Anda di halaman 1dari 19

NAGARI BATIPUAH BARUAH

23 JANUARI 2019
Praktek Kerja Lapangan Terpadu (PKLT) adalah suatu
bentuk implementasi secara sistematis dan sinkron antara
program pendidikan di sekolah dengan program penguasaan
keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara
langsung. Kegiatan PKLT merupakan suatu penerapan ilmu
dan teknologi oleh mahasiswa dalam bidang kesehatan
khususnya kesehatan masyarakat dalam rangka pemecahan
masalah kesehatan dan peningkatan status kesehatan
masyarakat.
STIKes Fort De Kock melaksanakan kegiatan PKLt
diwilayah kerja puskesmas Batipuh 1 dengan 5 nagari
diantaranya termasuk Batipuh Baruh dengan 11 jorong.
Sebagai aplikasi teori pembelajaran yang
berhubungan dengan kesehatan masyarakat,
kebidanan, keperawatan dan fisioterapi dengan
pelayanan komprehensif kepada masyarakat
sehingga dapat membantu tujuan pembangunan
kesehatan untuk meningkatkan kesejahteraan
kesehatan masyarakat diwilayah kerja puskesmas
Batipuh 1 terkhususnya pada kenegerian Batipuah
Baruah.
Tgl. 07 Januari – 13 Januari 2018

DATA YANG DIDAPATKAN


 Jorong Subang Anak : 242 KK
 Jorong Kubu Kerambil : 200 KK
 Jorong Batang Gadih : 301 KK
 Jorong Gunung Bungsu : 113 KK
 Jorong Ladang Laweh : 298 KK
 Jorong Payo : 140 KK
 Jorong Kubu Nan IV : 185 KK
 Jorong Kubu Nan V : 490 KK
 Jorong Pincuran VII : 150 KK
 Jorong Lubuak Bauak : 286 KK
 Jorong Batu Lipai : 125 KK

TOTAL : 2530 KK
1. PEMANFAATAN FASILITAS KESEHATAN
2. TIDAK MEROKOK DALAM RUMAH
3. JARAK SEPTIC TANK DENGAN SUMUR
4. CUCI TANGAN PAKAI SABUN
5. SISTEM PEMBUANGAN AIR LIMBAH (SPAL)
6. CARA PENGELOLAAN SAMPAH
7. VENTILASI RUMAH
8. JARAK KANDANG HEWAN DENGAN DINDING
RUMAH
9. PENYAKIT INFEKSI
10. PEMERIKSAAN KESEHATAN RUTIN LANSIA
Jika ada angota keluarga yang sakit,
umumnya dibawa berobat kemana?
0%
beli obat diwarung
5%
puskesmas
35%
dokter swasta

dukun/paranormal
50%
rumah sakit
5%
bidan/perawat/man
1%
4% tri swasta
Perilaku PHBS Pada Tatanan Rumah Tangga
[Tidak merokok dalam rumah]

46% ya
tidak
54%
Berapakah jarak septik tank di rumah dari
sumber air minum (sumur)?

< 10 m

≥10 m
CUCI TANGAN PAKAI SABUN

47%
53%
TIDAK

YA
Sistem Pembuangan air limbah rumah
tangga

9%

30% tidak mempunyai


SPAL
mempunyai SPAL
terbuka
mempunyai SPAL
tertutup
61%
DIBAKAR
0% 12%

DIBUANG
49% SEMBARANGAN

DIBUANG KE TPS
39%

DIKUBUR
(mempunyai ventilasi 10-20% dari luas
lantai)

23%

YA
TIDAK

77%
jarak kandang dengan dinding rumah ≥ 10
meter

31%

YA
TIDAK

69%
Penyakit Infeksi
1%
4%
9%

Diare
Campak
DBD
25%
Kusta
61%
TB
Pemeriksakan kesehatan secara rutin untuk
lansia

34%

YA
TIDAK

66%
0% 12%
DIBAKAR

49% DIBUANG
SEMBARANGAN
39% DIBUANG KE TPS

DIKUBUR
Analisis Penyebab Masalah
Man Method

Kurangnya
informasi mengenai
pengelolaan sampah
Kurangnya motivasi
masyarakat Rendahnya
persentase
penduduk yang
membuang dan
mengelola sampah
Sarana prasarana
rumah tangga
penunjang yang
dengan baik
kurang Keadaan Kondisi
ekonomi geografis yang
rendah berbeda Tingkat pendidikan
masyarakat rendah

Material Money Environment

Gambar 1
Tulang Ikan (Fish Bone) Rendahnya persentase penduduk yang membuang dan mengelola
sampah rumah tangga dengan baik
No Masalah Solusi

1. Man  Kurangnya motivasi  Meningkatkan


masyarakat. motivasi masyarakat.
2. Method  Kurangnya informasi  Meningkatkan
mengenai pengelolaan informasi mengenai
sampah pengelolaan sampah

3. Environment  Tingkat pendidikan  Melakukan promosi


masyarakat yang rendah. kesehatan kepada
masyarakat mengenai
sampah.

4. Money  Keadaan ekonomi yang  Menggali potensi yang


rendah. ada di masyarakat

5. Material  Sarana dan prasarana  Meningkatkan sarana


penunjang yang kurang dan prasarana
penunjang.