Anda di halaman 1dari 23

KELOMPOK 1

1. Laras Marti Ningsih


2. M. Rizky
3. M. Arya Nur Adha
4. Nugi Nugraha Hardandi
5. Nurul Ni’mah
6. Syifa Nisrina
SISTEM PERSAMAAN LINEAR
DUA VARIABEL
Bentuk Umum
Pasangan dua persamaan linear dua veriabel (atau lebih) yang ekuivalen
dengan bentuk umum :

a, b, c, d, p, qR
ax  by  p a, c = koefisien dari x
 b, d = koefisien dari y
cx  dy  q p, q = konstanta
x, y = variabel

dengan penyelesaian, simultan atau serentak terpenuhi oleh pasangan


terurut (x0, y0) dinamakan sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV)
Metode dalam Penyelesaian
Sistem Persamaan Linear Dua
Variabel (SPLDV)
1. Eliminasi Murni
2. Substitusi Murni
3. Campuran (Eliminasi dan Substitusi
4. Grafik
5. Invers Matriks
6. Determinan Matriks
Contoh soal :
Selesaikan sistem persamaan berikut dengan metode
penyelesaian eliminasi murni, substitusi murni,
campuran, grafik, invers matriks, dan determinan
matriks.
1.  x  2 y  6

3 x  y  10
2 x  4 y  8
2. 
 x  3 y  7
1. Metode Eliminasi Murni
• Pengertian :
Adalah metode penyelesaian SPLDV dengan cara
menghilangkan salah satu variabel.

• Langkah-langkah :
1. Menyamakan koefisien salah satu variabel dengan cara
mengalikan dengan bilangan selain nol.
2. Menjumlahkan atau mengurangkan ruas-ruas yang
bersesuaian dari kedua persamaan linear yang baru tersebut.
Penyelesaian :
2. Metode Substitusi Murni
• Pengertian :
Adalah metode penyelesaian SPLDV dengan cara
menggantikan satu variabel dengan variabel dari persamaan
yang lain
Substitusi artinya mengganti.

• Langkah-langkah :
1.Nyatakan salah satu variabel yang memuat variabel yang lain
dari salah satu persamaan.
2.Substitusikan hasil dari langkah 1) ke persamaan yang lain.
Penyelesaian :
3. Metode Campuran (Eliminasi
dan Substitusi)
• Pengertian
Adalah metode penyelesaian SPLDV dengan cara
menggabungkan metode eliminasi dan metode substitusi.
Metode eliminasi digunakan untuk mendapatkan variabel
pertama, dan hasilnya disubstitusikan ke persamaan untuk
mendapatkan variabel kedua

• Langkah-langkah :
1.Nyatakan salah satu variabel yang memuat variabel yang lain
dari salah satu persamaan.
2.Menyamakan koefisien salah satu variabel dengan cara
mengalikan dengan bilangan selain nol.
Penyelesaian :
4. Metode Grafik
• Pengertian :
Adalah metode penyelesaian SPLDV yang dilakukan dengan
cara menggambar grafik dari kedua persamaan tersebut yang
kemudian menentukan titik potongnya.

• Langkah-langkah:
1. Gambarlah grafik garis lurus pada bidang koordinat.
2. Tentukan titik potong kedua garis tersebut. Koordinat titik
potong tersebut merupakan pasangan penyelesaian dari
system persamaan yang dimaksud.
Penyelesaian :
Penyelesaiannya didapatkan dengan menggunakan titik potong antara dua garis lurus tersebut
pada grafik.
1.  x  2 y  6

3 x  y  10
Langkah-langkah penyelesaiannya :
1. Menentukan titik-titik potong pada sumbu x dan sumbu y dari kedua persamaan
-x – 2y = 6 3x – y = 10
x  0  x  2 y  6 x  0  3x  y  10
0  y  10
0  2y  6
y  10
6
y y  2  3x  y  10
2
y  3 3 x  2  10
3 x  10  2
y  0  x  2 y  6
3 x  12
 x0  6
12
x  6 x 
3
x4
2. Masukkan titik potong dari kedua persamaan pada tabel.

