Anda di halaman 1dari 28

PEMBIMBING: Trisha Ardine Leonardo

DR. ELIZABETH YOHMI, SP. A, IBCLC 2015061148


LATAR BELAKANG
2/3
Tidak mendapat
ASI

MPASI terlalu
dini/terlambat
• Nutrisi pada 1000 hari pertama (0-2 tahun)
menentukan kualitas hidup jangka pendek & Gizi tidak lengkap,
panjang
• Malnutrisi berdampak berat & ireversibel
seimbang, higienis
REKOMENDASI WHO 2003
1. Berikan ASI sesegera mungkin setelah melahirkan (<1 jam)
dan secara eksklusif selama 6 bulan
2. Berikan MPASI pada usia genap 6 bulan sambil melanjutkan
ASI sampai 24 bulan. MPASI yang baik adalah yang
memenuhi persyaratan tepat waktu, bergizi lengkap, cukup
dan seimbang, aman dan diberikan dengan cara yang
benar.
Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti Pada Bayi Dan Balita Di Indonesia Untuk Mencegah Malnutrisi, IDAI (2015)

REKOMENDASI 1
Semua petugas kesehatan yang terlibat dengan bayi dan balita
wajib:
1. Mencegah malnutrisi dengan melakukan konseling praktik
pemberian makan yang benar
2. Mempunyai kompetensi untuk melakukan konseling praktik
pemberian makan yang benar yang didapat sebagai bagian
dari pendidikan formal maupun pelatihan berkelanjutan
ASI
RISKESDAS 2010

Bulan
pertama Ibu tidak Dukungan
ASI 39,8% yakin keluarga Ibu
eksklusif 6 bulan dengan kurang bekerja
15,3% kualitas ASI
Inisiasi menyusui dini KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF
Posisi & perlekatan • Kuat, perlahan, dalam, ada jeda
yang benar, bayi diantara beberapa isapan
mengisap efektif

Menilai kecukupan • Frekuensi BAK 6-8x/hari, durasi


ASI 10-30 menit/payudara, BB adekuat

BB selama mingu pertama


BB >7%  masalah
BB kembali ke BBL  2 minggu
Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti Pada Bayi Dan Balita Di Indonesia Untuk Mencegah Malnutrisi, IDAI (2015)

REKOMENDASI 2
1. Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan dengan memantau
kecukupannya, yaitu dengan penilaian pertumbuhan
2. Bila ASI eksklusif sudah diberikan dengan cara yang benar
namun bayi menunjukkan at risk of failure to thrive, maka nilai
kesiapan bayi untuk menerima MPASI
3. Bila ASI eksklusif sudah diberikan dengan cara yang benar
namun bayi menunjukkan at risk of failure to thrive dan belum
memiliki kesiapan motorik untuk menerima MPASI, maka dapat
dipertimbangkan pemberian ASI donor yang memenuhi
persyaratan. Bila ASI donor tidak tersedia maka diberikan susu
formula bayi
MPASI
REKOMENDASI WHO 2003
1. Tepat waktu (timely): saat ASI ekslusif sudah tidak memenuhi
kebutuhan nutrisi bayi
2. Adekuat: memiliki kandungan energi, protein, & mikronutrien
yang memenuhi kebutuhan bayi
3. Aman: disiapkan & disimpan dengan cara yang higienis
4. Diberikan dengan cara yang benar (properly fed): diberikan
dengan memperhatikan sinyal dari anak, mendorong anak
dengan mengonsumsi makanan secara aktif, disesuaikan dengan
usia dan tahap perkembangan
1. TEPAT WAKTU (TIMELY)

Faktor risiko 12,4% 41,9%


failure to
thrive
<4 bulan 4-6 bulan

51,6% 5%
6 bulan >6 bulan
4-6 bulan
KESIAPAN MENERIMA MPASI berkembang
secara alami

Perkembangan oromotor 6-9 bulan


masa kritis
stimulasi
• Duduk dengan kepala tegak oromotor
• Koordinasi mata, tangan, mulut
• Menelan makanan padat >9 bulan tidak
diberi makanan
padat 
masalah makan
JADWAL PEMBERIAN MAKAN

6 bulan •Bubur halus

6-12 bulan •Modified family food

12 bulan •Family food


2. MEMILIKI KANDUNGAN GIZI LENGKAP DAN SEIMBANG
Bahan makanan yang tinggi zat yang dibutuhkan
Makronutrien Mikronutrien

Makanan yang difortifikasi


Bila tidak memungkinan

Suplemen zat gizi


Bila ada defisiensi
3. AMAN Cuci tangan Alat makan Dimasak dengan
bersih & steril benar

