Anda di halaman 1dari 43

KEBIJAKAN ORGANISASI PROFESI

DALAM MENGKAWAL KOMPETENSI


PERAWAT MELALUI SDKI
ORGANISASI PROFESI

• DEFINISI
• ORGANISASI YANG MELAKUKAN PENILAIAN THD KEMAMPUAN ORANG PER
ORANG SECARA PROFESIONAL DAN MEMPUNYAI KETERIKATAN SATU DG
LAINNYA DALAM MENJALANKAN FUNGSI SOSIALNYA DIMANA FUNGSI TSB
TIDAK DAPAT DIJALANKAN DLM KAPASITAS SBG INDIVIDU. (MERTON-1985;
ERB & BLAIS-1995)

• ORGANISASI PROFESI MEMPUNYAI KEWENANGAN MENGENDALIKAN


PELAYANAN DARI KEANGGOTAANNYA UTK MEYAKINKAN BAHWA
MASYARAKAT MENERIMA PELAYANAN YG AMAN & BERKUALITAS (PUMONTE
& REDUAN – 1997)
ORGANISASI PROFESI
MENURUT PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

• UU NO. 18 TAHUN 2002 TENTANG SISTEM PENELITIAN NASIONAL DAN PENAPISAN


IPTEK
ORGANISASI PROFESI ADALAH WADAH MASYARAKAT ILMIAH DALAM SUATU CABANG ATAU
LINTAS DISIPLIN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI, ATAU SUATU BIDANG KEGIATAN
PROFESI, YANG DIJAMIN OLEH NEGARA UNTUK MENGEMBANGKAN PROFESIONALISME DAN
ETIKA PROFESI DALAM MASYARAKAT, SESUAI DENGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

UNTUK MENJAMIN TANGGUNG JAWAB DAN AKUNTABILITAS PROFESIONALISME, ORGANISASI


PROFESI WAJIB MENENTUKAN STANDAR, PERSYARATAN, DAN SERTIFIKASI KEAHLIAN, SERTA
KODE ETIK PROFESI
ORGANISASI PROFESI
MENURUT PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

• UU NO. 36 TAHUN 2014 TENTANG TENAGA KESEHATAN

• WADAH UNTUK BERHIMPUN TENAGA KESEHATAN YANG SEPROFESI

• NAKES HARUS MEMBENTUK OP SBG WADAH UNTUK MENINGKATKAN


DAN/ATAU MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN,
MARTABAT, DAN ETIKA PROFESI NAKES

• UNTUK MENGEMBANGKAN CABANG DISIPLIN ILMU DAN STANDAR


PENDIDIKAN TENAGA KESEHATAN, SETIAP ORGANISASI PROFESI
DAPAT MEMBENTUK KOLEGIUM
ORGANISASI PROFESI PERAWAT
MENURUT PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

UU NO. 38 TAHUN 2014 TENTANG KEPERAWATAN


WADAH YANG MENGHIMPUN PERAWAT SECARA NASIONAL DAN BERBADAN
HUKUM SESUAI DENGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGN
YANGBERLAKU : ORGANISASI PROFESI PERAWAT ADALAH PERSATUAN
PERAWAT NASIONAL INDONESIA

OP PERAWAT BERTUJUAN


MENINGKATKAN DAN/ATAU MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN
KETERAMPILAN, MARTABAT DAN ETIKA PROFESI PERAWAT
MEMPERSATUKAN DAN MEMBERDAYAKAN PERAWAT DALAM RANGKA
MENUNJANG PEMBANGUNAN NASIONAL
ORGANISASI PROFESI PERAWAT
MENURUT PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
UU NO. 38 TAHUN 2014 TENTANG KEPERAWATAN

OP PERAWAT BERFUNGSI

PEMERSATU PENGEMBANG

PEMBINA PENGAWAS

KEPERAWATAN
DI INDINESIA
PERAN ESENSIAL PPNI
SEBAGAI ORGANISASI PROFESI
PENINGKATAN DAN PENGAWALAN AKUNTABILITAS
PROFESI
AKUNTABILTAS PROFESI

NORMA • KOMPETENSI
BERHUBUNGAN • STANDAR (PROFESI) & ETIKA
DG • KEWENANGAN
PROFESIONALISME • EMPATY & DUTY OF CARE

• PENGEMBANGAN
• PENGATURAN (regulasi)
• PEMBINAAN
KOMPONEN • PENGAWASAN
• PENJAGAAN (maintaining)
• PENDISIPLINAN
PENGEMBANGAN STANDAR

