Anda di halaman 1dari 49

KEWIRAUSAHAAN

KELOMPOK 5
SI-VI B

Cahya Purwaningsih (1601007)


Istihazah Putri (1701108)
Leni Triani (1601021)
Nurlika Nuarti (1701119)
Serlin Partika Sari (1601048)
Surya Dinda (1601053)
Yola Marina Dwiputri (1601061)
Zulfithri Mutiara Ramadhani (1701093)

Dosen Pengampu :
Erniza Pratiwi, M.Farm., Apt
POKOK PEMBAHASAN
• Defenisi wirausahawan
A • Model proses kewirausahaan
• Konsep 10 D Bygrave
• Sifat yang perlu dimiliki wirausaha
• Kompetensi wira usaha
• Tipe wirausaha
• Profil wirausaha


B •
Sumber ide usaha baru
Cara memasuki dunia usaha
• Faktor penyebab keberhasilan
• Faktor penyebab kegagalan
wirausaha
A
DEFENISI WIRAUSAHAWAN

Wirausahawan berasal dari kata “WIRA” dan “USAHA”.


Wira artinya manusia tunggal, gagah berani, pahlawan,
berjiwa besar dan Usaha artinya awal atau bekerja.
Definisi Wirausahawan
• Menurut Soeharto Prawiro
Wirausahawan adalah suatu nilai yang diberikan seseorang untuk memulai
usaha dan mengembangkan usaha agar berpotensi maksimal dan
1. mendapatkan kemajuan yang pesat demi mendapatkan keuntungan utama
yaitu mendapatkan laba atau margin atau keuntungan.

• Menurut Joseph Schumperter


2. Wirausaha adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan
memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk
organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. (Bygrave, 1994:1)
Definisi Wirausahawan
• Menurut Rye,1996
Wirausahawan adalah seorang yang mengorganisasikan dan mengarahkan
usaha dan pengembangan baru, memperluas dan memberdayakan suatu
3. organisasi, untuk memproduksi produk baru atau menawarkan jasa baru
kepada pelanggan baru dalam suatu pasar yang baru.

• Menurut Drs. Joko Untoro


Wirausahawan adalah suatu keberanian yang dilakukan seseorang untuk
melakukan berbagai macam upaya dalam memenuhi kebutuhan hidup yang
dilakukan seseorang atas dasar kemampuan yang dimiliki dengan
4. memanfaatkan segala potensi yang ada demi menghasilkan sesuatu yang
bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.
Model Proses Kewirausahaan
Digambarkan oleh Bygrave seperti dikutip dari
Buchari, Alma (2007 : 10 - 12 ) menjadi :

PROSES
PROSES PROSES PROSES
PELAKSANAA
N/IMPLEMENT PERTUMBUHAN
INOVASI PEMICU /GROWTH
ASI
Proses Inovasi
• Keinginan Berprestasi
• Adanya Sifat Penasaran
Faktor personal yang
mendorong inovasi
• Keinginan Menanggung Resiko
• Faktor Pendidikan Dan
• Faktor Pengalaman

• Adanya peluang
Faktor lingkungan yang • Pengalaman
mendorong inovasi
• Kreativitas
Proses Pemicu
• adanya ketidakpuasan terhadap pekerjaan
yang sekarang
• adanya pemutusan hubungan kerja (PHK)
Faktor personal yang tidak ada pekerjaan lain
mendorong pemicu • dorongan karena faktor usia
• keberanian menanggung resiko
• komitmen dan minat tinggi terhadap bisnis.

• sumber-suber yang bis adi manfaatkan, misalnya


Faktor lingkungan tabungan, modal, warisan, memiliki bangunan
yang mendorong yang strategis
pemicu • mengikuti latihan-latihan bisnis, kursus bisni. dst
Proses Pemicu
• adanya ketidakpuasan terhadap pekerjaan
yang sekarang
Faktor personal yang yang • adanya pemutusan hubungan kerja (PHK)
memicu seseorang untuk tidak ada pekerjaan lain
terjun kedunia bisnis • dorongan karena faktor usia
• keberanian menanggung resiko
• komitmen dan minat tinggi terhadap bisnis.

