Anda di halaman 1dari 45

MODUL 3

TUMBUH KEMBANG PASCA NEONATUS (USIA 29 HARI -1 TAHUN)

SKENARIO 3 :
Anak Pertama Ny. Rini, 23 tahun merasa bingung dengan masalah yang
sedang dihadapi setelah kelahiran anak pertamanya secara SC di RS, yang
lahir dengan berat badan 3000 gram. Diawal bulan pertama ASI nya masih
saja sedikit. Berbagai cara sudah dilakukan Ny. Rini agar produksi ASI nya
bertambah termasuk dengan mengunjungi konselor laktasi.
Ny. Rini sangat memperhatikan pertumbuhan serta perkembangan
anaknya dan sudah beberapa kali berkonsultasi dengan dokter. Menurut
dokter, perkembangan bayi baru lahir sangat cepat. Pada beberapa hari
pertama kehidupannya, bayi akan kehilangan sebagian berat badannya
sebelum menjadi stabil dan berangsur-angsur naik. Dalam waktu 2 minggu,
berat badan bayi akan kembali ke berat badan sewaktu lahir dan terus
meningkat dengan cepat selama bulan pertama.
Saat berkonsultasi dengan dokter, Ny. Rini tidak lupa menanyakan perihal
imunisasi yang sudah dapat diberikan untuk bayinya. Ny. Rini berharap
perkembangan anaknya nanti seperti anak-anak pada umumnya dan tidak
ingin anaknya mengalami motoric delayed apalagi jika harus mengalami
global developmental delayed.
Bagaimana tanggapan anda mengenai skenario diatas ?
Terminologi

 Imunisasi : suatu upaya untuk menimbulkan


kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit
 Motoric delayed : keterlambatan perkembangan
anak sehubungan dengan kemampuan motoriknya
 Global developmental delayed : keterlambatan
perkembangan sensorik motorik atau intelektual
pada anak usia 0 sampai 18 tahun
JUMP 2 & 3: Rumusan Masalah dan Hipotesa

1. Apa saja kondisi penyebab berkurangnya ASI?


- Mengalami masalah hormonal dan endokrin
- Operasi payudara
- Pemakaian alat kontrasepsi hormonal
- Tidak menyusui pada malam hari
2. Apa saja yang dapat meningkatkan produksi ASI?
- Perbanyak makan sayur dan buah
- Perbanyak minum air putih
- Mengurangi tingkat stress
3. Apa manfaat menyusui bagi bayi ?
Membantu mencegah konstipasi, mengurangi resiko
kegemukan dan diabetes, mengurangi resiko berbagai
penyakit, membantu mencegah alergi dan asma,
membantu mencegah kerusakan gigi, membantu mencegah
SIDS
4. Bagaimana manajemen pemberian MPASI pasca
neonatus?
- Diatas 6-24 bulan
- Memadai: memiliki nilai protein yg tinggi,memiliki nilai
supelemen yang tinggi,dapat diterima oleh alat
pencernaan dgn baik,bersifat padat gizi
- Aman : bebas dari kontaminasi mikroorganisme
- Bukan sumber utama, didahulukan asi
5. Apa saja jenis2 ASI?
- Kolostrum cairan kental berwarna kuning diproduksi hari 1-
3
- ASI transisi asi yg diproduksi setelah kolostrum hari ke 4-10
- ASI matur asi yang diproduksi setelah hari ke 10, wrn putih
kental
6. Mengapa bayi kehilangan BB pd hari pertama kehidupannya ?
Keluarnya mekonium dan air seni yang belum diimbangi dengan
asupan yang cukup
7. Bagaimana proses tumbuh kembang pada bayi?
- Meningkatnya fungsi sistem saraf
- Kebutihan akan kesehatan bagi bayi dengan pemberian ASI
dan imunisasi
- Masa dmn ibu-anak memiliki ikatan yang erat, shg ibu punya
pengaruh yang besar terhadap mendidik anak
8. Apa ciri khas dari GDD?
- Fungsi intelektualnya lebih rendah dibandingkan anak
seusianya?
- Keterbatasan kepedulian terhadap diri sendiri
- Keterbatasan kemampuan dalam pekerjaan keamanan
dan kesehatan
9. Apa saja jenis imunisasi yang sudah diberikan kepada
bayi ny. Rini?
- Imunisasi BCG untuk penyakit TBC
- Imunisasi DPT untuk penyakit difteri,pertusis,tetanus
- Imunisasi poliountuk penyakit polio
- Imunisasi campakuntuk penyakit campak
- Imunisasi hepatitis B untuk penyakit hepatitis B
10. Apa saja penyebab GDD?
- Kelainan genetik dan kromosom, Prematuritas, Infeksi
kongenital
11.Apa yang menyebabkan anak mengalami motoric delayed?
- Malnutrisi, adanya kelainan seperti sindrom tertentu dan
kelemahan otot
12. Pada usia berapa bayi dapat diimunisasi pertama kali setelah
lahir?
- 12 jam setelah kelahiran  hepatitis B
13. Apa saja efek yg terjadi setelah imunisasi?
- Reaksi lokal sepeti abses pada tempa suntikan
- BCG luka parut
- Campak demam dan kemerahan
- Polio  pusing dan diare
Skema