STANDAR PROFESI • STANDAR KOMPETENSI

STANDAR • STANDAR PRAKTIK


PELAYANAN PROFESI • STANDAR ASUHAN KEPERAWTAN
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
STANDAR PROFESI & STANDAR PELAYANAN PROFESI

• STANDAR PROFESI ADALAH BATASAN KEMAMPUAN MINIMAI BERUPA PENGETAHUAN,


KETERAMPILAN, DAN PERILAKU PROFESIONAL YANG HARUS DIKUASAI DAN DIMILIKI OLEH
SEORANG INDIVIDU UNTUK DAPAT MELAKUKAN KEGIATAN PROFESIONALNYA PADA
MASYARAKAT SECARA MANDIRI YANG DIBUAT OLEH ORGANISASI PROFESI BIDANG
KESEHATAN. (PASAL 1 AYAT (12) UU NO. 36 TAHUN 2014)
• STANDAR PELAYANAN PROFESI ADALAH PEDOMAN YANG DIIKUTI OLEH TENAGA KESEHATAN
DALAM MELAKUKAN PELAYANAN KESEHATAN. (PASAL 1 AYAT (13) UU NO. 36 TAHUN 2014)
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

• STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ADALAH SUATU PERANGKAT INSTRUKSI / LANGKAH-


LANGKAH YANG DIBAKUKAN UNTUK MENYELESAIKAN PROSES KERJA RUTIN TERTENTU
DENGAN MEMBERIKAN LANGKAH YANG BENAR DAN TERBAIK BERDASARKAN KONSENSUS
BERSAMA UNTUK MELAKSANAKAN BERBAGAI KEGIATAN DAN FUNGSI PELAYANAN YANG
DIBUAT OLEH FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN BERDASARKAN STANDAR PROFESI.
(PASAL 1 AYAT (14) UU NO. 36 TAHUN 2014)
PENETAPAN & PENYUSUNAN STANDAR DALAM
UNDANG-UNDANG

• STANDAR PROFESI DAN STANDAR PELAYANAN PROFESI UNTUK


MASING- MASING JENIS TENAGA KESEHATAN DITETAPKAN OLEH
ORGANISASI PROFESI BIDANG KESEHATAN DAN DISAHKAN OLEH
MENTERI. (PASAL 66 AYAT (2) UU NO. 36 TAHUN 2014)
• STANDAR PELAYANAN PROFESI YANG BERLAKU UNIVERSAL
DITETAPKAN DENGAN PERATURAN MENTERI. (PASAL 66 AYAT (3) UU NO. 36
TAHUN 2014)
PENETAPAN & PENYUSUNAN STANDAR DALAM
UNDANG-UNDANG

• STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL DITETAPKAN OLEH FASILITAS


PELAYANAN KESEHATAN. (PASAL 66 AYAT (4) UU NO. 36 TAHUN 2014)
• STANDAR PROFESI DAN KODE ETIK DITENTUKAN OLEH ORGANISASI
PROFESI (PASAL 21 (3) UU NO. 36 TAHUN 2009)
• STANDAR KOMPETENSI KERJA DISUSUN OLEH ORGANISASI PROFESI PERAWAT
DAN KONSIL KEPERAWATAN DAN DITETAPKAN OLEH MENTERI
(PASAL 16 AYAT (4) UU NO. 38 TAHUN 2014)
STANDAR PROFESI PPNI

STD KOMPETENSI STD Praktik STD Kinerja


• General : Ners Sp, • Pengkajian Profesional
Ners, Vokasi • Diagnosa • Jaminan Mutu
Keperawatan • Pendidikan
• Ke Khususan : Kamar • Perencanaan • Penilaian Kerja
Bedah, GADAR, • Implementasi • Kesejawatan
Critical, Komunitas, • Evaluasi
ANAK , Jiwa dll  • Etik
IKATAN /HIMPUNAN • Riset
PERAWAT • Pemanfaatan Sumber2

14

DALAM KERANGKA STANDAR KOMPETENSI ICN


STANDAR KOMPETENSI
“A competency describe the integrate
knowledge, skills, judgment and attributes
required of a registered nurse to practice
safely and ethically in a designated role and
setting (ICN, 2005)

“…the competence of a person is their ability


to perform consistently in different situations
using her/his knowledge, skill and attitude to
achieve optimum outcomes ….”
KOMPETEN??

