Anda di halaman 1dari 20

Kerumitan Perilaku Manusia

dan Pengiraan Mikro

Kelompok 1 :
Dinda Astari 17010664024
M. Vandif A. S. 17010664057
Tasya Rabani 17010664107
Khoirul Nisa 17010664149
Sistem Ganda
• Psikologi mengkaji manusia sebagai system organismic. Lebih rendah
dari system organismic yaitu system sel yang sudah beribu factor
mempengaruhi.
• Selain system sel, manusia juga dilihat dari system organ, organisme,
keluarga, kelompok masyarakat, organisasi, dan global. Pelayanan
psikologi bisa diterapkan pada seluruhnya, namun, psikolog sering
memberikan pelayanan perorangan saja atau sebagai makhluk individual.
Dengan kata lain memperhatikan manusia sbg system organismic.
• Banyak sekali cabang psikologi yang dikembangkan oleh para ahli dan
terus-menerus diperbarui.
Dalih Tentang Batinan
• Dari segi psikodinamika, psikologi klinis ditujukan pada khayalan atau
fantasi individu tentang pengalaman yang membentuk dirinya sekarang.
• Kagan, salah satu tokoh psikologi klinis dalam pendekatan perilakuan.
Kagan menulis tentang pilihan dan indoktrinasi, emnyiapkan fondasi
baru, bergelut dengan biologi, menerima biologi dan sejarah, moralitas
manusia, menghargai temperamen, dan mind.
• Penelitian terakhirnya meyakinkan pengaruh besar biologi pada
perkembangan manusia, yaitu temperamen. Bersama Nancy Snidman,
Kagan melakukan eksperimen.
Pengukuran Perilaku dan Batinan

