Anda di halaman 1dari 9

MANDAT DAN KOMITMEN

MANAJEMEN RESIKO
MATAKULIAH :
MANANJEMEN RESIKO & ASURANSI
Dosen Pembimbing: Nurismalatri, SEI, MM

Presentasi Kelompok 2
Disusun oleh :
M. Fakhri Ilyas (2016054207)
Evan Afandi (2016051999)
Ichsan Novianto (2016054250)
Lena Diana (2016052186)
Mely Andriani (2016052720)
Pengertian Mandat dan Komitmen
Dalam Manajemen Resiko
Standar internasional manajemen risiko ISO 31000
mencantumkan “mandat dan komitmen” (klausul 4.3) sebagai
unsur pertama sebelum siklus PDCA (plan-do-check-act) yang
lazim terdapat pada standar lain yang dikeluarkan oleh ISO.

“Mandat” adalah perintah atau arahan yang diberikan


oleh orang banyak (rakyat, perkumpulan, dan sebagainya) kepada
seseorang (beberapa orang) untuk dilaksanakan sesuai dengan
kehendak orang banyak itu contohnya seperti suatu organisasi
kampus (HMM) yang mengajukan permitaan ke pihak pengelolah
kampus (Yayasan Sasmitajaya) Untuk melakukan suatu kegiatan
yang akan di kelolah oleh (Yayasan) atau Organisasi, sedangkan
“komitmen” sendiri itu adalah janji atau keterikatan untuk
melakukan sesuatu kegiataan tersebut.
Kaitannya Mandat dan Komitmen
dalam Manajemen Resiko
Mandat dan komitmen dalam kerangka
kerja manajemen risiko mempunyai arti sentral.
Dari mandat dan komitmen itulah segala sesuatun
yang terkait dengan manajemen risiko berasal
sesuai dengan peraturan yang menjadi dasar
hukum entitas atau organisasi.
Dalam peraturan perundang-undangan
terkait, akan terlihat secara jelas siapa yang
memperoleh mandat dan apa jenis mandat yang
diterima dan komitmen apakah yang akan terkait
secara langsung dengan penerapan manajemen
risiko pada organisasi tersebut.
Pada diagram tersebut dapat di lihat banyak peranan yang melekat pada
Mandat dan Komitmen yang ada pada manajemen Resiko, yaitu ada
1. Kebijakan
2. Indikator Kinerja
3. Sasaran
4. Regulasi
5. Akuntabilitas
6. Sumberdaya
7. Komunikasi
8. Kecukupan Kerangka Kerja
Kerangka Kerja Manajemen
Risiko
Agar dapat berhasil dengan baik, manajemen
risiko harus diletakkan dalam suatu kerangka
manajemen risiko. Kerangka kerja ini akan menjadi
dasar dan penataan yang mencakup seluruh kegiatan
manajemen risiko di segala tingkatan organisasi atau
perusahaan. Kerangka kerja ini akan membantu
perusahaan mengelola risiko secara efektif melalui
penerapan proses manajemen risiko dalam berbagai
tingkatan organisasi dan dalam konteks spesifik
organisasi atau perusahaan tersebut.
Berikut adalah proses dan siklus mandat & komitmen manajemen resiko :

1. Perencanaan Kerangka Kerja Manajemen Resiko (Design of framework for


atau disebut juga managing risk)
2. Penerapan Manajemen Risiko (Implementing risk
atau disebut juga management)
3. Monitoring & review penerapan Kerangka Kerja (Monitoring and review of
Manajemen Resiko atau disebut juga the framework)
4. Perbaikan sinambung Kerangka Kerja Manajemen (Continual improvement
Resiko atau disebut juga of the framework)
Prinsip,Kerangka Kerja dan Proses
Manajemen Risiko
Pada awal penerapan manajemen risiko, fokus lebih tertuju
hanya pada bagaimana menangani risiko tersebut dan secara parsial,
bukan bagaimana menangani berbagai macam risiko yang mungkin
dihadapi oleh organisasi atau perusahaan.

Merubah cara penanganan risiko yang semula secara


parsial (silo) menjadi terintegrasi seluruh organisasi, memerlukan
suatu pendekatan yang berbeda.

Perlu dibangun suatu pemahaman yang sama tentang


prinsip-prinsip penanganan risiko, suatu landasan kerangka kerja
yang akan menjadi dasar bagi penanganan setiap risiko, urutan
proses penanganan risiko, pemahaman tentang teknik dan metoda
penanganan risiko dan proses pelaporan serta monitoring dan review
untuk seluruh proses penanganan risiko dalam suatu organisasi atau
perusahaan.
Prinsip-Prinsip Manajemen
Risiko
Merujuk pada standar manajemen risiko terbaru yaitu ISO 31000:2009
– Risk Management
– Principles and guidelines, manajemen risiko suatu organisasi hanya dapat efektif bila
mampu menganut dan menerapkan prinsip-prinsip sebagai berikut:

1) Manajemen risiko melindungi dan menciptakan nilai tambah


2) Manajemen risiko adalah bagian terpadu dari proses organisasi
3) Manajemen risiko adalah bagian dari proses pengambilan keputusan
4) Manajemen risiko secara khusus menangani aspek ketidakpastian
5) Manajemen risiko bersifat sistematik, terstruktur, dan tepat waktu
6) Manajemen risiko berdasarkan pada informasi terbaik yang tersedia
7) Manajemen risiko adalah khas untuk penggunanya (tailored)
8) Manajemen risiko mempertimbangkan faktor manusia dan budaya
9) Manajemen risiko harus transparan dan inklusif
10) Manajemen risiko bersifat dinamis, berulang, dan tanggap terhadap perubahan
11) Manajemen risiko harus memfasilitasi terjadinya perbaikan dan peningkatan organisasi
secara berlanjut.
Sekian pejelasan dari
kelompok 2