Anda di halaman 1dari 22

PEMBELAHAN SEL

Kelompok 6:
• Muhammad Zaini Fahmi (K100180204)

• Ghina Khairunnisa Halim (K100180205)

• Itsna Sofia Rahma (K100180206)

• Diyenda Ainun Nida (K100180207)

• Naufal Farras (K100180208)

• Fa’iqah Asla Zulfa Nabila (K100180209)

• Zulfa Nurhanifah (K100180210)


Pengertian
Pembelahan sel suatu proses yang membagi satu
sel induk menjadi dua atau lebih
sel anak. Pembelahan sel biasanya
merupakan bagian kecil dari suatu
siklus sel yang lebih besar.

Pembelahan Sel

Amitosi Mitosis Miosis


(Pembelahan biner) (tidak terjadi reduksi (terjadi reduksi
jumlah kromosom) jumlah kromosom)
Pembelahan Sel Secara Amitosis

Ciri ciri :
1. Berlangsung secara spontan
2. Pada organisme uniseluler seperti Amoeba, Paramecium, Alga
biru
3. Sifat sel induk sama dengan sifat sel anak
4. Satu sel membelah menjadi 2 sel anakan
Pembelahan Sel Secara Amitosis

Tujuan Pembelahan Sel Amitosis :


untuk reproduksi, yaitu untuk memperbanyak diri
yang awalnya hanya satu kini terbelah menjadi
beberapa bagian sehingga menghasilkan
pembelahan yang banyak dan sempurna.
Pembelahan Biner pada Bakteri
Kromosom bakteri
menempel pada
membran plasma

Bagian DNA kromosom


yang menempel
mengalami replikasi

Sel mulai membelah

Terbentuk dua sel


anakan
Pembelahan Sel Secara Mitosis
- melalui tahapan-tahapan tertentu menghasilkan dua sel
anakan yang identik.
- Setiap sel anakan mengandung jumlah kromosom yang sama
dengan induknya.
- Jumlah kromosom anak sama dengan jumlah kromosom sel
induk
- Terjadi pada sel eukariotik.
- Biasanya terjadi pada sel sel tubuh.
Tahap-tahap pembelahan mitosis

1. Tahap Interfase
Atau disebut proses istirahat dari proses pembelahan. Tetapi tetap
bersifat aktif dan penting membantu proses terjadinya pembelahan
(melakukan duplikasi/repikasi)
Fase saat interfase :
1. Fase gap 1 belum terjadi replikasi DNA.
2. Fase sintesis(S) DNA dalam inti mengalami replikasi sehingga
menghasilkan salinan 2 DNA.
3. Fase gap 2 replikasi DNA telah selesai, dan sel bersiap-siap
mengadakan pembelahan.
Siklus sel
Tahap tahap pembelahan mitosis
 PROFASE
1. Hilangnya nukleus (inti) dan
nukleolus (anak inti)
2. Benang-benang kromatin
berubah menjadi kromosom dan
selanjutnya, setiap keromosom
membelah menjadi kromatid
dengan 1 sentromer.
3. Pasangan sentriol yang
berada dalam sentrosom
berpisah dan bergerak menuju
kekutub yang berlawanan.
4. Benang-benang spindel atau
disebut juga dengan serat-serat
gelendong, terbentuk diantara 2
kutub pembelahan.
METAFASE
 Terjadi suatu proses peleburan
karioteka (membran inti)
secara sempurna.
 Benang-benang spindel akan
menempati daerah-daerah
bekas inti.
 Kromatid akan melakukan
pergerakan menuju ke arah
bidang ekuator atau disebut
dengan bidang pembelahan
dan kemudian sentromernya
akan terikat dengan benang-
benang spindel.
 Kromatid akan berjajar di
sepanjang bidang ekuator
atau bidang pembelahan.
 ANAFASE
 Bagian sentromer akan membelah
menjadi dua bagian dan bagian
kromatid akan berpisah.
 Pada Benang-benang spindel antar
bagian kromosom dan juga bagian
sentriol akan memendek sehingga
masing-masing kromosom akan
tertarik ke bagian kutub yang
mempunyai arah berlawanan.
 Tarikan pada benang-benang spindel
pada bagian kromosom adalah
sebagai akibat dari proses kontraksi
pada bagian mikrotubulus.
 Kromosom sudah sampai pada
masing-masing bagian kutubnya.
 Serat-serat antara kromosom akan
mengalami perenggangan sehingga
bagian sel akan menjadi memanjang.
 TELOFASE
 Benang-benang spindel akan hilang.
 Pada bagian karioteka (membran inti)
akan terbentuk kembali pada setiap
bagain-bagian kutub dari sel dan juga
akan melingkupi pada bagian
kromosom.
 Kromosom akan mengalami
dekondensasi yang menjadi kromatin.
 Bagian nukleolus akan mengalami
pembentukan kembali.
 Bagian matrik pada sitoplasma akan
kembali dalam kondisi yang jernih.
 Terjadi suatu proses penebalan pada
bagian dari plasma (proses ini biasa
disebut sebagai plasmakinesis) pada
bagian-bagian bidang ekuator yang
memiliki peran sebagai langkah awal
dalam proses sitokinesis.
2. Fase Kariokinesis (pembelahan inti sel)
Pembelahan sel secara Meiosis

