Anda di halaman 1dari 7

ANGINA PEKTORIS

• Nyeri dada kardiak tipikal atau angina pektoris


timbul akibat iskemia atau infark miokard akut
yang disebabkan ruptur plak arteriosklerosis
pada pembuluh darah koroner dan
menyebabkan sumbatan baik total maupun
subtotal
ANAMNESIS
Bagaimana nyerinya? Biasa nyerinya muncul saat kapan? Semakin berat
• Kualitas: saat kapan? Hilang atau berkurang saat kapan?
 Nyeri seperti diremas, menahan beban • Faktor yang memperberat & memperingan:
berat, rasa tidak nyaman di dada  AP stabil: dipicu oleh aktivitas fisik dan
 Tidak bersifat tajam dan tidak berubah stres emosional, berkurang dengan
kualitasnya bila ada perubahan posisi istirahat atau pemberian nitrogliserin
atau respirasi  AP tidak stabil & infark miokard: dapat
Sejak kapan nyerinya: timbul saat aktivitas fisik ringan, saat
• Durasi: istirahat, ataupun saat tidur, bertambah
berat. Tidak berkurang dengan istirahat
 Angina pektoris stabil: 2-10 menit (onset atau pemberian nitrogliserin
singkat < 5 menit) • Kondisi lain yang mempengaruhi :
 Angina pektoris tidak stabil & infark  Stress emosional
miokard: >20 menit (biasanya bertahan
lebih lama dari angina stabil)  Paparan suhu yang extrem
Dimana lokasi nyerinya? Apakah menjalar?  merokok
Menjalar kemana? Apa ada keluhan lain?
• Lokasi: • Keluhan tambahan:
 retrosternal  Berkeringat
 Menjalar ke leher, rahang, epigastrium,  Mual
atau lengan  Muntah
 Sesak
 pucat
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Pemeriksaan darah: Hb, Ht, trombosit
• Untuk melihat faktor resiko koroner: gula darah,
profil lipid, penanda inflamasi akut
• EKG (dalam 10 menit pertama)
• Enzim jantung: troponin T (cTn T) atau I (cTn I)
dan CK-MB (normal biasanya)
• Foto toraks (Biasa ditemukan kongesti pulmonal
atau edema karena disfungsi ventrikel kiri)
• Ekokardiografi
PNEUMOTHORAX
• Pneumotoraks spontan primer
pneumotoraks yang terjadi tanpa riwayat penyakit paru sebelumnya
ataupun trauma, dan dapat terjadi pada individu yang sehat.
• Pneumotoraks spontan sekunder
pneumotoraks yang terjadi pada penderita yang memiliki riwayat
penyakit paru sebelumnya seperti PPOK, TB paru dll
• Pneumotoraks traumatik
Terjadi karena trauma dada,kadang disertai dengan
hematopneumotoraks
• Pneumotoraks iatrogenik
terjadi saat melakukan tindakan diagnostik seperti transtorakal
biopsi, punksi pleura
• Pneumotoraks katamenial
Terjadi sehubungan dengan siklus menstruasi
ANAMNESIS
- Keluhan utama : • Faktor resiko
Nyeri pleuritis – Perokok
- Sifat nyeri :
– Usia
Nyeri dada tajam
-Riwayat Trauma : bisa ada bisa – Genetik
tidak – Penyakit paru
- Onset & kapan muncul keluhan – Ventilasi mekanis
:
Timbulnya secara tiba-tiba /
– Riwayat pneumotoraks
mendadak, saat tidak sedang
aktivitas
- Hal yg memperberat keluhan :
Semakin nyeri jika menarik napas
dalam atau terbatuk
- Keluhan lain :
Sesak napas
PEMERIKSAAN FISIK
a. Inspeksi : tampak sisi yang sakit lebih menonjol dan
tertinggal pada pernapasan
b. Palpasi : suara fremitus menurun di sisi yang sakit
c. Perkusi : ditemukan suara hipersonor dan pergeseran
mediastinum ke arah yang sehat
d. Auskultasi : didapatkan suara napas yang melemah dan jauh
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Foto toraks
- didapatkan garis penguncupan paru yang sangat halus (pleural line)
- Bila disertai darah atau cairan lainnya, akan tampak garis mendatar yang
merupakan batas udara dan cairan (air fluid level)
Ultrasound dada
- Ultrasound dada juga penting dalam menilai diagnosis pneumotoraks. Hal
ini digunakan lebih sering dalam diagnosis pneumotoraks traumatik dan
iatrogenik, karena mudah dan cepat dilakukan di samping tempat tidur
CT scan dada
- Sebenarnya, ini adalah cara paling akurat untuk mendiagnosis
pneumotoraks