Pasca Neonatus
( Usia 29 hari - 1 tahun)

Tahap
Manajemen Perkembangan
tumbuh Imunisasi psikologi bayi
kembang bayi laktasi
dan anak

KIPI ASI & MPASI


Learning objective

 Tahap tumbuh kembang bayi dan anak


 Imunisasi dan KIPI
 Manajemen laktasi (ASI & MPASI)
 Perkembangan psikologi bayi
LO 1

TUMBUH KEMBANG
PASCA NEONATUS
1. Pertumbuhan
→ bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta
jaringan intraseluler, yang berarti bertambahnya
ukuran fisik dan struktur tubuh dalam arti
sebagian atau keseluruhan

→ deteksi pertumbuhan dengan melihat ukuran


antropometrinya:
a. Berat badan
b. Panjang badan
c. Lingkar kepala
d. Lingkar lengan atas
a. Berat badan
 Triwulan I : 750-1000 gram/ bulan
 Triwulan II : 500-600 gram/ bulan
 Triwulan III : 350-450 gram/ bulan
 Triwulan IV : 250-350 gram/ bulan

b. Panjang badan
 Perkiraan panjang badan lahir = 50 cm
 Perkiraan panjang badan usia 1 tahun = 1.5
x Panjang badan lahir
c. Lingkar kepala
 Saat lahir = 34-35 cm
 Akan bertambah 0,5 cm/ bulan pada
bulan pertama
 Usia 1 tahun = 44-47 cm

d. Lingkar lengan atas


 Saat lahir = 11 cm
 Usia 1 tahun = 16 cm
2. Perkembangan

→ bertambahnya kemampuan dan struktur/


fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola
yang teratur , dapat diperkirakan, dan
diramalkan sebagai hasil dari proses
diferensiasi sel, jaringan tubuh, organ-organ
dan sistemnya yang terorganisasi
a. Bayi 3 bulan
 Sudah mempunyai cukup koordinasi otot
untuk menahan kepalanya dan mengangkat
bahunya
 Refleks moro, menghisap, dan
menggenggam sudah hilang
 Dapat mengeluarkan air mata
 Dapat mengikuti gerakan objek dengan
matanya
 Dapat tersenyum dan bersuara kepada
orang yang merawatnya
b. Bayi 6 bulan
 Sudah belajar tengkurap
 Dapat duduk untuk beberapa saat
 Memegang benda pada kedua tangannya
dan langsung memasukkannya kedalam
mulut
 Berespon terhadap suara
 Mengenal anggota keluarga
 Mulai timbul rasa takut dengan orang
yang tidak dikenal
c. Bayi 9 bulan
 Merangkak dan mulai berdiri bila dibantu
 Pertumbuhan gigi lebih banyak
 Berespons bila dipanggil
 Menyebutkan satu atau dua suku kata seperti
“mama”
 Makan makanan bayi

d. Bayi 1 tahun
 Memahami perintah-perintah sederhana seperti
“jangan”
 Mulai dapat melangkah pertama dibantu,
kemudian bisa sendiri
 Makan makanan yang ada dimeja dan dapat
memegang cangkir sendiri
LO 2 Imunisasi dan KIPI
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

 Semua kejadian sakit dan kematian yang terjadi dalam


kurun waktu 1 bulan setelah imunisasi
 Diperkirakan sebagai akibat dari imunisasi
 Klasifikasi lapangan (WHO,1999):
- reaksi vaksin
- reaksi suntikan
- kesalahan program/teknik pelaksanaan imunisasi
- kebetulan
- tidak diketahui
KIPI yang perlu dilaporkan

