3.0 – 3.5 mm

62
Kondensate System
• Kondensate keluar dari dalam cylinder dryer karena
perbedaan tekanan didalam cylinder dryer dengan di luar
cylinder dryer.
• Dimana tekanan didalam cylinder P
dryer lebih tinggi dari di diluar
cylinder dryer.

• Sehingga kondensate terdorong keluar


cylinder dryer melalui syphon menuju
separator.

• Perbedaan tekanan > 0.2 bar


63
Kondensate System
• Perbedaan tekanan di atur dengan
mengontrol condensate valve yang menuju
separator.
P
P

• Bila tekanan di dalam separator


meningkat, maka bukaan condensate
valve akan semakin besar.
64
Kondensate System
• Bila bukaan kondensate valve 100%, maka valve flash
steam menuju kondenser akan terbuka untuk mengontrol
perbedaan tekanan sesuai set point.
Ke steam group
Flash steam
valve berikutnya P
Ke
kondenser

P
Kondensate
valve

• Membuka drain separator akan


menaikan tekanan di dalam
separator.
65
Ke steam group
Kondensate Flash steam
valve
berikutnya

System P
P
Ke
Kondensate
kondenser
valve

• Heat exchanger berfungsi


untuk mengkondensasikan
flash steam.

• Terkondensasinya flash
steam, volume gas flash
steam menjadi turun,
sehingga tekanan flash
steam akan turun.
66
Ke steam group
Kondensate Flash steam
valve
berikutnya

System P
P
Ke
Kondensate
kondenser
valve

• Bila flash steam tidak


terlalu banyak tekanan di
jalur kondenser akan
vacuum.

• Vacuum pump akan


menarik sisa gas yang ada,
sehingga vacuum akan
semakin tinggi.
67
Kondenser

68
Steam dan Kondensate System

Untuk mengoptimumkan penggunaan steam, maka steam dan


kondensate system di rancang menggunakan “CASCADE SYSTEM”.

Dimana sisa steam (flash steam) dari kondensate digunakan ke group


yang tekanannya lebih rendah.
69
Cascade System

• Sisa steam dari dryer group yang beroperasi dengan


tekanan lebih tinggi di gunakan kembali untuk dryer
yang beroperasi dengan tekanan lebih rendah. 70
Steam dan Kondensate System

0.90 0.40

0.30

0.60

< 0.60

Flash steam akan bisa masuk ke steam group berikutnya selagi tekanan
steam di dalam separator lebih tinggi dari pada tekanan ke steam group
tersebut.

71
Steam dan Kondensate System

0.80 0.45

0.30

0.50

< 0.50

Bila tekanan flash steam di dalam separator lebih kecil atau sama dari
steam group berikut yg dimasukinya maka flash steam tdk bisa masuk.

Akibatnya tekanan di dalam separator akan meningkat, sehingga


differential pressure steam & condensate turun.
72
Steam dan Kondensate System

0.80 0.45

0.30

0.50

0.55

Untuk mempertahankan differential pressure, maka valve flash steam


ke separator akan terbuka.

Bila bukaan valve lebih dari 75% maka valve flash steam yang ke
kondenser (heat exchanger) mulai membuka.
73
Steam dan Kondensate System

0.80 0.45

0.30

0.50

0.55

Semakin banyak flash steam yang ke kondenser maka kemampuan


kondenser untuk membuat system kondisi vacuum berkurang.

74
Steam dan Kondensate System

Pada saat kertas putus, steam pressure akan turun


mengikuti penurunan set point tekanan.
Misalnya: penuranan steam bila kertas putus 60%, maka
bila sebelum kertas putus tekanan di main group 1.0 bar
akan menjadi 1.0 – (1.0 x 60%) = 0.4 bar.
75
Steam dan Kondensate System

Karena tidak terjadi heat transfer maka tidak banyak steam


berubah menjadi kondensate, tekanan di separator
meningkat, membuat differential pressure menurun, sehingga
valve flash steam ke kondenser membuka untuk
mempertahankan differential pressure.
76
Doctor
Tugas Utama Doctor :
• Menjaga permukaan dryer
cylinder tetap bersih.