Spesifikasi dari pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari pengetahuan dan keterampilan tersebut
dalam suatu pekerjaan atau perusahaan atau lintas industri, sesuai dengan standar kinerja yang disyaratkan.
UNTUK SELEKSI YANG ADIL SEMUA HARUS
MENGIKUTI UJIAN YANG SAMA : SILAKAN
PANJAT POHON ITU
Kompetensi Perawat Indonesia

ICN Framework of Competencies


1. Professional, Ethical & Legal Practice

2. Care Provision and Management

3. Professional Development

12 CORE COMPETENCIES
Kompetensi Perawat Indonsesia

1.Perawat Vokasional

2.Perawat Professional

- Ners

- Ners Spesialis

- Ners Sub Spesialis/Konsultan


STANDAR KOMPETENSI KEKHUSUSAN

• SEBELUM JUMLAH PENDIDIKAN SPESIALISASI MENCUKUPI


• DIPERLUKAN STANDAR KOMPETENSI KEKHUSUSAN YANG DIBUTUHKAN DALAM PRAKTIK
• PENGEMBANGAN STANDAR KOMPETENSI KE KHUSUSAN DILAKUKAN OLEH PPNI DAN
IKATAN/HIMPUNAN TERKAIT
• PENCAPAIAN KOMPETENSI KEKHUSUSAN DENGAN KEGIATAN SERTIFIKASI KEAHLIAN, MELALUI
PENGAKUAN OLEH PPNI DAN IKATAN/HIMPUNAN TERKAIT
• SERTIFIKASI KEAHLIAN/PELATIHAN KEAHLIAN DALAM KERANGKA PENDIDIKAN KEPERAWATAN
BERLANJUT
STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN
(PPNI 2009)

STANDAR I : PENGKAJIAN  DEFINISI

STANDAR II : DIAGNOSA KEPERAWATAN  RASIONAL

STANDAR III : PERENCANAAN (INTERVENSI)  STRUKTUR

STANDAR IV : IMPLEMENTASI  PROSES

STANDAR V : EVALUASI  HASIL/OUTPUT


STANDAR II DIAGNOSA KEPERAWATAN

DEFINISI
PERAWAT MENGANALISIS DATA PENGKAJIAN UNTUK MERUMUSKAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN.

RASIONAL
DIAGNOSIS KEPERAWATAN SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN RENCANA INTERVENSI
KEPERAWATAN DALAM RANGKA MENCAPAI PENINGKATAN, PENCEGAHAN DAN PENYEMBUHAN
PENYAKIT SERTA PEMULIHAN KESEHATAN KLIEN.
STANDAR II DIAGNOSA KEPERAWATAN

KRITERIA STRUKTUR
TATANAN PRAKTEK MEMBERI KESEMPATAN ;
• KEPADA TEMAN SEJAWAT, KLIEN UNTUK MELAKUKAN VALIDASI DIAGNOSIS KEPERAWATAN
• ADANYA MEKANISME PERTUKARAN INFORMASI TENTANG HASIL PENELITIAN DALAM
MENETAPKAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN YANG TEPAT.
• UNTUK AKSES SUMBER-SUMBER DAN PROGRAM PENGEMBANGAN PROFESIONAL YANG
TERKAIT.
• ADANYA PENCATATAN YANG SISTEMATIS TENTANG DIAGNOSIS KLIEN.
STANDAR II DIAGNOSA KEPERAWATAN

KRITERIA PROSES
• PROSES DIANOGSIS TERDIRI DARI ANALISIS, & INTERPRETASI DATA, IDENTIFIKASI MASALAH
KLIEN DAN PERUMUSAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN.
• KOMPONEN DIAGNOSIS KEPERAWATAN TERDIRI DARI MASALAH (P), PENYEBAB (E), GEJALA/
TANDA (S) ATAU TERDIRI DARI MASALAH DENGAN PENYEBAB (PE).
• BEKERJASAMA DENGAN KLIEN, DEKAT DENGAN KLIEN, PETUGAS KESEHATAN LAIN UNTUK
MEMVALIDASI DIAGNOSIS KEPERAWATAN.
• MELAKUKAN KAJI ULANG DAN REVISI DIAGNOSIS BERDASARKAN DATA TERBARU
STANDAR II DIAGNOSA KEPERAWATAN

KRITERIA HASIL
• DIAGNOSIS KEPERAWATAN DIVALIDASI OLEH KLIEN BILA MEMUNGKINKAN
• DIAGNOSIS KEPERAWATAN YANG DIBUAT DITERIMA OLEH TEMAN SEJAWAT SEBAGAI
DIAGNOSIS YANG RELEVAN DAN SIGNIFIKAN.
• DIAGNOSIS DIDOKUMENTASIKAN UNTUK MEMUDAHKAN PERENCANAAN, IMPLEMENTASI,
EVALUASI DAN PENELITIAN
STANDAR III PERENCANAAN

DEFINISI
PERAWAT MEMBUAT RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN UNTUK MENGATASI MASALAH KESEHATAN DAN
MENINGKATKAN KESEHATAN KLIEN.
RASIONAL
PERENCANAAN DIKEMBANGKAN BERDASARKAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN.