Tidak mencampur Cuci sayur &


makanan mentah buah Sumber air bersih
& matang

Simpan pada Asupan garam &


tempat yang gula Nitrat
aman
4. PEMBERIAN DENGAN CARA YANG BENAR

Responsive feeding Sesuai jadwal


• On Demand  On Cue • 6-8 bulan: 2-3x/hari
• Tanda lapar: membuka • 9-24 bulan: 3-4x/hari
mulut, mencari puting • Selingan 1-2x sesuai
• Menangis: tanda lapar kemampuan
sudah lanjut, seharusnya
ditenangkan dulu
Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti Pada Bayi Dan Balita Di Indonesia Untuk Mencegah Malnutrisi, IDAI (2015)

REKOMENDASI 3
1. MPASI mulai diberikan pada usia 6 bulan, namun bila ASI
tidak mencukupi maka MPASI dapat diberikan paling dini
pada usia 4 bulan (17 minggu) dengan menilai kesiapan
oromotor bayi
2. MPASI tidak boleh diberikan lebih lambat dari usia 6 bulan
(27 minggu) karena ASI eksklusif sudah tidak dapat
mencukupi kebutuhan nutrisi bayi
3. MPASI secara kualitas dan kuantitas harus memenuhi
kebutuhan makro dan mikronutrien bayi sesuai usia
Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti Pada Bayi Dan Balita Di Indonesia Untuk Mencegah Malnutrisi, IDAI (2015)

REKOMENDASI 3
4. Penyiapan, penyajian, dan pemberian MPASI harus
dilakukan dengan cara higienis
5. Garam dapat ditambahkan pada MPASI untuk menjamin
perkembangan khasanah rasa pada bayi, dengan
mempertimbangkan fungsi ginjal yang belum sempurna
6. Jumlah garam yang dapat diberikan mengacu pada
rekomendasi asupan harian natrium
7. Gula dapat ditambahkan pada MPASI untuk menjamin
perkembangan khasanah rasa pada bayi
Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti Pada Bayi Dan Balita Di Indonesia Untuk Mencegah Malnutrisi, IDAI (2015)

REKOMENDASI 3
8. Jumlah gula yang dapat ditambahkan mengacu pada
rekomendasi asupan harian
9. Hindari makanan yang mengandung nitrat pada bayi di
bawah usia 6 bulan
10. Pemberian makan pada bayi dan balita harus mengikuti
kaidah responsive feeding
11. Kaidah responsive feeding perlu disosialisasikan pada
tenaga kesehatan dan orangtua
SUSU FORMULA
Butuh Galaktosemia Galaktosa
formula
khusus Maple syrup urine Leusin, Isoleusin, Valin
disease
Fenilketonuria Fenilketonuria

Tambahan BBLR <1500 g


nutrisi
Preterm <32 minggu
INDIKASI
BAYI Risiko hipoglikemia Preterm, KMK, distress
intrapartum, ibu GDM
Henti Henti Perlu
permanen sementara perhatian

HIV Penyakit Mastitis


berat
TB
HSV-1 Abses
NAPZA
INDIKASI Hep B,
IBU Obat Hep C
Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti Pada Bayi Dan Balita Di Indonesia Untuk Mencegah Malnutrisi, IDAI (2015)

REKOMENDASI 4
1. Susu formula bayi diberikan atas indikasi medis
2. Susu formula bayi terindikasi pada bayi yang mendapat ASI
eksklusif dengan cara yang benar namun menunjukkan at
risk of failure to thrive sedangkan bayi tersebut belum
memiliki kesiapan motorik untuk menerima MPASI dan tidak
tersedia ASI donor yang memenuhi persyaratan keamanan
50-60% MASALAH MAKAN
dilaporkan

20-30% Inappropriate
bermasalah feeding Small eaters
practices

1-2% Parental Food


masalah misperception preference
serius
FEEDING RULES
Jadwal makanan utama dan makanan selingan teratur, yaitu 3x
makanan utama dan 2x makanan kecil. Susu dapat diberikan 2-3x/hari.
Jadwal
Waktu makan tidak boleh >30 menit.
Hanya boleh minum air putih diantara waktu makan.
Menyenangkan (tidak ada paksaan).
Lingkungan Tidak ada distraksi saat makan.
Jangan memberikan makanan sebagai hadiah.
Dorong anak untuk makan sendiri.
Prosedur Bila anak tidak mau makan, tawarkan kembali secara netral.
Bila setelah 10-15 menit tetap tidak mau makan, akhiri proses makan.
Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti Pada Bayi Dan Balita Di Indonesia Untuk Mencegah Malnutrisi, IDAI (2015)

REKOMENDASI 5
1. Pemberian makan pada batita harus mengikuti kaidah
feeding rules untuk mencegah masalah makan
2. Masalah makan pada batita perlu dievaluasi dan
ditatalaksana sejak dini secara komprehensif oleh dokter
untuk mencegah malnutrisi
TERIMA KASIH