• Memastikan kertas terkikis


dari permukaan dryer cylinder
ketika kertas putus.

Untuk itu perlu diperhatikan :


• Speed osilasi doctor 6–8 stroke/min, panjang stroke 8–10mm.
• Gab holder tip dengan cylinder 5 – 10 mm.
• Loading pressure (0.3 – 0.35 bar)
o o
• Sudut doctor blade 25 – 30
77
Performance Doctor
Efek langsung Efek tak langsung
Doctor construction Roll cover material

Doctor adjustments Roll/cylinder temperature


Stock properties
Condition of doctor components
Temperature variations
Condition of roll surface Felt conditioning

78
Hood Ventilasi Sistem

• Fungsi utama dari “Hood


Ventilasi Sistem” adalah untuk
menangkap uap air dari
penguapan di dryer dan
mengeluarkannya dari sistem.

• Fungsi lain dari “Hood Ventilasi Sistem” adalah :


 Mengontrol lingkungan pengeringan
 Menstabilkan kertas untuk memaximumkan mesin efficiensi
 Melindungi peralatan mesin
 Mengoptimumkan efficiensi energi
 Membuat kondisi area kerja disekitar mesin lebih baik dan
nyaman
79
Aliran Udara di dalam Hood Ventilasi Sistem

• Uap air yang menguap,


ditangkap oleh udara yang
disemprotkan di poket
ventilator kemudian dibawa
oleh aliran udara yang
dihisap oleh exhaust fan.

• Untuk menyeimbangkan kecepatan


penguapan di setiap group dryer
perlu di atur false ceiling FS dan BS
yang ada di langit-langit hood.

80
Aliran Udara di dalam Hood Ventilasi Sistem

• Udara kering yang di supply di


daerah pocket ventilator
distribusinya harus benar dan
tepat.

• Agar Humidity di area dekat


dengan kertas pada level yang
benar, karena inilah faktor
penentu terjadinya penguapan.

• Area di atas dryer cylinder (bagian atas dalam hood) juga harus
diatur humidity nya agar tidak terjadi kondensasi. Untuk itu udara
kering yang disemprotkan perlu di atur temperaturnya tetap tinggi.

81
ZERO LEVEL
• Untuk mengoptimumkan terjadinya penguapan air
dari kertas, maka perlu dijaga “ZERO LEVEL”.

• Ketinggian ZERO LEVEL umumnya di set sesaat


sebelum kertas meninggalkan nip antara canvas
dan cylinder dryer.

• Karena tekanan uap air di


dalam kertas lebih tinggi dari
pada tekanan uap air di
pocket ventilator maka uap air
di dalam kertas akan mudah
tertransfer ke udara.

82
APA ITU ZERO LEVEL?
• Akibat thermal proses
(penguapan) , tekanan di bagian HOOD
dalam atas hood lebih besar
karena banyaknya uap air.

• Jumlah udara kering yang


disupply lebih sedikit dari yang
dikeluarkan.

• Gabungan kedua proses ini


mengakibatkan perbedaan
tekanan dititik tertentu adalah
nol, inilah yang dinamakan
“Zero Level”
83
Penggunaan Panas di Hood Ventilasi Sistem

• Udara panas yang di


hisap dari dalam hood
oleh exhaust fan,
melewati susunan pipa-
Exhaust fan pipa kecil.

Fresh Water
Warm
Fresh Water
Water
Udara dingin
dari luar Hood
• Jumlah udara panas yang dihisap
ini akan berkurang bila pipa-pipa
Heat
Exchanger
ini ada yang tersumbat.
Udara panas Make up
Steam air fan Udara panas ke
dari dalam dalam Hood
Hood
84
Penggunaan Panas di Hood Ventilasi Sistem

• Udara panas ini akan mentransfer


panasnya ke pipa-pipa ini, sehingga pipa-
pipa ini menjadi panas.