- Pembelahan sel induk diploid (2n) menghasikan empat anakan


haploid (n)
- Pada hewan bersel banyak, untuk membentuk sel kelamin(gamet).
Meiosis berfungsi mengurangi jumlah kromosom agar keturunannya
memiliki jumlah kromosom yang sama.
- Pada tumbuhan terjadi di benangsari dan putik.
- Terjadi melalui dua tahap yaitu meiosis I (PRO(lezipadidia)MAT I)
dan meiosis II (PROMAT II).
Meiosis
Meiosis I, yang dibedakan atas beberapa fase :
(a,b) Profase I : dibagi menjadi 5 tahap: leptoten, zigoten, pakiten,
diploten, dan diakinesis
(c) Metafase : bivalen-bivalen menempatkan diri dibidang tengah
dari sel secara acak
(d) Anafase 1 : Kini kromosom-kromosom homolog (masing-masing
terdiri dari 2 kromatid) saling memisahkan diri dan ditarik oleh
benang-benang gelendong kekutub sel yang berlawanan. Berarti
jumlah kromosom telah diparuh, dari keadaan diploid (2n)
menjadi haploid (n)
(e) Telofase 1 : Sekarang berlanjut sitokinesis sehingga sel induk yang
mula-mula diploid telah menjadi dua sel anakan masing-masing
haploid.
Meiosis II, yang dibedakan atas beberapa fase :
(f) Profase II : benang-benang gelendong terbentuk lagi
(g) Metafase II : Kromosom-kromosom menempatkan diri ditengah
sel
(h) Anafase II : Tiap kromosom membelah, kromatid-kromatid
memisahkan diri dan ditarik ke kutub kearah yang
berlawanan dan merupakan kromosom.
(i,j) Telofase II : Berlangsunglah sitokinesis lagi, diikuti dengan
pembentukan membran inti.
Perbedaan Mitosis dan Meiosis
PROSES PEMBELAHAN SEL TUMBUHAN
Perbedaan dasar dalam pembelahan
sel hewan dan sel tumbuhan.
NO SEL HEWAN SEL TUMBUHAN

Tidak memiliki sentriol, kecuali


1 Memiliki sentriol.
tumbuhan tingkat rendah.

Tidak ada bidang Membentuk bidang


2
pembelahan. pembelahan.

Sitokinesis ada namun tidak


3 Terdapat proses sitokinesis.
begitu jelas.

Terjadi pada bagian tubuh Terjadi pada bagian tumbuhan


4
yang embrionik. yang bersifat meristematis.
PEMBELAHAN SEL PADA SEL KANKER.

 Pembelahan sel kanker terjadi secara terus-


menerus.
 Pembelahan sel kanker yang bersifat immortal.
 Gen p53 terjadi mutasi/kerusakan.