Anda di halaman 1dari 60

First aids snake bite

 PENANGANAN GIGITAN ULAR (SNAKEBITE)


 Curiga snakebite seharusnya diterapi sebagai
kegawatan medik.
 Step 1 : Metode pressure immobilisasi untuk
Snakebite
 Step 2 : Identifikasi dan deteksi
venom/racun ular
 Step 3 :Penanganan Envenomisasi
 Pada dasarnya bisa ular diinjeksikan di
jaringan ,karena Bisa ular itu adalah protein
yaang didrainasekan oleh kelenjar limfatik
sistem .Kelenjar limfatik mengalir ke
sirkulasi darah oleh pemompaan dari aksi oto
sehingga pengurangan gerakandan penurunan
kontraksi otot akan berpengaruh pada
pemompaan aliran limfe
 Bisa ular ideposit di intramuskuler sehingga
bila ada kontraksi otot maka akan diabsorbsi
dengan bekerjanya venous return dan sistem
drainase kelenjar limfatik
 Memotong, mengisap atau mencuci ditempat
gigitan
 Mengggunakan tourniquet untuk
menghentikan aliran darah dan berbahaya
bila terlalu lama
 Memindahkan baju pasien atau mengijinkan
berjalan
 Dibutuhkan monitor tanda-tanda penting
(ABC—Airway,Breath, Compresssion)
 Jika gigitan ditubuh kita membutuhan
tekanan yang nyaman jangan mengganggu
pergerakan dada
 Gigitan dikepala atau leher dibutuhkan
pertolongan yang cepat
 Jangan melepas bandage sampai pasien
mendapat pertolongan. Dokter akan
memutuskan ketika akan melepas bandage
Mengurangi pergerakan
pasien dan mempercepat
mencari pertolongan dari
petugas kesehatan
 1.tanda shock
 2.pemeriksaan kulit,mukosa,konjungtiva
lihat tanda-tanda perdarahan
 3.pemeriksaan gusi dan hidung kalau ada
perdarahan spontan
 4.pemeriksaan ketegangan abdomen,low
back pain
 5. tanda shock neurogenik
 1, hemostatik abnormal:Kelainan hemostatik:
perdarahan spontan sistemik, koagulopati
(20WBCT atau tes laboratorium lainnya) atau
trombositopenia (<100 x 109 / l).
 2 Neurotoxic signs: ptosis, external
ophthalmoplegia, paralysis dll
 3 Kelainan kardiovaskular: hipotensi, syok,
aritmia jantung, semakin normal EKG.
 4 Cedera ginjal akut (gagal ginjal): oliguria /
anuria, meningkatnya kreatinin darah / urea.
 5. Haemoglobin-/myoglobin-uria: dark brown
urine
 6.Hemolisis intravaskular atau rhabdomyolysis (nyeri
otot dan nyeri, hiperkalemia)
Mengukur Kecepatan Progresi Proksimal Rate of Proximal
Progression (RPP) Edema
hemotoxin
 Pembengkakan lokal yang melibatkan lebih
dari setengah dari ekstremitas dekat tempat
gigitan (tanpa adanya tourniquet) dalam
waktu 48 jam dari gigitan. Pembengkakan
setelah gigitan pada jari-jari(jari kaki dan
terutama jari).
 Percepatan pembengkakan (misalnya, di luar
pergelangan tangan atau pergelangan kaki
dalam beberapa jam dari gigitan pada tangan
atau kaki).
 Pengembangan pembengkakan kelenjar getah
bening ditempat gigitan
 Bite marks
 Ecchymosis dan pembengkakan limfonodi
 Compartement syndrome
 Aliran darah ,patensi arteridan vena dengan
cappilary refill time
ADMINISTRASI antivenom
-Pilihan antivenom harus dipilih oleh toxinologist dokter
atau klinik yang akrab, dan berpengalaman dengan
manajemen gigitan ular di Indonesia.
-Adrenalin harus selalu dibuat dalam kesiapan sebelum
antivenom diberikan.
-Antivenom harus diberikan melalui rute intravena.
-Dua metode administrasi yang dianjurkan:
Intravena "push" injeksi: dilarutkan antivenom beku-
kering atau antivenom cairan rapi diberikan melalui
suntikan intravena lambat (tidak lebih dari 2 ml /
menit).
Intravena infus: dilarutkan beku-kering atau rapi
antivenom cair diencerkan dalam sekitar 5-10 ml cairan
isotonik per kg berat badan (yaitu 250-500 ml saline
isotonik atau 5% dekstrosa dalam kasus pasien dewasa)
dan diinfuskan dengan laju konstan selama sekitar satu
jam.
-Pasien harus erat diamati selama setidaknya satu jam
setelah memulai antivenom intravena
Dr.dr.Tri Maharani Msi SpEM
VENOM OPHTHALMIA:
DISCUSSION
Symptoms and complications include :
-pain
-hyperemia
-blepharitis
-blepharospasm
-corneal erosions
-anterior uveitis
Delay or lack of treatment may result in corneal
opacity, hypopyon or blindness.
 1. Dekontaminasi segera dengan irigasi berlebih (> 5liter).
Pertimbangkan alat irigasi lensa Morgan.
 2. Analgesia dengan vasokonstriktor dengan aktivitas
midriatikum lemah (seperti epinefrin) dan penggunaan topikal
terbatas dari lokal anestesi (seperti tetrakain)
 3. Berikan sikloplegia topikal untuk mencegah sinekia
posterior, spasme silier dan rasa tidak nyaman
 4. Berikan antibiotik topikal profilaksis jika abrasi kornea
ditemukan
 5. Berikan bantalan pembalut untuk menutup mata dan rujuk
untuk pemeriksaan oftalmologi.