Exhaust fan • Transfer panas ini akan berkurang


bila pipa-pipa ini dilapisi oleh
Fresh Water kotoran.
Warm
Fresh Water
Water
Udara dingin
dari luar Hood

Heat
Exchanger

Udara panas Make up


Steam air fan Udara panas ke
dari dalam dalam Hood
Hood
85
Penggunaan Panas di Hood Ventilasi Sistem

• Udara dingin dari luar hood di hisap


oleh make up air fan melewati pipa-
pipa yang sudah dipanasi oleh udara
panas yang di hisap oleh exhaust fan.
Exhaust fan
• Selama proses ini terjadi
Fresh Water transfer panas dari pipa ke
Warm
Water
Fresh Water udara yang melewatinya,
Udara dingin
sehingga udara menjadi
dari luar Hood panas.
Heat
Exchanger

Udara panas Make up


Steam air fan Udara panas ke
dari dalam dalam Hood
Hood
86
Penggunaan Panas di Hood Ventilasi Sistem

• Sebelum udara dimasukan kedalam hood,


maka suhu udara di kontrol dengan
memanaskan udara dengan menggunakan
heat exchanger
Exhaust fan • Dimana steam memanaskan plat-
plat metal heat exchanger,
Fresh Water
Warm
sehingga ketika udara
Fresh Water
Water melewatinya panas dari plat-plat
Udara dingin metal ini di transfer ke udara
dari luar Hood
yang melewatinya dan udarapun
Heat menjadi lebih panas.
Exchanger

Udara panas Make up


Steam air fan Udara panas ke
dari dalam dalam Hood
Hood
87
Penggunaan Panas di Hood Ventilasi Sistem

• Begitu banyaknya jumlah


udara yang dibutuhkan untuk
mengeringkan kertas.
• Bila di dalam udara banyak debu,
Exhaust fan
maka akan menyebabkan plat-plat
Fresh Water
heat exchanger akan terlapisi oleh
Warm
Fresh Water
debu tersebut, sehingga perpindahan
Water
panas tidak akan efisien
Udara dingin
dari luar Hood

Heat
Exchanger

Udara panas Make up


Steam air fan Udara panas ke
dari dalam dalam Hood
Hood
88
Kualitas Udara di Hood Ventilasi Sistem
• Karena itu sangat penting menjaga
kualitas udara yang di masukan ke dalam
hood tetap bersih dengan memasang filter
di inlet udara masuk make air fan.

• Lingkungan di sekitar mezzanin floor juga


harus dijaga bersih dari debu yang
berterbaran.

89
Penggunaan Panas di Hood Ventilasi Sistem
• Sisa panas seterusnya digunakan untuk memanasi air
sebelum keluar dari system.
• Prinsip pemanasan, air dilewati
melalui pipa-pipa kecil, dan udara
Exhaust fan panas yang melewati akan memanasi
pipa-pipa tersebut, kemudian terjadi
Fresh Water transfer panas dari pipa ke air.
Warm
Fresh Water
Water • Shower berfungsi untuk
Udara dingin membersihkan pipa-pipa
dari luar Hood
yang ada di jalur exhaust
Heat fan, yang beroperasi secra
Exchanger
priodik.
Udara panas Make up
Steam air fan Udara panas ke
dari dalam dalam Hood
Hood
90
Safety di Hood System
PM Hood merupakan salah satu area dengan tingkat
resiko kebakaran yang tinggi
• Kertas merupakan bahan yang
sangat mudah terbakar.
• Banyaknya jumlah udara yang
disupply ke dalam hood membawa
Oksigen yang cukup banyak sebagai
media terjadinya kebakaran.
• Sumber panas/api bisa terjadi dari
spark/metal yang bergesek, kertas
yang bergesekan dengan canvas dan
jurnal roll yang berputar atau debu
kertas di pipa/ducting panas dll.
PENTING !
SETELAH SELESAI THREADING, SEMUA BROKE DAN SISA SERPIHAN KERTAS
DALAM HOOD HARUS SEGERA DIBERSIHKAN.
91
Safety di Hood System
Untuk mencegah meluasnya kebakaran, PM
Hood biasanya dilengkapi dengan system
pemadam api “Sprinkler Shower” yang bekerja
secara automatis

• Selama operational, supply air


ke sprinkler system harus selalu
ada dan manual valve harus
selalu terbuka.

