Anda di halaman 1dari 13

Acara IV

Pertumbuhan Fungi
KELOMPOK 8

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts


A. Tujuan

• Menentukan karakter
pertumbuhan fungi pada medium
1. padat dan cair dengan berbagai
kondisi

• Menentukan jumlah fungi pada


2. suatu sampel
B. Alat dan Bahan
1. Alat : a. Neraca digital
b. Botol jam
c. Corong gelas
d. Gelas ukur 100 ml
e. Mikropipet dan blue tip
f. Ose kolong
g. Lambu Bunsen dan korek api
h. Vortex
i. Tabung reaksi
j. Oven
2. Bahan : a. Isolat kapang (morfologi karpet)
b. Akuades steril
c. Alumunium foil
d. Kertas Saring
e. Spons penyumbat dan karet gelang
f. Media TEC
g. Alkohol 70%
C. Cara Kerja
1. Inokulasi fungi pada media TEC

1. Alat dan bahan disiapkan, meja kerja


disterilkan.

2. Isolat fungi bertekstur karpet pada medium


TEC ditambahkan 9 ml akuades steril secara
aseptik

3. Spora fungi dikerik menggunakan ose kolonh


hinga akuades terlihat keruh dan
terbentususpensi secara aseptik

4. Suspensi yang terbentuk dipindahkan ke


tabung reaksi bekas akuades dan divortex
hingga homogen

5. Suspensi fungi masing-masing


diinokulasikan pada 4 botol jam berisi media
TEC sebanyak 2 ml menggunakan mikropipet
secara aseptik
6. Botol jam yang berisi inokulasi fungi
ditutup dengan spons penyumbat,
alumunium foil dan diikat dengan karet
gelang

7. Botol jam tersebut diinkubasi dengan


perlakuan statik

8. Pertumbuhan fungi diamati pada hari ke-7


dan hari ke-10 masing-masing 2 kali
pengulangan.
B. Pengamatan berat basah dan berat kering
1. Kertas saring dan alumunium foil ditimbang
massanya menggunakan neraca digital dan
dicatat hasilnya.

2. Kertas saring dilipat dan diletakkan pada


mulut corong, media yang telah ditumbuhi
fungi disaring dengan kertas sarung hingga
media dan fungi terpisah

3. Fungi pada kertas saring hasil penyaringan


dibungkus dengan alumunium foil lalu
ditimbang dengan neraca digital sebagai berat
basah

4. Hasil filtrate diukur volumenya dengan gelas


ukur dan diamati perubahan volumenya

5. Fungi yang sudah ditimbang dimasukkan


kedalam oven kemudia massa fungi ditimbang
dengan neraca digital [ada hari-hari berikutnya
hingga didapatkan berat kering.
D. Tabel Hasil Pengamatan

Hari ke Karakter pertumbuhan f Rata-rata bera Rata-rata be Cairan


Karakter media
- ungi t basah rat kering tersisa
Tekstur seperti karpet, Warna berubah menjadi
bewarna hijau tua, tidak kuning keruh, cairannya
terlalu berbau, permukaan berlendir.
7 sebaliknya bewarna putih 5.088 gram 1.116 gram 85.5 ml
susu.

Tekstur seperti karpet, Cairan bewarna kuning


bewarna hijau namun namun tidak terlalu
tidak terlalu pekat. Permu- keruh. Cairan berlendir
10 kaan sebaliknya juga agak kecoklatan 5.53 gram 2.17 gram 86 ml
bewarna putih susu
E. Perhitungan
Rumus berat basah = berat total – berat kering – berat alumunium foil
1. Berat basah hari ke-7

Ulangan 1 :
Berat basah = 7.190 – 0.353 – 0.641
= 6.196 gram
Ulangan 2 :
Berat basah = 4.98 – 0.351 – 0.622
= 3.98 gram
2. Berat basah hari ke-10
Ulangan 1 :
Berat basah = 7.053 – 0.294 – 0.532
= 6.22 gram
Ulangan 2 :
Berat basah = 5.70 – 0.30 – 0.554
= 4.84 gram
Rata-rata berat basah hari ke-7 = ulangan 1 + ulangan 2
2
= 6.196 + 3.98
2
= 5.088 gram

Rata-rata berat basah hari ke-10 = ulangan 1 + ulangan 2


2
= 6.22 + 4.84
2
= 5.53 gram
Rumus berat kering = berat total – berat kering – berat alumunium foil
1. Berat kering hari ke-7

Ulangan 1 :
Berat kering = 2.256 – 0.353 – 0.641
= 1.262 gram
Ulangan 2 :
Berat kering = 1.95 – 0.351 – 0.622
= 0.97 gram
2. Berat kering hari ke-10
Ulangan 1 :
Berat kering = 2.96 – 0.294 – 0.532
= 2.134 gram
Ulangan 2 :
Berat kering = 3.08 – 0.30 – 0.554
= 2.22 gram
Rata-rata berat kering hari ke-7 = ulangan 1 + ulangan 2
2
= 1.262 + 0.97
2
= 1.116 gram

Rata-rata berat kering hari ke-10 = ulangan 1 + ulangan 2


2
= 2.134 + 2.22
2
= 2.177 gram
Lampiran