• Sumber-suber yang bisa di manfaatkan, misalnya


tabungan, modal, warisan, memiliki bangunan yang
strategis
Faktor lingkungan yang
• Mengikuti latihan-latihan bisnis, kursus bisnis
yang memicu seseorang
untuk terjun kedunia bisnis • Adanya persaingan dalam dunia kehidupan
• Adanya kebijakan pemerintah, misalnya ada nya
kemudahan-kemudahan dalam lokasi berusaha
ataupun fasilitas kredit, dan bimbingan usaha.
Proses Pelaksanaan/Implementasi

 Adanya seorang wirausaha yang


telah siap mental secara total
 Adanya manager pelaksana
sebagai tangan kanan, pembantu
umum
 Adanya komitmen yang tinggi
terhadap bisnis
 Adanya visi, pandangan yang
jauh kedepan guna mencapai
keberhasilan
Proses Pertumbuhan/Growth

• Adanya unsur persaingan yang cukup


menguntungkan. Dunia persaingan saat ini
sangat kejam.
• Adanya konsumen dan pemasok barang
Faktor lingkungan yang yang kontinu
mendorong proses • Adanya bantuan dari pihak investor bank
pertumbuhan bisnis yang memberikan fasilitas keuangan
adalah sebagai berikut : • Adanya sumber-sumber yang tersedia,
yang masih bisa dimanfaatkan
• Adanya kebijakan pemerintah yang
menunjangberupa peraturan bidang
ekonomi yang menguntungkan.
Konsep 10 D Bygrave (Bygrave, 1994:5)

01 Dream 06 Devotion

02 Decisiveness 07 Details

03 Doers 08 Destiny 10

04 Determination 09 Dollars

05 Dedication 10 Distribute
3. DOERS (BERTINDAK)

2. DECISIVENESS
(KETEGASAN)

1. DREAM (MIMPI)

Seorang wirausaha tidak pernah Begitu seorang wirausaha membuat


Seorang wirausaha mempunyai visi menangguh-nangguhkan waktu. Mereka keputusan maka dia langsung menindak
bagaimana keinginannya terhadap membuat keputusan dengan cepat. lanjutinya. Mereka melaksanakan
masa depan pribadi dan bisnisnya dan kegiatannya secepat mungkin yang dia
Kecepatan mereka merupakan faktor
sanggup artinya seorang wirausaha tidak
yang paling kunci kesuksesan mereka mau menunda - nunda kesempatan yang
penting adalah dia mempunyai dapat dimanfaatkan.
kemampuan untuk
mewujudkan impiannya tersebut.
6. DEVOTION (KESETIAAN)

5. DEDICATION
(PENGABDIAN)

4. DETERMINATION ( KEBULATAN
TEKAD)

Dedikasi seorang wirausaha terhadap seorang wirausaha mencintai


Seorang wirausaha melaksanakan bisnisnya sangat tinggi, kadang-kadang pekerjaan bisnisnya, dia mencintai
kegiatannya dengan dia mengorbankan hubungan pekerjaan dan produk yang
penuh perhatian. Rasa tanggung kekeluargaan, melupakan hubungan dihasilkannya. Hal inilah yang
jawabnya tinggi dan tidak mau dengan keluarganya untuk sementara, mendorong dia mencapai
menyerah, walaupun dia dihadapkan Semua perhatian dan kegiatannya keberhasilan yang sangat efektif
pada halangan atau rintangan yang dipusatkan semata mata untuk kegiatan untuk menjual produk yang
tidak mungkin diatasi. bisnisnya. ditawarkannya.
9. DOLLARS (UANG)

8.DESTINY (NASIB)

7.DETAILS

Seorang wirausaha bertanggung jawab Seorang wirausaha tidak mengutamakan


Seorang wirausaha sangat terhadap nasib dan tujuan yang hendak untuk mencapai kekayaan, motivasinya
memperhatikan faktor faktor kritis dicapainya. Dan wirausaha adalah orang bukan karena masalah uang. Uang
secara rinci. Dia tidak mau dianggap sebagai ukuran kesuksesan
yang bebas dan tidak mau bergantung
bisnisnya, ia berasumsi jika berhasil
mengabaikan faktor faktor kecil yang kepada orang lain. dalam bisnisnya maka ia pantas untuk
dapat menghambat kegiatan usahanya. mendapatkan laba, bonus, maupun
hadiah.
10.DISTRIBUTE