-x – 2y = 6 3x – y =10
x 0 -6 x 0 4
y -3 0 y -10 2
(x,y) (0,-3) (-6,0) (x,y) (0,-10) (4,2)

3. Buatlah grafik garis lurus menggunakan titik potong yang sudah dituliskan pada tabel-tabel
di atas.
4. Setelah itu, tentukan titik potong kedua persamaan tersebut (x,y), dan titik potong itulah
yang merupakan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel ini.
dan grafiknya adalah y

5 3x – y = 10
4
3
-x - 2y = 6
2 (4,2)
(-6,0) 1
x
-8 -7 -6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6
-1
-2
(0,-3) -3
-4 (2,-4)
-5
-6
-7
-8
-9
Titik potong berada pada titik (2,-4)
(0,-10) -10

Jadi, HP = {(2,-4)}
2. 2 x  4 y  8

 x  3 y  7
x  3 y  7
2 x  4 y  8 x  1  x  3 y  7
x  0  2 x  4 y  8  1  3 y  7
2.0  4 y  8 3 y  7  1
8 3 y  6
y
4 6
y  2 y
3
y  0  2 x  4 y  8 y  2
2 x  4 . 0  8
y  0  x  3 y  7
2 x  8
x  3.0  7
8
x
2 x -1 -7
x  7 x 0 -4
x  4 y -2 0
y -2 0
(x,y) (-1,-2) (-7,0) (x,y) (0,-2) (-4,0)
y
dan grafiknya adalah
4

2x + 4y = -8 2

x + 3y = -7 1
(-7,0) (-4,0)
x
-8 -7 -6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4

-1
(0,-2)
Titik potong berada pada titik (2,-3)
(-1.-2) -2
(2,-3)
-3
Jadi, HP = {(2,-3)}
-4
5. Metode Invers Matriks
Bentuk umum dari sistem persamaan linear dua variabel berikut :
ax  by  p
cx  dy  q
Bentuk di atas dapat ditulis dalam bentuk perkalian matriks koefisien dengan variabelnya, yaitu :

a b   x   p  dengan a b  merupakan matriks koefisien


c d   y   q  c d 
 
    
x   p
 y  merupakan matriks variabel, dan q  merupakan matriks hasil
   

Langkah-langkahnya :
INGAT!
a.Nyatakan sistem persamaan linear tersebut ke dalam bentuk matriks,
Matriks yang
kemudian tentukan matriks koefisien dari sistem persamaan linear tersebut dapat diinverskan
b.Tentukan invers dari matriks koefisien hanyalah matriks
persegi
c. Gunakan konsep persamaan AX = B atau XA = B
Penyelesaian :
Penyelesaiannya didapatkan dengan mencari invers matriks dari matriks koefisien sistem
persamaan tersebut.
1.  x  2 y  6

3 x  y  10
Langkah 1 :
Buat model matematikanya. Masukkan sistem persamaan linear ke dalam matriks persegi
dengan ordo 2x2.

  1  2  x   6 
 3  1  y   10
    
Langkah 2:
Lakukan permisalan terhadap matriks koefisien.
Misalnya :   1  2
A
3  1
Langkah 3:
Carilah Invers dari matriks A. Sebelumnya carilah determinan dari A
1  d  b
det. A  ad  bc 1
A 
 1(1)  (2)3 det . A  c a 
 1 6 1  1 2 
1
A  
7 7  3  1
1
Ingat! Bahwa A. A  I (Matriks Identitas)
Maka :
1   1 2   1  2  x  1   1 2  6   x  1  14 
  
           
7  3  1  3  1  y  7  3  1 10  
y 7   28
x   2 
Di ruas kiri invers matriks diletakkan di sebelah kiri dari matriks koefisien,
  
begitu pula di ruas kanan di sebelah kiri matriks hasil
Dan sebaliknya, jika di ruas kiri invers matriks diletakkan di sebelah kanan,
 y    4
maka di ruas kanan juga diletakkan sebelah kanan matriks hasil
 x  1  1.6  2.10 
 I .     Jadi, x  2 dan y  4
 y  7  3.6  1.10
HP = {(2,-4)}
 x  1  6  20 
   
 
y 7   18  10 
6. Metode Determinan Matriks
Determinan adalah suatu bilangan yang berkaitan dengan matriks bujur sangkar (persegi).
Untuk menyelesaikan dengan cara determinan dari bentuk persamaan :
ax + by = c
px + qy = r
diubah dalam susunan bilangan sebagai berikut dan diberi notasi : D, Dx, Dy.
Dengan : a b
D = p q = aq – bp

c b
Dx = r q = cq – br

a c
Dy = p r = ar – cp

Kemudian x dan y dapat ditentukan dengan :


Dx Dy
x= dan y =
D D
Made by :
Laras Marti Ningsih
M. Rizky
M. Arya Nur Adha
Nugi Nugraha Hardandi
Nurul Ni’mah
Syifa Nisrina

Terima Kasih Kepada :

Tuhan Yang Maha Esa

Bpk. Ampransyah