KRITERIA STRUKTUR
• TATANAN PRAKTEK MENYEDIAKAN :
• SARANA YANG DIBUTUHKAN UNTUK MENGEMBANGKAN PERENCANAAN.
• ADANYA MEKANISME PENCATATAN, SEHINGGA DAPAT DIKOMUNIKASIKAN.
STANDAR III PERENCANAAN

DEFINISI
• PERAWAT MEMBUAT RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN UNTUK MENGATASI MASALAH KESEHATAN DAN
MENINGKATKAN KESEHATAN KLIEN.
RASIONAL
• PERENCANAAN DIKEMBANGKAN BERDASARKAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN.

KRITERIA STRUKTUR
• TATANAN PRAKTEK MENYEDIAKAN :
• SARANA YANG DIBUTUHKAN UNTUK MENGEMBANGKAN PERENCANAAN.
• ADANYA MEKANISME PENCATATAN, SEHINGGA DAPAT DIKOMUNIKASIKAN.
STANDAR III PERENCANAAN
KRITERIA PROSES
• PERENCANAAN TERDIRI DARI PENETAPAN PRIORITAS MASALAH, TUJUAN DAN RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN.
• BEKERJA SAMA DENGAN KLIEN DALAM MENYUSUN RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN.
• PERENCANAAN BERSIFAT INDIVIDUAL (SEBAGAI INDIVIDU, KELOMPOK DAN MASYARAKAT) SESUAI DENGAN KONDISI
ATAU KEBUTUHAN KLIEN.
• MENDOKUMENTASIKAN RENCANA KEPERAWATAN.

KRITERIA HASIL
• TERSUSUNNYA SUATU RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN
• PERENCANAAN MENCERMINKAN PENYELESAIAN TERHADAP DIAGNOSIS KEPERAWATAN.
• PERENCANAAN TERTULIS DALAM FORMAT YANG SINGKAT DAN MUDAH DIDAPAT.
• PERENCANAAN MENUNJUKKAN BUKTI ADANYA REVISI PENCAPAIAN TUJUAN.
PENGGUNAAN STANDAR PROFESI

STANDAR II DIAGNOSA KEPERAWATAN


PADA PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN MEMERLUKAN ACUAN TERHADAP ISI STANDAR
DIAGNOSA KEPERAWATAN

STANDAR DIAGNOSA KEPERAWATAN INDONESI

STANDAR III PERENCANAAN (INTERVENSI)


PADA PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN MEMERLUKAN ACUAN MACAM INTERVENSI
KEPERAWATAN

STANDAR INTERVENSI KEPERAWATAN


DASAR DIPERLUKAN STANDAR

• SETIAP TENAGA KESEHATAN DALAM MENJALANKAN PRAKTIK BERKEWAJIBAN UNTUK MEMATUHI STANDAR PROFESI,
STANDAR PELAYANAN PROFESI, DAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL.
(PASAL 66 AYAT (1) UU NO. 36 TAHUN 2014)

• UJI KOMPETENSI) DITUJUKAN UNTUK MENCAPAI STANDAR KOMPETENSI LULUSAN YANG MEMENUHI STANDAR
KOMPETENSI KERJA.
(PASAL 16 AYAT (3) UU NO. 38 TAHUN 2014)

• STANDAR KOMPETENSI KERJA DISUSUN OLEH ORGANISASI PROFESI PERAWAT DAN KONSIL KEPERAWATAN DAN
DITETAPKAN OLEH MENTERI.
(PASAL 16 AYAT (3) UU NO. 38 TAHUN 2014)

• PRAKTIK KEPERAWATAN HARUS DIDASARKAN PADA KODE ETIK, STANDAR PELAYANAN, STANDAR PROFESI, DAN
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL.
(PASAL 28 AYAT (3) UU NO. 38 TAHUN 2014)
NAKES DI RS BEKERJA HARUS SESUAI
(UU NO 44 TAHUN 2009 TTG RS)

• STANDAR PROFESI
• STANDAR PELAYANAN RS
• STD PELAYANAN MEDIS,
• STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL,
• STD ASUHAN KEPERAWATAN