31
VENOM OPHTHALMIA:
Drug Purpose
0.5% adrenaline drops Pain relieve
Topical anaesthetic Pain relieve
(tetracaine)
topical antimicrobials to prevent endophthalmitis or
(tetracycline or blinding corneal opacities
chloramphenicol)
Topical cycloplegic drops prevention of posterior
(atropine, scopolamine synechiae, ciliary spasm and
,homatropine) discomfort
*David A Warrell. WHO-SEARO Guidelines for the management of snake-bites
antihistamines
2010 To treat allergic kerato-
conjunctivitis
34
35
36
37
38
39
ANTIBISA ULAR

40
D I I N D O N E S I A H A N YA A DA 1
A N T I B I S A U L A R P O L I VA L E N : S A BU
No. Antibisa Dosis Pertama/Vial
1. QSMI Thai Red Cross: Antibisa Kobra 100ml/10 vial
Pemberian berikut setelah 1-2 jam
2. QSMI Thai Red Cross: Antibisa King Cobra 100ml/10 vial
Pemberian berikut setelah 1-2 jam
3. QSMI Thai Red Cross: Antibisa Malayan Krait 50ml/5 vial
Pemberian berikut setelah 1-2 jam
4. QSMI Thai Red Cross: Antibisa Banded Krait 50ml/5 vial
Pemberian berikut setelah 1-2 jam
5. QSMI Thai Red Cross: Antibisa Malayan Pit Viper 40ml/4 vial
Pemberian berikut setelah 6 jam
6. QSMI Thai Red Cross: Antibisa Green Pit Viper 30ml/3 vial
Pemberian berikut setelah 6 jam
7. QSMI Thai Red Cross: Antibisa Ular Hemato Polivalen 30ml/3 vial
Pemberian berikut setelah 6 jam
8. QSMI Thai Red Cross: Antibisa Ular Neuro Polivalen 50-100ml/ 5-10 vial
Pemberian berikut setelah 1-2 jam
9. CSL, Australia: Antibisa Ular Laut Polivalen 10-30ml/ 1-3 vial
Pemberian berikut setelah 1-2 jam

41
Community awareness
proggram for snake
bite

Dr.dr.Tri Maharani Msi SpEM


• Dibagi dalam 2 bagian :
• 1.Medical
• 2.non medial
Non medical
• Pemetaan lokasi ular
• Pengetahuan penanganan awal gigitan ular
• Provokasi masyarakat untuk ke tenaga
kesehatan bila digigit ular
• Pengetahuan akan pusat rujukan
penanganan gigitan ular dan ketersediaan
serum antibisa ular
• Image gallery jenis jenis ular
• Pre hospital
• In Hospital
• Post hospital
Pre hospital
• Panduan penanganan awal
• Panduan identifikasi ular
• Panduan pemetaan lokasi ular
• Panduan ketersediaan serum anti bisa ular
dan cara pemakaiannya
hospital
• Panduan tatalaksana pengguaan antibisa
ular
• Panduan tatalaksana gawat darurat
• Standar pelaksanaan operasi(SPO)
• Panduan tatalaksana suportif pasien gigitan
ular
Pengisian borang snake bbite
CENTER

SUB
Post hospital
• Panduan tatalaksana komplikasi dan rehab
medik akibat gigitan ular
networking
• Media massa
• Tokoh masyarakat
• Kalangan ilmuwan (herpetologi)
• Masyarakat awam
• Pelajar dan mahasiswa
THANK YOU
 Venom is usually deposited subcutaneously.
Research has shown that the application of
pressure
 less than arterial or venous pressure to the
bitten area, when combined with immobilisation
of
 the limb (Sutherland’s technique), delays the
movement of venom to the central circulation 6.
 The systemic spread of venom is dependent on
its absorption by the lymphatics or the small
 blood vessels 7
VENOM OPHTHALMIA:
WHAT CAUSES OCULAR
TOXICITY?

1.Cardiotoxin
In large,responsible for ocular toxicity
Direct lytic factor and membrane damaging
properties accounts for chemosis and corneal
abrasions
Works synergystically with Phospholipase A2
Varying toxin and protein fractions of the
venom in different cobra species determine the
different magnitudes of topical ophthalmologic
toxicity they displace ( Fung HT et al, Hong
Kong j.emerg.med. 2009;16:26-28)
VENOM
OPHTHALMIA:WHAT
CAUSES OCULAR
TOXICITY?

2. Corneal collagenase

 calcium dependent zinc metalloenzyme

 mediates the development of corneal liquefaction and


opacification

 Enhanced by topical steriods causing corneal melting


VENOM OPHTHALMIA

 What to do if being spat by spitting cobra?


• Wash the eye with copious water*
• Not to put any medicine, oil or traditional ointment into the eye.
• Go to hospital as soon as possible.
• Don’t attempt to kill the snake as it can spat their venom multiple
time or bite.