 Dalam 24 jam : Anafilaktoid, Teriak teriak lebih dari 3 jam,


Syndrom syok toksik, Anafilaksis, Hipotonik- hiporesponsif
 Dalam 5 hari : Reaksi lokal hebat, Abses di daerah suntikan,
Sepsis
 Dalam 15 hari : Kejang, Ensefalopati
 Dalam 1-3 bulan : Lumpuh layu, Trombositopenia
 1-12 bulan pasca BCG : Limfadenitis, Osteomielitis, Infeksi BCG
disseminata
 Tidak terbatas waktu : Kematian, rawat inap, kejadian yang
langka dan berat, yang diperkirakan berkaitan dengan imunisasi
Pencegahan terjadinya KIPI

Mencegah KIPI akibat reaksi vaksinasi:


 Memperhatiakan indikasi kontra
 Orangtua diajarkan menangani reaksi vaksin yang ringan
da dianjurkan segera kembali apabila ada reaksi yang
mencemaskan
 Mengenal dan dapat mrngatasi reaksi anafilaksis
 Sesuaikan dengan reaksi ringan/berat yang trjadi atau
harus dirujuk ke RS dengan fasilitas lengkap
Mencegah KIPI akibat program eror:

 Gunakan alat suntik disposibel


 Gunakan pelarut vaksin yang sudah disediakan oleh
produsen vaksin
 Vaksin yang sudah dilarutkan harus segera dibuang
 Dalam lemari pendingin tidak boleh ada obat lain selain
vaksin
 Program eror dilacak agar tidak ada kesalahan yang
sama
ASI dan MPASI
1.ASICAIRAN AIR SUSU HASIL SEKRESI DARI
PAY U D A R A S E T E L A H I B U M E L A H I R K A N D A N M E M I L I K I
K A N D U N G A N Z AT G I Z I Y G L E N G K A P & S E M P U R N A U N T U K
K E P E R L U A N B AY I
A D A B E B E R A PA I S T I L A H D A L A M P E M B E R I A N PA D A A S I
YA I T U :
 ASI EKLUSIF
A S I S A J A TA N PA M A K A N A N M A U P U N M I N U M A N K E PA D A
S E O R A N G B AY I S E S A AT S E T E L A H L A H I R S A M PA I
BERUSIA 6 BULAN.
 ASI PREDOMINAN
 0-6 BULAN
 A N A K D A PAT TA M B A H A N M I N U M A N B E R U PA A I R
DISAMPING PEMBERIAN AIR
 A S I PA R S I A L
 J I K A A N A K D I B E R I K A N M A K A N A N L A I N S E P E RT I B U A H
/BUBUR DI SAMPING PEMBERIAN ASI
 JENIS ASI
1. colostrum:cairan kental bewarna kuning-
kuningan yg di hasilkan pada hari pertama
sampai hari ke-3
2.Asi transisi:asi yg diproduksi setelah colostrum
antara hari ke-4sampai hari ke-10
3. Asi maturasi yg keluar setelah hari ke-10
bewarna putih kental
 Komposisi kolostrum dan asi
1. Vitamin Aperlindungan tubuh
2. Pencaharkeluarkan meconium (tahi gagak)agar anak
tidak kuning dan cacat mental
3. Laktoferinagar zat besi tidak di curi bakteri
4. Bifidus factormemberi makan untuk bakteri agar
menekan bakteri jahat
5. Faktor pertumbuhan mendorong sel usus agar cepat
matang dan tak mudah ditembus kuman dan cegah alergi
6. Seldarah putih dan antibody
7. Protein,karbohidrat ,lemak ,mineral,vitamin.
 POSISI MENYUSUI YANG BENAR
 Keuntungan psikologi menyusui

1.Membentuk hubungan kasih saying erat antara ibu,anak


dan ayahnya,dan bayi jarang menangis
2.Ibu dan ayah lebih puas secara emosional dan lebih
menyayangi bayinya .hasil tes kecerdasan tinggi
3.Kontak kulit ibu dan bayi segera setelah lahir membantu
mengembangkan hubungan ibu dan bayi
 Rekomendasi WHO/unicef 2002:

 Inisiasi menyusui dini dalam 1 jam setelah bayi lahir


 Bayi mendapat ASIeklusif sejak lahir sampai usia 6
bulan
 Optimal menyusui 0-24 bulan
 ASI terus diberi sampai anak berumur 24 bulan /lebih
 Bayi mulai di beri MP-ASI usia 6 bulan
 Peraturan pemerintah republic Indonesia nomor 33
tahun 2012 tentang pemberian asi eklusif ,pasal 6
berbunyi’’ setiap ibu yang melahirkan harus
memberikan ASI eklusif kepada bayi yang di
lahirkannya’’
2.MP-ASI
 Makanan /minuman yg mengandung zat gizi dan
diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna
memenuhi kebutuhan gizi selain dari asi .

