Anda di halaman 1dari 15

Patofisiologi

Patofisiologi adalah ilmu yang


mempelajari gangguan fungsi pada
organisme yang sakit meliputi asal
penyakit, permulaan perjalanan dan
akibat.
• Inflamasi/peradangan
• Gangguan sistem peredaran darah
• Gangguan sistem pernapasan
• Gangguan sistem keseimbangan cairan,
elektrolit, dan asam basa
• Gangguan sistem pencernaan
• Gangguan sistem urogenital
• Gangguan Hepar
• Gangguan endokrin
Inflamasi
• Inflamasi atau peradangan adalah upaya
tubuh untuk perlindungan diri
• tujuannya adalah untuk menghilangkan
rangsangan berbahaya, termasuk sel-sel yang
rusak, iritasi, atau patogen dan memulai
proses penyembuhan.
• Kata inflamasi berasal dari bahasa
Latin "inflammo", yang berarti "Saya dibakar,
saya menyalakan".
Proses
Inflamasi

• Proses inflamasi merupakan bagian


dari respon imun (sistem kekebalan
tubuh).
• Mekanisme ini hanya diperlukan
dalam kondisi tertentu dalam waktu
yang tidak lama.
Misalnya :
ketika suatu bagian tubuh mengalami
luka terbuka, mekanisme inflamasi
akan membantu menghilangkan sel
yang rusak dan mempercepat proses
penyembuhan. Sebaliknya, saat
inflamasi terjadi dalam waktu yang
lebih lama dari yang dibutuhkan, hal
tersebut cenderung bersifat
merugikan.
Tanda-Tanda inflamasi
1.Kemerahan (rubor)
Terjadinya warna kemerahan ini
karena arteri yang mengedarkan
darah ke daerah tersebut
berdilatasi sehingga terjadi
peningkatan aliran darah ke
tempat cedera
2. Rasa panas (kalor)
Rasa panas dan warna kemerahan terjadi secara
bersamaan.
• Dimana rasa panas disebabkan karena jumlah
darah lebih banyak di tempat radang dari
pada di daerah lain di sekitar radang.
• Fenomena panas ini terjadi bila terjadi di
permukaan kulit. Sedangkan bila terjadi jauh
di dalam tubuh tidak dapat kita lihat dan
rasakan
3. Rasa sakit (dolor)
• Rasa sakit akibat radang dapat disebabkan
beberapa hal:
(1) adanya peregangan jaringan akibat adanya
edema sehingga terjadi peningkatan tekanan lokal
yang dapat menimbulkan rasa nyeri
(2) adanya pengeluaran zat – zat kimia atau
mediator nyeri seperti prostaglandin, histamin,
bradikinin yang dapat merangsang saraf – saraf
perifer di sekitar radang sehingga dirasakan nyeri
4. Pembengkakan (tumor)
• Gejala paling nyata pada peradangan adalah
pembengkakan yang disebabkan oleh
terjadinya peningkatan permeabilitas kapiler,
adanya peningkatan aliran darah dan cairan ke
jaringan yang mengalami cedera sehingga
protein plasma dapat keluar dari pembuluh
darah ke ruang interstitium.
5. Fungsiolaesa
Fungsiolaesa merupakan
gangguan fungsi dari jaringan
yang terkena inflamasi dan
sekitarnya akibat proses
inflamasi.
Inflamasi terbagi 2 yaitu :
• Inflamasi akut : inflamasi yang
terjadi dalam waktu yang
singkat
• Inflamasi kronis : inflamasi
yang terjadi atau menetap
dalam waktu yang lama
• Inflamasi akut dimulai dalam hitungan detik atau
menit ketika suatu jaringan mengalami kerusakan.
Baik itu akibat luka fisik, infeksi, atau respon imun.
• Inflamasi akut dapat dipicu oleh beberapa kondisi
seperti:
– Bronkitis akut
– Radang tenggorokan atau mengalami flu
– Kulit lecet
– Cedera
– Olahraga berat
– Dermatitis akut
– Tonsillitis akut (penyakit amandel)
– Sinusitis akut
• Inflamasi kronis terjadi dengan mekanisme yang lebih
rumit sehingga dapat bertahan dalam hitungan tahun
hingga bulan.
• Inflamasi kronis bisa terjadi ketika tubuh tidak dapat
menghilangkan penyebab inflamasi akut, paparan
penyebab inflamasi secara terus-menerus, dan juga
bentuk respon autoimun di mana sistem imun
menyerang jaringan yang sehat.
• Penyakit yang sering berkaitan dengan inflamasi kronis
diantaranya:
– Asma
– Tuberkulosis
– Periodontitis kronis
– Ulcerative colitis dan penyakit Crohn
– Sinusitis kronis
– Hepatitis kronis
• Inflamasi berulang juga dapat disebabkan oleh
kondisi autoimun seperti:
– Rheumatoid arthritis – inflamasi pada jaringan persendian
dan sekitarnya terkadang organ tubuh lainnya.
– Ankylosing spondylitis – inflamasi pada tulang belakang,
otot dan jaringan penghubung antar tulang.
– Penyakit celiac – inflamasi dan kerusakan dinding usus
halus.
– Fibrosis paru idiopatik – inflamasi pada alveoli paru.
– Psoriasis – inflamasi pada kulit.
– Diabetes tipe 1 – inflamasi pada berbagai bagian tubuh
ketika diabetes tidak terkendali.
– Alergi – semua alergi yang dialami bagian tubuh
menyebabkan terjadinya mekanisme inflamasi.