Seorang wirausaha bersedia mendistribusikan


kepemilikan usahanya kepada orang orang
kepercayaannya, yaitu orang orang yang kritis dan mau
diajak untuk mencapai kesuksesan dalam bidang
bisnisnya.
Sifat Yang Perlu Dimiliki
Wirausahawan

Berorientasi
Pengambilan
pada tugas dan
Resiko
hasil
Kreativitas

Sifat-sifat yang harus dimiliki


PERCAYA seorang wirausaha yaitu :
DIRI Berorientasi
ke Masa
Depan

Kepemimpinan Keorisinilan
Sifat Yang Perlu Dimiliki Wirausahawan

Percaya Diri Berorientasi pada tugas dan hasil

Orang yang tinggi percaya Orang ini tidak mengutamakan


dirinya adalah orang yang prestise dulu, kemudian prestasi.
sudah matang jasmani dan Akan tetapi ia gandrung pada
rokhaninya. Karakteristik A B prestasi baru kemudian setelah
berhasil prestisenya akan naik. Anak
kematangan seseorang adalah
muda yang selalu mengutamakan
ia tidak tergantung pada orang prestise lebih dulu baru prestasi,
lain, memiliki rasa tanggung tidak akan mengalami kemajuan.
jawab yang tinggi, obyektif, dan Berbagai motivasi akan muncul
kritis, emosionalnya stabil, tidak dalam bisnis apabila kita berusaha
gampang tersinggung dan naik menyingkirkan prestise. Kita akan
pitam mapu bekerja keras, enerjik, tanpa
malu dilihat teman asal yang kita
kerjakan pekerjaan halal
Sifat Yang Perlu Dimiliki Wirausahawan

Pengambilan Resiko Kepemimpinan

Wirausaha penuh resiko dan Sifat kepemimpinan memang


tantangan, seperti persaingan, ada dalam diri masing-masing
harga turun naik, barang tidak
laku dan sebagainya. Namun
A B individu, Tinggal dipelajari dan
dilatih. Pemimpin yang baik
semua tantangan ini harus harus mau menerima kritik dari
dihadapi dengan penuh bawahan, ia harus bersifar
perhitungan. responsif
Sifat Yang Perlu Dimiliki Wirausahawan

Keorisinilan Berorientasi ke Masa Depan

Orisinil tidak berarti baru sama Seorang wirausaha haruslah


sekali, tetapi produk tersebut prespektif, mempunyai visi dan
tujuan yang jelas. Hal ini
mencerminkan hasil kombinasi
baru atau reintegrasi dari
A B berfungsi untuk menebak
komponen- komponen yang kemana langkah dan arah yang
sudah ada, sehingga dituju sehingga dapat diketahui
melahirkan sesuatu yang baru apa yang akan dilakukan oleh
(inovasi). pengusaha tersebut berorientasi
pada prestasi. Pengusaha yang
sukses selalu mengejar prestasi
yang lebh baik dari pada prestasi
sebelumnya.
Sifat Yang Perlu Dimiliki Wirausahawan

Kreativitas
Kreativitas diartikan
sebaga kemampuan
untuk menciptakan
suatu produk baru.
B
Produk baru artinya
tidak perlu seluruhnya
baru, tapi dapat
merupakan bagian-
bagian produk saja.
Kompetensi Wirausahawan
Dan & Bradstreet business Credit Service (1993 : 1) mengemukakan 10 kompetensi
yang harus dimiliki, yaitu :

8. Statisfying
9. Knowing
1. Knowing customer by
hozu to
your business providing high
compete
quality product

2. Knowing the
basic business 7. Managing 10. Copying
management people with regulation
and paper work

3. Having the proper 6. Managing


attitude time efficiently

4. Having adequate 5. Managing


capital finances
effectively
1. Knowing your business

mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Dengan kata lain,


seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang
ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan.

2. Knowing the basic business


management

mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang


usaha, mengorganisasi dan mengenalikan perusahaan, termasuk dapat
memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan, dan
membukukan kegiatan-kegiatan usaha.