Adapun syrat MP-ASI adalah:


1. Memenuhi kecukupan energy dan semua zat gizi
sesuai usia
2. Macam makanan yg di berikan di sesuaikan dengan
pola menu seimbang.
3. Bahan makanan yg di gunakan tersedia di daerah
setempat.
 Prinsip pemberian MP-ASI adalah pemberian MPASI
harus bertahap dan bervariasi,mulai dari bentuk bubur
kental,sari buah,buah segar,makanan lumat ,makanan
lembik dan akhirnya makanan padat.

 Peraturan terkait mp-asi


SK MENKES NO 224/MENKES/SK/II/2007
TENTANG SPESIFIKASI TEKNIS MAKANAN
PENDAMPING AIR SUSU IBU(MP-ASI)
 POLA PEMBERIAN MAKANAN BAYI DAN BALITA
Manajemen Laktasi

“Segala daya upaya yang dilakukan untuk membantu


ibu mendapai keberhasilan dalam menyusui”
Anatomi Payudara

 Areola
 Alveoli
 Ductus lactiferus
 Sinus lactiferus
 Jaringan lemak dan penyangga
ASI dan Hormon Prolaktin

Bayi menghisap payudara >>> meransang ujung


sensoris >>> meransang penghasilan prolactin >>>
menghasilkan ASI

Fungsi lain prolactin : menunda ovulasi


ASI dan Refleks Oksitosin

Bayi menghisap payudara >>> meransang


penghasilan oksitosin >>> meransang kontraksi otot
disekitar payudara
Keadaan yang dapat meningkatkan
hormon oksitosin
 Perasaan dan curahan kasih sayang terhadap
bayinya.
 Celotehan atau tangisan bayi
 Dukungan ayah dalam pengasuhan bayi, seperti
menggendong bayi ke ibu saat akan disusui atau
disendawakan, mengganti popok dan
memandikan bayi, bermain, mendendangkan
bayi dan membantu pekerjaan rumah tangga
 Pijat bayi
Keberhasilan menyusui

Untuk memaksimalkan manfaat menyusui, bayi


sebaiknya disusui selama 6 bulan pertama.
 Biarkan bayi menyusu sesegera mungkin setelah
bayi lahir terutama dalam 1 jam pertama
(inisiasi dini)
 Yakinkan bahwa hanya ASI makanan pertama
dan satu-satunya bagi bayi.
 Susui bayi sesuai kebutuhannya sampai puas.
Posisi tubuh yang baik dapat dilihat sebagai
berikut:
 Posisi muka bayi menghadap ke payudara (chin to
breast)
 Perut/dada bayi menempel pada perut/dada ibu (chest
to chest)
 Seluruh badan bayi menghadap ke badan ibu hingga
telinga bayi membentuk garis lurus dengan lengan bayi
dan leher bayi
 Seluruh punggung bayi tersanggah dengan baik
 Ada kontak mata antara ibu dengan bayi
 Pegang belakang bahu jangan kepala bayi
 Kepala terletak dilengan bukan didaerah siku
posisi menyusui yang tidak benar dapat dilihat
sebagai berikut :
 Leher bayi terputar dan cenderung kedepan
 Badan bayi menjauh badan ibu
 Badan bayi tidak menghadap ke badan ibu
 Hanya leher dan kepala tersanggah
 Tidak ada kontak mata antara ibu dan bayi
 C-hold tetap dipertahankan
Tanda perlekatan bayi dan ibu yang baik

 Dagu menyentuh payudara


 Mulut terbuka lebar
 Bibir bawah terputar keluar
 Lebih banyak areola bagian atas yang terlihat
dibanding bagian bawah
 Tidak menimbulkan rasa sakit pada puting susu
Tanda perlekatan ibu dan bayi yang tidak baik :

 Dagu tidak menempel pada payudara


 Mulut bayi tidak terbuka lebar- Bibir mencucu/
monyong
 Bibir bawah terlipat kedalam sehingga
menghalangi pengeluaran ASI oleh lidah
 Lebih banyak areola bagian bawah yang terlihat
 Terasa sakit pada puting
Bagaimana menilai kecukupan ASI?

 Asi akan cukup bila posisi dan perlekatan benar


 Bila buang air kecil lebih dari 6 kali sehari
dengan warna urine yang tidak pekat dan bau
tidak menyengat
 Berat badan naik lebih dari 500 gram dalam
sebulan dan telah melebihi berat lahir pada usia
2 minggu
 Bayi akan relaks dan puas setelah menyusu dan
melepas sendiri dari payudara ibu
Thank you