Anda di halaman 1dari 19

PARKINSON

MUHAMMAD YUSUF MAKKARAENG A. M.


2018-84-075
1. PENGERTIAN
• Merupakan penyakit degenerasi otak.
• Terbanyak kedua setelah penyakit Alzheimer.
• Terjadi penurunan jumlah dopamin di otak yang berperan dalam mengontrol gerakan
sebagai akibat kerusakan sel saraf di substansia nigra pars kompakta di batang otak.
• Berlangsung kronik dan progresif.
• Belum ditemukan obat untuk menghentikan progresifnya.
• Progresif berbeda pada tiap orang.
2. ANAMNESIS
• Awitan keluhan atau gejala tidak diketahui secara pasti
• Perjalanan gejala semakin memberat
• Gejala dimulai pada satu sisi anggota gerak, tetapi seiring waktu akan mengenai kedua sisi
atau batang tubuh
• Jenis gejala yang mungkin timbul :
1. Merasakan tubuh kaku dan berat
2. Gerakan lebih kaku dan lambat
3. Tulisan taangan mengalami mengecil dan tidak terbaca
4. Ayunan lengan berkurang saat berjalan
2. ANAMNESIS
5. Kaki diseret saat berjalan
6. Suara bicara pelan dan sulit dimengerti
7. Tangan atau kaki gemetar
8. Merasa goyah saat berdiri
9. Merasakan kurang bergairah
10. Berkurang fungsi penghidu / penciuman
11. Keluar air liur berlebihan
• Faktor yang memperingan gejala : Istirahat, tidur, suasana tenang
• Faktor yang memperberat gejala : kecemasan, kurang istrahat
• Riwayat penggunaan obat antiparkinson dan respon terhadap pengobatan
3. PEMERIKSAAN FISIK

Pengamatan saat pasien duduk :


1. Tremor saat istrahat, terlihat di tangan atau tungkai
bawah.
2. Ekspresi wajah seperti topeng/face mask (kedipan mata
dan ekspresi wajah menjadi datar).
3. Postur tubuh membungkuk.
4. Tremor dapat ditemukan di anggota tubuh lain
(meskipun relatif jarang) misalnya kepala, rahang
bawah, lidah, leher atau kaki.
3. PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Bradikinesia :
1. Gerakan mengepal-membuka-mengepal, makin lama
makin berkurang amplitudo dan kecepatannya.
2. Gerakan mempertemukan jari telunjuk-ibu jari (pada
satu tangan) secara berulang makin lama makin
berkurang amplitudo dan kecepaatannyaa.
3. Tulisan tangaan makin mengecil.
4. Kurang trampil melakukan gerakan motorik halus,
seperti membuka kancing baju.
5. Berbicara : suara makin halus, dan artikulasi tidak jelas,
kadang-kadang seperti gaagap.
3. PEMERIKSAAN FISIK

Pengamatan saat pasien berjalan :