• Sebagai ilmu pengetahuan, psikologi banyak menggunakan


metode pengukuran sampel perilaku yang dibakukan. Yang
membantu dalam pengambilan keputusan, baik bidang industry,
klinis, organisasi, pendidikan, perkembangan, maupun social,
yang semua disebut psychological assessment.
 Sundberg (1977) dalam buku klasiknya Assessment of person, Pengiraan
merupakan proses pengembangan citra, pembuat keputusan, dan
pengujian hipotesis tentang perilaku seseorang dalam interaksinya
dengan lingkungannya.
 Pengiraan identik dengan psikotes semata, akan tetapi masih banyak
mtode lainnya seperti observasi, wawancara, dan skala perilaku.
 Manusia akan berada di aras yang lebih rendah yaitu, sistem sel dan
organ dengan mengikuti hukum alam menuju pada homestatis atau
keseimbangan.
 Manusia juga berada pada sistem yang lebih tinggi daripada hanya
berkutat pada sistem organismik saja.
Kiteria Pengira
• Allport menyebutkan karakteristik yang menunjukkan seseorang
merupakan hakim yang baik dalam menentukan kepribadian orang
lain.
• Karakteristik itu antara lain :
a) Berpengalaman
b) Cerdas
c) Memiliki kompleksitas kognitif
d) Insight diri yang tinggi dan tepat
e) Keterampilan sosial dan penyesuaian
f) Penarikan diri
g) Sikap estetik
h) Intraseptivitas (melihat berbagai dimensi)
 Eksperimen dapat menunjukkan adanya pengaruh besar lingkungan pada
perilaku seseorang.
 Seorang yang berpengalaman berbeda dengan orang yang sama sekali belum
berpengalaman.
 Seorang psikologi klinis akan lebih mudah melakukan pengiraan bila menghadapi
klien dengan pengalaman yang dianggap sama dengan dirinya, daripada saat
menghadapi klien yang berpengalaman lain.
 Kecerdasan pengira juga mempunyai peran yang sangat penting karena dapat
dengan mudah memahami apa yang dialami orang lain.
 Kompleksitas kognitif seseorang psikologi klinis juga akan memudahkan dalam
memahami orang yang yang sedang bermasalah.
• The lucifer effect merupakan buku tulisan Phililip Zimbardo (2009)
yang memperlihatkan bahwa situasi yang sangat menekan dapat
membuat sseorang yang pada dasarnya waras menjadi “gila” atau
seseorang yang pada situasi normal punya moralitas tinggi menjadi
sangat “kejam” dan “bertindak tanpa nurani”.
• Dalam buku Zimbardo dan situasi konflik di Indonesia menunjukkan
bahwa faktor luar diri individu mempunyai peran yang sangat berarti
pada status mentalnya termasuk tindakannya.
• Calon psikolog klinis lebih baik mengikuti proses terapi sehingga dia
akan lebih memahami keterbatasan, pertahanan diri, sisi gelap, dan
kompleksitas dirinya sendiri sebelum dia belajar memahami orang
lain.
• Sebagai pribadi psikologi klinis akan rentan terhadap persoalan hidup
yang berat seperti orang juga kebanyakan.
• Seseorang yang mempunyai keterampilan sosial tinggi,
kepemimpinan yang baik, popularitas,keterbukaan, memperhatikan,
pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, kesetabilan emosi, dan
neurotisme yang terkelola dengan baik merupakan penilai yang baik
pula.
• Keterampilan sosial penting agar psikolog klinis mampu
menempatkan diri aecara “Empan papan”.
• Kemampuan menyesuaikan diri juga karakteristik yang penting
dimiliki oleh psikolog klinis, dimana dia mampu menghadapi
persoalan hidup yang berat.
Tahap-Tahap Pengiraan Mikro
Dalam tahap pengiraan psikologis, berbagai ahli memberikan uraian yang
hampir mirip satu dengan lainnya . Beberapa ahli mengemukakan
pendapat sebagai berikut:
 Talent (1992) mengatakan bahwa proses pengiraan (assessment)
merupakan interaksi ganda dan kompleks. Proses tersebut merupakan
sebuat tugas terpadu yang berfokus pada klien. Menurut Tallent,
pengitaan terkait dengan empat bidang informasi, yakni:
(a) alasan untuk pengiraan
(b) data kasar
(c) kerangka acuan
(d) interpretasi, konseptualisasi kasus, dan laporan psikologis.
 Shea (1985) menulis bahwa prosedur pengiraan meliputi:
(1) evaluasi pertanyaan rujukan
(2) seleksi prosedur pengiraan
(3) penskoran tes
(4) interpretasi hasil
(5) komunikasi hasil
 Waish & Betz (1995) membagi proses pengiraan menjadi empat
bagian, yakni:
(1) pemberian batasan masalah
(2) pengumpulan informasi
(3) upaya mengorganisasi, mengartikan, dan memahami informasi
orang-lingkungan dalam perspekti teoritis
(4) pengatasan masalah sesuai hipotesis yang diajukan
 Drummond (1996) mengemukakan sebuah model pembuatan
keputusan dalam proses pengiraan yang terdiri dari 3 langkah:

Klarifikasi
Langkah
Masalah

Pemahaman
Hal Ikhwal
Masalah

Pengumpula
n data

Interpretasi
Data

Laporan
Psikologis/
Rujukan
1. Langkah pertama pembuatan keputusan Drummond meliputi:
- Mengkhususkan penilaian dan keputusan yang akan diambil
- Menguraikan informasi yang dibutuhkan
- Menentukan lokasi informasi, seperti dalam dokumen atau catatan
- Menentukan informasi yang dibutuhkan (apa, kapan, bagaimana informasi
diperoleh
- Memilih instrumen untuk mengumpulkan data tes yang digunakan, serta
mengkaji validitas, reliabilitas, dan ketepatan penggunaan instrumen-
instrumen, serta ketepatan interpretasinya.
2. Langkah kedua adalah pengumpulan data yang meliputi:
- Memperoleh informasi yang dibutuhkan melalui tes, observasi, dan
metode yang tepat
- Pencatatan, analisis, dan interpretasi informasi.
3. Langkah ketiga merupakan evaluasi yang meliputi:
- Pembuatan hipotesis
- Membuat keputusan atau penilaian
- Melaporkan keputusan dan penilaian.
Berdasarkan beberapa pendapat dari para ahli, dapat diuraikan langkah-
langkah pengiraan mikro sebagai berikut:
• Hal pertama, yang harus dilakukan psikolog adalah klarifikasi masalah. Setelah
masalah yang dirujukkan jelas, psikolog perlu memahami hal ikhwal (berbagai
hal) dari masalah tersebut. Disini psikolog perlu mempertimbankan tes-tes apa
saja yang akan digunakan serta bagaimana penerapannya pada situasi unik klien
yang dirujuk. Psikolog perlu mengetahui masalah-masalah yang dialami klien.
• Hal kedua, Psikolog perlu tahu kelebihan dan kelemahan tes-tes yang akan
digunakannya, termasuk tentang validitas, reliabilitas, norma yang sebaiknya
digunakan, tata cara administrasi, usia, latar belakang pendidikan, lingkungan
sosial, dan hubungan antarpribadi klien juga perlu dipertimbangkan.
• Hal ketiga, setelah semua data yang dibutuhkan terkumpul langkah
selanjutnya adalah interpretasi data. Hasil akhir suatu penilaian
dalam pengiraan adalah deskripsi mengenai hal-hal yang
berhubungan dengan sebab timbulnya masalah, prediksi gangguan
atau masalah yang timbul di masa mendatang berdasarkan data saat
ini, dan penanganan yang direkomendasikan merupakan hasil akhir
suatu pengiraan.
Penilaian berdasarkan penngiraan terpadu merupakan penyajian akurat
mengenai seorang klien berdasarkan pengertian yang mendalam
mengenainya. Pengertian dapat digunakan untuk melihat sisi baru
klien, baik mengenai pengalaman internalnya maupun hubungan
dengan orang lain.
Laporan Rujukan
Pengiraan mikro biasanya dilaksanakan atas permintaan perujuk atau ahli
lain yang membutuhkan pertimbangan psikologis untuk menentukan status
mental klien.

Dalam laporan ini ada sebuah pedoman yang harus diataati, yaitu:
1. Tujuan Pengiraan
2. Prosedur Pengiraan
3. Latar belakang individu
4. Evaluasi
5. Rekomendasi
 Tujuan Pengiraan adalah hal yang ingin dicapai melalui penilaian
psikologis
 Prosedur penilaian dalam pengiraan terdiri atas daftar pengumpulan data
yang digunakan (Observasi dan Wawancara).
 Hasil tes adalah skor tes yang diperoleh individu
 Tujuan praktis penyusunan laporan adalah digunakan untuk
rekomendasi.

Dalam Pengiraan Psikologis, ada sebuah buku yang memuat lengkap


tentang hal ini yang ditulis oleh Gary Groth dan Marnat
Pengiraan Mikro ke Makro
 Kerumitan manusia sebagai perorangan disebabkan oleh pengaruh
bermilyiar faktor yang ada di dalam ataupun luar tubuhnya. Faktor dari
luar tubuh ini berupa keluarga, kelompok, organisasi, masyarakat, dan
jejaring sosial.
 Disini, psikologi dapat memberikan pelayanan yang lebih makro, yaitu
pada tingkatan kelompok, masyarakat, organisasi, dan global.
 Seperti yang dinyatakan oleh Peterson dan Fishman (1987), bahwa
pengiraan psikologis tidak hanya bisa diterapkan untuk perorangan,
tetapi juga dapat digunakan untuk komunitas.
 Kemungkinan dalam prosedur memiliki kesamaan yang besar, tetapi
memiliki cara pengukuran yang berbeda
 Tidak bisa menggunakan Psikotes dalam pemgiraan makro walaupun
bentuk dari psikotes dapat dirubah sesuai dengan kebutuhan
 Dalam Pengiraan Makro dapat menggunakan wawancara, pengamatan,
laporan orang lain, diskusi kelompok, dan analisis jaringan.
Sesi 1

• Mengapa dalam pengiraan makro tidak bisa


menggunakan psikotes ? (Putri 17010664192)
Meskipun menggunakan prosedur yang kemungkinan
besar sama dengan pengiraan mikro untuk system yang
lebih makro cara pengukurannya berbeda. Karena unit
analisisnya di luar individu, maka pengukuran juga melalui
kelompok, organisasi, masyarakat, ataupun jaringan
kawasan ataupun internasional. Untuk ini psikotes tidak
akan digunakan, meskipun dapat diubah sesuai dengan
keperluan kelompok. Misalnya, seiring perkembangan