3. Having the proper attitude

memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yang dilakukannya. Dia harus
bersikap seperti pedagang, industriawan, pengusaha, eksekutif yang
sunggung-sungguh dan tidak setengah hati.
4. Having adequate capital

memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya bentuk materi tetapi juga
rohani. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam
usaha. Oleh karena itu, harus cukup waktu, cukup uang, cukup tenaga,
tempat dan mental.

5. Managing finances effectively

memiliki kemampuan / mengelola keuangan, secara efektif dan efisien,


mencari sumber dana dan menggunakannnya secara tepat, dan
mengendalikannya secara akurat.

6. Managing time efficiently

mengatur waktu seefisien mungkin. Mengatur, menghitung, dan menepati


waktu sesuai dengan kebutuhannya.
7. Managing people

kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan / memotivasi,


dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan

8. Statisfying customer by
providing high quality product

memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang


dan jasa yang bermutu, bermanfaat dan memuaskan.
9. Knowing hozu to compete

mengetahui strategi / cara bersaing. Wirausaha harus dapat mengungkap


kekuatan (strength), kelemahan (weaks), peluang (opportunity), dan
ancaman (threat), dirinya dan pesaing. Dia harus menggunakan analisis
SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing.

10. Copying with regulation and


paper work

membuat aturan / pedoman yang jelas tersurat, tidak tersirat.


Tipe Wirausahawan

Social
entrepreneur

Technopreneur
Creative
entrepreneur

Business
entrepreneur
1. Business Entrepreneur

Wirausaha yang bergerak dalam bidang produksi barang dan jasa serta
pemasarannya. perbedaan dari penguasaha biasa dan wirausahawan bisnis adalah
bahwa penguasa biasa menjalankan bisnis di bidang yang sudah lazim dengan
produk yang lazim pula, sedangkan wirausahawan bisnis membangun bisnisnya dari
ide inovatifnya sendiri, serta lebih fokus pada kualitas produk dan kepuasan
pelanggan ketimbang terlalu fokus pada laba.

2019

2. Creative Entrepreneur

Orang yang bergerak di bidang usaha menciptakan atau memanfaatkan


pengetahuan dan informasi.
Contohnya : orang yang bergerak di bidang pembuatan film, iklan, video game,
penerbitan buku, musik, dan sebagainya. Dalam semua bidang tersebut, yang
menjadi modal utamanya adalah kreativitas dalam menciptakan suatu produk.
3. Technopreneur

Seorang wirausahawan yang menghasilkan kekayaan dengan cara


memanfaatkan teknologi informasi yang pesat berkembang.
Seorang technopreneur adalah seorang yang berusaha
memberikan layanan yang memberikan nilai tambah, rasa
gembira, atau ketagihan kepada mereka yang menikmati
produknya, contohnya: Google dan Apple.

4. Social Entrepreneur

Wirausahawan yang bergerak dibidang usaha perbaikan kondisi sosial,


lingkungan, pendidikan, dan ekonomi masyarakatnya. Social entrepreneur
adalah seorang yang menjalankan usahanya menciptakan perbaikan social
melalui pasar.
Profil Wirausahawan
Menurut John A. Welsh dan Jerry F. White :

1. Sehat rohani dan jasmani.


2. Ada kebutuhan mendasar untuk mengendalikan dan
mengarahkan.
3. Percaya diri
4. Tidak pernah berhenti beraktivitas.
5. Kewaspadaan yang tinggi.
6. Realistis.
7. Kemampuan membuat konsep yang hebat.
8. Kebutuhan yang rendah akan status.
9. Pendekatan yang obyektif terhadap hubungan interpersonal.
10.Emosi yang stabil.
11.Senang pada tantangan, bukan risiko.
1. Sehat rohani dan jasmani.

Wiraswasta yang sukses memiliki fisik yang kuat. Mereka


mampu bekerja untuk waktu lama.

2. Ada Kebutuhan Mendasar Untuk Mengendalikan Dan


Mengarahkan
Para wiraswasta agak sulit berkiprah dalam struktur organisasi
tradisional. Mereka tidak ingin ada kekuasaan di atas mereka.
Namun ini bukan berarti keinginan untuk menguasai orang
lain.Mereka senang menciptakan dan melaksanakan strategi-
strategi.
3. Percaya Diri
wiraswasta sangat percaya diri terhadap apa yang mereka
anggap mungkin. Mereka menangani masalah dengan segera
dan langsung.

