Anda di halaman 1dari 28

DISTRIBUSI/SEBARAN

NORMAL
DISTRIBUSI NORMAL
 Distribusi normal memiliki parameter
berupa mean dan simpangan baku
 Distribusi normal dengan mean = 0 dan
simpangan baku = 1 disebut dengan distribusi
normal standar
 Apabila digambarkan dalam grafik, kurva
distribusi normal berbentuk seperti genta
(bell-shaped) yang simetris
 Juga disebut sebagai kurva normal atau
distribusi Gauss
Variabel random kontinyu X mempunyai fungsi
densitas pada X=x dengan persamaan :
x
1 1/ 2 ( )2
f ( x)  e 
 2
dimana :
π = nilai konstanta dalam 4 desimal yakni 3,1416
e = nilai konstanta dalam 4 desimal yakni 2,7183
μ = parameter, rata-rata untuk distribusi
σ = parameter, simpangan baku untuk distribusi
nilai x mempunyai batas -∞<x<∞ dan dikatakan
bahwa variabel random X berdistribusi normal

Sifat-sifat penting distribusi normal :


1. Grafiknya selalu ada di atas sumbu datar x
2. Bentuknya simetris terhadap x = μ
3. Mempunyai 1 modus, jadi kurva unimodal
tercapai pada x = μ sebesar (0,3989)/σ
4. Grafiknya mendekati (berasimtutkan) sumbu
datar x dimulai dari x=μ+3σ ke kanan dan x = μ –
3σ ke kiri
5. Luas grafik selalu sama dengan satu unit
persegi
Grafik kurva normal :

0,5 0,5

P(x≤) = 0,5
P(x) = 0,5
Luas kurva normal :
Hubungan antara μ dan σ dalam Distribusi Normal

• Untuk setiap pasang μ dan σ, sifat dari distribusi


normal selalu dipenuhi. Tetapi jika σ makin besar,
kurvanya makin rendah (platikurtis) dan untuk σ
makin kecil, maka kurvanya makin tinggi
(leptokurtis). Jadi pola hubungannya terlihat pada
bentuk kurvanya.
Keterangan :
A B A : Leptokurtis
B : Platikurtis
JENIS-JENIS DISTRIBUSI NORMAL

85 850

Distribusi kurva normal dengan  dan  berbeda


JENIS-JENIS DISTRIBUSI NORMAL

10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
m

Mesokurtic Platykurtic Leptokurtic

Distribusi kurva normal dengan  sama dan 


berbeda
SIFAT: Luas daerah grafik = 1 unit persegi

 Dari fungsi densitas distribusi normal,


maka probabilitas harga X antara a dan b
yakni P(a<X<b) dapat dihitung
 Dalam prakteknya rumus tsb tidak perlu
digunakan karena sebuah daftar telah
disusun utk itu
 Daftar tsb adalah Daftar Distribusi Normal
Standard yg dapat dilihat pada lampiran
buku statistika
Luas kurva normal antara x=a & x=b
= probabilitas x terletak antara a dan b

a  b x
TRANSFORMASI DARI NILAI X KE Z

 Utk mengubah distribusi normal umum menjadi distribusi


normal baku (standard) digunakan rumus :

 Perubahan grafiknya adalah sbb :


 Setelah distribusi normal umum ditransformasi ke
distribusi normal standard, maka daftar distribusi
normal standard dapat digunakan

Prosedur penggunaan :
1) Hitung Z hingga 2 desimal
2) Gambar kurvanya
3) Letakkan harga Z pada sumbu datar, lalu tarik garis
vertikal hingga memotong kurva
4) Luas yg tertera dalam daftar adalah luas daerah
antara garis ini dengan garis tegak di titik 0 (nol)
5) Dalam daftar cari tempat harga Z pada kolom
paling kiri hanya untuk 1 desimal, desimal ke-2 cari
pada baris paling atas
6) Dari Z di kolom kiri maju ke kanan dan Z di baris
atas turun ke bawah, maka diperoleh bilangan yg
merupakan luas yg dicari, merupakan bilangan
dalam bentuk 4 desimal
Beberapa Contoh Penggunaan
Daftar Normal Standard
• Cari luas (peluang) daerah antara Z = 0 dan Z = 2,15
Di bawah Z pada kolom kiri
Y=f(X) 0,4842 cari 2,1 dan dari baris paling
atas cari angka 5. Dari 2,1 ma-
ju ke kanan dan dari 5 turun
didapat 0,4842.
Luas daerah yg dicari (daerah
diarsir) = 0,4842
-3 -2 -1 0 1 2 3 (X)
Contoh :
1. Diketahui data berdistribusi normal dengan
mean  = 55 dan deviasi standar σ = 15
a) P(55≤x≤75) =

=
= P(0≤Z≤1,33)
= 0,4082 (Tabel III)
Atau

Tabel III  A = 0,4082


b).P(60≤x≤80) =
= P(0,33≤Z≤1,67)
= P(0≤Z≤1,67) – P(0≤Z≤0,33)
= 0,4525 – 0,1293 = 0,3232

Z1 = = 0,33  B = 0,1293

Z2 = = 1,67  A = 0,4525
C = A – B = 0,3232
c) P(40≤x≤60)= A + B

= P(-1,00≤Z≤0,33)
= P(-1,00≤Z≤0) + P(0≤Z≤0,33)
= 0,3412 + 0,1293
= 0,4705
Atau : Z1 = = -1,00
 A = 0,3413
Z2 = = 0,33
 B = 0,1293
d) P(x ≤ 40) = 0,5 – A
= 0,5 – 0,3412
= 0,1588
e. P(x ≥ 85)

f. P(x ≤ 85) = 0,5 + A


= 0,5 + 0,4772
= 0,9772
Jika data percobaan berdistribusi normal, maka
bagian luas dari distribusi normal dapat ditentukan
sbb:

(1). Kira-kira 68,27% ada dalam daerah 1 simpangan


baku sekitar rata-rata, yakni antara μ – σ dan μ + σ

(2).Kira-kira 95,45% terletak dalam daerah 2 simpangan


baku sekitar rata-rata, yakni antara μ – 2σ dan
μ + 2σ

(3).Hampir 99,73% ada dalam daerah 3 simpangan baku


sekitar rata-rata, yakni antara μ - 3σ dan μ + 3σ