Anda di halaman 1dari 8

“PENDAHULUAN”

KIA 221 Kimia Analitik Kuantitatif


KBK Kimia Analitik
Departemen Kimia
FST-Universitas Airlangga
Kualitatif Kuantitatif
Menentukan unsur/molekul apa Menentukan berapa jumlah /
yang terdapat pd suatu senyawa banyaknya zat yang ada dalam
suatu sampel

Estimasi
Identifikasi

Metode Klasik Metode modern Metode modern Metode Klasik


(Konsep kimia) (instrumentasi) (instrumentasi) (Konsep Kimia)
Misal metode Misal: Titrasi
H 2S Misal: UV-Vis, GC,
HPLC, AAS,
Voltammetry
 Masing-masing metode memiliki kelebihan dan
kekurangan
 Memilih metode yang tepat, sesuai sampel dan
keperluan analisis  PENTING
 Contoh: penentuan Fe dalam bijih besikadar
tinggimetode klasik
 Penentuan Fe dalam darah  kadar sangat
rendah  metode modern
 Metode modern penting, namun metode klasik
masih dibutuhkan
 Konsep dasar kimia analitik banyak dibicarakan
pada metode klasik
 Metode klasik didasarkankan pada reaksi kimia
Zat standar yang digunakan dapat berbeda dengan
analit (zat yang diperiksa)
 Metode modern biasanya berdasarkan sifat fisika.
Sebagai zat standar merupakan zat yang sama
dengan analit.

Tahapan:
Pencuplikan sampel  Pelarutan sampel  Konversi
analit menjadi bentuk yg sesuai untuk diukur 
Pengukuran  Perhitungan
I. Pencuplikan sampel
 Untuk memperoleh suatu sampel yang mewakili
(representatif) semua komponen dan kadarnya yang
terkandung dalam sampel ruah (bulk)
 Proses ini melibatkan statistik

II. Melarutkan sampel


Ada dua metode yang lazim digunakan:
 Destruksi basah.
Pengolahan dengan asam-asam kuat: HCl, HNO3, H2SO4, atau
HClO4
 Destruksi kering.
Pelelehan (peleburan) bersama suatu fluks asam atau basa,
diikuti pelarutan dengan air atau suatu asam
Misal: penentuan Ba dalam BaSO4
BaSO4 tidak dapat larut dalam air maupun asam 
pelarutan dengan teknik ekstrak soda

BaSO4 + Na2CO3 BaCO3 + Na2SO4

+ HCl
Fluks basa

BaCl2 (larut)

Contoh fluks asam: KHSO4


III. Mengubah analit menjadi bentuk yang dapat diukur/
Menghilangkan zat pengganggu dengan cara:
- Pengendapan
- Ekstraksi pelarut
- Pemisahan secara kromatografi, dsb

IV. Pengukuran
- Tahap pengukuran dapat dilakukan secara kimia, fisika
atau biologi
- Pengukuran secara kimia: titrimetri (volumetri),
gravimetri
- Pengukuran secara fisiko kimia: dengan instrumentasi
V. perhitungan dan penafsiran pengukuran
 Dilakukan perhitungan persentase analisis dalam
contoh (sampel)
 Cara perhitungan tergantung pada metode yang
digunakan
misal: pada titrimetri dan gravimetri didasarkan pada
hubungan stoikiometri sederhana dari reaksi-reaksi
kimia
 sehingga, dalam pengukuran menggunakan teknik
apapun memungkinkan terjadinya kesalahan (galat,
error, sesatan)