Anda di halaman 1dari 17

Philp Kotler

Kevin Lane Keller


Manajemen Pemasaran
Edisi 13
Jilid 1
Riset pemasaran merupakan kegiatan penelitian
dalam bidang pemasaran. Riset pemasaran harus
dilakukan secara sistematis, yakni mulai dari:
1. perumusan masalah,
2. perumusan tujuan dari riset pemasaran,
3. pengumpulan data,
4. pengolahan data, hingga interpretasi dari hasil
riset pemasaran yang diperoleh.
Riset pemasaran dilakukan sebagai upaya
memberi masukan bagi pihak manajemen.
Pemasar yang baik menginginkan
pemahaman yang membantu mereka
menerjemahkan kinerja masa lalu dan
juga merencanakan kegiatan masa depan.
Mereka memerlukan informasi yang tepat
waktu, akurat dan dapat ditindak lanjuti
tentang konsumen, persaingan dan merek
mereka.
Mereka juga harus sebaik mungkin
membuat keputusan taktis dalam jangka
pendek dan keputusan strategi dalam
jangka panjang . Usaha untuk menemukan
pandangan konsumen dan memahami
implikasi pemasarannya sering
menghasilkan peluncuran produk yang
berhasil atau mendorong pertumbuhan
suatu merek.
Riset pemasaran (marketing
research) adalah perencanaan,
pengumpulan, analisis, dan
pelaporan data sistematis
serta temuan yang relevan
terhadap situasi pemasaran
tertentu yang dihadapi suatu
perusahaan.
Perusahaan riset Dalam pelaksanaan riset,
pemasaran dibagi dalam perusahaan kecil dapat menyewa
tiga kategori:
jasa dari perusahaan riset
1. Perusahaan riset yang pemasaran atau mengadakan riset
terindikasi dengan jasa dalam cara yang kreatif dan
terjangkau, seperti:
2. Perusahaan riset
pemasaran sesuai 1. Melibatkan mahasiswa atau
pesanan
profesor untuk merancang dan
3. Perusahaan riset melaksanakan proyek
pemasaran spesialis lini. 2. Menggunakan internet
3. Memeriksa pesaing
Riset pemasaran yang efektif mengikuti enam langkah seperti berikut :

Mengidentifikasi
masalah dan tujuan riset

Mengembangkan
Rencana Riset

Mengumpulkan
Informasi

Menganalisa Informasi

Mempresentasikan
temuan

Mengambil Keputusan
Dalam hal ini manager pemasaran dan peneliti pemasaran untuk
mendefinisikan masalah dengan hati-hati dan menentukan tujuan
dari riset.
Management harus mengarahkan agar jangan sampai masalah
menjadi luas atau terlalu sempit.
Tidak semua proyek riset dapat dibuat sespesifik. Beberapa riset
bersifat Eksploratif, tujuannya adalah memperjelas sifat masalah
sebenarnya dan menyarankan kemungkinan solusi atau ide baru.

Ada Riset yang bersifat deskrtif dan ada juga yang bersifat kuasal.
Riset deskritif adalah riset dengan cara menghitung permintaan,
sedangkan riset kuasal tujuannya adalah menguji hubungan sebab-
akibat.
Tahap kedua riset pemasaran adalah dimana kita mengembangkan rencana paling efektif
untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan dan berapa biayanya.
Untuk merancang rencana riset, kita harus mengambil keputusan tentang :

Data Sekunder Kuesioner


1.Sumber Data
Data Primer 3. Instrumen Pengukuran
Riset Kualitatif
Riset Observasi Peralatan
Riset Etnografi Teknologi
2. Pendekatan Riset Kelompok fokus 4. Rencana Unit Pengambilan
Riset pembilan Sampel
Riset Survei sampel
Ukuran Sampel
Data Perilaku
Prosedur
Riset Eksprimen Pengambilan Sampel

5. Metode Kuesioner Wawancara Wawancara Wawancara


Kontak Surat Telepon Pribadi Online
Fase Pengumpulan data riset pemasaran adalah fase
termahal dan paling cenderung mengandung kesalahan.
Kurang lebih ada empat masalah yang timbul pada fase
ini.

1. Responden tidak ada di rumah atau responden susah


ditemukan
2. Responden menolak untuk bekerja sama
3. Responden memberikan jawaban yang bias atau tidak
jujur
4. Beberapa pewancara mungkin bias atau tidak jujur.
Semua informasi yang
didapat perlu disaring
sesuai dengan kebutuhan
dan tujuan dari riset .
Perhitungan dan analisa
data yang telah diperoleh
akan menentukan langkah
yang diambil selanjutnya.
Sebagai langkah terakhir
periset mempresentasikan
temuan yang relevan dengan
keputusan pemasaran utama
yang di hadapi manajemen.
Periset semakin di tuntut
untuk memainkan peran
konsultan yang lebih proaktif
dalam menerjemahkan data
dan informasi menjadi
pandangan dan rekomendasi.
Pengambilan keputusan berarti
mengambil tindakan tertentu
(taking certain action). Pelaksanaan
suatu rencana tindakan, merupakan
tahap akhir dari proses Riset
Pemasaran.
Perlu dilakukan evaluasi terhadap
pelaksanaan keputusan yang telah
diambil. Evaluasi sangat berguna
untuk memperbaiki suatu
keputusan untuk mengubah tujuan
semula karena terjadi perubahan.
Salah satu tugas terpenting dalam riset pemasaran
adalah menilai efesiensi dan efektivitas kegiatan
pemasaran.

Dan untuk mengukur produktivitas pemasaran ada tiga


acuan yang bisa di ikuti :

1. Ukuran pasar
2. Pemodelan bauran pemasar
3. Papan kendali pemasaran
Setelah satu alasan utama melakukan riset
pemasaran adalah mengindetifikasi peluang pasar.
Setelah riset selesai, perusahan harus mengukur
dan memperkirakan ukuran, per-pertumbuhan dan
potensi laba dari masaing-masing peluang pasar.

Peramalan penjualan didasarkan pada perkiraan


permintaan. Manajer harus mendefinisikan apa
yang mereka maksdukan dengan permintaan pasar.
Untuk memperkirakan permintaan saat ini, perusahan berusaha
menentukan :
1. Total potensi pasar
2. Potensi pasar suatu wilayah
3. Penjualan industri dan pangsa pasar

Untuk memerkirakan permintaan masa depan


perusahan, perusahn mensurvei maksdu pembeli,
meminta masukan tenaga pembeli, meminta masukan
tenaga penjual, mengumpilkan pendapat ahli,
menganalisis penjualan masa lalu, atau terlebih dalam uji
pasar.