• Shower pemadam tambahan


yang dioperasikan secara
manual akan sangat membantu
untuk mengantisipasi bila
nozzle sprinkler tidak pecah.

92
Safety di Hood System
• Kebakaran di dalam hood
biasanya terjadi / bermula dari
paper machine level –
basement, front atau drive side
• Sedangkan Sprinkler nozzle
kebanyakan dipasang di atap
dan dinding hood.
• Sehingga ketika kebakaran
terjadi, sprinkler head tidak
pecah karena responsive
temperature-nya tidak tercapai.
• Untuk itu perlu dipasang
hydrant shower tambahan di
Manual valve area-area kritikal.
di operating floor
Water Source
93
Safety di Hood System

94
Safety di Hood System

PENTING !
BILA TERJADI KEBAKARAN DALAM HOOD
 Matikan semua blower supply udara ke dalam hood
(hood Make Up Fan)
 Matikan semua Hood Exhaust Fan
 Biarkan drive tetap running dengan speed normal supaya
tidak terjadi konsentrasi panas di satu titik karena bisa
merusak canvas dan equipment
 Buka shower pemadam tambahan jika ada
 Gunakan Hydrant untuk memadamkan api

95
Safety di Hood System

Untuk mempermudah dalam mematikan blower yang


jumlahnya banyak, sebaiknya dibuat satu click button di DCS
atau Push Button di lapangan sehingga ketika button tersebut
diclick / ditekan akan mematikan semua blower exhaust dan
make up.
96
Ketidak Stabilan Jalannya Kertas Pada Group
Dryer Satu Kanvas

Karena aliran udara,


kertas bagian pinggir
cendrung flatering

Kertas cendrung Udara diantara kertas dan


ikut cylinder dryer canvas menyebabkan blowing

Aliran udara
melalui canvas Centrifugal force
yang dialami kertas

Pengisapan meningkat dengan naiknya Tekanan berlebih meningkat dengan


kecepatan dan menyebabkan aliran naiknya kecepatan dan menyebabkan
udara dari sisi ke tengah aliran udara dari tengah ke sisi

Kertas yang jalan tanpa di support oleh canvas akan mengalami


gaya centrifugal yang besar yang akan menyebabkan fluttering
dan sebagai hasil kertas putus. 97
Stabilizer
• Untuk menghindari fluttering
tersebut, maka diperlukan
stabilizer.
• Dimana stabilizer menciptakan vacuum
sehingga kertas tertarik ke canvas.

• Kondisi vacuum di stabilizer


dapat dihasilkan dengan
menghisap udara di dalam
kotak stabilizer.

• Bisa juga dengan memblow


udara ke dalam kotak
sedemikian rupa.
98
Stabilizer

99
Canvas Cleaner
• Dengan adanya traversing
canvas cleaner maka canvas
akan selalu terjaga bersih.

• Pembersihan dapat dilakukan


saat proses produksi tanpa
mengganggu quality

100
Guide Roll

101
Guide Roll Control

102
Guide Palm

103
Prinsip Guiding

104
Stretcher Roll

A stretcher driven by a hydraulic motor is provided for each dryer fabric. The
stretcher is controlled and monitored on the control desk / in control room.The
maximun tension is 4 kN/m.
105
Drying Process

1 Tujuan Training

2 Basic Theory

3 Equipment

4 Process Control

5 Troubleshooting

106
107
108
109
Drying Process

1 Tujuan Training

2 Basic Theory

3 Equipment

4 Process Control

5 Troubleshooting

110