1. Kesulitaan / tampak ragu-ragu saat mulai berjalan
(hesitancy), berjalan dengaan kaki diseret (shuffling),
jalan makin lama makin cepat (festination).
2. Ayunan lengan berkurang baik pada satu sisi anggota
gerak maupun keduanya.
Ditemukan rigiditas pada pemeriksaan tonus otot
3. PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan fisik lain untuk menemukan tanda negatif dari
Penyakit Parkinson :
1. Pemeriksaan reflek patologis (-)
2. Pemeriksaan gerakan bola mataa ke atas (normal)
3. Pemeriksaan tekanan darah postural
4. Pemeriksaan fungsi otonom, misalnya pengontrolan
miksi, adakah inkontinensia
5. Pemeriksaan fungssi serebelum, misalnya ataksia saat
berjalan
6. Pemeriksaan fungsi kognitif yang muncul pada
permulaan penyakit
4. DIAGNOSIS
• Pemeriksaan klinis :
1. Tremor
2. Bradikinesia
3. rigiditas
4. ketidakseimbangan posstural
• Pemeriksaan penunjang : dalam batas normal
• Kriteria diganosis klinis : paling banyak dipakai adalah kriteria yang diajukan oleh UK
Parkinson's Disease Society Brain Bank.
4. DIAGNOSIS
UKPDS Brain Bank Clinical Criteria terdiri dari 3 tahap :
Tahap I : Menentukan adanya Penyakit Parkinson yang meliputi gejala :
a. Bradikinesia
b. Ditambah paling sedikit satu gejala berikut : tremor istirahat, bradikinesia, instabilitas
postural yang tidak disebaabkan karena gangguan visual, vestibuler, propioseptif dan
serebeler.
Tahap II : Memastikan tidak ada gejala aataau tanda yaang menjelaskan ada penyebab laain :
a. Riwayat stroke berulang
b. Riwayat trauma kepala berulang
c. Riwayat ensefalitis
d. Krisis okulogirik
e. Teraapi neuroleptik saat awitan gejala
4. DIAGNOSIS
f. lebih dari satu anggota keluarga
g. remisi yang terus berlaanjut
h. gejala unilaateral menetaap lebih dari tigaa taahun
i. supranuclear gaze palsy
j. Gejala cerebellar
k. Gangguan otonom berat pada awal penyakit
l. Dementia berat pada awal penyakitdengan gangguan mempri, bahasa dan prakis.
m. Tanda Babinski, ada tumor otak atau hidrosefalus komunikans dari hasil pencitraan otak.
n. Tidak memberikan respons terhadap terapi levodopa dosis besar, meskipun tanp disertai
gaangguan malbsorbsi saluran cerna.
o. Paparan bahan kimia mengandung komponen MPTP
4. DIAGNOSIS
Tahap III : Kriteria penyokong positif prospektif Penyakit Parkinson.
Dibutuhkan 3 atau lebih kriteria dibawah ini untuk diagnosis definit Penyakit Parkinson dalam
kombinasi dengan tahap pertama
a. Awitan unilateral
b. Tremor istirahat
c. Penyakit progresif
d. Gejala sejak awitan menetap secara asimetris
e. Memberikan respon baik (70-100%) terhadap pemberian levodopa
f. Timbul diskinesia yaang diinduksi levodopa
g. Respon terhadap levodopa lima tahun atau lebih
h. Perjalanan klinis berlangsung sepuluh tahun atau lebih
5. DIAGNOSIS BANDING
1. Tremor esensial
2. Tremor distonik
3. Parkinson terinduksi oleh obat
4. Penyakit wilson
5. Demensia Lewi Bodies
6. Multiple system atrophy
7. Progressive supranuclear palsy
8. Parkinsonism vaskuler
9. Normopressure Hydrocephalus
6. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pencitraan struktural : CT scan kepala, MRI kepala, Ultrasonografi transkranial.
2. Pencittraan fungsional : PET, SPECT.
7. PENATALAKSANAAN
• Penyakit masih awal (gejala belum menyebabkan gangguaan dungsional) => Terapi
farmakologi belum diperlukan
• Memulai terapi farmakologi? trgaantung pasien dengan PP dengan tujuan mengurangi
gejalaa motorik dan memperbaiki kualitas hidup tanpa menyebabkan efek samping.
• Faktor memulai terapi : beratnyaa gejalaa, apakkah gejala mempengaruhi tangan dominan,
kemaampuan untuk meneruskan bekerja, biaya dan pilihan pasien.
7. PENATALAKSANAAN
1. Stadium pennyakit awal :
a. Non Farmaakologi dan Non Pembedahan :
• Nutrisi : diet yang sehat berupa buah-buahan dan sayur-sayuran.
• Aktivitas : edukasi, aerobik, penguatan, peregangan, latihan keseimbangan
b. Farmakologi
• Terapi untuk tujuan modifikasi penyaakit dan neuroproteksi
• Terapi simptomatis awal (motorik): Levodopaa, MAO-B inhibitor (selegiline,
rasagiline), agonis dopamin (paramipexol, ropinirole, rotigotine).
7. PENATALAKSANAAN
2. Stadium pennyakit lanjut:
a. Terapi Simptomatik Lanjut (Komplikai Motorik) :
• Terapi farmakologi : levodopa, antivirus (amantadin), MAO-B inhibitor (selegilin,
rasagilin), COMT inhibitor (entecapon).
• Pebedahan fungsional : palidotomi unilateral, deep brainstimulation (palidum
posteroventral, nukleus subtalamikus).
• Non farmaokologi : fisioterapi, terapi oksigen, terapi wicaraa dan bahasa.
b. Terapi Simptomatik Lanjut (non motorik) :
• Dimensia : rivatigmin, donepezil, glantamin, memamtin
• Psikosis : clozapine, olanzapin, quetiapin, risperidon.
• Depresi : antidepresan trisiklik (amitripilin), SSRIs.
• Hipotensi ortostatik : midodrine, fludrokortison.
7. PENATALAKSANAAN

b. Terapi Simptomatik Lanjut (non motorik) : (lanjut ...)


• Mual dan muntah : donperidon, ondosentron.
• Konstipasi : polyethylene glycol solution, suplemen serat.
• Disfungsi ereksi : sidenafil, vardefanil, papaverin i.v.
• Kantuk di siang hari : modafinil.
• Gangguan perilaku tidur REM : klonazepam.
8. PROGNOSIS
a. ad vitamm : dubia ad bonaam
b. ad sanational : duibia ad malam
c. ad fungsionam : dubia ad malam