4. Tidak Pernah Berhenti Beraktivitas.


Tidak adanya kegiatan membuat para wiraswasta tidak sabar,
tegang, dan tidak tenang. Mereka tampaknya selalu ingin
mengerjakan sesuatu.
5. Kewaspadaan Yang Tinggi
Ketika merencanakan, mengambil keputuan, dan bekerja,
para wiraswasta sukses memiliki pandangan umum tentang
keseluruhan situasi yang mereka hadapi. Mereka memiliki
kesadaran terhadap dampak yangditimbulkan oleh setiap
tindakan mereka.

6. Realistis
Para wiraswasta menerima hal - hal sebagaimana adanya
Mereka mungkin idealis atau mungkin juga tidak, tetapi jelas
bukan seseorang yang tidak realistis.
7. Kemampuan Membuat Konsep Yang
Hebat.
Para wiraswastamemiliki kemampuan intelektual untuk cepat
mengidentifikasi hubungan-hubungan antarfungsi atau antarhal
dalam situasi yang kompleks dan membingungkan. Mereka
menemukan masalah dan mencari solusi lebih cepat dari orang
lain di sektar mereka.

8. Kebutuhan Yang Rendah Akan Status.

Para wiraswasta yang sukses, Mereka senang ketika ada


yang memuji bisnis mereka, tetapi seringkali malu jika langsung
dipuji sebagai individual. Kebutuhan mereka akan status
terpenuhi oleh adanya Pencapaian.
9. Pendekatan Yang Obyektif Terhadap Hubungan
Interpersonal.

Para wiraswasta umumnya menghindari keterlibatan


interpersonal dalam bisnis. Mereka menjaga jarak
psikologis.

10. Emosi Yang Stabil.

Para wiraswasta memiliki kontrol diri yang baik,


mampu mengatasi kecemasan dan tekanan dari masalah bisnis
atau problem -problem lain dalam hidup. Kemunduran dan
kegagalan akan membut mereka tertantang,
bukan patah harapan.
11. Senang Pada Tantangan, Bukan Risiko
Para wiraswasta bukanlah pengejar atau penghindar resiko. Mereka memilih
situasi yang hasilnya bisa mereka
pengaruhi. Mereka sangat termotivasi oleh tantangan
yang mereka anggap menarik. Mereka jarang bertindak sebelum
memperhitungkan risikonya.
Sumber Ide Usaha Baru
B Seorang wirausaha biasanya dapat menemukan ide-ide untuk membentuk suatu usaha
baru yakni bersumber dari hobi, pengalaman bekerja, maupun sumber lisan dan tulisan
yang diamati oleh suatu wirausahawan dalam mencari peluang usaha.

 Hasil survei Peggy Lambing (2000:90):

 43% responden (wirausaha) mendapatkan ide bisnis dari pengalaman bekerja

 15% responden telah mencoba dan mereka merasa mampu mengerjakannya dengan
lebih baik

 11% responden memulai usaha untuk memenuhi peluang pasar

 31% memulai usaha karena hobi


Cara Memasuki Dunia Usaha

Ada empat cara yang dapat dilakukan untuk memulai suatu usaha atau
memasuki dunia usaha, yaitu :

Membentuk dan Mendirikan Usaha Baru (Starting)

Memasuki Bisnis Keluarga

Kerja Sama Manajemen (Franchising)

Membeli Perusahaan Orang Lain (Buying).


Membentuk dan Mendirikan Usaha Baru (Starting)

Membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal,


ide, organisasi, dan manajemen yang dirancang sendiri.
Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis :

• Perusahaan milik sendiri, yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan


1. dikelola sendiri oleh seseorang

• Persekutuan (partnership), yaitu suatu kerja sama dua orang atau


lebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha,
2.

• Perusahaan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang


didirikan atas dasar badan hukum dengan modal saham-saham.
3.
Memasuki Bisnis Keluarga

Bisnis keluarga adalah sebuah perusahaan yang anggota keluarganya


secara langsung terlibat dalam kepemilikan atau jabatan.