• ETIKA PROFESI
• MENGHORMATI HAK PASIEN
• MENGUTAMAKAN KESELAMATAN PASIEN
PPNI DAN PRAKTIK PERAWAT

PENGAMBANGAN DAN PENETAPAN STANDAR PROFESI & KODE ETIK


MENINGKATKAN PROFESIONALISME PERAWAT
MENINGKATKAN KUALITAS DAN MORALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
SEKALIGUS SEGABAGI ASPEK PERLINDUNGAN PERAWAT DAN KLIEN

DALAM PELAKSANAAN PRAKTIK PERAWAT


NORMA YG MENDASARI PRAKTIK

KODE
ETIK

PRAKTIK

SPO DASAR STD


PROFESI

ASKEP

STD
PELAYANA
N
KODE
ETIK

SPO DASAR STD


PROFESI

STD
PELAYAN
AN
PRAKTIK - ASKEP

I
N
D
I PROFESIONAL
K BAIK BENAR /BERKUALIT
AS
A
T
O
R
PROFESIONALSME PERAWAT

PRAKTIK MEMENUHI
YANG NORMA-NORMA
KEBAIKAN
SUMPAH
KODE ETIK
BAIK
PRAKTIK MEMENUHI NORMA
KEBENARAN
YANG 1. IPTEK KEP
STANDAR PROFESI
PER -UUAN
BENAR 2. HUKUM/LEGAL
PENGEMBANGAN PRAKTIK

PENDIDIKAN
PRMRINTAH

FORMAL
LAINYA YG
OP/PPNI TERAKREDITAS
NON I
FORMAL/CPD/
PKB

STD PROFESI, STD PELAYANAN, STD PROSEDUR OPERASIONAL


UPAYA PPNI MENINGKATKAN PROFESIONALISME

• MEMBERIKAN INPUT PADA STANDAR PENDIDIKAN KEPERAWATAN, KURIKULUM PENDIDIKAN DAN AKREDITASI
• KOORDINASI DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN EPERAWATAN DAN PENYEDIAAAN WAHANA
PENDIDIKAN KEPERAWATAN
• PENGEMBANGAN STANDAR PROFESI & STANDAR PELAYANAN PROFESI
• PENETAPAN, PENGEMBANGAN DAN PENGUATAN IMPLEMENTASI KODE ETIK PERAWAT
• PENGKAWALAN PELAKSANAAN SUMPAH PROFESI/PERAWAT
• PENINGKATAN KOMPETENSI PERAWAT MELALUI PENDIDIKAN EPERAWATAN BERLANJUT
• ADVOKASI PENGGUNAAN STANDAR PROFESI DAN PENINGKATAN KEPATUHAN DALAM TATANAN PRAKTIK
ON GOING PROCESS

• TIM REVISI STANDAR KOMPETENSI PERAWAT INDONESIA


• PENGEMBANGAN STANDAR PERILAKU, PEDOMAN PENJAGAAN KODE ETIK KEPERAWTAN,
RANCANGAN PEDOMAN PENGAJARAN ETIKA KEPERAWATAN
• TIM STANDAR INTERVENSI KEPERAWATAN
KESIMPULAN

• PENGATURAN TENTANG PERAN ORGANISASI PROFESI TELAH LENGKAP PENGATURANNNYA DALAM


PERUNDANG-UNDANGAN
• PERAN UTAMA ORGANISASI PROFESI ADALAH : MENINGKATKAN DAN MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN
KETERAMPILAN (KOMPETENSI), MARTABAT DAN ETIKA PROFESI BAGI ANGGOTANYA.
• PENGEMBANGAN STANDAR PROFESI ADALAH BAGIAN DARI PERAN PENGKAWALAN KOMPETENSI PERAWAT
• SEMAKIN LENGKAP STANDAR PROFESI YANG DIBUTUHKAN DALAM PELAKSANAAN PRAKTIK PERAWAT, SEMAKIN
DAPAT MENJAMIN KUALITAS PRAKTIK DAN ESELAMATAN KLIEN DALAM ASUHAN KEPERAWATAN YANG
DIBERIKAN OLEH PERAWAT.
• STANDAR DIAGNOSA KEPERAWATAN DIHARAPKAN DAPAT MASUK DALAM SISTEM JKN SEBAGAI UPAYA
PENINGKATAN MUTU PELAYANAN DAN DIHARAPKAN SEGERA DAPAT DISAHKAN MENTERI KESEHATAN RI
• SDKI JUGA BERMAKKNA DALAM ASPEK PENGHARGAAN DAN KESEJAHTERAAN DAN PERLINDUGAN BAGI
PERAWAT
TERIMAKSIH