Setiap bisnis keluarga mengembangkan cara tertentu di dalam


mengerjakan segala sesuatu dan prioritas tertentu sehingga
memberikan keunikan pada tiap perusahaan.
Pola perilaku dan kepercayaan yang khusus
ini membentuk budaya organisasi perusahaan.
KEUNGGULAN PERUSAHAAN KELUARGA
• Memelihara nilai kemanusiaan di tempat kerja,
Bisnis keluarga dapat dengan mudah menunjukkan tingkat perhatian
yang lebih tinggi bagi tiap orang dari pada perusahaan-perusahaan pada
umumnya

• Memfokuskan pada pelaksanaan jangka panjang,


Manager keluarga dapat mengambil pandangan jangka panjang yang
lebih mudah dari pada manager perusahaan yang dinilai hasilnya tiap tahun

• Memperluas kualitas
Karena mereka memiliki taruhan di dalam memelihara reputasi
keluarga, anggota keluarga mungkin mempertahankan tradisi memberikan
kualitas dan nilai bagi konsumen.
Kerja Sama Manajemen (Franchising)

Kerja sama antara entrepreneur Kerja sama ini biasanya dengan


(franchisee) dengan perusahaan dukungan awal seperti pemilihan
besar(franchisor/parent company) tempat, rencana bangunan, pembelian
dalam mengadakan persetujuan peralatan, pola arus kerja, pemilihan
perjanjian untuk menyelenggarakan karyawan, advertensi, pembukuan,
usaha. pencatatan dan akuntansi, konsultasi,
standar, promosi, pengendalian kualitas,
riset, nasihat hukum, dan
sumber-sumber permodalan.
GAMBAR SISTEM FRANCHISING

FRANCHISOR adalah FRANCHISOR adalah


PRODUSEN/PENCIPTA PENJUAL

Franchisee adalah penjual Franchisee adalah pendiri


Seperti minuman retail, seperti
dingin botolan minimarket/took

Misalnya : Misalnya :
Coca Cola Indomaret
Pepsi Alfamart
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN FRANCHISING

KELEBIHAN
KEKURANGAN
Pelatihan formal
Pajak Franchise
Bantuan manajemen keuangan
Royalti
Metode pemasaran yang telah
terbukti Batas pertumbuhan

Bantuan manajemen Kurangnya kebebasan dalam


operasional operasi
Jangka waktu permulaan bisnis lebih
cepat Franchisor mungkin penyalur tunggal dari
beberapa perlengkapan
Tingkat kegagalan keseluruhan lebih
rendah
Membeli Perusahaan Orang Lain (Buying).

Membeli perusahaan yang telah didirikan atau dirintis


dan diorganisir oleh orang lain dengan nama dan
organisasi usaha yang sudah ada.

Hal ini dilakukan karena memiliki beberapa keuntungan, diantaranya :

• Resiko lebih sedikit

• Lebih mudah, karena perusahaan sudah berjalan sehingga ada


jalinan dengan pelanggan dan pemasok

• Memiliki peluang untuk membeli dengan harga yang bisa ditawar


Faktor Penyebab Keberhasilan Dan Kegagalan
Wirausahawan
Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada
kemampuan pribadi wirausaha.

Faktor penyebab keberhasilan wirausahawan


antara lain :

Adanya
Adanya visi, misi Adanya dana manajemen
dan dedikasi usaha yang baik,
tinggi dari usaha yang cukup
tepat dan realitas
bisnisnya untuk usaha

Adanya Adanya komitmen Adanya SDM yang


perencanaan tinggi dalam usaha handal dan
mencapai tujuan teknologi tinggi
yang matang
Faktor penyebab kegagalan wirausahawan
antara lain:

• Tidak kompeten dalam manajerial


• Kurang dapat mengendalikan keuangan

• Gagal dalam perencanaan


• Lokasi yang kurang memadai

• Kurangnya pengawasan peralatan


• Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha
Beberapa faktor yang membuat seseorang mundur dari
berwirausaha yaitu :

• Pendapatan yang tidak menentu

• Kerugian akibat hilangnya modal investasi

• Perlu kerja keras dan waktu yang lama

• Kualitas kehidupan yang tetap rendah meskipun usahanya


mantap.
Thank you